Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Ajakan Kencan


__ADS_3

Keesokan harinya, matahari bersinar sangat cerah, siang ini begitu panas dari biasanya,  Felisa baru sampai ke rumahnya setelah pulang sekolah


“Capeknya” Ucap Gadis tersebut


Nampaknya rumah masih sepi, Melati dan Diora sedang bekerja, sedangkan Meldia sedang berada di rumah neneknya


Dr... dr...dr 📞


“Assalamualaikum dek” Ucap Fendi


“Walaikumsalam bang” Ucap Felisa


“Hari ini sibuk gak” Tanya lelaki dingin tersebut


“Gak juga bang” Jawab Feli


“Sebentar abang ajak jalan boleh” Tanya Fendi berhati – hati


“Boleh bang” Jawab Felisa


“Okey sebentar abang jemput yah” Ucap Fendi


“Iya bang” Ucap Felisa


“Ya sudah kalau begitu, abang tutup yah teleponnya soalnya masih ada kerjaan” Ucap Fendi


“Oh iya bang” Ucap Felisa


Panggilan pun berakhir


Entah mengapa Felisa sangat senang mendengar suara pria dingin itu, suara sang prajurit dingin tersebut membuatnya candu, sama halnya dengan Fendi yang tersenyum sehabis menelepon gadis pujaannya, ia bahkan sangat bersemangat mengerjakan tugasnya, ia akan keluar sebentar untuk memberikan pembinaan


“Serka Romi” Panggil Fendi


“Siap Dan” Ucap Romi


“Kamu mau kemana” Tanya Fendi


“Siap Dan mau ke lapangan Dan” Ucap Romi


“Mari Dan” Ucap Romi permisi pamit


Fendi pun beranjak ke tempat dimana ia akan memberikan pembinaan, sehabis memberikan pembinaan ia langsung menuju masjid karena adzan Dzuhur sudah berkumandag, ia pun bergegas menunaikan kewajibannya, saat selesai dan hendak kembali seseorang menyapanya


“Komandan” Ucap Lettu Arif memberi hormat


“Lettu Arif” Ucap Fendi


“Komandan baru selesai sholat” Ucap Arif


“Iya” Ucap Fendi


“Kamu mau sholat” Lanjutnya


“Iya komandan” Ucap Arif


“Oh silahkan” Ucap Fendi


Mereka pun berpisah karena Fendi kembali ke ruangannya dan Lettu Arif memasuki masjid untuk melaksanakan kewajibannya


Sesampainya di ruangan, Fendi pun membereskan berkas – berkasnya dan ia bersiap untuk pulang, ia mempunyai janji dengan Felisa sore nanti


Di tempat lain, seorang wanita sedang kebingungan memilih pakaian yang akan ia gunakan


“Duh pakai baju apa yah nanti sore” Ucapnya pada diri sendiri


“Assalamualaikum” Ucap seorang gadis dari luar


“Walaikumsalam” Jawab Felisa


Ia pun bergegas melihat siapa yang datang, ternyata Tania


“Kok gak langsung masuk aja sih” Tanya Felisa


“Hehe, sengaja biar kamu penasaran terus keluar dulu” Jawab Tania


“Cih” Ucap Felisa mencibir


“Kamu lagi ngapain” Tanya Tania


Mereka berduapun masuk ke kamar Felisa


“Eh busyet kamu mau mengungsi Fel, isi lemari di keluarin semua” Ucap Tania


“Bantuin aku pilih baju yang pas dong” Ucap Felisa

__ADS_1


“Memangnya mau kemana” Tanya Tania


“Jalan” Ucap Feli


“Sama siapa” Ucap Tania


“Bang Fendi” Ucap Felisa


“Apa” Ucap Tania sedikit berteriak


“Berisik ih” Ucap Felisa sedikit kesal pada sahabatnya


“Kapan” Tanya Tania


“Bentar Sore” Jawab Felisa


“Kok sama” Ucap Tania


“Apanya” Tanya Felisa


“Aku juga mau kencan sama bang Romi sebentar sore juga, bareng aja yuk” Jawab Tania


“Hum, gimana yah” Ucap Felisa sedikit berfikir


“Aku gak tau soalnya yang ngajak bang Fendi” lanjutnya kemudian


“Bentar Fel” Ucap Tania


Ia pun mengambil ponsel dari saku celananya dan menelpon Romi sang kekasih


Dr... dr ... dr 📞


“Halo Assalamualaikum sayang” Ucap sang pacar di seberang


“Walaikumsalam beb” Ucap Tania


“Ada apa” Tanya Romi


“Gini sayang, bentar sore kan kita kencan, ternyata pak Fendi juga ngajak Feli, gimana kalau kita berempat jalan bareng” Ucap Tania


“Apa” Ucap Romi kaget mendengar perkataan pacarnya


“Ish sayang jangan teriak, telinga aku nanti budek” Ucap Tania mengelus kupingnya


“Maaf sayang, tadi kamu bilang Fendi ngajak Feli kencan” Tanya Romi


“Oh oke sayang nanti abang tanya yah ke Fendi mau jalan bareng apa gak” Ucap Romi


“Oke sayang, di tunggu yah infonya, bey” Ucap Tania


“Iya, bey” Ucap Romi


Panggilan pun berakhir


“Bang Romi jawab apa” Tanya Felisa


“Nanti kabarin, katanya mau tanya pak Fendi dulu” Ucap Tania


“Oh begitu” Ucap Felisa


“Ya udah bantuin aku milih baju yang pas” lanjutnya


“Yang ini bagus beb” Ucap Tania memberikan satu dress yang elegan namun cantik


“Oke deh, makasih bebeb” Ucap Felisa


Sebenarnya ia daritadi juga menaruh pilihannya pada dress tersebut namun ia masih ragu – ragu namun karna usulan sahabatnya sehingga ia memantapkan pilihan pada pakaian tersebut


