
Setelah menonton film bersama, Felisa dan Melati kini bersiap untuk sahur, Felisa menyiapkan beberapa makanan di atas meja, sedangkan Melati membangunkan suaminya Diora
"Bang, bangun bang" Ucap Melati
"Abang" Panggilnya
Diora akhirnya bangun
"Sahur bang" Ucap Melati
"Iya sayang" Ucap Diora
Mereka berdua pun menuju ruang makan dan menikmati sahur bertiga
Pagi harinya setelah subuh, Felisa dan Melati melanjutkan tidurnya
Diora menjadi bingung dengan kedua wanita tersebut
"Kompak amat mereka" Ucap Diora
"Yank, kamu gak kerja" Ucapnya pada Melati
"Sip malam bang" Ucap Melati
"Aku tidur dulu yah bang, ngantuk" Ucapnya kemudian
Tak lama istrinya tidur kini anaknya Meldia yang mulai bangun, beruntung hari kedua puasa Diora masih dapat jatah libur dari kantornya
"Cantiknya papa, udah bangun yah" Ucap Diora
Sang putri yang sudah berusia setahun lebih kini makin aktif, ia tersenyum manis kepada ayahnya
"Ih manisnya" Ucap Diora gemas
"Ma ma" Ucap Meldia
"Jangan ganggu mama yah sayang, mama masih mengantuk, kamu main sama papa aja yah" Ucap Diora
"Pa pa" Panggil Diora
Meldia kini sudah bisa berjalan walaupun masih harus di pegangi, Diora menuntun anaknya untuk ke kamar mandi, ia akan memandikan anaknya tersebut
"Cantiknya papa mandi dulu yah biar wangi" Ucap Diora
Dengan telaten ia memandikan putrinya
Setelah itu ia membuat susu formula untuk anaknya dan bermain bersamanya
Jam setengah 11 siang, Melati terbangun, begitupun juga dengan Felisa
"Yank" Ucap Melati
"Iya sayang" Ucap Diora
"Meldi mana" Tanya Melati
"Lagi di luar sama mama" Ucap Diora
"Mama" Ucap Melati
"Iya mama Devanka" Ucap Diora
Melati bangun dari kasurnya dan menuju ruang keluarga
"Ma" Panggil Melati
"Mel" Jawab mama Devanka
"Mama kapan datang" Ucap Melati
"Mama udah sejam disini, kamu tidurnya lama banget, memangnya semalam gak tidur" Ucap Devanka
"Ada urusan sedikit ma, jadi gak sempat istirahat" Ucap Melati
"Diora ngerjain kamu sampai kamu gak bisa tidur, ya ampun itu anak, lagi bulan puasa juga masih aja" Ucap sang mama
"Eh, bukan itu ma, Mel ada urusan sama Feli jadi kita begadang" Ucap Melati
"Feli" Ucap mama Devanka
"Iya ma" Ucap Melati
"Memangnya kalian berdua ngapain" Ucap mamanya
"Biasa ma, urusan wanita, hehe, btw papa mana ma, ga ikut" Ucap Melati
__ADS_1
"Papa gak ikut sayang, lagi nemuin teman lama" Ucap sang mama
"Oh begitu" Ucap Melati
Melati dan mamanya menemani Meldia bermain, sedangkan Diora kini sedang bersiap akan mengunjungi temannya di rumah sakit bersama rekan - rekan kerjanya
"Yank pergi dulu yah" Ucap Diora
"Iya sayang" Ucap Melati
"Permisi ma" Ucap Diora salim kepada sang mertua
"Kamu mau kemana Dio" Tanya mama Devanka
"Mau jenguk rekan kerja ma di rumah sakit" Ucap Diora
"Oh, sakit apa sayang" Ucap sang mertua
"Baru selesai operasi usus buntu ma" Ucap Diora
"Oh, yah sudah kamu hati - hati yah" Ucap mertuanya
"Iya ma" Ucap Diora
Kemudian ia pun berangkat
Tok ... tok.. tok
"Assalamualaikum" Ucap Tania
"Walaikumsalam" Ucap Melati
"Halo mbak, Tante" Ucap Tania
"Hai Tan, mau ketemu Feli yah" Ucap mama Devanka
"Iya Tante" Ucap Tania
"Feli lagi mandi sayang, kamu langsung aja ke kamarnya" Ucap Melati
"Oh iya mbak" Ucap Tania
Kemudian bergegas ke kamar Felisa
"Tan" Panggil Felisa
"Datang dari tadi" Ucap Felisa
"Gak kok baru aja" Ucap Tania
"Oh" Ucap Felisa
Kemudian ia mengganti pakaian lalu duduk di atas kasur bersama Tania
"Semalam kemana" Ucap Felisa
"Jangan bilang beli bakso lagi" Ucapnya
"Ketemu bang Romi beb" Ucap Tania
"Terus" Ucap Felisa
"Kita, kita" Ucap Tania menunduk, ia menahan air mata yang hendak keluar
