Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Ditembak Dokter


__ADS_3

Keadaan ibu Riana sudah membaik, namun usaha mereka sementara sedang tidak beroperasi, Tania sedang bermain ke rumah sahabatnya Felisa


“Fel” Panggil Tania


“Hum” Jawab Felisa


“Gimana perkembangan dengan pak Fendi” Tanya Tania


“Perkembangan apa” Tanya balik Felisa


“Huhungan kamu dengan beliau” Ucap Tania


“Biasa aja beb” Ucap Felisa


“Ko biasa aja” Ucap Tania


 Ia  penasaran dengan apa yang terjadi antara sahabatnya dan juga prajurit dingin itu, bukankah sudah jelas sang Danyon suka terhadap sahabatnya, lantas mengapa sahabatnya bersikap biasa saja


“Kamu berharap apa beb, gak ada apa – apa yang terjadi” Ucap Felisa


“Huff” Felisa pun menarik nafas panjang


Tania semakin heran dibuatnya


“Cerita sama aku beb” Ucap Tania


“Bukankah sudah ku bilang beb, pak Fendi itu sudah punya wanita yang ia suka” Ucap Felisa


“Perempuan yang ia suka” Beo Tania


“Apa Felisa sudah tau kalau yang disukai pak Fendi adalah dirinya sendiri” Pikir Tania


“Jadi kamu sudah tau Fel” Ucap Tania


“Iya sudah tau” Ucap Felisa


“Lalu kamu merasa bagaimana, kamu menerima” Tanya Tania


Rupanya telah terjadi salah faham disini, pemikiran Tania berbeda dengan apa yang dipikirkan Felisa


“Ya aku menerima, aku harus ikhlas” Ucap Felisa


Tania pun semakin bingung dibuatnya


“Jadi kamu terima pak Fendi dengan ikhlas” Tanya Tania


“Tidak Tania, kan dia sudah sama cewe lain masa harus aku terima, maksud aku, aku menerima keadaan dengan ikhlas” Ucap Felisa


“Kenapa” Tanya Tania


“Tania Rahardja, masa aku mau merebut punya orang, apalagi bang Fendi bilang sendiri kalau cewe itu adalah orang yang ia suka” Ucap Felisa mengingat omongan Fendi tempo hari


“Waduh, kok jadi begini sih” Ucap Tania dalam hatinya


“Apa yang sebenarnya terjadi” Pikirnya


“Memangnya apa yang terjadi beb” Ucap Tania


“ Kemarin kita gak sengaja ketemu di swalayan aku lihat bang Fendi SMA seorang wanita, pasti itu wanita yang ia sukai, mereka pun kelihatan akrab sekali” Ucap Felisa menjelaskan


“Wanita di swalayan” Ucap Tania


“Iya, dan wanita itu kelihatan sangat cantik dan juga cerdas” Ucap Felisa


“Wanita siapa” Tanya Tania


“Kalau tidak salah namanya Valeri” Jawab Felisa


“Hum” Ucap Tania


“Udah jangan ngobrol lagi, kita ke belakang yuk bantuin mbak Mel” Ucap Felisa


“Yuk” Ucap Tania

__ADS_1


Mereka pun bergegas ke belakang untuk membantu Melati memasak makan siang, hari minggu ini mereka tidak beraktivitas jadi lebih enak jika berkumpul bersama, abangnya Diora masih di luar kota, rencananya akan pulang lusa


Mereka memasak sambil bercerita, setelah masakan mereka matang, mereka bertiga pun memakan makanan hasil karya ketiganya


Sehabis itu Melati pamit karena akan berkunjung ke rumah orang tuanya


“Fel, mbak ke rumah mama Devanka dulu yah sayang” Ucap Melati sambil membetulkan pakaian Meldia


“Iya mbak, wah ponakan tante cantik sekali” Ucap Felisa yang gemas pada ponakannya


“Iya dong Tante kan mau pergi” Ucap Melati


“Hati – hati yah mbak” Ucap felisa


“Iya dek” Ucap Melati


Setelah kepergian Melati, tiba – tiba seseorang mengetuk pintu rumah Felisa


Tania dan sahabatnya yang sedang asyik maskeran di dalam kamar pun keluar melihat siapa yang datang


Felisa sangat kageg melihat siapa yang berkunjung ke rumahnya


“Dokter Danu” Ucap Felisa


“Halo” Ucap dokter ganteng tersebut


"Hai dok" Ucap Tania


"Halo, gimana kabar kamu Tania" Ucap dokter Danu pada mantan pasiennya tersebut


"Baik dok" Jawab Tania


"Kalian sedang apa" Tanya sang dokter


"Biasa dok, wanita jadi sedang perawatan" Jawab Tania


"Oh iya, maaf yah kalau saya mengganggu" Ucap Danu


"Gak papa ko dok" Ucap Tania


"Iya terima kasih" Ucap dokter Danu


"Silahkan duduk" Ucap Felisa


Dokter Danu pun duduk di sofa ruang tamu, sedangkan Felisa dan Tania pamit untuk membersihkan masker wajah yang dipakai mereka, setelah itu mereka pun kembali dan mengobrol dengan santai, tak lama kemudian Tania pun pamit ke belakang untuk membuat minuman untuk tamu Felisa, namun rupanya ia tak langsung ke dapur, ia pun mengintip sang dokter dan sahabatnya yang nampaknya sedang berbicara serius, ia pun diam - diam menguping pembicaraan mereka dari balik tempik tempat persembunyiannya


