
Malam semakin larut, karena keasikan bercerita, kedua sahabat itupun lupa akan waktu
Dr... dr....dr 📞
Panggilan dari ibunya yakni Riana
“Halo, assalamualaikum ma” Ucap Tania
“Walaikumsalam nak, kamu dimana” Ucap Riana
“Di rumah Feli ma” Ucap Tania
Saat keluar tadi ia lupa memberitahu mamanya, sebab mamanya keburu naik ojek untuk pergi ke rumah temannya untuk ikut pengajian
“Kamu mau nginap disitu atau pulang nak” Tanya mamanya
“Gak ma, Nanti Tania pulang” Jawab Tania
“Baiklah kalau begitu, salam yah buat Feli dan semuanya” Ucap Riana
“Iya ma” Ucap Tania
Panggilanpun antara anak dan sang ibu akhirnya berakhir
Jam menunjukan pukul 23.00 wib
Tania pun beranjak ingin pulang namun urung karena Feli ingin mengatakan sesuatu kepadanya
“Tan” Panggil Felisa
“Hum” Ucap Tania
Ia sedang sibuk melihat penampilannya di cermin
“Kalau ada cowo yang ngundang kamu ke rumahnya, kamu pergi gak” Ucap Felisa
“Hah” Ucap Tania
Ia merasa kaget kemudian menoleh ke arah Felisa dengan ekspresi yang penasaran
“Aku nanya kira – kira kamu pergi gak” Ucap Felisa
“Cowo siapa, ajaknya kapan, jangan bilang pak Fendi ngundang kamu ke rumahnya” Ucap Tania dengan wajah mengintrogasi
Felisa pun merasa kikuk dengan ekspresi sahabatnya, tidak ada alasan lagi untuknya mengelak, ia pun mengangguk menyetujui perkataan sahabatnya, ia akan berterus terang dan curhat kepada Tania
“Aaaargggg” Teriak Tania saking senangnya
Reflek Felisa menutup mulut sahabatnya itu
“Eh busyet, ponakanku lagi tidur beg* main teriak aja” Ucap Felisa
“Tania, Felisa, kalian kenapa” Ucap Melati
“Dek, kenapa teriak” Ucap Diora
Melati dan Diora yang sedang menonton tv pun kaget mendengar teriakan Tania, mereka pun langsung berlari untuk mengetuk pintu kamar adiknya mencari tau
__ADS_1
Felisa pun membuka pintu kamarnya dan kakak serta kakak iparnya telah berada di depan pintu kamarnya
“ Gak papa bang, mbak, tadi ada kecoa, tapi udah Tania usir,maaf yah mbak, bang, hehehe” Ucap Tania
Ia terpaksa berbohong pada pasangan suami istri tersebut
“Astagfirullah, mbak kira ada apa” Ucap Melati
“Ya sudah kalau begitu, tapi jangan di ulangi lagi ya, tadi siapa yang berteriak” Tanya Diora
Felisa pun menunjuk sahabatnya , dan Tania hanya menyengir kuda, ia mengaku salah
“Hum, Jangan di ulang yah Tania, takut menggangu tetangga yang sudah beristirahat, nanti dikira ada apa – apa lagi” Ucap Diora
“Iya bang” Ucap Tania
Mereka pun kembali masuk ke dalam kamar, Diora dan Melati kini beranjak mematikan tv dan masuk ke kamarnya juga karena mereka sudah sangat mengantuk, beruntung sang anak Meldia masih tertidur pulas, mungkin ia lelah bermain dengan kakek dan neneknya
Di dalam kamar Felisa, Tania sedang menasehati sahabatnya, ia pun memberi saran kepada Felisa
“Pergi aja beb, aku juga pernah main kok ke rumah bang Romi, rumahnya dekat sama rumah pak Fendi” Ucap Tania
“Oh yah, gimana rumahnya, aku takut ih” Ucap Felisa khawatir
“Udah bismillah aja, anggap aja kamu cuma bertamu, anggap aja lagi di undang teman, sama kayak kamu main ke rumah aku gitu loh beb” Ucap Tania
“Heheh, okey” Ucap Felisa
“Jam berapa perginya” Ucap Tania
“Rencananya sih besok malam” Ucap Felisa
“ hahahaha, gas elpiji kali ah” Ucap Felisa tertawa
“Hahaha bisa jadi” Ucap Tania yang ikut tertawa
“Okey, besok aku kesini kita dandan bareng, soalnya aku juga mau malmingan sama ayank aku” Ucap Tania
“Hum, iya deh yang mau malming sama korban tulang ayam” Ucap Felisa
