Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Berbagi cerita


__ADS_3

Tak terasa waktu sahur telah tiba, Felisa pamit kepada Tania untuk pulang, ia tak menyangka saking asyiknya bercerita dengan Tania hingga ia ketiduran, dan Tania membangunkannya


"Beb, aku pulang dulu yah" Ucap Felisa


"Gak sahur disini aja beb, sama - sama" Ucap Tania


"Gak beb, di rumah aja" Ucap Felisa


"Oh ya sudah kalau begitu, hati - hati yah" Ucap Tania


"Iya beb" Ucap Felisa


Kemudian Felisa keluar dari rumah Tania dan berjalan pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah ternyata Kaka dan kakak iparnya belum bangun


Segera ia bangunkan mereka


Tok tok tok


"Mbak, Abang" Panggil Felisa


"Mbak sahur, Abang sahur" Ucapnya lagi


"Iya dek, sebentar" Ucap Melati


Felisa kini bergegas ke dapur mempersiapkan segalanya


Tak lama kemudian Melati dan Diora datang ke ruang makan


"Makan yuk mbak" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Melati


Mereka bertiga pun kemudian sahur bersama, di sela - sela makan, Felisa pun bertanya kepada Melati perihal keadaannya


"Mbak" Panggil Felisa


"Iya dek" Ucap Melati


"Mbak udah gak papa, gimana keadaan mbak" Ucap Felisa


"Iya udah gak papa, mbak baik kok" Ucap Melati


"Mbak kamu masuk angin dek, udah mas pijat tadi, jadi udah lumayan berkurang" Ucap Diora


"Oh begitu" Ucap Felisa


"Iya dek, yah udah makan yuk, keburu imsak lagi nanti" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Kemudian mereka makan dengan tenang, tanpa ada yang berbicara, setelah makan mereka beristirahat sebentar sambil menanti adzan subuh


"Dek nonton film yuk" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Diora kini sedang mengecek anaknya Meldi di kamar


Sedangkan Felisa dan Melati sedang berteriak karena hantu dari film yang mereka nonton sedang menunjukan dirinya


"Ih seram banget mbak" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Melati


"Udah tau seram masih aja nonton" Ucap Diora yang baru keluar dari kamarnya


"Seru bang" Ucap Melati


Allahu Akbar .... Allahu Akbar


"Yank udah adzan" Ucap Diora


"Iya bang, bentar, nanggung ni" Ucap Melati


"Okey tiket ke surga juga nanggung" Ucap Diora


"Ih Abang, jangan dong" Ucap Melati


"Habis udah adzan masih aja nunda" Ucap Diora


"Iya iya bang" Ucap Melati


"Ayo dek, wudhu" Ucapnya kemudian

__ADS_1


"Iya mbak" Ucap Felisa


Kemudian mematikan tv dan berjalan bersama Melati ke belakang untuk mengambil wudhu


Setelah itu mereka bertiga sholat subuh secara berjamaah, tentunya di pimpin oleh Diora sebagai imamnya


"Masya Allah banget ni suami aku" Ucap Melati seusai sholat


"Dek" Panggil Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Besok - besok harus nyari cowo yang agamanya bangus dek, biar gak pusing nentuin surga atau nerakanya" Ucap Melati


"Yank kok surga neraka di tentuin, udah urusan Tuhan itu yank" Ucap Diora


"Bukan gitu maksud Mel bang, jadi gini loh, maksud Mel itu, besok - besok Feli harus pintar cari calon, semoga dapatnya yang faham agama supaya ibadahnya makin di tingkatkan, terus bisa langgeng dunia akhirat gitu loh" Ucap Melati


"Oh begitu yah sayangku" Ucap Diora gemas pada istrinya itu


"Iya Abang sayang" Ucap Melati


"Hum, mulai bucin nya keluar, ingat puasa - puasa" Ucap Felisa


"Wah ada yang iri bang" Ucap Melati


"Tau kok lagi puasa" Ucap Diora


"Yah udah kalau gitu, Feli mau ke kamar mau tidur, lama - lama disini, uji nyali dan iman" Ucap Felisa


"Hahahaha ada yang ngambek bang" Ucap Melati


"Hehehe biarin aja dia yank" Ucap Diora


"Ke kamar yuk" Ajak sang suami


"Yuk bang" Ucap Melati


Kemudian mereka masuk ke kamar mereka untuk beristirahat


Berbeda dengan bulan - bulan lainnya, pagi hari mereka manfaatkan untuk beristirahat hingga siang, mereka akan bangun untuk beribadah dan menjalankan aktivitas lainnya setelah tenaga mereka telah kembali


Jam menunjukan pukul 14.00 wib, setelah menjalankan Dzuhur nya, Felisa menyetrika pakaian


