
Pagi menyingsing, seorang wanita terbangun dari tidurnya, di luar sedang hujan deras, sayup - sayup terdengar suara anak kecil menangis, Felisa pun bangun dan keluar dari kamarnya
"Mbak" Panggilnya
Namun tidak ada sahutan sama sekali
"Bang" Panggilnya lagi
Namun tidak ada sahutan
Hik ... hik .... hik Mamaaaa
Seorang anak kecil keluar dari kamar orang tuanya
"Sayang" Panggil Felisa
"Tante" Ucap Meldia
Felisa pun menggendong ponakannya itu
"Mama sama papa mana Tante" Ucap Meldia
Bocah yang sebentar lagi berulang tahun yang ketiga itu, mencari orang tuanya
"Tante gak tau sayang" Ucap Felisa
"Mandi yuk" Ajak Felisa
Dia kemudian memandikan ponakannya, setelah itu merias ponakannya hingga cantik
"Okey, sudah cantik ponakan tante, yuk ke dapur Tante bikin sarapan" Ucap Felisa
"Iya Tante" Ucap Meldia
Kemudian menggenggam tangan Felisa dan berjalan bersama ke arah dapur
"Meldi duduk disini yah cantik, Tante ambil roti nya dulu" Ucap Felisa
Gadis manis tersebut duduk diam sambil menunggu rotinya
"Mau pake selai kacang atau coklat" Tanya Felisa
"Coklat tante" Jawab Meldia
"Okey deh" Ucap Felisa
Kemudian mengolesi selai pada roti dan memberikannya pada sang ponakan
"Kini sayang" Ucap Felisa
"Tante tinggal bentar yah sayang" Ucapnya
"Jangan lama - lama yah Tante" Ucap Meldia
"Okey sayang" Ucap Felisa
Felisa pun berjalan ke kamarnya, ia mengambil ponselnya dan menelpon kakak iparnya itu
"Halo, assalamu Alaikum mbak" Ucap Felisa
"Walaikumsalam dek" Ucap Melati
"Mbak dimana, ko gak ada, Abang juga, mbak Ela sama Fais jua" Ucap Tanya Felisa
"Iya dek, kita lagi anterin Fais sama mamanya di bandara sayang" Jawab Melati
"Bandara" Tanya Felisa
"Iya sayang, mereka mau berangkat" Ucap Melati
"Kok gak bilang Feli mbak, tega banget" Ucap Felisa
"Mbak Ela mau bicara sama kamu ni sayang" Ucap Melati
"Iya" Ucap Felisa
"Halo dek" Ucap Ela
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Maaf yah mbak berangkatnya tiba - tiba, tadi mau ngasih tau kamu tapi kamunya masih tidur jadinya gak sempat" Ucap Ela
"Oh iya mbak, hati - hati yah mbak" Ucap Felisa
"Tante Feli sehat - sehat yah" Ucap Fais
__ADS_1
"Iya sayang, Fais juga yah" Ucap Felisa
"Iya tante" Ucap Fais
"Ade mana Tante" Tanya bocah lelaki tersebut
"Ade Meldi lagi sarapan di dapur sayang" Ucap Felisa
"Oh iya Tante, nanti salamin yah" Ucap Fais
"Iya sayang" Ucap Felisa
"Udah dulu yah dek, kita mau masuk dek" Ucap Ela
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Tolong jagain Meldi yah sayang, bentar lagi mbak sama Abang udah pulang" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Panggilan pun berakhir
Hujan di luar mulai Redah, Felisa pun segera bergegas ke ruang makan
"Sudah selesai Tante" Ucap Meldia
"Oh iya sayang" Ucap Felisa
Felisa pun mengambil piring kotor Meldia, Ia pun mengambil roti kemudian memakannya
"Tante lapar yah" Ucap Meldi
"Iya sayang" Ucap Felisa
Meldia menemani tantenya di meja makan
Selesai sarapan, Felisa pun menemani Meldia bermain
Dua jam kemudian, Melati dan suaminya datang
"Assalamu Alaikum" Ucap Melati .
