
Dr...dr...dr 📞
Suara ponsel Felisa berbunyi, ternyata panggilan dari Kakak iparnya Melati
“Halo dek” Ucap sang kakak ipar
“Iya mbak” Ucap Felisa
“Lagi dimana” Tanya Melati
“Baru keluar dari bioskop mbak” Jawab Felisa
“Oh iya, mbak boleh nitip sesuatu di swalayan gak dek” Tanya Melati
“Boleh, titip apa mbak” Jawab Felisa
“Tolong beliin popok buat Meldia yang letter M yah dek merek S” Ucap Melati
“Oh iya mbak, okey, nanti Feli beliin” Ucap Felisa
Panggilan pun berakhir
“Mbak Tika, Laras, aku ke swalayan dulu yah soalnya ada titipan dari mbak Mel” Ucap Felisa
“Yah udah bareng aja, kita juga mau kesana Fel” Ucap Keduanya
“Okey” Ucap Felisa
Ketiga gadis tersebut pun menuju swalayan yang berada di dalam Mall
Mereka asyik memilih barang belanjaan mereka, dan tak terduga seseorang menyapa Felisa saat ia hendak mengambil popok pesanan kakak iparnya
“Feli” Ucap seseorang
Felisa pun menengok ke arah sumber suara yang ternyata adalah dokter Danu
“Eh pak dokter” Ucap Felisa
“Jangan panggil dokter dong, kan bukan di rumah sakit, panggil aja Danu” Ucap dokter yang bernama Danu tersebut
“Hehe, maaf bang Danu” Ucap Felisa agak ragu
“Nah gitu dong” Ucap Danu
“Feli” Panggil kedua rekan kerjanya yang mendekat
“Mbak Tika, Laras, kenalin, ini dokter Danu, dokter Danu kenalin ini teman – teman Feli” Ucap Felisa memperkenalkan rekan kerjanya
“Oh, Halo, Danu” Ucap Danu
“Laras”
“Tika”
Ucap kedua gadis tersebut, memperkenalkan diri mereka masing – masing
“Feli, kita balik duluan yah ada keperluan lain soalnya” Ucap keduanya pamit
“Oh iya mbak, Laras, hati – hati yah” Ucap Felisa
Mereka pun berlalu pergi meninggalkan sang dokter dan juga Felisa
“Dokter belanja sama siapa” Tanya Felisa
“Sendiri aja Fel, biasa beli keperluan tinggal sendirian” Jawab dokter Danu
“Oh dokter tinggal sendiri” Ucap Felisa
“Iya Fel, orang tua udah gak ada” Ucap sang dokter
“Oh ya ampun, maafin Feli yah dok, Feli gak bermaksud membuat dokter sedih, sekali lagi maaf” Ucap Felisa
“Iya gak papa kok” Ucap Danu
“Kamu sendiri beli apa” Tanya Danu
“Oh ini Feli beli titipan mbak Mel, popok buat dedek Meldi” Jawab Felisa
“Oh” Ucap dokter
“Mau beli minuman dan cemilan, aku traktir” Ucap dokter Danu
“Gak usah dok, nanti repotin lagi” Ucap Felisa merasa sungkan
“Sudah gak papa, ayo” Ucap Danu
“Baiklah” Ucap Felisa
Mereka pun berjalan menuju rak minuman dan makanan ringan, selama memilih makanan, interaksi keduanya tak luput dari pandangan seseorang, sepertinya orang itu merasa kesal melihat keduanya
“Gimana, udah cukup, itu aja” Tanya dokter Danu
“Iya cukup, makasih yah” Ucap Felisa
Mereka pun berjalan menuju kasir untuk membayar belanjaan yang ada, namun tak disangka mereka berpapasan dengan dua orang yang sejak tadi dilihat Felisa
“Fendi” Panggil dokter Danu
__ADS_1
“Hai” Ucap Fendi datar
“Halo, Danu” Ucap sang dokter memperkenalkan dirinya pada seorang perempuan di sebelah Fendi
“Valeri” Ucap wanita tersebut
Felisa hanya diam tak bersuara, ia dan Fendi hanya saling memandang satu sama yang lain
“Kalian juga belanja” Ucap Fendi dingin
“Iya” Ucap dokter yang sedang memegang belanjaan Felisa dan juga dirinya
“Kalian juga” Ucap Danu
“Hum” Ucap Fendi
“Iya, kita sedang belanja perabotan rumah” Ucap Valeri
“Jadi ini wanita yang disukai bang Fendi” Ucap Felisa dalam hatinya
Tak terasa hati Felisa bagai tertusuk duri, mungkin lebih sakit seperti ditikam belati, kenyataan telah didepan matanya sang prajurit dingin yang ia kagumi sedang berdua dengan wanita lain
“Bang Danu, antrian disana sepertinya kosong” Ucap Felisa menunjukan salah satu kasir yang tidak lagi ada antrian
“Okey kita kesana aja” Ucap Danu
“Broh, Val, Kita kesana duluan yah” Ucap Danu pamit
“Okey” Ucap Valeri
Fendi hanya menatap kepergian sang dokter dan gadis pujaannya yang telah berlalu, hatinya tak kalah sakit seperti yang dirasakan Felisa, ia sangat ingin menarik gadisnya itu pergi, namun ia sadar siapa dirinya
Ting ...