"Dek" Panggil Melati


"Kita mau jalan - jalan ke mall, kamu mau ikut gak" Ucap Melati


"Gak mbak" Ucap Felisa


"Oh terus kamu mau titip apa" Ucap Melati


"Apa aja mbak, yang penting enak" Ucap Felisa


"Okey dek, kita jalan dulu yah" Ucap Melati


"Iya mbak, hati - hati" Ucap Felisa


"Iya sayang" Ucap Melati


Kemudian berjalan keluar dari rumahnya


Kini Felisa sedang di sibukkan dengan pekerjaan rumahnya, ia menyetrika hingga selesai


Dr...dr...dr 📞


"Halo, assalamualaikum" Ucap Felisa


"Walaikumsalam dek" Ucap Fendi


"Apa kabar bang" Ucap Felisa


"Baik Alhamdulillah, kalau kamu dek" Ucap Fendi


"Baik juga Alhamdulillah" Ucap Felisa


"Syukurlah kalau begitu dek" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Kamu lagi apa" Ucap Fendi


"Lagi duduk aja bang, baru selesai menyetrika" Ucap Feli

__ADS_1


"Wah rajinnya, kalau tau gitu, tadi abang nitip baju Abang" Ucap Fendi


"Hehe, telat bang udah selesai" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Fendi


"Hum, bang" Ucap Feli


"Iya dek, ada apa" Ucap Fendi


"Feli boleh nanya sesuatu" Ucap Felisa


"Mau tanya apa dek" Ucap Fendi


"Kemarin Abang kemana, apa Abang pergi sama bang Romi" Ucap Felisa


"Romi, maksud Ade, kemarin Abang cuma di kantor dek, terus abis itu malamnya Abang pulang selepas dinas, gak kemana - mana lagi, memangnya ada apa dek" Ucap Fendi menjelaskan


"Berarti Abang gak pergi sama bang Romi yah" Ucap Felisa


"Enggak dek, Abang ketemu Romi cuma pas siang abis pembinaan, selesai itu udah gak ketemu dek, memangnya Romi kenapa dek" Ucap Fendi


"Gak kenapa - napa kok bang, cuma" Ucap Felisa


"Cuma apa dek" Ucap Fendi penasaran


"Katanya Tania, kemarin dia lihat bang Romi sama cewe" Ucap Felisa


"Cewe siapa dek" Ucap Fendi


"Feli gak tau bang, cuma Tania yang lihat, katanya mereka pergi ke pasar" Ucap Felisa


"Abang juga gak tau dek, Romi pergi sama siapa, dia gak kenalin ke Abang, hanya saja" Ucap Fendi mengganggu


"Hanya saja apa bang" Ucap Felisa yang penasaran


"Abang, Abang" Ucap Fendi


"Abang kenapa bang" Ucap Felisa yang mulai panik


"Abang gak papa dek, cuma Abang dengar dari beberapa prajurit katanya Romi lagi dekat sama anak komandan Danu" Ucap Fendi


"Apa" Ucap Felisa kaget


"Astagfirullah, dek kuping Abang" Ucap Fendi


"Hehehe, maaf bang, maaf, Feli kaget bang" Ucap Felisa


"Iya gak papa, Abang juga ikut kaget" Ucap Fendi


"Maaf bang" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Fendi


"Jangan - jangan yang kemarin Tania lihat beneran anaknya komandan bang Romi bang" Ucap Felisa


"Kalau itu Abang gak tau dek, soalnya Abang kan gak lihat" Ucap Fendi


"Iya juga yah, duh kasihan Tania bang, ia sudah menyesal" Ucap Felisa


"Menyesal juga gak ada gunanya dek" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Romi sudah memutuskan untuk berpisah dengan Tania, artinya Romi sudah siap dengan segala resikonya, Romi sangat mencintai Tania, namun ia juga sangat kecewa terhadap Tania, jadi apapun yang di lakukan olehnya, Abang rasa sudah ia pikirkan dengan matang dek, Abang kenal Romi dek, ia ga mungkin ambil keputusan saat marah, mungkin ia sudah memikirkan segala kondisi yang ada" Ucap Fendi panjang lebar


"Iya bang, Feli mengerti, Feli juga gak menyalahkan bang Romi, karena semua sudah terjadi" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Fendi


Mereka pun kemudian saling bercerita kehidupan masing - masing, mereka saling tertawa mendengar cerita masing - masing


"Btw udah dulu yah dek, abang mau lanjut kerja dulu, makasih yah udah menemani abang mengisi waktu istirahat" Ucap Fendi


"Iya bang, sama - sama, semangat abang" Ucap Felisa


"Iya makasih dek" Ucap Fendi


Panggilan pun berakhir


Felisa bersantai di kamarnya sambil menonton drama pavoritnya, ia tertawa melihat setiap adegan yang ada, rasanya tenang menikmati kesunyian yang ada.


Bersambung_______

__ADS_1


Dukung terus karya Author yah 🥰 Terima kasih


__ADS_2