Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Putus Hubungan


__ADS_3

Seorang ibu sedang membujuk anaknya yang seharian ini tidak mau keluar dari kamarnya, Ibu Riana sudah mengetuk kamar Tania berulang kali namun sepertinya gadis itu hanya ingin sendirian


Felisa kini baru tiba di rumahnya, sudah dua minggu ia berlibur di tempat abangnya Putra, disana ia sangat menikmati pemandangan yang di suguhkan pulau tersebut, pantai disana sangat indah, membuatnya nyaman berlama – lama disana, hanya saja ia harus kembali mengingat libur sekolahnya telah selesai sehingga ia belum mendengar kabar terbaru dari sahabatnya itu, karna dua hari kemarin mereka saling menelepon sahabatnya itu masih baik – baik saja


“Assalamualaikum” Ucapnya


“Walaikumsalam” Ucap Melati


“Mbak Mel, kangen” Ucap Felisa sambil memeluk kakak iparnya itu


“Dedek Meldi makin gendut aja deh, jadi gemas” Ucapnya sambil mencubit pipi keponakannya itu


“Kamu gak bilang mau datang dek” Ucap Melati


“Iya mbak, pulangnya buru – buru” Ucap Felisa


“Yah udah dek, masuk yuk” Ucap Melati


“Iya mbak” Ucap Felisa


Ia pun masuk ke dalam rumahnya dan menuju kamarnya, ia sangat lelah, beruntung hari ini cuaca sangat bagus sehingga laut pun tenang


“makan dulu dek baru tidur” Ucap Melati


“Nanti aja mbak, Feli masih kenyang, Feli mau tidur dulu, ngantuk soalnya” Ucap Felisa


“Oh ya sudah kalau begitu, nanti kalau mau makan ambil aja di atas meja yah, mbak mau ke rumah teman dulu” Ucap Melati


“Iya mbak” Ucap Melati


“Jangan lupa tutup pintunya, mbak pergi dulu yah dek” Ucap Melati pamit


“Iya mbak hati – hati di jalan, dedek Meldia juga yah” Ucapnya sambil mencium pipi ponakannya itu


“Iya Tante Feli cayang” Ucap Melati meniru suara anak kecil


Usia Meldia kini sudah memasuki dua bulan, ia tumbuh dengan sehat dan cantik seperti ibunya


Melati pun berlalu ke rumah temannya, sedangkan Felisa pun mengunci pintu dan beranjak ke kamarnya


Ia terlalu mengantuk sehingga tak butuh waktu lama untuk dirinya terlelap, saat ia bangun haripun sudah sore, Melati belum juga kembali


“Assalamualaikum” Ucap Seseorang dari luar


“Walaikumsalam” Ucap Felisa menuju ruang depan rumahnya


Ia baru saja selesai makan, tadi saat bangun perutnya sangat lapar, sehingga ia pun beranjak mengisi perutnya


Sesampainya di depan, saat ia membuka pintu rumahnya ia sangat kaget dengan kedatangan ibu Riana, pasalnya ibu sahabatnya itu datang dengan wajah tidak bersemangat


“Tante” Ucap Felisa


“Masuk Tan” Ucap Felisa mengajak ibu sahabatnya itu masuk


“Tania Fel” Ucap Ibu Riana dengan suara bergetar


“Tania kenapa Tante” Tanya Felisa yang ikut khawatir


“Tania tidak keluar kamar dari tadi pagi Fel” Ucap Riana

__ADS_1


“Ya Allah Tania” Ucap Felisa


Ia pun segera mengunci pintu dan mengajak ibu Riana untuk segera ke rumah mereka


Sesampainya di rumah sahabatnya, ia dan ibu Riana pun menuju kamar Tania


Tok ... Tok.. tok.


Felisa mengetok pintu kamar Tania


“Tan buka pintunya, ini aku Feli” Ucap Felisa


Tidak ada jawaban dari dalam, Felisa pun mengambil ponselnya yang ia simpan di dalam saku celana untuk menelpon Tania


Tut...Tut..Tut


Panggilannya masuk tapi tidak diangkat


“Tan, buka pintunya beb” Ucap Felisa


Ibu Riana sangat khawatir ia pun menangis, Felisa mencoba menelpon Fendi untuk memberi tau Romi, namun sia – sia saja, ponsel Fendi tidak aktif


“Ya Allah bang Fen, angkat teleponnya bang” Ucap Felisa terus berusaha menelpon sang prajurit


Namun tetap saja gagal, tidak ada jawaban


“Tante, ada kunci cadangannya gak” Tanya Felisa


“Gak ada Fel, semua di pegang Tania” Ucap ibu Riana


“Ya Allah, bu, berarti kita harus mendorong pintu kamar ini bu” ucap Felisa


Pintupun terbuka, Tania berdiri di depan pintu kamarnya dengan kondisi yang sangat berantakan, ia lemas menangis seharian


