
Hari berganti, mentari bersinar cerah, namun hati seorang gadis sedang gundah gulana, meskipun kemarin terasa menyenangkan karena bepergian bersama, namun siapa sangka senyum di bibirnya hanya kamuflase untuk menutupi hati yang nelangsa
“Ibu Feli” Panggil seorang siswa perempuan
“Iya Zahra, ada apa” Ucap Felisa
“Kita sudah selesai ulangan bu” Ucap Zahra
“Oh iya, ayo anak – anak kumpulkan hasil kalian” Ucap Felisa
“Baik bu” Ucap semua murid
Mereka pun bergegas mengumpulkan hasil ulangan mereka, selesai di kumpulkan mereka pun kembali ke tempat duduk masing – masing
“Okey anak – anak terima kasih karena sudah menyelesaikan ulangan dengan baik, akan ibu periksa dan membagikan hasilnya minggu depan” Ucap Felisa
“Iya ibu” Ucap semuanya
“Sekian untuk pertemuan kita hari ini, ibu harap kalian semua belajar yang rajin biar bisa jadi siswa siswi yang berprestasi di masa mendatang, selamat siang” Ucap Felisa
“Selamat siang bu” Ucap para siswa tersebut
Felisa pun meninggalkan ruang kelas karena bel istirahat telah berbunyi, ia pun menuju ruang guru karena sebentar lagi akan di adakan rapat
“Ibu Feli” Panggil Laras
“Iya bu Laras” Ucap Felisa
“Hari ini sibuk gak, nonton yuk” Ucap Laras
“Film apa” Tanya Felisa
“Ada film horor terbaru, baru tayang kemarin, aku lihat trailernya kayaknya bagus” Jawab Laras
“Oh boleh, sama siapa aja perginya”
“Sama bu Tika aja, kita bertiga, mau gak” Tanya Laras
“Kapan mau pergi” Tanya Felisa
“Besok sehabis pulang sekolah” Jawab Laras
“Okey” Ucap Felisa
“Gak ke kantin” Tanya Laras
“Nanti nyusul mau taruh ini dulu” Jawab Felisa sambil memperlihatkan lembaran hasil ulangan siswa
“Okey aku tunggu yah” Ucap Laras
“Sip” Ucap Felisa
Mereka pun berpisah, Laras pergi ke kantin dan Felisa menuju ruang guru, ia pun menaruh hasil ulangan siswa di dalam lemari, sehabis ini akan ia periksa, ia ingin mengisi perutnya yang sudah keroncongan, ia pun pergi menyusul Laras ke kantin
Sesampainya di kantin Felisa memesan beberapa jajanan untuk mengisi perutnya, dan disana rupanya sudah ada beberapa rekan guru lainnya, mereka pun menikmati makanan yang mereka pesan sambil bercerita
Tak lama kemudian bel masuk berbunyi, semua guru kembali menjalankan aktivitas mereka masing – masing, Felisa kini sedang duduk sendirian di ruang guru sambil menatap ponselnya
“Ibu Fel” Ucap Tika
“Iya bu” Ucap Felisa
“Lagi bikin apa” Tanya Tika
“Main ponsel aja bu gabut soalnya” Jawab Felisa
“Tumben kurang semangat” Ucap Tika
Felisa pun tidak menjawab ia hanya tersenyum kepada rekan kerjanya itu
“Kalau ada apa – apa tuh cerita jangan dipendam sendiri” Ucap Tika
__ADS_1
“Hum” Ucap Felisa sedikit ragu
“Gini mbak, aku punya seorang teman, dia punya seorang teman cowo, yang ia suka, namun cowonya selalu baik sama dia, tapi cowonya kayaknya udah punya cewe lain deh, terus si temanku ini bingung sama perasaan si cowo tersebut,ia bingung gimana harus bersikap” Ucap Felisa
Sebenarnya ia bingung menjelaskannya bagaimana alur perasaannya tersebut takut salah ucap
“Hum” Ucap Tika sambil tersenyum
“Kenapa mbak, ko senyum” Tanya Felisa
“Dan teman kamu itu adalah kamu sendiri” Ucap Tika menebak
Jleb ....