"Walaikumsalam" Jawab Felisa
Dia baru selesai memasak
Diora sudah beristirahat di kamarnya
"Lagi tumis kangkung mbak" Ucap Felisa
"Media mana" Tanya Melati
"Tidur mbak, lelah main" Jawab Felisa
"Oh gitu, sini mbak bantuin" Ucap Felisa
Ia pun membantu Felisa memasak
"Mbak Ela udah berangkat kak" Tanya Felisa
"Sudah sayang" Ucap Melati
Kemudian mereka saling membantu hingga semua makanan tersaji di atas meja
"Sebentar yah, mbak panggil bang Dio dulu" Ucap Melati
"Iya mbak, Feli juga mau mandi dulu" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap Felisa
Kemudian berlalu ke kamarnya, begitu pun dengan Melati
Setelah membersihkan dirinya, Felisa pun bergabung dengan yang lainnya yang sudah lebih duluan berada di meja makan
"Yuk dek, makan" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Ia makan dengan tenang, tidak ada obrolan yang menarik di antara mereka, Felisa dan Diora terlihat asing, hanya Melati saja yang mengajak bicara Felisa
"Dek, Minggu depan kan ulang tahun Meldia, nanti bantu mbak persiapan acaranya yah" Ucap Melati
"Iya mbak, siap" Ucap Felisa
"Ajak Tania juga dek" Ucap Melati
__ADS_1
"Iya mbak, nanti Feli bilangin, oh yah mbak habis Meldi ulang tahun Feli liburan ke mbak Dena yah" Ucap Felisa
"Ngapain kesana dek, kamu kan belum sembuh" Ucap Diora angkat suara
"Kangen aja bang, pengen ketemu, kan Feli perginya bukan sekarang, tapi nanti" Ucap Felisa
"Iya dek, nanti kamu pergi yah" Ucap Melati
Ia menyenggol lengan suaminya agar tidak membuat suasana menjadi panas
Melati harus bisa menjadi penengah antara keduanya, apalagi sekarang Ela sudah balik ke suaminya, otomatis ia yang harus mengurus keduanya
"Aku udah selesai mbak" Ucap Felisa
"Istirahat bentar, kita Dzuhur berjamaah" Ucap Diora datar
"Iya bang" Ucap Felisa
Ia pun beranjak ke ruang depan
"Abang, kok gitu sih" Ucap Melati
"Memangnya Abang ngapain sayang" Tanya Diora
"Abang ni, Feli mau liburan, pakai nanya kenapa mau kesana, disana kan ada Putra dan Dena yang bisa jagain" Ucap Melati
"Iya Abang tau, Abang cuma gak pengen aja dia pergi dari rumah ini" Ucap Diora
"Nanti kangen yah" Ucap Melati
"Gak juga" Ucap Diora menyangkalnya
"Bilang aja Abang takut kan, makanya itu alasan juga Abang takut Fendi ngajakin Feli serius" Ucap Melati
"Dia gak baik dek buat Feli" Ucap Diora
Mereka sudah selesai makan hanya sedang mengobrol sebentar sambil menanti adzan
"Gak baik bagimana bang, bang cuma gak mau dengar penjelasan Fendi, gimana kalau teman Abang yang ternyata tidak baik, wah bahaya kan bang" Ucap Melati
"Hum" Ucap Diora
Sepertinya ia sedang memikirkan sesuatu
Tanpa mereka ketahui Felisa mendengar obrolan keduanya, sebenarnya ia hanya ingin minum, namun saat mendengar omongan kakak iparnya, ia pun terdiam sesaat dan tak melangkah
Saat Melati dan Diora sedang mengobrol, tak lama adzan Dzuhur berkumandang, obrolan mereka pun terhenti, Melati membereskan piring - piring kotor, Felisa pun melangkah ke dapur untuk minum
"Dek, sekalian berwudhu" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap Felisa
"Mbak, nanti habis sholat Feli cuci" Ucapnya pada Melati
"Iya sayang, mbak cuma beresin meja makannya aja kok" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Diora sudah selesai berwudhu, gantian Felisa dan juga Melati
Kemudian mereka bertiga beribadah dengan khusyuk dengan Diora sebagai imamnya
Setelah selesai berdoa, Melati pergi ke kamar untuk melihat anaknya Meldia, sedangkan Diora berbicara dengan Felisa
"Dek, maafin Abang yah" Ucap Diora
"Iya bang, maafin Feli juga yah" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap Diora
Kemudian memeluk adiknya itu dengan hangat, Melati yang keluar kamar sambil menggendong putrinya pun terharu dengan pemandangan yang ada
"Papa" Panggil Meldia
Ia nampak manyun melihat papa dan tantenya yang sedang berpelukan
"Wah jiwa posesifnya kambuh ni sayang" Ucap Melati
"Hahaha, sini sayang" Ucap Diora
Ia pun menggendong putri cantiknya itu
Sedangkan Felisa kembali ke kamarnya untuk tidur siang.
Bersambung_
__ADS_1
Dukung terus karya Author yah, terima kasih 🙏 🥰❤️