Sebuah pesan masuk di ponsel Felisa
“Sudah makan dek” Ucap Fendi
Felisa hanya menatap pesan yang ada tanpa berniat membalasnya
1 menit, 2 menit, dan seterusnya, Fendi menatap ponselnya menunggu balasan dari Felisa, namun tidak ada tanda – tanda gadis itu akan membalas
“Fen, Fendi” Panggil Valeri
“Hah, iya” Ucap Fendi tidak fokus
“Kamu nunggu pesan dari siapa, penting banget yah” Tanya Valeri
Mereka sekarang sedang mengantri di kedai makanan dengan slogan jagonya Ayam, mereka memesan paket berdua, setelah mengambil pesanan mereka pun mencari tempat duduk, namun rupanya sudah penuh hanya ada dua kursi kosong yang ditempati oleh seorang lelaki dan juga perempuan yang sedang membelakangi mereka
“Boleh” Ucap sang wanita
Deg....
“Hai, ketemu lagi” Ucap Valeri antusias
“Halo” Ucap Felisa
“Kita belum berkenalan tadi” Ucap Valeri
Ia dan Felisa pun berkenalan, Fendi mengambil posisi duduk di depan Felisa sedangkan Valeri berhadapan dengan dokter Danu
Felisa pun melanjutkan makannya, ia tidak peduli ada sepasang mata yang terus memandangnya
“Fen, makan” Ucap Valeri
“Iya” Ucap Fendi
“Feli ini ayamnya, katanya kamu suka sama sayap ayam” Ucap dokter Danu
“Terima kasih bang” Ucap Felisa
Ia melanjutkan acara makannya, dan tanpa sadar, sisa sambal tertinggal di ujung bibirnya, Fendi dan Danu pun mengambil sebuah tisu, namun dengan gerakan cepat Fendi mengelap sudut bibir Felisa, Felisa pun dibuat kaget olehnya, tidak hanya itu Valeri juga merasakan hal yang sama, sedangkan dokter Danu merasa kesal karena terlambat
Karena kaget dan grogi Felisa pun tersedak
Uhk ... uhk... uhk
Suara batuknya
Fendi pun masih dengan gerakan cepat memberikan air mineral yang ia pesan kepada Feli, Valeri semakin di buat kaget oleh aksi prajurit dingin tersebut, sepanjang tahun ia bersepupu dengan Fendi, baru kali ini lelaki dingin itu begitu manis pada seorang wanita
Hal lain dirasakan oleh Danu, ia begitu kesal karena dua kali gagal memberi perhatian kepada gadis yang ia suka
“Makasih bang” Ucap Felisa saat selesai minum
“Sama – sama” Ucap Fendi
Mereka pun melanjutkan makan makanan mereka hingga selesai, sehabis makan rupanya Valeri sangat penasaran dengan gadis tersebut
“Kalau boleh tau kenal bang Fendi dimana” Tanya Valeri
“Saya mbak” Tanya Felisa memastikan bahwa pertanyaan itu untuk dirinya
“Iya” Ucap Valeri
“Dari teman mbak” Ucap Felisa
__ADS_1
“Oh begitu” Ucap Valeri sambil tersenyum
Dr...dr..dr 📞
“Assalamualaikum mbak” Ucap Felisa
“Walaikumsalam dek, lagi dimana” Ucap Melati
“Masih di Mall mbak, baru selesai makan, habis ini mau balik mbak” Ucap Felisa
“Oh ya sudah dek, hati – hati yah pulangnya” Ucap Melati
“Iya mbak” Ucap Felisa
