Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Hari Yang Baru


__ADS_3

Keesokan harinya Tania memulai aktivitasnya seperti biasa, kini ia sudah mulai berjualan kue di pasar, Felisa membantunya membawakan kue - kue yang sudah di buat oleh ibunya Riana


"Fel, makasih yah" Ucap Tania


"Iya sama - sama jangan sungkan" Ucap Felisa


"Hehe" Ucap Tania tertawa


"Gitu dong, harus happy" Ucap Felisa


"Iya beb, ini kan hari yang baru jadi harus memulai awal baru dengan semangat" Ucap Tania


Felisa hanya tersenyum melihat semangat sahabatnya itu


Kini mereka berdua sedang sibuk menata kue - kue tersebut ke dalam etalase, semua yang di jual Tania kali ini adalah kue - kue pasar yang biasa di sukai sebagai Takjil, ibu Riana bahkan membuat beberapa kolak dan juga biji salak sebagai tambahan


"Kelihatan enak - enak yah beb" Ucap Felisa


"Iya, tapi ingat kamu lagi puasa" Ucap Tania


"Iya beb, ingat ko, hehehe" Ucap Felisa


"Oh yah maaf yah, aku gak bisa bantuin kamu jualan, aku mau bantuin mbak Mel" Ucap Felisa


"Iya gak papa kok, kan kamu sudah bantuin bawa sampai ke mari, udah lebih dari cukup kok" Ucap Tania


"Makasih yah beb" Lanjutnya


"Makasih terus ih, yah udah aku pulang dulu yah" Ucap Felisa


"Okey hati - hati di jalan" Ucap Tania


Kemudian Felisa pun kembali ke rumahnya


"Assalamu Alaikum" Ucap Felisa


"Walaikumsalam" Ucap Melati


"Mbak lagi ngapain" Ucap Felisa


"Baru habis bujuk Meldi tidur siang, kamu dari mana dek" Ucap Melati


"Oh, aku dari pasar mbak, bantuin Tania bawain kue nya ke sana" Ucap Felisa


"Oh Tania udah mulai jualan yah sayang" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Jual apa aja dek" Ucap Melati


"Sama seperti biasa mbak, cuma tambahan aneka kolak sama biji salak" Ucap Felisa


"Wah enak - enak yah kelihatannya" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Gimana kalau hari ini kita gak usah masak, mending kita beli aja kesana, mbak pengen lihat langsung, terus juga mbak lagi pengen makan kue pisang" Ucap Melati


"Kue pisang" Ucap Felisa mengulangi


"Iya dek, mbak lupa namanya apa, tapi itu loh yang isinya pisang semacam klepon gitu tapi kan kalau klepon isinya kan gula aren, kalau yang ini pisang dek" Ucap Melati

__ADS_1


"Oh, kue itu" Ucap Felisa


"Ih gayamu dek, padahal mbak udah nungguin kirain kamu tau namanya, padahal cuma kue itu doang" Ucap Melati


"Hahahaha" Tawa keduanya


"Ada apa ni yank, dek, ketawanya kencang amat" Ucap Diora


"Eh Abang, gak ko bang, btw Abang mau makan Takjil apa bang, soalnya Mel mau ke pasar" Ucap Melati


"Apa aja sayang" Ucap Diora


"Okey, aku pergi dulu yah bang" Ucap Melati


"Dek, gak ikut sama mbak kamu" Ucap Diora


"Gak bang, Feli kan baru balik, masa mau pergi lagi, ia juga baru dari pasar habis bantuin Tania" Ucap Melati


"Oh" Ucap Diora


"Feli ke kamar dulu yah bang, mbak" Ucap Felisa


Kemudian ia beranjak ke kamarnya, sedangkan Melati pergi ke pasar, dan Diora hanya menonton tv


Dr...dr ..dr 📞


"Assalamualaikum dek" Ucap Fendi


"Walaikumsalam bang" Ucap Felisa


"Lagi apa, puasa gak" Ucap Fendi


"Lagi duduk bang, puasa dong" Ucap Felisa


"Sendiri aja bang" Ucap Felisa


"Oh sendiri" Ucap Fendi


"Iya bang, oh yah abang lagi apa" Ucap Felisa


"Lagi duduk aja" Ucap Fendi


"Abang gak kerja" Ucap Felisa


"Baru selesai kasih pembinaan dek" Ucap Fendi


"Oh gitu, oh yah bang ada sesuatu yang ingin Feli tanya boleh" Ucap Felisa


"Boleh, mau tanya apa dek" Ucap Fendi


"Abang Romi kerja gak bang" Ucap Felisa


"Romi kerja dek" Ucap Fendi


"Kamu pasti khawatir yah sama Romi dan Tania" Ucap Fendi


"Iya bang, jujur aku kasihan lihat Tania" Ucap Felisa


"Apa kamu pikir Romi gak kasihan dek" Ucap Fendi


"Bukan gitu bang, cuma kan yang jadi sahabat Feli bukan bang Romi jadi Feli gak terlalu khawatir kalau Tania kan sahabatnya Feli jadi lebih khawatir" Ucap Felisa menjelaskan

