
Tak terasa waktu terus bergulir, kondisi Betharia Gunawan sudah lebih membaik, Fendi pun akan pulang bersama kedua orang tuanya ke kota A
Sebelumnya ia sudah menghubungi Romi untuk memberitahukan kepulangannya, beruntung Romi pun sudah kembali dari tugasnya sehari yang lalu
Ia bahkan sekarang sedang melepas rindu dengan kekasihnya Tania, mereka sedang pergi piknik di salah satu tempat wisata yang sedang populer dan baru di resmikan seminggu yang lalu
Sebenarnya Tania ingin sekali pergi dengan Felisa, namun sahabatnya itu enggan pergi, lagian rasanya malas sekali jika harus menjadi obat nyamuk di antara kedua sejoli tersebut, jika ada Fendi mungkin ia lebih bersemangat, sebab ia akan punya teman untuk berbicara ataupun bercerita
“Kangen sekali” Ucap Felisa
“Kenapa dek” Tanya Melati
“kangen sama siapa” Lanjutnya
“Tania mbak” Ucap Felisa berbohong
“Tadi udah di ajak tapi jamunya gak mau, malah sekarang kangen, gimana sih dek” Ucap Melati
“Hehehe” Tawa Felisa
“Mbak gak dinas” Tanya Felisa
“Malam dek, kok kamu jadi lupa begini” Ucap Melati
“Pengen nanya aja mbak” Ucap Felisa
“Kamu sudah makan” Ucap Melati
“Nanti aja mbak, masih kenyang tadi makan kue banyak di rumah Tania” Ucap Felisa
“Oh ya ampun, Feli lupa mbak” Lanjutnya
“Lupa apa dek” Tanya Melati
“Tante Riana tadi titip puding katanya buat mbak Mel, tadi Feli simpan di kulkas” Ucap Felisa
“Tapi beliau baik – baik aja kan dek” Tanya Melati
“Iya mbak, Alhamdulillah” Ucap Felisa
“Alhamdulillah kalau begitu, nanti mbak makan habis ini” Ucap Melati
“Feli ke kamar dulu yah mbak” Ucap Felisa
“Iya dek” Ucap Melati
Ia ditinggal sendirian di ruang tv bersama sinetron pavoritnya, Meldi sedang di rumah mama Devanka
Orang tuanya tak ingin jauh dari cucu mereka, sehingga entah Meldia yang kesana atau mereka yang ke rumah Melati, semua mereka lakukan karena hanya ingin bermain dengan cucu mereka
Meldia sendiri sudah berumur 11 bulan, dan bulan depan ia akan berulang tahun yang pertama, Melati sudah mempersiapkan beberapa perlengkapan dari sekarang sisanya tinggal tunggu hari H
Dr....dr...dr 📞
Panggilan di ponsel Felisa, ia sangat bahagia melihat nama yang tertera di layar
“Halo, assalamualaikum” Ucapnya
“Walaikumsalam” Ucap Fendi
“Apa kabar dek” Ucapnya
“Alhamdulillah baik bang, kalau abang” Ucap Felisa
“Alhamdulillah juga baik dek” Ucap Fendi
“Syukurlah kalau begitu” Ucap Felisa
__ADS_1
“Oh yah gimana kabar ibu abang, kata bang Romi, ibu Abang masuk rumah sakit” Ucap Felisa
“Alhamdulillah juga sudah lebih baik dek, maafin abang yah karena tidak menghubungimu secara langsung” Ucap Fendi berterus terang
“Alhamdulillah, oh iya gak papa bang, Feli ngerti kok” Ucap Felisa
“Syukurlah kalau begitu” Ucap Fendi
“Oh yah dek, Abang boleh meminta sesuatu” Ucap Fendi
“Minta apa bang” Tanya Felisa
“Abang besok akan pulang, kalau malam minggu abang kamu ke rumah Abang, kamu bersedia atau tidak” Ucap Fendi sedikit grogi
Ia takut dengan respon Felisa, dengan sabar ia menanti jawaban gadis tersebut, sebab gadis itu pun kini diam tak bersuara
Di seberang Felisa sedang kaget mendengar penuturan Fendi, ia tak menyangka akan di undang ke rumah prajurit dingin tersebut
“Gimana dek” Tanya Fendi ulang
“Eh ia bang, boleh” Ucap Felisa
“Yes” Ucap Fendi dalam hatinya
“Okey dek, lusa malam abang jemput yah” Ucap Fendi
“Iya bang” Ucap Felisa
“Ya sudah dek, sekian dulu yah, nanti kita lanjut lagi, salam yah buat bang Dio dan mbak Melati” Ucap Fendi
“Iya bang, nanti Feli sampaikan” Ucap Felisa