“Hahaha, udah ganti beb nama kontaknya” Ucap Tania
“Jadi apa” Ucap Felisa
“Ayank Ayamku ❤️” Ucap Tania sambil menunjukkan nama kontak Romi di ponselnya
“Hahahah, gak jauh beda tetap ada ayamnya” Ucap Felisa
“Iya dong, kan dari ayam, cinta makin bersemi” Ucap Tania
“Uhuy, asik” Ucap Felisa
“Hahahaha” Tawa keduanya
Jam menunjukan pukul 01.00 wib Tania pun pamit pulang, Felisa mengantarnya hingga ke depan, Tania pun berjalan ke rumahnya seorang diri, kompleknya masih ramai, jadi ia tak merasa takut, sedangkan Felisa ia bersiap untuk tidur, karena sudah mengantuk
Keesokan paginya gadis cantik tersebut bangun dengan penuh keceriaan, hari ini ia sangat senang dan juga deg – deg an sebab akan bertemu dengan orang tua lelaki yang ia kagumi
__ADS_1
“Wah dek, kok senyum – senyum sendiri sih” Tanya Melati
Ia bangun lebih dulu, suami dan anaknya masih tertidur, sengaja Melati tidak membangunkan Diora karena hari ini adalah akhir pekan, suaminya sedang libur dari kerjaannya
“Kok mbak sendiri, bang Dio kemana” Tanya Felisa
“Masih tidur sama Meldi” Jawab Melati
“Ayo pertanyaan mbak belum di jawab loh, kk senyum – senyum sendiri” lanjutnya
“Gak papa kok mbak, Cuma ingat kejadian lucu aja” Ucap Felisa
“Oh begitu, ke belakang yuk, bantuin mbak bikin sarapan” Ucap Melati
“Okey mbak” Ucap Felisa
Kemudian kedua wanita tersebut pun pergi ke dapur untuk membuat sarapan
Menu sarapan kali ini yaitu nasi goreng, Felisa bertugas memebuat bumbunya dan Melati yang memasaknya, setelah bekerja sama membuat sarapan, Felisa pun kembali ke kamarnya karena ia ingin mandi, sedangkan Melati sedang menyajikannya di atas meja, tak lama kemudian Felisa pun kembali ke dapur, nampak Melati yang masih belum beranjak, ia sedang membuat bubur untuk anaknya Meldia
Setelah membuat bubur, Melati ingin membangun Diora untuk sarapan namun ternyata sang suami sudah bangun, setelah mencuci mukanya Diora mengajak semuanya untuk sarapan
Ketiga orang dewasa itupun sarapan dengan hikmat, sehabis itu, Melati pergi ke kamar, mengecek anaknya, bayi gemuk itu sudah bangun dan bergeliat, ia sedang mengucek matanya
"Halo sayangnya mama, udah bangun yah" Ucap Melati
"Ma ma" Panggil Meldia yang sudah mulai bicara dari usia 8 bulan, ia bahkan sudah berjalanan dari usia tersebut, hanya hanya belum lancar, begitupun juga ucapannya, ia masih harus banyak belajar
Melati pun menggendong anaknya itu, lalu bergegas menuju kamar mandi untuk memandikannya, habis itu mendandaninya cantik, dan si bawahnya balita tersebut ke dapur, Meldia akan sarapan
"Wah ponakan aunti cantik sekali" Ucap Felisa
"Iya dong, aunti aja cantik masa aku gak" Ucap Melati meniru suara bayi
"Onti Feyi" Ucap Meldi
"Hai" Ucap Felisa
"Wah anak ayah udah wangi aja ni" Ucap Diora
" Pa pa" Ucap Meldia terbata
Melati pun menyuapi anaknya bubur yang telah ia dinginkan sebelumya, sehingga saat anaknya makan sudah tidak terlalu panas
Meldia makan dengan lahap, ia sangat menyukai masakan mamanya, sebab setiap hari bubur yang di masak Melati berbeda - beda, jika hanya satu menu maka sudah bisa di pastikan sang balita tersebut akan bosan
Keluarga kecil itupun bercengkrama dan mengobrol ringan di ruang makan, sambil sesekali tertawa melihat tingkah balita yang menggemaskan, sebab Meldia sedang dalam masa aktifnya, bulan depan ia akan berulang tahun yang pertama.
Bersambung________
Halo Readers sayang 🥰 Dukung terus karya Author yah ☺️ Terima kasih 🙏🤗
__ADS_1