
Hari berlalu dan senja mulai menyapa, seorang gadis cantik memakai gamis sedang duduk manis menunggu kedatangan seorang pria
"Dek jadi pergi" Tanya Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Jam berapa di jemput" Ucap Ela
"Mungkin bentar lagi mbak, soalnya udah di perjalanan" Ucap Felisa
"Oh iya, jadi penasaran sama yang mau jemput Feli" Ucap Ela
"Oh iya El, kamu belum kenal yah" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Ela
"Ganteng loh El orangnya" Ucap Melati
Felisa hanya tersenyum mendengar kakak iparnya memuji Fendi
"Emang iya Fel" Tanya Ela
"Hah, kenapa mbak" Ucap Felisa kikuk
"Wah ada yang gak fokus ni Mel" Ucap Ela
"Iya Mel, kayaknya ada yang grogi ni mau di jemput sang pangeran" Ucap Melati
"Hahahah, kayaknya deh Mel" Ucap Ela tertawa
"Nanti kamu kenalan deh, orangnya cool banget loh" Ucap melati
"Hum hum hum" Ucap Diora
Sebenarnya daritadi ia sudah pulang dan menyimak pembicaraan ketiga gadis tersebut, telinganya tiba - tiba menjadi panas ketika mendengar sang istri memuji lelaki lain di hadapannya
"Udah yah El, bang Dio mode cemburunya udah kambuh kayaknya" Ucap Melati berbisik
"Iya Mel" Ucap Ela
"Kok pada diam" Tanya Diora
"Suami ku sayang sudah pulang yah" Ucap Melati merayu suaminya
Felisa dan Ela hanya senyum - senyum geli melihat tingkah Melati
"Hum, daritadi" Ucap Diora datar
"Mbak El tadi ada yang bilang bang Fendi ganteng yah" Ucap Felisa menggoda kakak iparnya
"Iya Fel, tapi siapa yah tadi yang bilang" Ucap Ela
Ia mengikuti drama yang di perankan Felisa
"Adek, Ela, kalian mungkin salah dengar itu, gak mungkin lah ada yang lebih ganteng dari suami ku ini" Ucap Melati
"Hum" Ucap Diora
"Yuk bang, ke kamar, Meldi udah nungguin papanya pulang" Ucap Melati
"Cie awas lagi puasa loh" Ucap Ela
Melati pun berjalan merangkul lengan suaminya Diora, mereka berlalu ke dalam kamar melihat anaknya Meldia
Tok.. tok..tok
"Assalamu Alaikum" Ucap Fendi
"Walaikumsalam" Ucap Felisa dan juga Ela dari ruang keluarga
Felisa dan Ela pun berjalan ke ruang depan
Fendi terkesima melihat penampilan Felisa dengan gamisnya
Ela pun terbangun melihat Fendi yang menatap kagum pada adik sepupunya itu
"Ini dek yang di bilang mbak Mel" Ucap Ela berbisik
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Mari silahkan masuk" Ucap Ela
"Iya mbak" Ucap Fendi
"Silahkan duduk" Ucap Ela
__ADS_1
"Bang kenalin ini mbak Ela sepupu aku dari Jayapura" Ucap Felisa
"Halo mbak, kenalin saya Fendi" Ucap Fendi
"Halo, Ela" Ucap Ela
"Kalian udah mau jalan yah" Ucapnya lanjut
"Iya mbak" Ucap Fendi
"Yah udah berangkat biar gak buka di jalan" Ucap Ela
"Iya mbak" Ucap Fendi
"Mbak Mel dan bang Dio kemana yah biar sekalian pamitan" Ucap Fendi
"Mereka lagi di kamar dek, biasa ada drama sedikit, nanti mbak sampein ke keduanya" Ucap Ela
"Oh iya, mbak, terima kasih" Ucap Fendi
"Iya sama - sama, jangan sungkan" Ucap Ela
"Iya mbak, kalau gitu kita permisi pergi dulu mbak" Ucap Fendi pamit
"mbak kita pergi yah" Ucap Felisa
"Iya dek, hati - hati di jalan" Ucap Ela
"Iya mbak" Ucap Fendi dan juga Felisa
Kemudian keduanya pun berangkat
"Kita mau buka di mana bang" Tanya Felisa
"Kamu maunya dimana dek" Tanya balik Fendi
"Aku terserah Abang Aja" Ucap Felisa
"Okey kalau gitu kita buka di rumah aja yah" Ucap Fendi
"Emangnya gak papa bang" Tanya Felisa
"Iya gak papa, kamu takut yah" Ucap Fendi
"Hahaha, kamu lucu banget dek, tenang aja Abang gak akan ngapa - ngapain kamu, kan ada mama sama papa" Ucap Fendi
"Om sama Tante emang udah balik yah bang" Ucap Felisa
"Iya dek, tadi pagi, terus mereka ngajak kamu buat bukber" Ucap Fendi
"Abang kok gak bilang sih" Ucap Felisa
Ia melihat - lihat penampilannya, dan Fendi memperhatikannya