"Fel" Panggil Danu


"Iya dok" Jawab Felisa


"Tolong jangan panggil saya dokter saat kita sedang di luar rumah sakit, bukankah saya sudah pernah memintamu" Ucap Danu


"Oh iya maaf dok saya lupa" Ucap Felisa


Sebenarnya ia sangat sungkan kepada sang dokter, sehingga ia selalu memanggilnya dengan embel - embel seperti itu


"Saya boleh mengobrol serius denganmu" Ucap Danu


"Boleh bang, kalau boleh saya tau ada apa yah" Ucap Felisa


"Ada sesuatu yang ingin saya katakan" Ucap Danu


"Saya ingin jujur kalau saya mempunyai perasaan ke padamu, jadi saya ingin memintamu menjadi kekasih saya" Ucap Danu


"Tapi bang" Ucap Felisa


"Saya minta maaf jika ini terlalu cepat buatmu, namun jujur saya sudah menyukaimu sejak pertama melihatmu di rumah sakit" Ucap Danu jujur


Memang benar ia sudah jatuh cinta kepada Felisa sejak pertama mereka bertemu, dan saat itu Danu merasa bahwa orang yang ia cari selama ini adalah Felisa, namun ia belum berani mengutarakannya waktu itu mengingat mereka belum berkenalan, bisa dibilang cinta pada pandangan pertama lah yang dialami oleh Danu


"Saya ingin kamu menjadi satu - satunya wanita untuk saya" Lanjutnya


"Bagaimana menurut mu" Tanya Danu

__ADS_1


Tania yang mendengarnya pun begitu syok, ia kaget sahabatnya akan di tembak oleh sang dokter,


"Seperti pak Fendi kalah star, kalau Felisa terima bahaya ini" Ucapnya dalam hati


"Bang Romi kau harus melihat hal ini, biar sahabatmu itu bergerak cepat, bisa sold out ni Feli" Gumam Tania


Sedangkan orang yang ditembak sedang bingung apa yang mesti ia katakan, ia sangat terkejut dan tak menyangka jika dokter yang pernah merawat sahabatnya akan mengutarakan perasaan kepadanya


"Hum" Ucap Felisa mengurangi kecanggungannya


"Terima kasih sebelumnya untuk dokter yang telah menyukai saya, saya hanya ingin" Ucap Felisa menggantung karena omongannya dipotong oleh sang dokter


"Berhenti" Ucap doktet Danu


"Hah" Ucap Felisa kaget


"Tolong jangan dijawab sekarang, saya belum siap mendengar jawabanmu, dan tolong pikirkanlah baik - baik, dan yakinkan hatimu, aku sungguh serius, semoga kau bisa merasakan ketulusanku" Ucap sang dokter


"I ya dok" Ucap Felisa terbata


"Hum, dokter lagi" Ucap Danu mengingatkan panggilan untuk dirinya


"Eh maksudnya iya bang" Ucap Felisa


Dibalik tembok, Tania sangat ingin meninju pak Fendi karena membiarkan dokter Danu menembak sahabatnya itu, ia pun pergi ke dapur untuk membuat minuman dan kembali menemui keduanya


"Hum, maaf yah lama" Ucap Tania


Ia pun membagikan teh dan cemilan untuk sang tamu


"Lama banget bikin tehnya" Ucap Felisa


"Maaf tadi dibelakang ada insiden sedikit, hehehe" Ucap Tania berbohong


"Oh, lain kali hati -hati yah" Ucap dokter Danu


"Oh yah tadi ngobrol apa aja" Tanya Tania pura - pura penasaran


"Oh cuma mengobrol biasa kok" Ucap sang dokter


Dokter Danu pun meminum teh yang disuguhkan Tania tak lama kemudian ia pun pamit untuk pulang


"Hati - hati di jalan dok" Ucap keduanya


"Iya" Ucap Danu


Saat Tania ingin menanyakan obrolan dengan dokter Danu namun ponselnya terus berdering, panggilan dari mamanya Riana


"Iya ma, Tania balik sekarang" Ucapnya


Panggilan pun berakhir


"Fel, aku balik dulu yah, kamu masih punya hutang penjelasan sama aku, bey" Ucap Tania berlaku pulang ke rumahnya


Felisa pun menutup pintu depan dan kembali ke kamarnya, ia memikirkan kembali omongan sang dokter


"Apa yang harus aku katakan" Ucapnya


Kepalanya begitu pusing, ia pun memutuskan untuk beristirahat.


Bersambung__________


Hai hai hai


Duh gimana dong 😱


Kemana prajurit dingin, jangan biarkan Felisa jadian sama dokter Danu dong 🤧


Kira - kira Felisa terima atau menolak yah ? 🤔


Terus pantengin yah ceritanya biar tau lanjutannya 🥰


Saranghae semua 🥰🤗

__ADS_1


 


__ADS_2