Panggilan pun berakhir, Fendi sangat bergembira disana, kebahagiaannya tak lepas dari pengamatan sang mama, papanya sedang mengobrol dengan rekan bisnisnya di rumah tamu, sedangkan Fendi baru keluar dari kamarnya setelah selesai menelpon Felisa
Betharia dan Valeri sedang menonton tv
“Cie suit – suit, ada yang bahagia ni tante” Ucap Valeri meledek sepupunya
“Hum” Ucap Fendi
“Oh yah nak, masih gak lupa kan sama janji kamu” Ucap Betaria
“Iya ma, siap” Ucap Fendi
“Janji apa ma” Tanya Rahman yang tiba – tiba muncul karena tamunya baru saja pulang
“Ada deh, papa kepo, nanti juga ketemu” Ucap Betaria
“Hum, mama sama anak sama persis, selalu saja kompak” Ucap Rahman
“Hahahaha, om di cuekin” Ucap Valeri tertawa
“Tapi Vale udah kenal loh” Ucap Valeri
Fendi sampai melotot kepadanya, namun bukannya takut, Valeri malah sangat senang menggoda sepupunya itu
Valeri tidak mempunyai adik, ia hanya mempunyai seorang kakak perempuan, mamanya merupakan adik kandung papanya Fendi yakni Rahman Gunawan, Valeri sendiri bernama lengkap Valeri Gunawan, hanya saja ia dikenal dengan panggilan dokter Valeri
“Yang benar Vale kamu kenal” Tanya Betaria
“Kenal sama siapa” Tanya Rahman
“Kenal sama calon menantu om dan tante” Ucap Vale tanpa spasi
Fendi yang mendengarnya pun hanya menghembuskan nafas kasar, sepupunya ini benar – benar tidak bisa menjaga rahasia, mulutnya sangat ember
“Huf” Ucap Fendi
__ADS_1
“Apa” Ucap Rahman kaget
Anaknya belum menceritakan apapun kepada mereka, namun Rahman bersyukur anaknya sudah bisa terlepas dari bayang – bayang masa lalunya
“Gimana Vale rupanya” Tanya Betaria yang sangat penasaran
“Cantik banget tan” Ucap Valeri
“Oh yah” Ucap Betaria antusias
“Iya Tante, sopan lagi” Ucap Valeri
“Wah bagus kalau begitu” Ucap Betaria
“Tante tau gak, anak Tante sampai sangat perhatian sama gadis tersebut, padahal Tante tau Fendi sendiri sikapnya bagaimana kalau sama wanita selain sama kita” Ucap Valeri
“Dingin kayak batu es” Ucap Valeri
“Hahahahahhaha” Tawa ketiganya
Orang yang sedang di gosipkan hanya terdiam, ia merutuki mulut meber sepupunya tersebut
“Manis banget tan, sampai geli aku lihatnya om” Ucap Valeri
“Wah papa makin penasaran ni, kayak apa orangnya” Ucap Rahman
“Mama juga” Ucap Betaria sambil tersenyum
“Nanti juga ketemu kok pa, ma” Ucap Fendi
“Tadi Fendi udah nelpon, malam minggu Fendi ajak ke rumah” Ucap Fendi
“Memang anak papa, prajurit sejati gak pengecut jadi pria, begitu dong” Ucap Rahman
“Iya anak mama memang hebat” Ucap Betharia
Keluarga itu pun saling bercanda dan bercengkrama
Hingga hari adzan magrib menyapa, mereka pun menjalankan kewajiban mereka, dengan Fendi sebagai imamnya
Sehabis itu mereka menikmati makan malam bersama dengan saling mengobrol santai, mereka akan pulang besok pagi, sehingga sehabis makan, Betharia dan Valeri menyiapkan perlengkapan mereka
Ting ....
"Broh, balik jam berapa besok" Tanya Romi dalam pesannya
"Pesawat jam 6 broh" Balas Fendi
"Mau aku jemput atau gimana" Balasan dari Romi
"Mang Danang yang jemput broh" Balas Fendi
" Oke baiklah, btw lagi ngapain broh" Tanya Romi
"Lagi duduk aja" Jawab Fendi
"Buruan nemuin gebetanmu, kayaknya dia udah kangen berat" Balas Romi
Fendi yang membaca pesan Romi pun diam - diam tersenyum
"Okey" Balas Fendi
Ia pun kemudian beranjak ke kamarnya untuk beristirahat, ia akan terbang pulang besok pagi, ia sudah sangat merindukan pujaan hatinya.
Bersambung_________
Dukung terus karya ini yah Readers 😊 Saranghae 🤗
__ADS_1