Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Nyaman Bersamamu


__ADS_3

Keesokan harinya, pagi - pagi sekali Felisa, Tania dan Melati, di sibukkan dengan mempersiapkan kebutuhan perlengkapan ultah Meldia, sudah H min 1 karena esok hari adalah hari dimana Melati melahirkan putrinya ke dunia, tepatnya setahun yang lalu dimana ia berjuang untuk memiliki balita cantik tersebut


"Mbak" Panggil Felisa


"Iya dek" Ucap Melati


"Undangannya mau berapa banyak" Ucap Felisa


"50 aja dek, 25 nya kita undang teman seangkatannya dan saudara serta anak tetangga, sisanya kita undang anak pesantren dek, biar langsung doa bersama" Ucap Melati


"Oh iya mbak, siap" Ucap Felisa


"Tan" Panggil Felisa


"Iya beb" Ucap Tania


"Tolong list nama - nama tamunya yah biar kita catatnya mudah" Ucap Felisa


"Okey beb" Ucap Tania


Dr... dr..dr πŸ“ž


"Assalamualaikum" Ucap Fendi


"Walaikumsalam bang" Ucap Felisa


"Lagi apa dek" Ucap Fendi


"Lagi nulis undangan buat miladnya Meldi besok bang" Ucap Felisa


"Oh Meldi ultah besok yah" Ucap Fendi


"Iya bang, nanti kalau sempat datang yah" Ucap Felisa


"Iya dek, pasti abang usahain, maaf yah hari ini gak bisa bantuin ade dan keluarga" Ucap Fendi


"Iya gak papa ko bang" Ucap Felisa


"Yah sudah dek, kamu yang semangat yah, jangan lupa makan dan jangan terlalu capek" Ucap Fendi mengingatkan


"Iya bang, abang juga yah" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Fendi


Panggilan pun berakhir


"Hum hum hum" Ucap Tania meledek


"Batuk bu haji, minum air putih" Ucap Felisa


"Hahahah, soda dong sekali - sekali" Ucap Tania menawarkan


"Yah dia nego" Ucap Felisa


"Iya deh, iya, yang udah lengket kayak prangko, dunia serasa milik berdua" Ucap Tania


"Apaan ye" Ucap Felisa


"Suit - suit, sama siapa tuh, kepo dong" Ucap seorang wanita yang baru masuk ke ruang keluarga


"Mbak Dena" Ucap Felisa


Ia berlari memeluk kakak iparnya itu


"Reihan sama bang Putra mana mbak" Ucap Felisa


"Ada di depan sayang" Ucap Dena


"Wah mbak kapan tiba" Ucap Tania


"Baru aja dek" Ucap Dena


"Ombak gak mbak" Ucap Tania


"Sedikit sayang, tapi gak terlalu masih aman kok" Ucap Dena


"Dena" Panggil Melati


"Iya mbak" Jawab Dena


Mereka pun saling berpelukan

__ADS_1


"Kok datang gak bilang - bilang" Ucap Melati


"Sengaja buat kejutan" Ucap Dena


"Syukurlah kalau begitu, istirahat dulu pasti capek" Ucap Melati


"Gak papa mbak, gak terlalu kok" Ucap Dena


"Dek, mbak ke dalam naruh tas dulu yah, nanti mbak balik terus bantuin kalian" Ucap Dena


"Okey mbak" Ucap Felisa dan Tania bersamaan


"Okey dek, mbak Mel mau ke rumah mama Devanka dulu, kamu tolong urus yang lainnya yah, nanti minta bantu sama mbak Dena, dia lebih faham dekorasi soalnya" Ucap Melati


"Siap mbak" Ucap Felisa


Tania dan Felisa pun mencatat nama di undangan sesuai daftar list yang sudah di buat Tania


"Kamu yakin sudah semuanya, jangan sampai ada anak tetangga yang kelewatan loh" Ucap Felisa


"Udah sayangku, tenang aja" Ucap Tania


"Baiklah kalau begitu" Ucap Felisa


"Eh kan tadi belum cerita, keburu di potong mbak Dena tadi" Ucap Tania yang masih penasaran


"Mau cerita tentang apa" Ucap Felisa


"Kamu sama pak Fendi" Ucap Tania


"Gak cerita apapun, bang Fendi bilang nanti besok baru kesini, soalnya hari ini sibuk" Ucap Felisa


"Oh begitu, berarti ayang Romi juga dong" Ucap Tania


"Iya sayangku" Ucap Felisa


"Tapi tadi kamu udah undang bang Romi kesini besok kan" Tanya Felisa


"Ya Allah belum beb" Ucap Tania


Ia lupa saking asyiknya ia bercerita dengan kekasihnya sampai lupa mengundangnya


"Aku chat aja, semoga ia lihat dan baca" Ucap Tania


Tania pun mengetik beberapa pesan berisi undangan ultah Meldia


Dan tak lama kemudian muncul balasan di ponselnya


"Iya sayang, tadi Fendi udah bilang, nanti besok kita datang berdua" Isi pesan Romi