"Udah tenang aja, cantik kok" Ucap Fendi memuji
"Ih Abang, orang lagi grogi malah di becandain" Ucap Felisa manyun
"Loh siapa yang bercanda abang serius kok, mang kamu cantik kok, Abang aja tadi terkesima" Ucap Fendi menggoda
"Puasa bang" Ucap Felisa
"Justru puasa makanya gak boleh bohong kan" Ucap Fendi
"Iya" Ucap Felisa
"Nah itu, berarti benar" Ucap Fendi
Felisa pun hanya tersenyum simpul
"Tenang aja dek, ada Abang" Ucap Fendi meyakinkan Felisa
Tak berselang lama, setelah berkemudi kurang lebih satu jam, sampailah mereka di kediaman Fendi, ini kali kedua Felisa berkunjung ke rumah lelaki tersebut
"Bang" Panggil Felisa sebelum mereka turun dari mobil
"Kenapa dek" Ucap Fendi
"Feli datang ko gak bawa apa - apa" Ucap Felisa
"Gak papa dek, kamu datang ada pasti Mama dan papa senang" Ucap Fendi
"syukurlah bang" Ucap Felisa
"Yuk turun" Ajak Fendi
__ADS_1
Kemudian Felisa pun turun, ia mengikut Fendi saat hendak masuk rumah
"Assalamu Alaikum" Ucap lelaki tersebut
"Walaikumsalam" Ucap sang mama
"Wah ada Feli, cantik banget sayang" Ucap mamanya Fendi
"Halo tante" Ucap Felisa
"Ma, anaknya yang ini, ko Feli yang di rangkul itu punya Fendi" Ucap Fendi posesif
"Belum sah, jadi belum resmi punya kamu, jadi masih bisa jadi milik mama" Ucap sang mama
"Halo Feli" Ucap sang papa
"Halo om" Ucap Felisa
"Yuk ke dalam kira siap - siap bukber" Ucap sang mama
Mama Fendi terus berjalan dan merangkul lengan Felisa
"Son, kayaknya mama kamu suka deh sama Feli, ia sering bahas kalian terus" Ucap sang papa
"Aamiin, makasih pak, sudah menerima wanita pilihan Fendi" Ucap Fendi tulus
"Iya son, papa ada mama akan selalu mendukung kamu" Ucap sang papa
Fendi pun lantas memeluk papanya, orang yang sangat dia kagumi dalam hidup nya
"Hai Fel" Ucap seorang wanita yang tak lai. adalah sepupu Fendi
"Halo" Ucap Felisa
"Feli kenalin ini sepupunya Fendi, ponakan dari om, dia seorang dokter kandungan" Ucap sang papa
"Iya sayang, mereka dari kecil sama - sama, jadi kamu juga harus saling kenal" Ucap mamanya Fendi
"Iya Tante" Ucap Felisa
"Yuk buka, udah bedug" Ucap sang mama
"Feli makan aja yah jangan sungkan"
"Iya tante" Ucap Felisa
Mereka pun menikmati hidangan berbuka yang disiapkan oleh ibunya Fendi dan di bantu asisten rumah tangganya
"Yuk sholat berjamaah" Ucap sang papa
"Yuk Fel, kita wudhu di belakang" Ucap sang mama
"Iya Tante" Ucap Felisa
Ia pun mengikuti mamanya Fendi beserta sepupunya lalu kembali bergabung dengan yang lainnya untuk menjalankan sholat magrib bersama - sama
Setelah menjalankan sholat yang di imami sang ayah, mereka pun berkumpul kembali di ruang keluarga
"Pak makan dulu" Ucap sang istri
"Masih kenyang ma, minum teh, dan makan kue" Ucap sang suami
Felisa senang berada di tengah - tengah keluarga Fendi, ia merasa itulah bentuk keluarga bang sesungguhnya mereka saling menyayangi dan mensuport satu dan yang lainnya, mereka hidup bahagia dan bersyukur atas apa yang mereka miliki dan tidak berlebihan, berbeda dengan sosok orang kaya yang lainnya, yang sering memandang orang lain dengan sebelah mata
Setelah buka bersama keluarga sang prajurit dingin, kini Felisa pamit pulang dan di antar oleh Fendi
"Nak bawanya hati - hati yah, hingga Felisa selamat sampai tujuan" Ucap sang mama
"Iya son, lindungi wanita itu perlu" Ucap sang papa
"Iya pa, siap laksanakan" Ucap Fendi
Kemudian ia pun mengantar Feli pulang ke rumahnya
"Hati - hati di jalan yah bang" Ucap Felisa
"Iya dek, salam yah buat semuanya" Ucap Fendi
"Iya bang" Ucap Felisa
Fendi pun melajukan mobilnya meniggalkan Felisa yang kini sedang masuk ke rumahnya, sepertinya malam ini ia akan bermimpi indah, sebab Fendi sangat baik kepadanya.
Bersambung_____
Dukung terus karya Author yah , 🥰 Terima kasih 🙏❤️
__ADS_1