
Tak terasa seminggu sudah berlalu dan liburan Felisha pun telah usai, kini ia pun memulai aktivitasnya seperti biasa
"Fel mau pulang yah" Tanya mbak Tika
"Ia mbak, aku udah izin mau pulang duluan mbak,ada urusan soalnya" Ujar Feli
"Oh iya kamu hati - hati yah Fel" Ujar Tika
"Iya mbak"
Hari ini Felisa akan menemani Tania menyiapkan pesanan yang membludak, ada acara kawinan di desa tetangga, dan yang punya acara meminta Tania untuk membuat aneka macam kue untuk cemilan undangan, dan Tania sudah di bayar setengah di awal sebagai uang muka
Setelah sampai di rumah dan meletakkan tas kerja nya, ia pun segera bergegas ke rumah Tania
"Assalamualaikum" Ucap Felisa
"Walaikumsalam" Jawab Tania
"Masuk aja Fel" Lanjutnya
Felisa pun langsung masuk dan menuju ke dapur, di sana terlihat ibu Riana yang sudah mulai kelelahan
"Dapat pesanan berapa Tan" Tanya Felisa
"1000 Fel" Jawab Tania
"Alhamdulillah" Ucap Felisa mensyukuri
"Iya Alhamdulillah, cuma agak keteteran Fel" Ujar Tania
Maklum saja, jumlah pesanan yang diterima Tania paling banyak hanyalah 500, namun kali ini ia menerima pesanan yang jumlahnya 2x dari sebelumnya
Ada banyak kue - kue yang sudah tersedia di atas meja, ada kue putu, gogos, cucur, lapis legit, dan beberapa lainnya, yang pesan meminta 1000 kotak dengan aneka kue yang berbeda
"Tumben terimanya banyak" Tanya Feli sambil mengisi beberapa kue ke dalam kotak sesuai contoh yang sudah ada
"Iya ni, tadinya mau nolak, cuma gak bisa, soalnya yang pesan masih sodara, sepupu jauhnya mama" Ujar Tania
"Oh begitu" Ucap Felisa mulai faham
"Tante istirahat aja dulu, biar Feli yang buatin sisa nya, kasihan tante udah kelelahan" Ucap Felisa menawarkan bantuan
"Memangnya gak apa - apa Fel, gak ngerepotin ni" Tanya Riana
"Gak ko Tante" Ujar Felisa
Ia pun menggantikan kerjaan Riana, memang Felisa dari kecil suka sekali membuat kue, ia sering membuat kue dengan mamanya, dan melati pun juga suka, sehingga mereka suka membuat kue se adanya untuk makan, misalnya saat lebaran atau ada moment - moment tertentu
Ia pun mulai mengambil bahan - bahan dan mixer untuk membuat adonan, ia akan membuat brownis coklat, salah satu kue yang juga masuk dalam daftar pesanan
Sebelumnya Riana sudah membuat 20 buah brownis, hanya saja jumlahnya masih kurang
Setelah menuang adonan dan memasukannya ke dalam oven, ia pun melanjutkan lagi seperti semula, ia membuatnya berulang - ulang kali, ada 3 oven, jadi yang sedang di panggang ada 6 kue
"Ini kue terakhir atau ada lagi yang lainnya" Tanya Felisa
"Brownis yang terakhir Fel" Jawab Tania
"Oh okey" Ucap Felisa
Dr....dr....dr 📞
Bunyi ponsel Tania, rupanya si korban tulang ayam ❤️ sedang video call melalui WA
__ADS_1
Tania pun segera mengangkatnya
"Assalamualaikum Halo beb" Ujar sang pria
"Walaikumsalam" Jawab sang wanita
"Lagi apa" Tanya Romi dari seberang
"Ini lagi buatin pesanan orang beb" Jawab Tania
Sambil mengarahkan kamera nya ke aneka kue di atas meja
"Banyak banget beb" Ucap Romi
"Iya, 1000 kotak soalnya" Ujar Tania
"Eh siapa tuh yang di depan oven,tante Riana atau bukan sih" Tanya Romi
"Kok makin kelihatan muda dan cantik yah" Lanjutnya
"Hahahaha, bukan mama beb, tapi Feli, dia lagi bantuin aku gantiin kerjaan mama, dia di bagian buatin kuenya, aku yang bungkus" Ucap Tania menjelaskan
"Oh Felisa, kirain tante, emangnya dia bisa beb buat kue" Tanya Romi
"Jago malah beb" Ucap Tania
Saat hendak lewat Fendi mendengar nama Felisa disebut oleh Romi, padahal sahabatnya itu sedang Video call sama pacarnya, ia pun penasaran dan mendekat
Tania mengarahkan kameranya ke arah Felisa yang sedang mengeluarkan kue brownis yang sudah masak dari oven, Fendi yang melihat pun diam - diam tersenyum
"Beb sudah dulu yah, nanti aku telpon kalo udah gak sibuk" Ucap Tania
"Iya sayang, kamu yang semangat yah" Ucap Romi menyemangati kekasihnya itu
Ia pun menutup panggilannya
"Hm, Serka Romi, hari ini ikut saya beri pembinaan, kamu bisa kan" Tanya Fendi
"Siap Dan, bisa" Jawab Romi Tegas
Romi pun mengikuti komandan sekaligus sahabatnya itu pergi memberi binaan
Di rumah Tania, waktu terus berlalu, tak terasa pesanan yang mereka buat telah selesai
"Hu capeknya" Ujar Tania
"Iya" Ucap Felisa menimpali
"Makasih banyak yah sudah bantuin kita" Ucap ibu Riana
"Iya, sama - sama tante, jangan sungkan" Jawab Felisa
