
Dua hari berikutnya, datanglah seorang pemuda ke rumah Felisa, pemuda itu nampak gagah dengan setelan kemeja navi rapi dan celana yang berwarna cream, saat ia lewat hendak ke rumah wanita pujaannya semua mata memandangnya dari semenjak ia turun dari mobil sport berwarna hitam
"Siapa itu"
"Anak siapa"
"Orang kota kayaknya"
"Prajurit apa bukan"
"Badannya bagus yah"
Begitulah beberapa bisik - bisik tetangga yang lumayan terdengar olehnya
Namun ia sudah terkenal cuek, jadi tak perlu ia hiraukan perkataan tersebut, hingga tibalah ia di depan rumah sang gadis
Tok...tok..tok
"Assalamu Alaikum" Ucapnya
"Walaikumsalam" Jawab penghuni rumah
"Hai mbak, minal Aidin Wal Faidzin mohon maaf lahir dan batin" Ucap sang lelaki
"Mbak juga yah Fen, yuk masuk" Ucap Melati
"Yuk duduk" Ajak Melati
"Iya mbak, makasih" Ucap Fendi
Saat hendak memanggil adik iparnya Felisa, Diora tiba - tiba keluar dari kamar membawa putri mereka yang sudah kehausan
"Sayang Meldi haus" Ucap Diora sambil memberikan anaknya pada istrinya
"Mama" Panggil sang putri
"Yuk mama bikinin susunya" Ucap Melati
"Bang tolong temani Fendi" Ucap sang istri
Diora pun melihat ke arah sofa dan terkejut ada Fendi
"Halo bang" Ucap Fendi
Ia bangun dari duduknya dan bersalaman dengan Diora
"Maaf lahir batin bang" Ucap Fendi
"Iya, maaf lahir dan batin juga" Ucap Diora
Tanpa di duga oleh mereka berdua, seorang gadis tiba - tiba keluar dari kamarnya dengan memegang sisir seolah itu mic dan ia sedang bernyanyi
*Jangan - jangan dulu, janganlah di ganggu
Biarkan saja biar duduk dengan tenang
Senyum - senyum dulu, senyum dari jauh
Bila ia tersenyum tandanya hatinya mau
Ya salam....
Felisa bernyanyi sesuka hatinya, sepertinya ia sedang bahagia entah mengapa ia suka sama lagu Yang sedang viral tersebut
"Dek" Panggil Melati
"Halo mbak ku yang cantik dan baik hati" Ucap Felisa
"Fel, cantik - cantik kok nyanyinya gitu sih" Ucap Melati
"Dia lagi cosplay jadi penyanyi dangdut mbak" Ucap Ela
"Ih mbak Ela, bagus kan lagunya" Ucap Felisa
"Bagus, emang liriknya begitu yah, tunggu dulu" Ucap Ela
"Memangnya kamu lagi nunggu apa" Ucap Melati
"Nunggu jodoh mbak,hahaha" Ucap Ela tertawa
"Ih mbak Ela, awas aja kalau tiba - tiba jodoh Feli datang bertamu, mbak traktir Feli makan bakso loh" Ucap Felisa
"Okey" Ucap Ela
"Dek, kamu sudah ketemu Fendi" Ucap Melati
"Belum mbak, bang Fendi lagi tugas negara mbak ku sayang" Ucap Felisa
"Hah, bukannya ada di" Ucapan Melati terpotong
Tiba - tiba saja ada yang berdehem keras
"Hum" Ucap Fendi
"Adek" Panggel Diora
"Iya bang" Ucap Felisa reflek menengok ke arah ruang tamu
__ADS_1
Dari tadi saat ia keluar kamar ia hanya menunduk dan menoleh ke samping saat bernyanyi, hingga Melati memanggilnya dia belum menatap lurus ke depan searah pintu kamar dan ruang tamunya
"Astagfirullah" Ucap Feli saat melihat Fendi
"Kenapa dek" Tanya Diora, Melati dan Ela bersamaan
"Gara - gara mbak Mel nanya bang Fendi, Feli jadi halu bang Fendi datang ke rumah" Ucap Felisa
Yang di sebut namanya sedang senyum - senyum simpul
"Mana bayangan bang Fendi sekarang tersenyum ke arah Feli lagi" Ucap Felisa
"Adek" Panggil Melati
"Kamu belum sadar yah" Ucap Ela
"Mbak, Feli tuh baru bangun tidur bukan pingsan" Ucap Felisa
"Tuh kan bayangannya senyum terus" Ucap Felisa
"Ya salam ni anak, nyawanya belum terkumpul kayaknya ni" Ucap Melati
Tiba - tiba gadis kecil Meldia memanggil Fendi dengan sebutan om
"Om" Panggilnya
"Om, bukan om dek, papa" Ucap Felisa
"Papa Dio" Ucap Felisa mengulangi
"Iya papa Dio dan Om Fendi" Ucap Melati
"Iya papa Dio dan Om Fendi" Ucap Felisa
"Eh, apa tadi, om siapa" Ucap Felisa
"Fendi" Ucap Melati, Ela dan Diora
"Bang Fendi" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap lelaki tersebut
"Hah" Ucap Felisa kaget
"Hah hah hah" Ucap Ela
"Beneran ini bang Fendi" Ucap Felisa
"Iya adek, daritadi juga Fendi udah disini sama Abang, kamu aja yang gak nyadar malah amnesia tiba - tiba" Ucap Diora
"Abang ih" Ucap Felisa pada Diora
"Iya bang, Feli juga yah" Ucap Felisa
"Mohon maaf lahir batin mbak El" Ucap Fendi
"Iya Fen, Maaf lahir batin juga" Ucap Ela
