Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Riana Sakit


__ADS_3

Sepertinya akan turun hujan, pertanda dengan langit yang mulai menggelap, awan hitam sedang berkumpul menjadi satu


“Bu Feli yuk buruan bentar lagi hujan” Ucap Laras


“Iya Bu Laras” Ucap Felisa


Mereka berdua pun menuju terminal angkot untuk pulang


Sesampainya di rumah, hujan turun dengan derasnya


“Huf untung udah sampai” Gumam Felisa


“Assalamualaikum” Ucapnya


“Walaikumsalam” Ucap Melati


“Eh mbak kok gak kerja” Tanya Melati


“Kerja kok tapi udah izin tadi pulang duluan soalnya bantuin bang Dio mau berangkat dinas ke luar kota” Ucap Melati


“Oh iya, sepi dong rumah, cuma tinggal kita bertiga” Ucap Felisa


“Iya gak papa” Ucap Melati


“Meldi mama mbak” Ucap Felisa


“Biasa habis minum susu langsung tidur” Ucap Melati


Meldia kini berusia 8 bulan, ia tumbuh dengan sehat dan juga menggemaskan


“Oh, Feli ke kamar dulu yah mbak” Ucap Felisa


“Iya dek, ganti baju terus kita makan yah” Ucap Melati


“Iya mbak” Ucap Felisa


Ia pun berlalu memasuki kamar dan mengganti bajunya setelah itu ia menuju dapur untuk makan siang bersama kakak iparnya tersebut


Sehabis makan mereka pun mengobrol santai di ruang keluarga, hujan di luar masih lumayan deras


Tok ... tok...tok


“Assalamualaikum Feli” Ucap Tania


“Walaikumsalam” Ucap Melati dan Felisa bersamaan


Mereka pun menuju ruang depan untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang


“Tania” Ucap keduanya kaget


“Fel, mbak, tolong bantuin aku” Ucap Tania


“Kamu kenapa Tan, masuk dulu” Ucap Felisa


“Mama Fel” Ucap Tania menangis


“Ada apa dengan tante” Tanya Felisa


“iya Tan, Tante Riana kenapa” Tanya Melati


“Mama pingsan Fel” Ucap Tania panik


“Ayo kita kesana, dek titip Meldi yah, mbak lihat Tante Riana” Ucap Melati

__ADS_1


“Iya mbak” Ucap Felisa


Melati pun masuk sebentar ke kamarnya dan mengambil peralatan dinasnya


“Ayo Tan” Ucap Melati


“Iya mbak” Ucap Tania


Mereka berdua berjalan ke arah rumah Tania dengan terburu – buru, Felisa tetap di rumah Karena sedang menjaga ponakannya


“Semoga Tante Riana baik – baik saja ya Allah” Ucap Felisa mendoakan ibu sahabatnya itu


Sesampainya di rumah Tania, Melati pun segera memeriksa ibu Riana, rupanya denyut nadinya sangat rendah, dan badannya sangat panas


“Tan, mama kamu demam, tolong ambilkan air hangat sama kompresan” Ucap Melati


“Iya mbak” Ucap Tania


Ia pun berlalu ke dapur untuk mengambil air kompresan untuk mamanya


Melati masih memeriksa ibu Riana, sepertinya tidak ada yang buruk, semuanya masih berfungsi dengan baik


Tania telah kembali, dan Melati pun menemplekan kompresan pada dahi ibu Riana


“Tante Riana baik – baik saja, mungkin karena kelelahan dan kurang istirahat sehingga tekanan darahnya menurun, makanya ia pingsan, di tambah lagi ia demam, kalau Tante sudah sadar jangan lupa memberi ia makan minum obat ini, kebetulan mbak punya stoknya jadi kamu pakai aja” Ucap Melati


“Iya mbak, makasih sebelumnya” Ucap Tania


“Iya sayang, sama – sama” Ucap Melati


“Kamu yang sabar yah, dan jangan terlalu khawatir, tetap pantai kondisi Tante yah, kalau ada apa – apa telepon mbak aja” Ucap melati


“Iya mbak, siap” Ucap Tania yang sudah mulai tenang tak terlalu panaik seperti yang tadi


“Iya mbak, hati – hati, salam yah buat Feli” Ucap Tania


“Iya sayang, nanti mbak salamin” Ucap Melati


Ia pun kembali ke rumahnya setelah memastikan kondisi ibu Riana baik – baik saja


Di rumah Felisa sedang menggendong Meldia yang terbangun, ia sedang membujuk ponakannya tersebut