“Tidur yuk ngantuk” Ucap Tania


“Kamu gak jualan” Tanya Felisa


“Sudah selesai, tadi ada yang pesan banyak, dan mereka udah datang ambil pesanannya makanya aku kemari’ Ucap Tania


“Oh okey” Ucap Felisa


Mereka berdua pun memasukan kembali pakaian ke lemari Felisa dan beranjak tidur siang, namun sebelumnya Felisa ke depan untuk mengunci pintu rumahnya


Sore harinya dua gadis itu telah bersiap menunggu pada pria datang menjemput, Romi sempat mengirimkan pesan bahwa Fendi setuju untuk jalan bersama, setidaknya menurut Fendi, ia tidak terlalu grogi jika hanya berduaan saja, begitupun dengan Felisa


Felisa kini menunggu kedatangan mereka di rumah Tania, ia sudah menelepon kakak dan kakak iparnya meminta izin untuk jalan – jalan bersama Fendi, Romi dan juga Tania


Pip ... Pip ... Pip


Bunyi klakson mobil Fendi, mobil Romi sedang  servis di bengkel, namun Romi yang menyetir dan Fendi di sebelahnya, setelah turun dari mobil, mereka meminta izin dan pamit kepada ibu Riana

__ADS_1


“Tante kami pergi dulu yah” Ucap Romi menyalami punggung tangan ibu Riana


Hal demikian juga di lakukan Fendi dan kedua gadis tersebut


“Pulangnya jangan terlalu larut yah nak” Ucap sang ibu mengingatkan


“Siap tante, siap ma” Ucap mereka kompak


Mereka pun bergegas menuju tempat kencan mereka, kali ini mereka menuju sebuah tempat wisata yang baru di buka, tepatnya di pinggiran kota, menurut beberapa orang yang sudah kesana, lokasinya menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, mereka pun penasaran untuk melihatnya


“Siap semuanya” Ucap Romi


“Siap” Jawab kedua gadis tersebut kompak dari jok belakang


“Let’s go” Ucap Romi menjalankan mobilnya


Perjalanan pun mereka nikmati dengan pemandangan yang indah dan semilir angin sepoi – sepoi yang menyejukkan, sengaja mereka membuka kaca mobil karena ingin menikmati pemandangan, sebab jika sore pemandangan dari kampung Felisa menuju kota juga tak kalah menarik


Hamparan laut yang indah menambah keindahan yang mereka nikmati


“Wah Fel, lautnya tenang yah” Ucap Tania


“Kalau tenang banyak buaya biasanya” Ucap Romi


“Mana ada coba kan masih teluk bukan lautan bebas” Ucap Felisa


“Ada” Ucap Romi


“Iya ada, buayanya abang” Ucap Felisa spontan tanpa filter


“Hahaha Hahaha” Tawa Tania dan Fendi bersamaan


Bahkan tanpa disadari Fendi yang terkenal dingin pun ikut tertawa mendengar perkataan gadisnya tersebut


Tania pun di buat kaget dengan aksi tertawa Fendi begitupun Felisa, Romi pun hanya memanyunkan bibirnya karena ulah Felisa, ia menjadi bahan tawaan


“Pak Fendi bisa tertawa juga” Ucap Tania


“Hum” Ucap Fendi kembali ke mood semula


Tania pun menjadi salah tingkah, ia menyesal bertanya seperti itu


“Jangan di masukan ke hati sayang, dia memang begitu, mudah kembali ke setelan pabrik” Ucap Romi kepada pacarnya


Tania pun tersenyum, Felisa hanya terdiam karena ia melamun saat melihat sang prajurit dingin tertawa


“Tampannya kalau tertawa” Gumamnya lirih


Mereka tak sengaja saling melirik lewat cermin yang berada dalam mobil


Mata mereka saling mengunci, Felisa pun sedikit tersenyum kepadanya, dan Fendi pun menjadi salah tingkah


“Sayang nanti kita beli cemilan di depan yah” Ucap Tania


“Iya sayang” Ucap sang kekasih


Mereka pun menepikan mobilnya di depan sebuah minimarket, Romi dan Fendi pun turun untuk masuk membeli beberapa cemilan, kedua wanita dibiarkan menunggu di dalam mobil


“Fel, kamu lihat gak pak Fendi ketawa” Ucap Tania


“Iya” Ucap Felisa


“Ganteng kan” Ucap Tania


“Hum” Ucap Felisa


“Cie Feli” Ucap Tania menggoda sahabatnya itu


“Hus” Ucap Felisa memberi kode agar Tania diam, sebab para lelaki telah kembali


Mereka pun melanjutkan  perjalanan ke tujuan mereka, Romi pun menyetel lagu dan Tania maupun Felisa ikutan bernyanyi, sebab lagu yang di putar Romi merupakan lagu favorit kedua gadis tersebut


Perjalanan mereka terasa menyenangkan karena di samping mereka ada dua gadis pujaan yang setia menemani.


 


Bersambung_______


Hai ... hai... hai Readers sayang 🥰


Dukung terus karya Author yah 😊


Bagi yang sudah mendukung Author Ucapkan banyak Terima kasih 🙏 🥰


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2