Felisa yang menyadari hal tersebut langsung memeluk sahabatnya itu
"Kalian kenapa beb" Ucap Felisa
"Putus beb" Ucap Tania menangis
"Apa" Ucap Felisa
"Siapa yang putusin beb" Ucapnya
"Bang Romi beb, hik hik hik" Ucap Tania menangis sesenggukan
"Ya Allah, sabar yah beb" Ucap Felisa
Ia sangat bersedih dengan apa yang menimpa sahabatnya
"Kamu sudah coba bicara sama beliau" Ucap Felisa
"Gak sempat beb, pas aku nyampe di kafe, bang Romi langsung minta putus" Ucap Tania
Felisa hanya diam dan mendengar curhatan sahabatnya, ia bingung harus membantu apa, menghubungi Romi pun percuma, apalagi bang Fendi meminta ia agar tidak boleh ikut campur, dan biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka sendiri, tapi Felisa tidak tega sama sahabatnya ini
__ADS_1
"Apa yang harus aku lakukan ya Tuhan" Gumamnya
"Fel" Ucap Tania
"Iya beb" Ucap Felisa
"Maaf yah" Ucap Tania
"Maaf untuk apa" Ucap Felisa
"Maaf karna gak dengerin kamu, seandainya aja aku dengarin kamu dan lebih percaya sama hati aku, mungkin aku dan bang Romi gak akan putus" Ucap Tania
Ia bersedih karena tidak mendengar nasehat sahabatnya
"Iya gak papa ko, kan kamu juga punya pemikiran sendiri, aku gak mungkin maksa kamu" Ucap Felisa
"Makasih juga yah, karena sudah selalu ada sama aku setiap aku butuh" Ucap Tania berkaca - kaca
"Iya beb, itulah gunanya arti sahabat" Ucap Felisa
Tania tersenyum mendengar perkataan Felisa, ia bersyukur mempunyai Felisa dalam hidupnya
"Lalu ke depan kamunya gimana" Ucap Felisa
"Gak tau beb, mungkin aku akan menjalani hari - hari ku seperti biasa, seperti sedia kala sebelum bertemu dan mengenal bang Romi" Ucap Tania
"Kamu yakin beb, apa gak coba bicara lagi sama bang Romi" Ucap Felisa memberi saran
"Percuma aja beb, nomor aku sepertinya udah di blokir bang Romi" Ucap Tania
"Apa, masa iya beb" Ucap Felisa kaget
"Iya beb, soalnya kontak bang Romi tiba - tiba hilang dari daftar teman aku" Ucap Tania
"Apa bang Romi Unfollow Tania, semarah itu ka bang Romi sama Tania" Ucap Felisa dalam hatinya
"Beb, kayaknya udah gak ada harapan lagi, jadi aku harus ikhlas" Ucap Tania pasrah
"Yang sabar yah beb" Ucap Felisa
"Iya beb" Ucap Tania
"Kamu tunggu sebentar yah aku sholat Dzuhur dulu" Ucap Felisa
Ia menjalankan kewajibannya karena adzan telah berkumandang
Setelah itu ia lanjut bercerita dengan sahabatnya Tania, hingga tak terasa waktu telah sore, ia akhirnya keluar kamar untuk membantu Melati membuat Takjil
"Mbak, Tante Devanka kemana" Ucap Felisa
"Oh, mama sudah pulang dek, tadi titip salam" Ucap Melati
"Oh iya, walaikumsalam" Ucap Felisa
"Hari ini kita bikin apa yah dek buat takjil" Ucap Melati
"Gimana kalau bubur mutiara aja mbak" Ucap Felisa
"Oh iya, kan kemarin stok kita masih ada sisa di lemari, kita buat itu aja kali yah" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Beb, aku balik dulu yah, mau bantuin mama" Ucap Tania
"Eh Tania udah mau balik yah" Ucap Melati
" Iya mbak, mau bantuin mama juga" Ucap Tania
"Oh iya hati - hati yah, salam yah buat Tante" Ucap Melati
"Hati - hati beb" Ucap Felisa
"Okey" Ucap Tania
"Iya mbak, nanti Tania salamin, permisi mbak" Ucapnya kemudian pergi
Felisa pun membantu kakak iparnya untuk membuat makanan Takjil berdua di dapur, sedangkan Meldia sedang bermain dengan sang ayah Diora yang sudah balik dari rumah sakit
Tawa riang Meldia membuat seisi rumah menjadi hidup, Melati dan Felisa yang sedang asyik memasak pun ikut bahagia mendengar tawa balita tersebut.
Bersambung________
Wah Tania harus sabar yah π€§
Semua akan indah pada waktunya βΊοΈ
__ADS_1
Dukung terus karya Author yah π₯° Terima kasih ππ€