Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Malam Minggu


__ADS_3

Waktu yang di tunggu pun tiba, sore hari Tania telah bergegas ke rumah sahabatnya yakni Felisa, ia sudah berjanji akan membantu temannya bersiap


Felisa yang kaget dengan kehadiran Tania pun menjadi bingung


“Beb ada apa” Ucap Felisa


“Ya ampun Feli, aku kesini kan udah janjian sama kamu” Ucap Tania


“Janji, janji apa” Ucap Felisa


“Kita kan akan menyiapkan segala sesuatu sebelum berkencan” Ucap Tania


“Berkencan” Beo Felisa


“Iya berkencan” Ucap Tania mengulangi


“Tapi aku tidak berkencan, aku hanya akan bertemu orang tua bang Fendi” Ia Cap Felisa


“Ya ampun, tetap aja itu namanya kencan beb, kan ujung – ujungnya ketemu pak Fendi juga kan” Ucap Tania yang merasa gemas


“Eh siapa yang mau berkencan” Ucap Melati


Ia baru saja datang dan tak sengaja mendengar percakapan Tania dan juga Felisa, karena kebetulan pintu kamar Felisa sedang terbuka


“Mau kemana dek” Ucap Melati


“Feli mau ketemu orang tua pak Fendi, mbak” Ucap Tania


“Hah” Ucap Melati yang merasa kaget


Sejujurnya ia sangat merasa senang, adik iparnya kini bisa berteman lagi dengan lawan jenis, ia tak menghindari pria, namun Melati tetap berharap jika Felisa dapat menemukan pria yang baik untuk hidupnya


“Bagus dong” Ucap Melati


“Ayo dek, dandan yang cantik” Ucap Melati


“Kalian harus cetar membahana yah” Ucap Melati yang nampak heboh


“Hahahaha” Tawa ketiganya


Melati pun menuju ke kamarnya, ia membuka lemari dan mencari baju yang pas untuk Felisa


Setelah mendapatkan gaun yang di rasa pas, Melati kembali ke kamar adik iparnya tersebut, ia memberikan baju tersebut kepada Felisa


"Pakai ini aja dek" Ucapnya


"Wah bagus banget" Ucap Tania antusias


"Iya mbak, bajunya bagus banget, tapi apa gak papa mbak Feli pakai baju mbak" Ucap Felisa


"Iya gak papa, lagian ini baru datang kemarin, mbak pesan lewat online dari teman mbak, bagus kan hasilnya, tadinya mbak ragu nanti baju yang datang gimana yah eh taunya bagus kayak gini" Ucap Melati menjelaskan


"Iya mbak, bagus" Ucap Tania


"Nanti di pakai yah dek" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Yah sudah mbak ke kamar dulu yah, mau lihat Meldi udah bangun apa belum, soalnya dia mau ke ulang tahun anak teman mbak" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Melati


Ia pun menuju kamarnya, sedangkan Tania dan Felisa kini sedang mencari tas dan sepatu yang senada


"Hum, kira - kira pakai yang mana yah" Ucap Felisa ia sedang berfikir


"Gimana kalau yang ini aja" Ucap Tania menjatuhkan pilihannya pada sebuah tas mini dengan warna putih yang sesuai dres Felisa


"Bagus terus sepatunya" Ucap Felisa


"Gimana kalau yang ini, keren deh pasti" Ucap Tania menunjukan sebuah sepatu berwarna silver yang punya hak sedang


"Okey" Ucap Felisa

__ADS_1


"Sip beb" Ucap Tania


"Yuk maskeran" Ucap Tania


Ia mengeluarkan berbagai jenis masker yang ia bawa dari rumah, ada berbagai macam varian buah dan juga kopi, Felisa pun menuju dapur untuk mengambil beberapa mangkok dan juga kuas


"Ini beb" Ucap Felisa setelah kembali ke kamar, ia memberikannya ke Tania


Tania pun dengan sigap membuka masker yang ia pakai dan menaruhnya ke dalam wadah yang di berikan Felisa


"Beb mau pakai yang mana" Ucap Tania


"Aku mau yang bengkoang aja deh" Ucap Felisa


"Okey" Ucap Tania


Ia pun menuang masker saset yang di bawahnya ke dalam wadah untuk Felisa


Tania sendiri memilih masker dengan varian avocado, sedangkan Felisa yakni bengkoang


Mereka berdua pun pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka sebelum menggunakan masker


Setelah kembali mereka mengaplikasikan masker tersebut ke wajah mereka


"Beb, habis maskeran kita luluran yah, baru abis itu mandi" Ucap Tania


"Okey" Ucap Felisa


Sambil menunggu masker kering, mereka berdua menonton drama di ponsel Felisa


Melati masuk ke kamar Felisa untuk pamit, ia sudah bersiap dengan Meldia yang akan pergi ke pesta ulang tahun


"Dek, mbak pergi dulu yah" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa sambil mengelus pipi tembem Meldi


"Ponakan anti cantik banget" Ucap Tania


"Terima kasih anti" Ucap Meldia dengan suara balitanya yang terbata - bata, hurupnya pun belum sempurna, s masih berbunyi c dan yang lainnya