Felisa pun tak bisa menghindar memang seperti itulah adanya
“Kamu yang jujur sama mbak, cuma kita berdua aja disini” Ucap Tika
“Iya mbak, itu aku” Ucapnya Felisa kemudian
“Yah kamu harus tanya cowo itu, sebenarnya apa maunya, supaya posisi kamu juga jelas” Ucap Tika menyarankan
“Begitu yah mbak” Ucap Felisa
“Kamu jangan menghindar, harus hadapi” Ucap Tika lagi
“Iya mbak” Ucap Felisa mulai faham
“Gimana sudah merasa lebih baik” Tanya Tika
“Sudah mbak, makasih yah’ Ucap Feli
“Iya sama – sama” Ucap rekan kerjanya tersebut
Tak berselang lama bel pulang di bunyikan, para murid pun beranjak pulang, namun para guru tetap tinggal karena akan di adakan rapat sebentar, semuanya berjalan dengan lancar, dan setelah selesai mereka pun pulang
Sesampainya di rumah, rupanya ada Tania yang sedang bercerita dengan Melati
“Walaikumsalam” Jawab kedua gadis tersebut
“Udah pulang dek” Ucap Melati
“Iya mbak”
“Makan dulu sayang” Ucap kakak iparnya tersebut
“Nanti aja mbak, masih kenyang” Ucap Felisa
Ia pun bergegas ke kamarnya untuk berganti pakaian, tak lama kemudian Tania pun menyusul masuk, sebab Melati sedang di kamar menyusul anak nya Meldia
“Fel” Panggil Tania
“Hum” Ucap Feli
“Gimana kesannya” Tanya Tania
“Kesan tentang apa” Tanya balik Felisa
“Tentang kemarin, kak Fendi baik banget yah” Ucap Tania
“Hum” Ucap Felisa
“Dara Felisa Atmajaya” Panggil Tania yang mulai kesal
Memang kesabaran Tania tuh hanya setipis tisu, ia sudah antusias bertanya sahabatnya malah menjawab dengan datar dan tanpa ekspresi apapun, ia pikir kegiatan mereka kemarin akan memberikan kemajuan yang baik mengenai seorang Felisa, nyatanya sama aja
“Iya Tania Rahardja” Ucap Felisa
“Kamu ih, di tanya jawabnya malah hum hum hum” Ucap Tania kesal
“Terus aku harus jawab apa” Ucap Felisa
__ADS_1
“Setidaknya jawab gitu, ia beb pak Fendi baik banget, aku mulai suka gitu sama dia, soalnya dia begini, begitu, dll” Ucap Tania mengeluarkan penilaiannya
“Gak baik suka sama milik orang” Ucap Felisa
Deg...
“Apa” Ucap Tania kaget
“Siapa yang milik orang beb” Tanya Tania
“Bang Fendi” Jawab Felisa
“Hah, pak Fendi udah milik orang” Ucap Tania tidak percaya
“Iya” Ucap Felisa
“Siapa yang bilang beb” Tanya Tania
“Dia sendiri” Ucap Felisa
“Kok bisa” Ucap Tania
“Bisa dong, dia tampan, prajurit, baik, wajar dong kalau udah punya cewe yang ia suka, lagian cewe mana yang gak suka sama dia” Ucap Felisa
“Jadi kamu suka juga sama pak Fendi” Ucap Tania
“Bukan begitu” Ucap Felisa
“Eh, bukanya tadi kamu sendiri yang bilang kalau cewe mana yang gak suka, berarti kalau kamu cewe kamu juga suka dong sama pak Fendi, atau Jangan – jangan kamu, ih wanita jadi jadian lagi” Ucap Tania bergidik ngeri
“Tania Rahardjaaaa” Ucap Felisa sambil memukul sahabatnya itu dengan bantal karena kesal
“Hahahahahah” Tawa Tania
“Habis kamu sih, bilang suka aja susah banget” Ucap Tania
“Memangnya pak Fendi bilang apa ke kamu” Tanya Tania
Felisa pun menceritakan percakapannya dengan Fendi kemarin tanpa ada sedikitpun yang terlewat, ia sangat kecewa setelah mendengar jawaban dari lelaki tersebut
Setelah mendengar penuturan panjang lebar dari Felisa, Tania pun mengambil kesimpulan bahwa ada yang tidak beres rupanya, sepertinya sahabatnya ini telah salah faham dengan perkataan sang prajurit dingin, jelas – jelas ia mendengar sendiri percakapan Romi dan juga Fendi, bahwa wanita yang pak Fendi suka adalah Felisa sendiri, namun Tania bingung harus bagaimana memberitahukan kepada sahabatnya
Tania takut melanggar kepercayaan Romi dan Fendi terhadapnya
“Maafin aku yah Feli sayang, aku gak bermaksud bohong sama kamu” Ucapnya dalam hati
“Sudah jangan terlalu dipikirkan, kalau jodoh gak kemana kok” Ucap Tania kepada sahabatnya tersebut
“Iya” Ucap Felisa
“Kamu pasti akan kaget kalau ternyata gadis yang pak Fendi suka itu adalah kamu sendiri” Ucap Tania dalam hati sambil memandang Felisa
“Ih aneh, malah senyum – senyum sendiri, lagi mikir aneh – aneh ni pasti” Ucap Felisa
“Hahaha, gak lah, Cuma mikir satu aja kok, Abang Romi, hihi”” Ucap Tania sambil tertawa
“Wkwkwk, iya deh yang ia deh yang udah baik dan lagi bucin” Ucap Felisa
“Jangan iri jangan iri, jomblo jangan iri” Ucapnya dengan berirama
“Hahahaha” Keduanya pun tertawa
Felisa dan Tania selalu terbuka dalam hal apapun, seperti sekarang ini, Tania menjadi tempat curhat ternyaman untuk Felisa, meski keduanya kadang seperti anak kecil, namun mereka juga bisa bersikap dewasa tergantung dengan kondisi dan keadaan yang mereka hadapi.
Bersambung_____
Hai ... hai... hai readers terus pantengin karya Author yah 🥰
__ADS_1