Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Ingat Rasa


__ADS_3

Di sebuah lapangan luas, seorang pemuda sedang memperbaiki ikatan perban di tangannya.


"Rom, kamu baik - baik saja" Tanya seseorang kepadanya.


"Siap komandan, baik" Jawab Romi.


Saat ini di kota lainnya Romi sedang menjalankan tugas negaranya bersama Fendi, mereka di kirimkan sebulan yang lalu untuk meminimalisir konflik yang sedang terjadi.


Penembakan pun tak terelakan saat mereka pertama kali menginjakkan kakinya saat di Bandara, rupanya Bandara tempat mereka mendaratkan pesawat tempurnya sudah di kepung oleh musuh, berhasil Fendi memerintahkan para anak buahnya sehingga baku tembak yang sangat mencengangkan itu terjadi, yang mana pihak lawan kalah dan banyak yang terluka, banyak dari korbannya yakni masyarakat sipil yang tergolong dalam pihak pemberontak.


Alhasil mau tidak mau harus mati di tangan komandan tampan itu, bukan keinginan Fendi untuk membunuh, hanya saja itu adalah resiko dari pekerjaannya, dia pun akan rela mati demi negaranya.


Mungkin saja saat ini Tuhan masih sayang terhadap nyawanya, tidak tau suatu saat entah kapan, setiap manusia pasti pulang sesuai waktunya.


Misi telah selesai, dan sekarang mereka semua bersyukur bahwa tidak ada satupun dari mereka yang meregang nyawa, hanya beberapa yang menjadi korban luka-luka akibat timah panas dari senjata lawan, ada yang tertembak di kaki dan ada pula di bahu, maupun pergelangan tangan, sama halnya seperti Romi.


Tangannya sedang dibalut dengan perban, ia tak sengaja ikut tertembak saat pertama datang, sebenarnya lukanya hampir sembuh hanya saja ia lebih memilih tetap diperban agar tidak terinfeksi, karna itulah ia jarang memainkan ponselnya sebab tidak nyaman jika mengetik hanya menggunakan satu tangan.


Hanya tangan kiri nya yang tidak terluka, lagipula sinyal di tempat mereka sekarang berada pun sering hilang - hilang, padahal kuota internetnya masih banyak, namun sia-sia saja. 🤣


"Hum ,Komandan" Panggil Romi.


"Kenapa kau memanggilku begitu, padahal hanya tinggal kita berdua yang lainnya kan sudah di kirimkan pulang duluan" Tanya Fendi.


Setengah dari pasukannya sudah pulang duluan, tinggal setengahnya saja yang masih ada dan sekarang setengahnya itu sedang beristirahat di tenda mereka masing - masing.

__ADS_1


Hanya Fendi dan Romi yang kini sedang mengobrol berdua sambil menikmati secangkir kopi.


"Apakah kau ingat Tania" Tanya Romi.


Fendi pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia mengingatnya.


"Aku rasa, aku jatuh hati kepadanya, dia gadis yang baik, dan aku rasa dia cocok untukku Fen" Ucap Romi menjelaskan.


"Kalo kau suka kenapa tak kau kejar" Tanya Fendi.


"Aku takut di tolak" Ucap Romi.


"Cih" Cibir Fendi.


"Sejak kapan seorang Casanova takut di tolak seorang wanita, bukankah dirimu ahli di bidang merayu, kapan kau mulai bersikap pesimis begini, kau ini" Fendi mulai merasa jengah dengan kelakuan sahabat nya itu.


Dasar buaya 😁


"Bantu aku, please, Aku benar-benar takut di tolak Tania, entah mengapa gadis itu selalu membuat hatiku berbunga" Ucap Romi menjelaskan.


"Baiklah akan ku bantu tapi tidak gratis" Ucap Fendi .


"Cih" Cibir Romi mendengar tawaran komandan sekaligus sahabat laknat nya itu.


"Apa syaratnya" Tanya Romi.

__ADS_1


Mau tak mau Romi pun bersedia melakukan apa saja asalkan sahabatnya itu mau membantunya.


"Belikan Aku bakso dua mangkok setelah pulang dari sini" Ujar Fendi.


"Ha ha ha" Tawa Romi pecah tatkala mendengarkan permintaan sahabatnya itu, ia mengira tawarannya akan begitu sulit namun nyatanya begitu mudah.


Sebenarnya Fendi tidak benar-benar memberikan tawaran pada temannya, ia hanya menggoda Romi, ia pun mampu membeli bakso beserta gerobaknya namun ia suka jika makan bersama sahabatnya itu, maklum pekerjaan mereka membuat keduanya jarang bisa bersantai, kadang Romi selesai berdinas, Fendi masih harus berdinas, begitupun sebaliknya.


Kini Romi sudah terlelap dalam tidurnya, meninggalkan Fendi seorang diri yang masih melamun, ia teringat sosok perempuan yang mendebarkan hatinya, hanya saja ia malu untuk bertanya kepada sahabatnya Romi.


Ia bahkan hanya mengingat nama Tania, ia lupa nama gadis yang satunya, yang justru mempunyai tempat tersendiri di hatinya, mungkin ia terlalu malu untuk mengakui, namun hatinya tak bisa di bohongi.


Ia sering melamunkan beberapa kejadian yang terjadi tempo hari, rasanya aneh sekali, ingat rasa tapi lupa nama, begitu pikir Fendi.


Ia pun melirik jam di pergelangan tangannya, pukul 03.00 wib. Ia bergegas masuk ke dalam tendanya untuk beristirahat, karna besok pagi mereka akan kembali ke kota asalnya, meski hati dan pikirannya terus tertuju pada gadis cantik di seberang sana, namun matanya sudah tidak kuat menahan kantuk, ia pun tidur dalam keadaan yang bahagia, senyum simpul tercetak di sudut bibirnya.


Mimpi indah yah pak Komandan !


Namanya Felisa, Fe Li Sa : Felisa , jangan sampai lupa yah pak, hihi 🤭😁.


Hai Readers...


Gimana seru ga ceritanya, duh Romi sang Casanova udah jatuh cinta, gimana dengan beruang kutub yah ? 🤔 Oops maksud Author pak Komandan. 🤭


Yuk Pantengin terus cerita Author ☺️

__ADS_1


Jangan lupa Like dan komen biar Author lebih semangat 💪🥰


__ADS_2