Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Kasih Tak Berujung


__ADS_3

Hari ini cuaca nampak gelap, rintik hujan mulai turun membasahi tanah yang kering, pepohonan di depan kelas pun ikut bergoyang karna tiupan angin


Bel istirahat berbunyi, menandakan pembelajaran telah usai, Felisa baru saja selesai mengajar, ia sudah lebih sehat dibandingkan hari kemarin, tadinya ia ingin langsung kembali ke ruangan kantor, namun enggan karna hujan sudah mulai turun, ia pun kembali duduk di dalam kelas, beberapa siswa nekat menerobos hujan hanya untuk ke kantin, sebagian lainnya memilih bertahan di dalam kelas


“Bu, mari saya antar ke kantor” Ucap salah seorang siswi yang bernama Defi


“Oh boleh, makasih sebelumnya yah Defi” Ucap Felisa


Defi pun membuka payungnya dan mengantarkan Felisa ke kantor


“Sekali lagi terima kasih yah defi” Ucap Felisa


“Iya bu, sama – sama” Ucap Defi kemudian berlalu pergi menuju kantin.


Di kantor nampak Laras sedang duduk seorang diri sambil melamun, kedatangan Felisa pun bahkan tak diketahui olehnya.


“Laras” Panggil Feli


Yang dipanggil pun terkejut, ia sadar dari lamunannya dan melihat ke arah samping dimana Felisa berada.


“Kamu kenapa” Tanya Felisa


“Aku gak kenapa – kenapa Fel, hanya sedang mengkhawatirkan mbak Tika” Ucap Laras


“Memangnya mbak Tika kenapa” Tanya Felisa


Yang diomongin nampaknya baru saja keluar dari ruangan kepala sekolah, ia pun menuju ke arah Felisa dan Laras


“Jadi gimana mbak” Tanya Laras


“Alhamdulillah diizinin” Ucap Tika


Felisa pun merasa bingung dengan keadaan yang ada, ia pun bahkan tidak tau apa yang sedang terjadi


“Ini ada apa yah mbak, Ras” Tanya Feli


“Eh Fel,mbak tadi ke ruang kepsek buat minta izin, Alhamdulillah diizinin” Ucap Tika menjelaskan.


“Memangnya mbak izin mau kemana” Ucap Feli


“Mbak ada urusan keluarga jadi mungkin beberapa hari ke depan tidak bisa hadir Fel” Ucap Tika

__ADS_1


“Mbak gak bisa cerita sekarang, nanti aja yah pulang sekolah” Lanjutnya


“Iya mbak” Ucap Feli


Ia pun tidak mau terlalu memaksakan Tika untuk bercerita, karna selama ini jika Tika ingin maka ia sendiri yang akan menghubungi Felisa untuk sekedar curhat, Felisa merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan Tika, hanya saja ia tidak mau terlalu ikut campur


Tika pun berlalu, namun nampaknya Laras sudah tidak tahan untuk berbicara dengan Felisa perihal Tika, ia pun menceritakan apa yang sedang terjadi pada seniornya itu


“Kita doain yang terbaik aja Ras, mudah – mudahan semuanya cepat selesai” Ucap Felisa


“Gimana kalau kamu berada di posisi mbak Tika, Fel, apa yang akan kamu lakukan” Tanya Laras


Saat hendak menjawab pertanyaan Laras, rupanya pembicaraan mereka harus berhenti karna bel masuk telah berbunyi, kini giliran Laras yang akan memberikan pelajaran Fisika


“Fel, nanti pulang sekolah kita pulang bareng yah, biar bisa ngobrol panjang lebar” Ucap Laras sebelum berlalu pergi


“Iya, siap” Ucap Felisa


Waktu pun berlalu tak terasa saatnya pulang sekolah, Tika sudah pulang lebih dulu dengan rekan yang lainnya, sehingga tersisa Felisa yang sedang menunggu Laras, karna gadis tersebut sedang pergi ke toilet


“Yuk Fel, pulang” Ajak Laras


“Yuk” Ucap Felisa


“Lanjut yang tadi Fel” Ucap Laras


“Yang mana Ras” Tanya Felisa


“Yang tadi itu loh” Gemas Laras karna Felisa lupa sama omongan terakhir mereka


“Feli, Laras” Ucap Tika yang baru masuk


Feli dan Laras pun kaget melihat Tika, mereka pikir Tika sudah kembali ke rumahnya, sebab Tika tadi pulang dengan yang lainnya


