Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Menangis Tanpa Alasan


__ADS_3

Malam harinya, Felisa nampak melamun di kamarnya, sengaja ia memilih tidur duluan setelah makan malam bersama, sebenarnya ia lelah dan mengantuk namun matanya enggan terpejam, pikiran dan ingatannya masih tertuju pada kejadian tadi sore saat ia melihat Fendi bersama Romi dan dua gadis dengan mereka


Ia sendiri ingin menghubungi Fendi untuk menghilangkan rasa penasarannya, namun ponselnya masih di pegang oleh kakaknya Diora


"Siapa mereka, kok nampak akrab sekali" Gumamnya pada diri sendiri


Ia membuka jendela kamarnya menghembus udara malam yang sejuk menerpa, perlahan rasa khawatirnya hilang, ia ingin berpikir positif, dan tak ingin pikiran negatif datang menyelinap dalam ragu nya hingga membuat ia harus bimbang memilih lelaki tersebut, bukankah omongan Fendi kala itu sudah jelas, namun sekarang ia jadi dilema, apakah benar ia ingin serius, bagaimana jika ia menyerah dan beralih ke yang lainnya


"Oh Tuhan, apa yang harus aku lakukan" Ucap Felisa dalam hatinya


"Dek"


"Dek"


"Dek" Panggil Dena menepuk bahunya


"Astagfirullah" Ucap Felisa kaget


"Mbak" Ucapnya


"Hum, kamu dek, mbak panggil - panggil gak di jawab malah melamun, mana jendelanya di buka lagi, gak takut di culik setan" Ucap Dena


"Setan ganteng yah mbak" Ucap Felisa


"Astagfirullah" Ucap Dena


"Hehehe" Tawa Felisa


"Kamu lagi melamun apa dek" Tanya Dena


"Hum, gak ada kok mbak" Jawab Felisa


"Jangan bohong loh dek, cerita sama mbak, sapa tau aja mbak bisa bantu" Ucap Dena


Felisa pun menceritakan apa yang terjadi pada dirinya kepada Dena, dan Dena mendengarkan curhatan Felisa dengan tenang, ia pun memberikan nasehat - nasehat seorang kakak kepada adik iparnya itu, berharap adiknya dapat melalui itu semua dengan sabar


Di sisi lain, di rumah sahabatnya, Tania sedang mencoba menelpon kekasihnya namun naas berkali - kali pun mencoba namun tak ada jawaban dari Romi


"Kamu kemana sih bang" Ucap Tania


Ia menyapa ponselnya yang wallpaper layar depannya foto mereka berdua


"Siapa wanita yang bersama kamu bang" Pikir Tania


"Apa kamu serius dengan hubungan kita atau sebenarnya itu cuma bualan semata" Ucap Tania


Hiks hiks hiks


Ia mulai menangis teringat akan omongan kekasihnya itu, perasaanya sangat sensitif di bandingkan dengan Felisa, Tania adalah orang yang mudah terluka, ia akan menangis jika hatinya di buat kecewa, namun sekarang keadaannya berbeda, kenapa ia menangis jika ia sendiri saja belum tau kekasihnya sedang dimana dan bersama siapa

__ADS_1


Mungkin itulah lirik lagu yang sedang ia dengar bisa menjadi tanya untuknya, kekasihnya belum mengabarinya seharian


"Tania" Panggil ibunya


Tok ... tok ... tok


"Sayang buka pintunya nak" Ucap Riana


"Bentar ma" Jawab Tania


Bergegas ia membuka pintu kamarnya, di lihat sang mama sedang berdiri tersenyum kepadanya


"Ada apa ma" Tanya sang anak


"Yuk keluar, ada Romi di depan" Ucap Riana


"Bang Romi" Ucap Tania


"Iya sayang" Ucap sang mama


"Aku gak mau ketemu dia ma, mama bilang aja aku udah tidur" Ucap Tania lantas menutup kembali pintu kamarnya


"Sayang, buka dulu pintunya, gak enak sayang, masa mama harus bohong sama pacar kamu" Ucap Riana


Namun meskipun Riana memanggil Tania berulang kali, gadis itu kekeh dengan ucapannya, ia tak ingin bertemu dengan Romi


Riana pun akhirnya pasrah, ia berjalan kembali ke ruang depan rumahnya, nampak Romi baru saja menyesap kopi buatannya