"Iya sayang" Ucap Melati


"Oh ya ampun mbak lupa, mbak nanti malam ini langsung ke rumah mama Devanka yah sayang, mau nginap disana, nanti bang Dio juga langsung kesana, kamu gak papa kan sendirian di rumah" Ucap Melati


"Iya mbak, gak papa kok" Ucap Felisa


"Tenang aja mbak, nanti Tania temani" Ucap Tania


"Kamu mau nginap disini Tan" Ucap Melati


"Iya dong, aku aja udah bawa semua perlengkapan" Ucap Tania


"Eh memangnya gak papa tante sendirian di rumah" Tanya Felisa


"Mama lagi ke rumah kakek, udah kunci rumahnya juga tuh, jadi aku gak punya rumah, huhu" Ucap Tania meniru suara menangis


"Mbak Mel mau kan nampung aku disini" Lanjutnya


"Ekting - ekting, bentar lagi dapat penghargaan ni" Ucap Felisa


"Hahahaha" Tawa Melati dan Tania


"Udah ah, kamu bebas disini Tan, ya udah mbak pergi dulu kelamaan Sama kalian berdua bisa eror otak mbak" Ucap Melati


"Bey anti - anti " Ucap Melati mewakili anaknya


Felisa pun membuka kembali ponselnya


"Ini episode berapa" Tanya Tania


"Lanjutan yang waktu itu kita nonton,3beposode terakhir" Ucap Felisa


"Kamu udah download beb" Ucap Tania

__ADS_1


"Iya udah" Ucap Felisa


"Ya udah langsung lihat episode terakhirnya aja, happy ending atau sad ending" Ucap Tania


"Ih jangan dong, nonton harus sesuai episodenya biar tau lanjutannya gimana, kalau tiba - tiba ending kan aneh rasanya" Ucap Felisa


Memang sahabatnya ini tidak suka bertele - tele, ia lebih menyukai melihat hasil akhirnya ketimbang harus menonton lebih banyak, berbeda dengan dirinya yang lebih suka menyaksikan setiap episode drama, karena ia suka penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya


"Okey baiklah' Ucap Tania


Mereka pun menonton lanjutan episode kemarin yang mereka nonton


Tak terasa sudah lima belas menit berlalu, masker di wajah mereka sudah mengering, mereka pun membersihkannya


"Okey beb, sekarang saatnya kita luluran" Ucap Tanai


Ia mengambil lulur yang biasa ia pakai di rumahnya, sedangkan Felisa mengambil lulurnya sendiri, sebab walaupun mereka bersahabat sudah lama, selera mereka tetap saja berbeda


Mereka pun memakai lulur masing - masing


Waktu terus bergulir, mereka pun segera mandi dan bersiap - siap


"Beb, gimana penampilan aku" Tanya Tania


"Bagus" Ucap Felisa


"Kamu juga bagus beb" Ucap Tania


"Terima kasih" Ucap Felisa


Setelah berdandan dengan cantik, mereka berdua pun menanti kedatangan pasangan masing - masing, lebih tepatnya calon pasangan bagi Felisa


Waktu menunjukan pukul 20.00 wib


Kedua pria tersebut, mengetuk pintu rumah Felisa


"Assalamu Alaikum" Ucap Romi dan juga Fendi


"Walaikumsalam" Ucap kedua gadis tersebut


Fendi dan Romi sangat terkesima dengan penampilan kedua gadis tersebut, setelah tersadar dari lamunannya mereka berempat pun berangkat ke rumah Fendi


"Bang ko kita kesini" Ucap Tania


"Kita juga di undang sayang sama om dan tante" Ucap Romi santai


Memang Rahman dan Betaria juga sengaja mengundang Romi dan kekasihnya, agar suasana lebih nyaman, sebab Rahman tela mendapatkan informasi dari Romi bahwa gadis yang di sukai oleh Fendi bersahabat dengan kekasihnya


Setelah masuk dan bertemu, Felisa sangat merasa nyaman berada di keluarga tersebut, Rahman dan Betaria ternyata juga sangat baik, mereka pun makan malam dan saling bercanda masing - masing


Felisa pun lebih mengenal sosok Fendi secara lebih dekat dari cerita sang ibu, sebab tadi Betaria mengajaknya mengobrol berdua


Felisa jadi tau semua cerita tentang Fendi, ia tidak ingin memberi tahu Fendi tentang masa lalu Fendi yang telah ia dengar dari Betaria, ia pun menatap Fendi dengan seksama, ia merasa mungkin suatu saat Fendi sendiri akan terbuka dan jujur kepadanya


Setelah malam minggu bersama, kedua lelaki tersebut mengantarkan pulang kedua gadis tersebut, sesampainya di rumah, kedua gadis tersebut sangat bahagia, Tania pun tak menyangka orang kaya seperti kelurga Romi maupun kelurga pak Fendi sangat bersahaja, ia bersyukur Felisa bisa di terima di keluarga tersebut, ia pun tanpa sadar memeluk sahabatnya tersebut


"Capeknya" Ucapnya


"Yah udah, yuk ganti pakaian terus kita tidur" Ucap Felisa


Mereka pun berganti pakaian dan beristirahat dengan perasaan yang bahagia.


Bersambung________


Wah senangnya 🥰


Dukung terus karya Author yah ☺️ Terima kasih 🙏🤗


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2