
"Jangan pergi ! Please jangan pergi" Gumam Felisa di tengah tidurnya.
"Bangun Fel, Felisa bangun Fel" Bujuk Tania.
Ia berusaha membangunkan sahabatnya itu,Tania tau bahwa banyak hal buruk yang sudah di lewati Felisa dalam hidupnya, namun Tania tidak mau membuat sahabatnya itu merasa tidak enak di hadapannya jika Tania mengatakan yang sebenarnya,Tania hanya ingin Felisa baik - baik saja, ia ingin sahabatnya itu bahagia, Felisa pun terbangun dengan mata yang sembab karna menangis, ia teringat kembali kenangan itu.
*Flashback On
Kenangan lama tentang seseorang yang sangat ia cintai namun harus dia relakan karna sudah bersama dengan orang lain, mantan pacar Felisa adalah seorang polisi, mereka berdua harus berpisah karna Rezky di jodohkan dengan Viona oleh kedua orang tua mereka, maka dari itu Felisa pun mengorbankan perasaannya agar ikatan keluarga Rezky tetap terjalin baik dengan kedua orang tuanya.
Dari awal Rezky sudah di jodohkan, hanya saja dia tidak ingin dan memilih mencari pacarnya sendiri, sehingga ia bertemu dengan Felisa dan mereka berdua pun menjalin hubungan.
Rezky pun sangat mencintai Felisa, selama ini mereka pacaran dengan sehat dan saling mendukung karir masing-masing, namun apa mau di kata, dia pun tak bisa memilih antara keduanya, baginya keluarga ataupun Felisa sama-sama penting dan berharga.
Itulah mengapa yang mengambil keputusan tersebut adalah Felisa, sebab Felisa mengetahui dengan pasti bahwa Rezky pun berat dalam menentukan, jadi daripada dia semakin terluka lebih baik iapun mengalah, toh mengalah bukan berarti kalah, dan merelakan bukan berarti tak cinta, hanya saja ada beberapa hal yang harus kita sadari bahwa seberapapun rapi kita berencana, rencana Tuhan selalu yang terbaik, dan seberapa kuat pun kita berusaha, jika bukan milik kita apa mau di kata.
Bukan takdir yang tak adil, hanya saja memang semestinya begitulah yang harus terjadi, kadang kita hanya perlu menerima, berbesar hati pada apa yang menjadi kehendakNYA.
Bukankah berlapang dada lebih baik, daripada menyimpan dendam yang justru menjadi bara, membakar semua kebaikan yang telah tercipta, bukankah keikhlasan lebih indah, menyimpan rapi kenangan adalah tanda, bahwa kau mampu dewasa dalam menerima.
__ADS_1
Begitulah nilai kebajikan tentang kehidupan yang di ajarkan oleh ibu kepadanya, ia tak mau memaksa keadaan, apalagi di situ ada restu yang bertahta, ia hanya insan biasa, punya hati dan bisa terluka.
Bukankah merelakan lebih baik daripada memaksa, mungkin Felisa sudah di titik terendahnya, rasa cinta tetap ada tapi melihat kebahagiaan orang yang di cintai bahagia jauh lebih membuat ia bahagia.
Begitulah adanya cinta, sejatinya adalah pengorbanan, Rezky pun menerima keputusannya, dan memilih bertahan dengan pilihan orang tuanya.
Felisa hanya perlu berbenah, berdoa dan berusaha, agar kelak datang pengganti yang membuatnya bahagia hingga ke Syurga.
*Flashback Off
Tania kok disini ? Beo Felisa dengan muka bantalnya.
Ia kesal sahabatnya itu tidak bangun saat ia bangunkan.
Bang Dio sama mbak Mel kemana Tan ? Felisa keluar kamar dan mencari kakak dan iparnya.
Tadi sudah keluar, mereka titip pesan kalo mau keluar jangan lupa kunci pintunya, Ucap Tania mengingat amanat yang tadi ia terima.
Oh ! Jawab Felisa seadanya, kemudian ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
__ADS_1
Felisa tinggal bersama kedua kakak dan kakak iparnya, hanya saja kakaknya yang bernama Putra dan istrinya Dena sudah tinggal di luar kota, jadilah tinggal bang Dio dan mbak melati serta Felisa saja yang di rumah.
Sudah selesai, yuk jalan ! Ujar Felisa sambil memakai sepatunya.
Eh tunggu kita sebenarnya mau kemana ? Tanyanya kemudian.
Ada deh ! jawab Tania
Ih bikin penasaran aja deh, cibir Felisa
Ha ha ha ha 🤪 Biarin 😝 tawa Tania mengejek
Ia tau bahwa sahabatnya yang satu ini orang yang sangat penasaran sehingga ia suka menggodanya.
Halo Readers,Kira- kira Tania dan Felisa mau kemana yah ? 🤔
Mungkinkah pergi bertemu jodoh mereka ?
Hum...
__ADS_1
Pantengin terus karya Author yah 😁 Terima kasih 🙏