__ADS_1


"Abang yang khawatir sama Romi dek" Ucap Fendi


"Apa semua baik - baik aja bang" Ucap Felisa


"Selama Abang kenal Romi, dia adalah sahabat yang baik, meskipun dia suka playboy tapi itu dulu sebelum jadi prajurit, yah walaupun sifat itu tidak bisa hilang sepenuhnya tapi minimal sudah berkurang, apalagi saat Abang tau dia dekat dan pacaran dengan Tania, ia jarang terlihat dengan gadis lain selain sahabat Ade itu, tapi yah mau gimana lagi, kenyataannya ketulusan Romi di anggap sebelah mata sama Tania, jadi Romi pun sangat galau saat itu, Abang dengar dari ceritanya, ia akan mengambil keputusan, namun Abang tidak menyangka jika pada akhirnya mereka akan putus" Ucap Fendi menjelaskan panjang lebar


"Abang minta maaf dek, Abang tidak bisa membantu, biar bagaimanpun Abang tetap harus menghormati keputusan Romi, biar bagaimanapun ini perihal perasaannya dan dia lebih tau apa yang dia inginkan lebih dari Abang, jadi Abang harap Ade pun begitu, biarkan mereka menyelesaikan, jika mereka memang berjodoh pasti mereka akan bersama namun jika tidak mungkin itu adalah keputusan yang mereka ambil, sebagai sahabat kita harus bisa mendoakan yang terbaik dek" Ucapnya kemudian


"Dek, dek, halo" Ucap lelaki dingin tersebut


Setelah mendengar perkataan Fendi, Felisa asyik tenggelam dengan pemikirannya, ia tak menyangka lelaki dingin itu akan mempunyai pemikiran seperti ini, jujur Felisa sangat terpesona dengan kedewasaan dan cara berpikirnya


"Halo dek" Ucap Fendi


"Eh iya bang, halo" Ucap Felisa


"Abang pikir teleponnya mati dek, kamu darimana aja, Abang ngomong panjang lebar ko diam aja" Ucap Fendi


"Maaf bang, Feli gak kemana mana kok, hehe" Ucap Felisa


"Oh syukur kalau begitu, btw hari ini masak apa buat takjil" Ucap Fendi


"Hari ini gak masak bang, mbak Mel pengen beli aja di pasar" Ucap Felisa


"Oh begitu yah" Ucap Fendi


"Iya bang, oh yah abang berbuka pakai apa nanti" Ucap Felisa


"Oh kalau Abang, apa aja suka, cuma nanti buka bareng yang lain aja di lapangan" Ucap Fendi


"Oh sama prajurit yang lainnya yah bang" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Fendi


"Oh okey" Ucap Felisa


"Yah sudah dek, Abang lanjut kerja dulu yah" Ucap Fendi


"Iya bang, semangat" Ucap Felisa


"Iya pasti, makasih yah dek" Ucap Fendi


"Sama - sama" Ucap Felisa


"Bey" Ucap Fendi


"Bey" Ucap Felisa


Panggilan pun selesai


Kini Felisa keluar dari kamarnya, dan bertemu Melati yang baru pulang dari pasar


"Banyak banget mbak takjilnya" Ucap Felisa


"Hehehe, iya dek" Ucap Melati


"Mbak Mel kenapa yah, ko belinya banyak banget" Ucap Felisa dalam hatinya


Ia bingung dengan perubahan sikap Melati, yang katanya pengen makan ini dan itu, apalagi sekarang, makanan yang ia beli lumayan banyak, bukan masalah apa - apa, Felisa hanya berpikir siapa yang akan menghabiskan semua itu, ia takut nanti mubazir


Felisa pun bergegas ke dapur membuat minuman untuk ketiganya, sebentar lagi bedug akan berbunyi dan tandanya berbuka, Mereka bertiga bersiap - siap untuk berbuka bersama dengan menu aneka macam kue yang telah tersedia.

__ADS_1


Bersambung__________


Dukung terus karya Author yah, terima kasih 🙏🥰 Banyak cinta untuk semuanya ❤️🤗


__ADS_2