“Assalamu alaikum” Ucap Melati


“Wah anak mama sudah bangun ini, lapar yah” Ucap Melati gemas pada anaknya


“Iya mbak, gimana mbak keadaan Tante Riana” Ucap Felisa


“Alhamdulillah baik aja dek, beliau kurang istirahat dan kelelahan, kurang darah makanya pingsan, terus juga beliau demam, tapi mbak sudah kasih obat dan pesan ke Tania untuk di berikan ke Tante Riana kalau sudah sadar” Ucap Melati


“Oh yah satu lagi, Tanai kirim salam buat kamu” lanjutnya


“Oh iya mbak, walaikumsalam” Ucap Felisa


Melati pun menaruh peralatan dinasnya di atas meja kemudian mencuci tangannya dan mengambil sang anak dari gendongan tantenya yakni Felisa


“Sini sayang mama gending” Ucap Melati


Felisa pun memberikan ponakannya pada mamanya itu


“Mbak ke kamar dulu yah dek, mau nyusuin Meldi” Ucap Melati


“Iya mbak” Ucap Felisa

__ADS_1


Ia pun bergegas ke kamar ingin tidur siang sebab ia sudah sangat mengantuk


Saat sedang berbaring di ranjangnya, ia teringat kembali pertemuannya dengan sang prajurit dingin juga Valeri


“Cantik banget mbak Valeri” Ucapnya sambil mengingat wajah valeri


“Apalah dayaku yang sebatas Upik abu” lanjutnya


“Duh Feli sadar diri sebelum kau terluka seperti sebelumnya” Ucap Felisa mengingatkan dirinya


“Mereka berdua benar – benar cocok” Ucapnya dalam hati


Rasanya sakit hati sekali, melihat orang yang kita suka jalan bersama dengan orang lain, namun apa yang bisa dilakukan oleh Felisa, melarangpun tak sanggup, siapa dirinya


Ia lebih memilih tidur siang, memikirkan Fendi dan Valeri rasanya membuat ia merasa kecewa


“Sudahlah mungkin bukan jodohmu Felisa” Gumamnya


Ia pun berbaring dan menutup matanya, menikmati rintik hujan yang turun tanpa berhenti, sepertinya cuaca akan hujan hingga malam tiba


Setelah bangun dan bersiap, Felisa kini akan menjalankan sholat magrib karena adzan magrib telah berkumandang, ia pun mengerjakan kewajibannya di dalam kamar


Sehabis sholat, ia pun menjaga ponakannya Meldi, karena Melati sedang ke rumah Tania untuk mengecek keadaan ibu sahabatnya itu


Sepulang Melati, ia mengambil anaknya dari gendongan Felisa karena adik iparnya itu akan menjalankan kewajibannya karena adzan Isya telah berkumandang


Sehabis sholat ia pun membantu Melati menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, ponakannya Meldia sudah tertidur setelah minum Asi dari ibunya


Makanan pun telah siap dan tersaji di atas meja, mereka berdua memakannya dengan lahap


"Mbak, gimana keadaan tante Riana" Tanya Felisa


"Alhamdulillah sudah lebih baik dek" Jawab Melati


"Memangnya tante sakit apa mbak" Ucap Felisa


"Tante Riana demam dek tapi sudah turun panasnya, tidak ada yang serius mungkin cuma kelelahan" Ucap Melati karena dari siang sampai malam tidak ada perubahan kondisi yang berarti


"Alhamdulillah kalau tante sudah mendingan mbak" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Melati


"Ya udah kita makan terus istirahat, mbak besok pagi harus ke rumah sakit, kamu juga mau sekolah kan" Ucap Melati


"Terus dedek Meldia gimana mbak" Tanya Felisa


"Nanti sebelum mbak berangkat, mbak titip ke rumah ibu Devanka dek, katanya mereka udah kangen sama cucu mereka" Ucap Melati


"Oh iya mbak" Ucap Felisa


Mereka pun menghabiskan makanan mereka berdua dan setelahnya Felisa mencuci piring kotor bekas makan mereka, sedangkan Melati pergi ke kamar untuk menjenguk anaknya yang terbangun, rupanya popoknya basah dan perlu diganti


Felisa pun beranjak ke kamarnya dan beristirahat, karena besok mereka akan menjalankan aktivitas mereka.


Bersambung__________


Hai...hai ...hai


Terus dukung karya Author yah 🥰


Jangan lupa like, komen, dan share 😊


Terima kasih 🙏

__ADS_1


 


__ADS_2