“Kalian sedang ngapain disini” Tanya Tika


“Nongkrong mbak” Ucap Felisa


“Iya mbak, biasa anak muda, hehe” Ucap Nurul menimpali


“Mbak Tika kok bisa disini, bukannya tadi sudah pulang” Tanya Felisa

__ADS_1


“Iya, tadi sih pengen pulang tapi kalo di rumah takutnya suntuk, makanya mampir disini dulu, eh tak taunya bertemu kalian” Ucap Tika panjang lebar


“Oh begitu, ya udah gabung aja mbak” Ucap Laras


Tika pun bergabung dengan dua rekannya, mereka pung berbincang panjang lebar, Tika pun menceritakan masalahnya yang sedang terjadi, walaupun sudah mendengarkannya dari Laras, Felisa memilih berpura – pura tidak tau, dan mendengar kembali cerita menurut versi Tika


“Kalo kamu di posisi mbak, apa yang akan kamu lakukan Fel, soalnya tadi mbak udah nanya Laras, dan jawabannya sama saja kayak yang di pikiran mbak” Ucap Tika


Felisa pun tidak tau harus berkata apa, ia bingung dengan situasi yang di hadapi oleh rekannya tersebut


“Kalau Feli boleh jujur, sebenarnya Feli bingung harus bagaimana jika berada di posisi mbak, hanya saja almarhumah mama pernah berkata begini mbak” Ucap Felisa menggantung


“Mama kamu bilang apa Fel” Tanya Laras penasaran


“kata Almarhumah mama”


Pasangan sejati terdiri dari dua insan yang memiliki perjuangan dan pengorbanan yang sama, jika hanya salah satu yang berjuang dan berkorban serta memberikan sesuatu yang lebih, maka pihak yang paling tersakiti adalah orang yang memberi lebih banyak, Jika terjadi seperti itu maka berpisah adalah jalan terbaik, hanya saja untuk memutuskan berpisah kau mungkin akan melihat beberapa sisi buruk dari pasanganmu, bisa jadi juga kau akan menutupi semuanya hanya karna dalih masih cinta, sehingga akan membuatmu takut untuk berpisah, namun justru hal tersebutlah yang membuatmu terlihat seperti orang bodoh, kau ingin bertahan namun itu terasa menyakitkan, apakah kau akan terus di posisi seperti itu hanya karna dalih cinta, lepaskan dan temukan pria yang jauh lebih baik, yang bisa memberikanmu kenyamanan, dan temukan pria yang dengannya kau merasa dicintai, pria yang punya perjuangan dan pengorbanan yang sama denganmu, sebab dirimu berhak bahagia


“Seperti itu yang mama saya bilang, tapi semua kembali lagi ke mbak, karna mbak yang menjalaninya” Ucap Felisa panjang lebar


“Oh iya Fel, makasih banyak yah, sepertinya mbak tau apa yang harus mbak lakukan” Ucap Tika


Tidak mudah memang untuk Tika melepaskan semuanya, mengingat usia pacarannya dengan sang kekasih yang sudah memasuki tahun ke sepuluh, rancangan tentang masa depan pun sudah mereka ukir dalam angan, tapi siapa sangka seiring berjalan waktu, kekasihnya malah berseteru dengan keluarganya, sehingga Tika pun harus memilih yang terbaik untuk dirinya, tentang ujung kisah cintanya


Orang tua Tika menginginkan anaknya untuk bahagia, Revan kekasih Tika hanya memberikan janji palsu untuk menikahi anaknya, dan menipu mereka, sebab uang yang diberikan untuk dijadikan modal usaha malah dipakai untuk hura – hura, hati orang tua mana yang tidak sakit melihat anaknya seperti tak dihargai, melihat kasih anaknya yang tak berujung


Tak terasa sudah sore, obrolan mereka harus berakhir karna mereka harus pulang, beruntung ini adalah akhir pekan jadi besok tidak bekerja


Mereka bertiga pun berpisah dan kembali ke rumah masing – masing.


 


Duh pacaran 10 tahun kalau nyicil mobil pasti sudah lunas yah 🤭


Kalau Readers lebih pilih mana :


Sat set ke penghulu atau pacaran lama tapi tak berujung ?


Apapun pilihan Readers yang penting terus pilih baca karya Author yah 😁


Saranghae semua 🥰

__ADS_1


 


__ADS_2