"Okey ❀️" Balasan Tania


"Sip 😘" Balas Romi


Tania pun tersenyum melihat emoticon yang di kirim kekasihnya itu


"Ih senyum - senyum, kesambet bu" Ucap Felisa


"Perlu di rukiyah kayaknya dek" Ucap Dena yang sudah ikut bergabung


"Kayaknya mbak, yang bagus ustad siapa yah" Ucap Felisa


"Felisa Atmajaya 😑" Ucap Tania dengan wajah merah seperti udang


"Hahahaha" Tawa Felisa dan juga Dena


"Sudah - sudah, maafin mbak sama Feli sayang, kita cuma bercanda, lagian kamu kok aneh senyum sama hape" Ucap Dena


"Dapat pesan dari kekasih mbak" Ucap Felisa


"Wah Tania udah punya pacar yah, kok mbak gak tau" Ucap Dena


"Hehe kan mbak tinggalnya jauh, tapi nanti besok Tania kenalin sekalian sama" Ucap Tania


Ucapannya menggantung karena ia di cubit oleh Felisa


"Auw" Ucapnya


"Kenapa sayang" Ucap Dena


"Di capit kepiting mbak, sakit" Ucap Tania

__ADS_1


"Hah" Ucap Dena tak memahami yang di katakan Tania


"Udah gak papa ko mbak" Lanjutnya


"Sakit beg*" Ucap Tania berbisik


"Siapa suruh mulutnya nyambar terus gak pakai rem" Ucap Felisa


"Okey besok kenalin sama mbak yah sayang" Ucap Dena


"Siap mbak" Ucap Tania


"Oh yah dek, kamu juga yah" Ucap Dena


"Eh, maksudnya mbak" Ucap Felisa


Namun sayang, perkataannya tak bisa dilanjutkan sebab Dena sudah menuju ke luar untuk menemui suami dan anaknya yang sedang bercerita dengan Diora dan para tetangga, mereka sedang memasang Tenda


Sebenarnya Dena sudah mengetahui kedekatan Felisa dengan sepupunya Fendi, ia sering mendengar Melati dan Diora bercerita saat menelpon ia atau suaminya, Dena sendiripun merasa senang, Fendi pria yang baik, begitupun Felisa, semoga semua bisa berjalan lancar, semoga Feli bisa menerima Fendi apa adanya


Dena mengingat kenangan lama, dimana seluruh keluarga besarnya berkumpul akibat peristiwa yang di alami oleh pria itu ketika berumur 16 tahun


Felisa yang ditinggal begitu saja merasa bingung ia menatap Tania untuk mencari tau, namun sahabatnya itu juga tak memahami sikap Dena tersebut


Keesokan harinya,


Semua perlengkapan telah selesai, tenda dan dekorasi juga, begitupun makanan, sengaja untuk kue di pesan di tempat Tania, sedangkan untuk makanan besarnya di pesan ke bu Jamilah, karena beliau usaha makanan


Acara akan di mulai sore hari, siang ini Felisa dan yang lainnya sedang membereskan sisa - sisa perlengkapan yang berantakan


"Assalamualaikum" Ucap Fendi dan juga Romi


"Walaikumsalam" Ucap Felisa dan Tania


Kebetulan mereka berdua sedang menata meja di luar


"Abang ko udah datang" Ucap Felisa


"Iya, biar gak telat, oh yah abang bisa bantu apa" Ucap Fendi


"Iya Fel, kira - kira kita bantu apa ni" Ucap Romi


"Fendi, Romi" Ucap Melati


"Halo mbak" Ucap keduanya


"Tolong bantuin bang Putra dan bang Dio, nurunin Speaker dek dari mobil di depan" Ucap Melati


Sengaja ia memesan jasa speaker yang lebih besar agar acaranya lebih berkelas


Bukan berniat pamer, namun ia hanya ingin memberikan kesan manis kepada anak pertamanya ini


"Siap mbak" Ucap kedua lelaki tersebut


Mereka bergegas membantu Diora dan juga Putra


Semua perlengkapan beres, para tamu undangan sudah mulai datang, acara pun berjalan dengan lancar


Meldia sangat senang, ia sangat kelelahan hingga tertidur di gendongan sang kakek


"Pa, tidurin Meldi di kamar dulu" Ucap Devanka


Sang suami lantas membawa cucunya ke kamar yang di tujukan istrinya yakni kamar Diora dan Melati


Kemudian mereka kembali berkumpul bersama, Dena pun berkenalan dengan Romi, menurut Dena Romi pria yang baik, cocok dengan Tania, karakter mereka sama - sama somplak, menurutnya


Mereka semua pun berfoto bersama dan saling bercerita, Fendi di terima dengan baik di keluarga Felisa, ia merasa nyaman dengan suasana kekeluargaan tersebut


Dalam hatinya ia berkata


"Denganmu terasa nyaman" Batinnya


Ia berharap suasana seperti ini akan selalu ia rasakan, tentunya bersama gadis pujaannya yang sedang tertawa mendengar cerita lucu sahabatnya.


Bersambung________


Dukung terus karya Author yah πŸ₯°


Saranghae πŸ€—


Terima kasih untuk semuanya πŸ™

__ADS_1


Marhaban ya Ramadhan ☺️


Selamat berpuasa semuanya πŸ™β€οΈ


__ADS_2