
Malam harinya, Tania dan Felisa sedang menuju arah pulang setelah seharian berkeliling kota, Felisa juga habis berkencan dengan pria pujaannya
Fendi sendiri sudah membicarakan hal penting dengan dirinya, lelaki itu sudah bertekad akan berbicara serius dengan Diora setelah semua urusan pekerjaannya ia selesaikan
Maklum Fendi sendiri tidak boleh gegabah biar bagaimana pun ia masih punya tanggung jawab yang besar untuk menjalankan tugasnya walaupun urusan hati juga gak kalah penting dari itu semua
Dia beruntung Felisa adalah gadis yang mampu memahami itu semua, ia tak bisa bayangkan jika gadis yang ditemuinya bukanlah Felisa mungkin ia akan pusing memikirkan itu semua
Beban pekerjaannya tidaklah mudah, nasih ribuan prajurit ada di tangannya, sehingga ia harus bisa menjadi contoh untuk semuanya
"Beb" Panggil Tania
"Iya" Jawab Felisa
Angin malam menerpa, mereka berdua sedikit merasa dingin karena tidak memakai jaket, apalagi Tania karena ia yang mengendarai motornya
"Beb, kamu yakin serius dengan kak Fendi" Tanya Tania
"Kok nanya nya gitu beb, serius dong masa gak" Ucap Felisa
"Bukan gitu beb, aku cuma takut aja sama bang Dio, kayaknya Abang kamu gak suka sama kak Fendi, apa kak Fendi bisa hadapin bang Dio, kamu kan tau sendiri dan juga sudah lihat gimana bang Dio pas di ultah Meldia" Ucap Tania menjelaskan
"Iya, aku tau beb, tapi aku yakin bang Fendi bisa" Ucap Felisa
Ia yakin terhadap lelaki yang sudah di pilihnya itu
"Syukurlah kalau kamu yakin, aku sih cuma berharap semoga kak Fendi bisa lelehkan hati bang Dio" Ucap Tania
"Es krim dong leleh" Ucap Felisa bercanda
"Ih hei nona saya lagi mode serius yah bukan bercanda, aku turunin juga ni di jalan biar jadi bunga di tepi jalan" Ucap Tania sedikit kesal tapi masih bisa bercanda
"Hahahaha,kayak lagu" Ucap Felisa tertawa
"Hehehe, habis kamu sih masih bisa - bisa nya bercanda" Ucap Tania
"Dingin beb" Ucap Felisa
"Iya ni" Ucap Tania
"Makan bakso yuk di tempat biasa kalau udah nyampe" Ucap Felisa mengajak
"Iya beb, aku juga udah lapar ni" Ucap Tania
Ia menambah kecepatan motornya
Tak lama kemudian setelah mengendarai dengan kecepatan penuh akhirnya sampai lah mereka di kampungnya namun mereka tak langsung ke rumah, mereka berdua singgah sebentar di kedai bakso favorit
"Halo mas, bakso nya dua yah" Ucap Tania
"Siap neng" Ucap mas bakso
Mereka berdua memilih duduk di pojokan
Setelah menunggu lima belas menit akhirnya bakso mereka datang juga, maklum pelanggan malam ini sangat banyak mungkin karena cuacanya yang dingin
__ADS_1
"Beb kayaknya mau turun hujan deh" Ucap Felisa
"Iya, habis makan kita langsung pulang aja, nanti lanjut ngobrolnya di telpon atau WA aja" Ucap Tania
"Okey" Ucap Felisa
Kemudian menyeruput kuah baksonya, mereka makan dengan tenang hingga isi mangkok semuanya ludes ke dalam perut mereka
"Ini mas uangnya" Ucap Felisa
" Makasih neng" Ucap mas bakso
"Sama - sama, mari mas" Ucap Tania
"Iya hati - hati neng" Ucap pemilik bakso tersebut
Kedua gadis itu hanya tersenyum membalas ucapan mas bakso, kemudian mereka berdua melanjutkan perjalanan ke rumahnya
Setelah sampai turunlah Felisa dari motor Tania
"Makasih yah beb, aku masuk" Ucap Felisa
"Okey, bey" Ucap Tania
Ia mengendarai motor ke rumahnya
Di rumah Felisa nampak semuanya sudah tertidur, hanya tersisa Dena yang masih menonton televisi sekaligus menantinya pulang
Tok ... tok ... tok
"Walaikumsalam" Ucap Dena menjawab dan membuka pintu untuk adik iparnya itu
"Mbak" Ucap Felisa
"Iya sayang, masuk" Ucap Dena ramah