"Rom, maafin Tania yah, tadi Tante lihat dia udah tidur nak" Ucap Riana berbohong


"Oh iya Tante gak papa, makasih yah Tante, maaf ni Romi udah mengganggu Tante malam - malam begini" Ucap Romi


"Iya nak, Tante mengerti kamu pasti sibuk kerja hari ini makanya baru main ke sini sekarang" Ucap Riana


"Iya Tante, seharian kita bantuin Kombes, anaknya baru datang dari luar, makanya kita kawal, kebetulan saya menemani Danyon Fendi Tante" Ucap Romi


"Oh iya nak" Ucap Riana


"Kalo gitu saya pamit pulang dulu Tante, nanti ada waktu saya main kesini lagi" Ucap Romi


"Oh iya nak, sebentar Tante titip sesuatu buat mama" Ucap Riana


Riana pun menuju ke belakang, mengambil sekotak kue lalu kembali bertemu dengan Romi


"Ini nak, buat mama kamu" Ucap Riana


"Oh iya Tante, makasih Tante nanti Romi berikan ke mama" Ucap Romi


"Iya,yah udah hati - hari di jalan yah nak" Ucap Riana

__ADS_1


Ia mengantar Romi hingga ke depan


"Iya Tante" Ucap Romi


Kemudian masuk ke dalam mobilnya dan bergegas pulang, sedangkan Riana ia kembali masuk ke dalam rumahnya setelah mengunci pintu rumahnya ia pun bergegas masuk ke kamar


"Ma" Panggil Tania mengejutkan sang mama


"Astagfirullah Tania" Ucap Riana terkejut


"Abang udah pergi yah ma" Tanya Tania


"Udah, kamu bisa bikin jantung mama copot nak, ngapain berdiri di situ, kenapa gak nemuin aja sayang, kasihan dia loh" Ucap Riana pada anak gadisnya itu


"Gak ah ma, kan tadi mama udah bilang kalau Tania udah tidur" Ucap sang anak


"Kan tadi kamu sendiri yang buat mama jadi bohong ke Romi" Ucap Riana


"Hehehe iya juga yah" Ucap Tania


"Bang Romi bilang apa ma" Tanya gadis manis itu


"Memangnya kamu gak dengar kan tadi kamu menguping" Ucap Tanya Riana balik pada anaknya


"Hehehe, dengar sih ma tapi gak semuanya" Ucap Tania jujur


"Kamu pengen tau Romi bilang apa" Ucap Riana


"Iya ma" Ucap Tania


"Mau tau atau mau tau banget" Tanya Riana


"Mama ih kok jadi bikin Tania penasaran" Ucap Tania manyun


"Kalau mau tau, pijat mama dulu, baru mama beri tau omongan kita" Ucap Riana


"Yah udah deh, ayo, tapi janji harus jelasin semuanya" Ucap Tania pasrah


"Itu baru anak mama, yuk ke kamar, biar mama bilang ke kamu apa aja yang Romi omongin" Ucap Riana


Mereka pun masuk ke kamar Riana dan Tania menepati ucapannya, sambil di pijat Riana menceritakan obrolannya bersama Romi, diam - diam Tania tersenyum, sebab rasa penasarannya dengan Feli akhirnya terjawab sudah, ia sudah yakin Romi tidak akan mengkhianatinya


"Abangku sayang, hihi" Ucapnya dalam hati


"Hayo kamu kenapa senyum - senyum begitu" Ucap Riana tatkala mendapati anaknya sedang tersenyum


"Hehehe, gak papa kok ma" Ucap Tania


"Besok harus ngasih tau Feli ni" Ucapnya dalam hati

__ADS_1


Setelah memijat sang mama dan mendapat informasi penting tentang kekasih dan kekasih sahabatnya, Tania pun kembali ke kamarnya, namun sebelum pergi di lihat sang mama sudah terlelap akibat pijatan tangannya, ia pun segera menutup pintu kamar mamanya, ia pun ingin segera tidur karena tubuhnya sangat lelah setelah seharian beraktivitas, sepanjang jalan ke kamarnya ia terus tersenyum dan bahkan menertawakan dirinya sendiri karena tadi sempat menangis tanpa alasan yang jelas.


Bersambung_______


__ADS_2