"Kapan diantar Tan" Tanya Felisa
"Gak diantar beb, nanti sodara mama yang datang ambil ke rumah, kebetulan acaranya abis isya, aku udah gak sanggup ke sana, capek banget" Ucap Tania
"Oke kalo gitu, aku pulang dulu yah" Ucap Felisa sambil melirik jam di tangannya
Waktu menunjukan pukul 20.00 wib, seharian sudah mereka mengerjakan orderan kue Tania dan mamanya
"Iya beb, hati - hati yah, sekali lagi makasih yah" Ucap Tania
"Iya" Ucap Felisa sambil menyalami tangan ibu Riana untuk pamit
Sesampainya di rumah, ia pun langsung mandi, tubuhnya lelah seharian berdiri di depan oven dan juga membantu Tania untuk membungkus kue
__ADS_1
Seusai mandi, ia pun ingin segera tidur, namun urung, ia mengecek ponselnya, sebab seharian ini dia tidak memegang ponselnya, dan benar saja ada beberapa pesan WA yang di kirim kakak dan kakak iparnya Melati, Feli pun membalas satu- persatu
Dr..dr .dr.. 📞
Panggilan video call dari kakak iparnya Dena, Feli pun menggeser layar telpon untuk mengangkatnya
"Assalamualaikum mbak" Ucap Felisa
"Walaikumsalam Feli, gimana kabar mu dek" Tanya Dena
"Alhamdulillah baik mbak" Jawab Felisa
"Oh yah Fel, mbak bisa minta tolong gak sayang" Tanya Dena
"Minta tolong apa mbak" Tanya balik Felisa
"Minggu depan sodara sepupu mbak mau nikah, cuma kayaknya mbak gak bisa hadir, abang Putra gak dapat izin, di kantornya lagi sibuk" Ucap Dena panjang lebar
"Terus apa yang bisa Feli bantu mbak" Ucap Felisa
"Kamu sibuk gak minggu depan, kalo kamu gak sibuk, kamu tolong gantiin mbak yah, hadir di acara tersebut, nanti mbak kirim undangannya" Ujar Dena
"Oh boleh mbak, nanti mbak kirim aja undangannya biar Feli lihat acaranya dimana sekaligus tanggalnya" Ujar Felisa
"Okey sayang, makasih yah sebelumnya dek, nanti habis ini mbak kirim" Ucap Dena
"Iya mbak, siap" Jawab Felisa
"Okey, udah dulu yah sayang, mbak mau ngasih tidur ponakan kamu dulu, dia resah dari tadi gak mau tidur, padahal udah minum susu" Ucap Dena
"Iya mbak, salam yah buat ponakan Feli yang ganteng, sama bang Putra juga" Ucap Feli
"Okey dek, siap, salam juga buat mbak Mel dan bang Dio yah" Ujar Dena
"Iya mbak, siap" Ucap
Panggilan video tersebut pun berakhir
Felisa pun kini sedang berbaring di ranjang sambil melihat isi instagramnya, banyak postingan dari aktor Indonesia maupun Korea yang di follow nya, saat hendak mengirim pesan ke Tania, ia pun melihat riwayat chat dari Rezky, dan ia iseng untuk membuka IG Rezky, ternyata pada bio di Ig nya sudah terdapat nama istrinya
Felisa pun kembali melihat akun miliknya, ia mengecek daftar nama pengikutnya, ternyata nama Rezky tidak muncul di daftar nama yang mem-follow akun Ig felisa
"Kenapa tidak ada, apa mungkin aku di Unfollow sama dia" Gumam Felisa
Ia pun merasa bahwa benar kata pepatah, tidak ada pertemanan antara mantan kekasih, ia sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjadi teman mantannya itu, namun kini mantannya sudah benar - benar mengikis jarak dan silaturahmi di antara mereka, tidak ada gunanya untuk mengikuti akun Rezky, ia pun kemudian meng-unfollow akun tersebut, dan pemberitahuan yang muncul di riwayat chat, tidak saling mengikuti, ia pun menghapus riwayat chat tersebut
Kemudian Felisa pun segera mematikan layar ponsel dan menaruhnya di atas meja samping tempat tidurnya, ia pun bergegas tidur karna ia sudah sangat kelelahan
Hmmmm kira - kira siapa yang Unfollow Felisa yah ? 🤔Author penasaran deh
Mungkin hanya Tuhan yang tau 🤭
Sudahlah mungkin begitu lebih baik,pelajaran yang harus kita petik :
Jangan memberikan kebaikan kepada orang yang tidak layak untuk mendapatkannya, berbuat baik memang perlu, namun lebih baik jika kau memberikan kebaikan itu pada orang yang jauh lebih membutuhkan
Pasti akan ada Readers yang bilang, kita berbuat baik jangan tanggung - tanggung Thor, sama siapapun harus baik
Yup Author setuju, namun ibarat makanan yang kau berikan, jika kau berikan pada orang yang sudah kenyang, maka sama saja mubazir, namun jika kau memberikan makanan itu pada orang yang benar - benar kelaparan, bukankah itu jauh lebih baik dan berfaedah ☺️
Itu pemikiran Author, tapi kalo Readers punya pendapat lain, silahkan 😁
Yang penting terus dukung karya Author yah, hehehe ☺️ Banyak cinta untuk kalian,jangan lupa like dan pantengin terus lanjutannya 🥰
__ADS_1