“Ya Allah Tan” Ucap Felisa memeluk sahabatnya itu, ia hampir saja terjatuh


“Sebentar Fel ibu buatin minum buat Tania dulu” Ucap ibu Riana


Feli pun membantu membopong sahabatnya itu kembali ke dalam kamar, ia pun melihat kondisi kamar yang sangat berantakan dari biasanya, ada sobekan foto Tania dan Romi yang berhamburan di ujung lantai dekat lemari, sepertinya sang gadis yang merobeknya


Felisa pun membantu Tania duduk di atas kasurnya


“Tan” Panggil Felisa


“Hm” Ucap Tania


“Kamu kenapa, cerita sama aku” Ucap Felisa yang kini menangis melihat keadaan sahabatnya itu


Tania pun menatap Felisa dengan wajah datarnya, ia pun memeluk sahabatnya itu, dan menumpahkan air matanya kembali


“Aku putus sama bang Romi Fel” Ucap Tania sambil menangis


“Ssh sabar yah sayang” Ucap Felisa mencoba menenangkan, ia tau saat ini bukanlah saat yang tepat untuk menanyakan apa yang sedang terjadi, Tania butuh ketenangan terlebih dahulu


Ibunya Riana yang baru masuk sambil membawa teh hangat pun sangat sedih melihat keadaan anaknya itu, permata satu – satunya kini sedang dilanda duka, ia teringat masa mudanya dulu saat dikecewakan mantan pacarnya yang juga seorang prajurit


“Sayang minum dulu tehnya” Ucap Ibu Riana penuh perhatian


“Mama, maafin Tania” Ucapnya sambil memeluk ibunya itu

__ADS_1


“Iya sayang, tidak apa – apa” Ucap bu Riana sambil mengelus pundak anaknya


“Feli tolong bantu jagain anak tante yah, mungkin ia lebih nyaman bercerita kepadamu” Ucap Ibu Riana


“Baik tante” Ucap Felisa


Tania sudah lebih tenang, ia belum ingin bercerita, seharian menangis membuatnya mengantuk sekarang ia sedang tertidur


Dr..dr..dr 📞


“Assalamualaikum Fel, kamu dimana” Ucap Melati


“Walaikumsalam mbak, Feli di rumah Tania” Ucap Felisa


“Kamu kapan balik, bantuin mbak ngerjain tugas bisa” Ucap Melati


“Iya mbak, bentar lagi Feli pulang” Ucap Felisa


Waktu menunjukan pukul 20.30


Tidak terasa ia sudah berada lama di rumah Tania


“Tante, Tania sudah tidur, Feli balik dulu yah” Ucap Feli pamit


“Oh iya makasih yah Fel, Tania sudah cerita ke kamu Fel” Tanya ibu Riana


“Belum tante, mungkin Tania belum mau, jadi Feli juga tidak memaksa, nanti besok Feli kesini lagi yah Tante” Ucap Felisa


“Maafin tante yah Fel, sudah ngerepotin kamu, sekali lagi terima kasih” Ucap tulus ibu Riana


“Iya tante, oh yah tante lagi apa” Ucap Feli


“Ini tante lagi nyiapin pesanan orang buat besok mau diambil, biar sekalian besok libur dulu, kasian kondisi Tania belum baik” Ucap Riana


“Oh iya tante, maaf yah Feli gak bisa bantu, Feli sudah ditungguin mbak Mel mau bantuin mbak Mel mengisi data pasiennya, soalnya Meldia lagi rewel, katanya besok sudah harus dimasukan” Ucap Felisa


“Iya Fel tidak apa – apa, kamu hati – hati yah, titip salam buat Melati” Ucap ibu Riana


“iya tante” Ucap Felisa sambil menyalami punggung tangan ibu sahabatnya


Kemudian ia beranjak pulang ke rumahnya, sesampai di rumah ia pun membantu Melati mengerjakan apa yang diminta, Meldia sudah tertidur ditemani ayahnya Diora yang kelelahan karna hari ini sangat sibuk di kantornya, Felisa dan Melati pun mengerjakan tugasnya hingga pukul 24.00 wib, setelah selesai mereka pun pergi ke kamar masing – masing untuk tidur karna hari sudah sangat larut.


 


 


Bersambung_______


 


 


Hai.. hai.  Hai


Jangan lupa mampir di karya Author yang lain yah, judulnya : Tuan Muda arogan dan gadis penggoda, ceritanya masih sangat baru, untuk itu mohon dukungannya ☺️


Terus pantengin cerita  Felisa dan Fendi juga yah 🥰 Saranghae semuanya 🤗


 

__ADS_1


__ADS_2