Panggilan pun berakhir
“Bang Danu, bang Fen, mbak Val, Feli permisi duluan yah” Ucap Felisa pamit
“Eh dek, biar abang antar aja gimana” Ucap dokter Danu menawarkan
“Gak usah bang, makasih gak enak kalau repotin, btw sekali lagi makasih yah bang, untuk traktirannya” Ucap Felisa
“Iya sama – sama dek, kamu hati – hati yah” Ucap Danu
“Iya bang, mari semuanya” Ucap Felisa kemudian berlalu pergi
Tinggallah ketiga orang tersebut, tak lama kemudian setelah kepergian Felisa, Fendi pun pamit ke kamar mandi
“Val, ke toilet bentar yah” Ucap Fendi
“Okey” Ucap Valeri
Fendi pun berlalu, namun bukan ke toilet, ia hendak menyusul Felisa
“Semoga ia masih diluar” Gumam Fendi
Ia pun menelpon Valeri sambil berlari ke luar Mall
“Halo Val, aku cabut duluan yah, ada urusan mendadak, aku udah pesan taksi buat kamu” Ucap Fendi tanpa basa basi
“Eh tapi” Ucap Valeri menggantung
Tut..Tut...tut
Panggilan dimatikan secara sepihak
Ting
Sebuah pesan masuk ke ponsel Valeri, notifikasi pemesanan taksi online
“Ish dasar” Ucap Valeri
“Kenapa” Tanya Danu
“Gak papa” Ucap Valeri
Mereka pun melanjutkan obrolan mereka tentang kesehatan, ternyata Valeri adalah seorang bidan di salah satu rumah sakit ternama di kota C, ia baru dipindah tugaskan ke kota A, dan baru membeli rumah, sehingga ia meminta sepupunya Fendi untuk menemaninya berbelanja perabotan karena ia baru pertama kali datang dan akan menetap di kota ini
Sesampainya di parkiran, Fendi segera mengendarai mobilnya, ia menyetir ke depan Mall untuk mencari keberadaan gadis pujaannya tersebut, ternyata sang gadis sedang menunggu angkot yang tak kunjung datang di halte depan Mall
Pip...pip..pip
Fendi membunyikan klaksonnya
“Ayo naik dek, abang antar” Ucap Fendi
“Gak usah bang makasih” Jawab Felisa sedikit kesal
Ia masih memikirkan tentang Valeri
“Ayo dek, sudah malam, angkot susah, adek naik atau abang keluar terus gendong adek kesini” Ucap Fendi mengancam
“Cih” Ucap Feli mencibir
“Bisanya cuma mengancam” Ucap Felisa dalam hatinya
Ia pun beranjak dari duduknya dan masuk ke dalam mobil Fendi, Fendi pun mengantarkan gadisnya pulang, sepanjang perjalanan tidak ada percakapan berarti, mereka tenggelam dalam pemikiran mereka masing – masing, Fendi menyetel musik sebuah lagu duet dari seorang diva pop Indonesia dan penyanyi lelaki berkacamata yang berjudul kamu yang ku tunggu, menjadi penghibur dua hati yang sedang saling menyukai dalam diam namun tak terungkapkan.
Bersambung_________
Duh meleyot hati Author 🤧
Pengen ikut nyanyi deh jadinya 😂
Terus pantengin karya Author yah 🥰 jangan lupa like, komen dan share, dan bagi yang sudah mendukung karya ini, Author ucapkan banyak sekali terima kasih 🙏☺️ Saranghae ❤️
__ADS_1