"Maafin Feli yah Fen, kelakuannya memang absurd di luar nalar" Celetuk Ela
"Mbak, masa cantik - cantik di luar nalar" Ucap Felisa kesal
"Hehehe" Ucap Ela
"Yuk kalian ngobrol, kita mau ke dalam dulu yah" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Fendi
"Dek ambil minum dulu buat Fendi" Ucap Ela
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Sebentar yah bang" lanjutnya
"Iya dek" Ucap Fendi
Felisa ke dalam sebentar ambil minuman kaleng buat Fendi, kemudian ia balik lagi ke ruang tamu
"Ini bang, silahkan di minum" Ucap Felisa
"Makasih dek" Ucap Fendi
"Sama - sama, oh yah abang udah selesai tugasnya" Tanya Felisa
"Udah dek, tapi yang lain masih jaga, Abang cuma kontrol aja" Ucap Fendi
"Oh begitu" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap Fendi
"Assalamu Alaikum" Ucap beberapa tamu
Tak lain adalah Romi dan juga Tania
"Walaikumsalam" Ucap Felisa dan juga Fendi
"Hai broh" Ucap Romi
__ADS_1
"Feli maaf lahir batin yah" Ucap lelaki tersebut
"Iya bang, maaf lahir batin juga" Ucap Felisa
"Minal Aidin pak Fen" Ucap Tania
"Iya" Ucap Fendi bersalaman
"Yuk duduk" Ucap Felisa
"Terima kasih" Ucap Romi
"Yang lain kemana" Tanya Tania
"Ada di dalam" Ucap Felisa
"Yuk bang, aku antar salaman sama yang lainnya" Ucap Tania
"Iya dek" Ucap Romi
Kemudian ia berdiri mengikuti Tania masuk ke dalam berjabat tangan meminta maaf dengan penghuni rumah lainnya
Setelah itu mereka berdua kembali lagi ke ruang tamu
"Kamu udah selesai piket" Ucap Fendi
"Iya broh" Ucap Romi
"Tadi gak bilang biar sekalin sama - sama kesini" Ucap Fendi
"Kirain kamu masih kontrol pasukan" Ucap Romi
"Udah tadi" Ucap Fendi
"Pak Fendi juga turun lapangan" Tanya Tania
"Iya" Ucap Fendi
"Wah hebat, biasanya kan nyuruh anak buah aja" Ucap Tania
"Bisa juga, tapi bagus kan kalau ikut mendampingi juga kasih arahan" Ucap Fendi
"Wah hebatnya" Ucap Tania kagum
"Hum" Ucap Romi
Mode cemburunya tiba - tiba kambuh, begitupun Felisa
"Maaf sayangku" Ucap Tania
"Wah pak, ada dua orang yang panas ni pak kita ngobrol" lanjutnya
"Oh yah" Ucap Fendi
Ia menatap Felisa yang salah tingkah, ia tersenyum melihat tingkah gadis tersebut, dalam hatinya sangat bahagia
"Jangan cemberut dek, nanti cantiknya hilang" Ucap Fendi
"Wah prajurit dingin mencair nih udah tau gombal" Ucap Romi
"Hum" Ucap Fendi kembali ke mode semula
Felisa pun tersenyum
"Makan sama minum bang" Ucap Felisa menawarkan
Mereka berempat pun mencicipi kue - kue dan minuman lebaran yang di sajikan di atas meja sambil terus mengobrol dan bercanda
Tak jarang mereka tertawa saat ada yang lucu dari ceritanya, ruangan tersebut menjadi ramai oleh tawa mereka
Tak lupa juga mereka mengambil foto bersama, ada jua foto berdua, setelah itu mengirimkannya dari ponsel Tania ke ponsel lainnya sebagai kenang - kenangan
Fendi pun membagikan fotonya dan Felisa di sosial medianya dengan caption
"Bismillah calon makmum" Tulisnya
Felisa dan yang lainnya belum melihat postingan tersebut
lelaki dingin tersebut melihat gadis pujaannya dan ia pun tersenyum, kemudian ia memasukan kembali ponselnya di dalam saku dan mereka melanjutkan obrolannya.
Bersambung.
Cie cie cie ☺️
Hilal mulai kelihatan ni 🤭
Wah penasaran cerita selanjutnya , terus dukung karya Author yah biar semangat menulisnya
Kalau ada yang bilang author kok up-nya sehari sekali aja, jadi jawabnya bukan karena author kehabisan ide atau apa, hanya saja Author sibuk, jadi beruntung masih bisa selipkan waktu untuk menulis, walaupun harus satu episode, author udah bersyukur dan bahagia, setidaknya bagi yang sudah mengikuti karya ini bisa terus menikmati lanjutan ceritanya
jadi author mau minta maaf banyak - banyak ni buat semua yang sudah dukung karya ini, jika masih banyak kekurangan dari penulisan atau jalan ceritanya sendiri, dan Author berterima kasih karena selalu mendukung karya Author 🙏
Buat semuanya, Saranghae ❤️❤️🥰
Lope lope sekebon pokoknya buat yang selalu setia sama karya Author ☺️
Jika mau bersilaturahmi sama author, bisa kok kunjungi alamat IG author sendiri
__ADS_1
@Yylatuconsina
Terima kasih 🙏❤️