"Iya, yang lain ke mana mbak" Tanya Felisa
"Bang Putra sama Reihan udah tidur, kalau mbak Mel, bang Dio dan Meldi lagi nginap di rumah Tante Devanka" Ucap Dena
"Oh iya mbak, mbak sendiri kok belum tidur, maaf yah udah nungguin aku yah" Ucap Felisa
"Iya tadi kamu lupa bawa kunci kan" Tanya Dena
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Mbak juga belum ngantuk kok, kebetulan juga tadi ada film bangus jadi mbak nonton aja" Ucap Dena
"Oh iya mbak, aku ke kamar dulu yah" Ucap Felisa
"Dek" Panggil Dena
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Mbak bisa ngomong sesuatu ke kamu" Ucap Dena lembut
__ADS_1
"Boleh mbak, mau ngomong apa" Tanya Felisa penasaran
"Duduk sini aja dek" Ucap Dena
Ia mengajak gadis itu untuk duduk di sofa ruang tamu
"Iya mbak" Ucap Felisa mengikuti arahan Dena
"Ada apa mbak" Tanya Felisa
"Kamu yakin sama Fendi" Tanya Dena
"Yakin mbak,emangnya ada apa mbak, ko mbak nanya gitu" Ucap Felisa
"Syukurlah kalau kamu yakin sayang" Ucap Dena
"Memangnya kenapa mbak, ko mbak nanya kayak gitu, apa menurut mbak, bang Fendi gak baik mbak" Tanya Feli
"Bukan gitu sayang, mbak hanya kasihan melihat hubungan kalian berdua, bang Dio sepertinya tidak menyukai Fendi, padahal Fendi itu orang yang baik dek, mbak ngomong gini bukannya mbak bermaksud membelah Fendi karena dia sepupu mbak, bukan dek, tapi memang dia adalah orang yang sangat baik, hanya saja orang lain tidak bisa melihat semua itu karena sikapnya yang cuek dan dingin dek, tapi sebagai keluarganya mbak tau dia orang yang seperti apa dek, dia hanya korban dari masa lalu, dari perbuatan yang tidak ia lakukan, ia hanya korban dari egoisnya orang lain dek, ini semua bukan kesalahannya justru dialah orang yang patut di apresiasi dek, mbak ngomong karena mbak ada di situ pada saat itu, mbak saksinya dek, jadi mbak gak setuju jika bang Dio nyalahin Fendi dek" Ucap Dena terseduh - seduh
Air matanya mengalir menceritakan bagaimana Fendi melalui semua itu, ia tidak ingin orang lain salah faham atas apa yang tidak di lakukan oleh sepupunya itu
"Iya mbak, Feli tau kok, bang Fendi sendiri udah cerita semuanya ke Feli, Feli percaya apa yang di omongin olehnya, kita berdoa aja yah semoga bang Dio bisa memahaminya juga sama seperti kita" Ucap Felisa
"Aamiin, iya dek, mbak juga berharap begitu, bahkan mbak Mel aja yang istri bang Dio, sudah berusaha meyakinkan bang Dio" Ucap Dena
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Apa Fendi udah ngomong rencanannya ke kamu dek" Tanya Dena
"Udah mbak, kita bantu doain aja yah, semoga nanti bang Dio bisa memahami kalau yang menjelaskan itu bang Fendi sendiri" Ucap Felisa
"Iya dek, mbak harap juga begitu, semoga Fendi bisa berani hadapin bang Dio, mbak yakin walaupun dia kuat karena sebagai anggota militer, tapi kalau soal beginian dia belum ada pengalaman dek" Ucap Dena tertawa
"Hahahaha, masa sih mbak" Tanya Felisa
"Iya dek, jadi kamu beruntung karena dia sayang banget sama kamu" Ucap Dena tulus
"Kalo itu Feli tau kok mbak, hehehe" Ucap Felisa merasa bangga
"Bagus kalau gitu, mbak doain kalian selalu bahagia" Ucap Dena
"Aamiin" Ucap Felisa
"Tidur yuk dek, udah malam juga ngantuk ni" Ucap Dena
"Iya mbak" Ucap Felisa
Kemudian mereka berdua pergi ke kamar masing - masing untuk beristirahat.
Bersambung________
Duh maaf yah Readers sayang 🥰
Author lagi sakit jadi updatenya nyicil - nyicil soalnya di suruh harus rehat dulu sama dokter ☺️
__ADS_1
Pokonya Saranghae buat semua yang selalu support dan dukung karya author ❤️ author ucapkan terima kasih banyak 🙏🥰