Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Nomor Tanpa Nama


__ADS_3

Setelah menjalankan sholat magrib berjamaah di masjid sebelah restoran, Fendi beserta yang lainnya pun kembali ke restoran


"Dek" Panggil Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Udah selesai yah beb" Ucapnya pada Tania


"Iya" Ucap Tania


"Halo sayang" Ucap Sari yang baru selesai dari toilet


"Hai" Ucap Romi


"Beb" Ucap Nyoman


"Yuk makan" Ucap Mira


"Yuk, Dek, mau tambah sambalnya gak" Ucap Deni pada Tania


"Boleh bang" Ucap Tania


"Jangan makan sambal terlalu banyak" Ucap Romi


Semua mata pun memandangi Romi dengan takjub, Tania pun merasa heran dengan perkataan mantannya tersebut


"Iya beb, aku makan gak banyak kok" Ucap Sari


Romi pun hanya menatapnya kemudian tersenyum


Felisa merasa sikap Romi terlalu berlebihan


"Dek makan" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


Mereka semua pun makan dengan tenang


"Ini dek sambalnya" Ucap Deni


"Makasih bang" Ucap Tania tersenyum


Romi yang melihat Tania tersenyum pada cowo lain merasa tidak suka


"Broh makan pelan - pekan nanti keselek tulang ayam loh" Ucap Deni pada temannya


Tania dan Romi yang mendengarnya pun reflek saling memandang, kenangan lama muncul di depan mata, seperti sketsa film yang di putar ulang, Romi maupun Tania tenggelam dalam ingatan mereka masing - masing


"Hahahaha, jangan sampai lah broh" Ucap Prajurit tersebut pada Deni


"Beb" Panggil Felisa sambil menyenggol lengan Tania


"Eh, kenapa" Ucap Tania kaget


"Jangan melamun beb, makan" Ucap Felisa


"Iya beb" Ucap Tania


"Sayang, buka mulutnya a a a a" Ucap Sari


Ia menyuapi ayam kepada Romi


Romi yang merasa agak risih cepat - cepat mencomot ayam tersebut, ia menaruh kembali ayam tersebut ke dalam piring Sari


"Jangan gitu beb, malu sama yang lain" Ucap Romi


"Kenapa kan aku cinta" Ucap Sari


"Hum" Ucap Fendi


Mereka pun semua kini makan dengan tenang, deheman Fendi sudah seperti alarm bagi yang lainnya, Sari yang belum terbiasa pun merasa kikuk sendiri, ia merasa takut dengan Fendi


Selesai makan, mereka semua saling berpamitan satu dan yang lainnya


"Mira, kita balik dulu yah" Ucap Tania


"Iya beb, hati - hati yah" Ucap Mira


"Iya" Ucap Felisa


"Dek, apa gak sebaiknya kamu pulang sama Abang" Ucap Fendi


"Makasih sebelumnya bang, aku pulang sama Tania aja bang, soalnya kan perginya bareng" Ucap Felisa menolak


"Dek Nia" Panggil Deni


"Iya bang" Ucap Tania


"Abang antar pulang boleh" Ucap Deni menawarkan

__ADS_1


Sebenarnya Deni sendiri sudah menaruh hati pada Tania sejak lama, ia menyukai Tania saat Tania pertama kali berkunjung me markas, saat itu ia mendapat tugas piket, dan Tania melapor kepadanya saat ingin bertemu dan mengunjungi Romi atasannya, saat itu pula Deni mendapat desas desus dari prajurit lainnya bahwa Tania adalah kekasih atasannya, sehingga Demi pun merasa rendah diri dan tidak pantas untuk berdekatan dengan Tania, namun semenjak ia tau mereka sudah putus, Deni punya kesempatan untuk mendekatinya, saat di ajak untuk bukber pun Deni mencari tau dari Nyoman apakah Tania di undang dan akan datang atau tidak


Dan ternyata tidak sia - sia ia ikut, karena gadis pujaannya juga datang dan ia sangat merasa bahagia, apalagi Tania sangat cantik malam ini, jujur ia sangat terpesona dengan penampilan gadis manis tersebut


"Dek Nia" Panggil Deni lagi


"Maaf yah bang, bukan aku gak mau, tapi aku bawa motor, dan datang kesini sama Feli, jadi aku rasa aku akan pulang bersama Feli aja bang" Ucap Tania


"Oh begitu yah dek" Ucap Deni


"Iya bang, tapi makasih loh sebelumnya" Ucap Tania


"Iya, sama - sama" Ucap Deni


"Oh yah kalau gitu boleh gak Abang minta nomornya dek" Ucap lelaki tersebut


"Boleh bang, ni 0812********," Ucap Tania


"Okey dek, udah abang simpan" Ucap Deni


"Iya bang" Ucap Tania


"Tania mau pulang yah" Ucap Nyoman


"Iya bang" Ucap Tania


"Oh iya hati - hati yah, kita duluan" Ucap Nyoman


"Iya bang, hati - hati di jalan" Ucap Tania


Tania pun keluar bersama Deni, Romi yang ingin masuk ke dalam mobilnya melihat ke arah mereka, membuatnya sangat kesal, tidak tau mengapa ingin sekali ia menarik Tania untuk pulang bersamanya


"Yank" Ucap Sari


"Hum" Ucap Romi


"Kamu gak mau masuk, kita kan mau pulang" Ucap Sari


Nyoman menyetir mobil Romi, dengan penumpang di dalamnya yakni Mira, Romi dan Sari


Romi pun masuk ke dalam mobilnya


Sedangkan Tania menatap Romi yang masuk ne dalam mobilnya dengan tatapan yang tak terbaca


"Beb, yuk pulang" Ajak Tania


"Pulang dulu yah pak Fen" Ucap Tania


"Iya hati - hati, pakai helmnya yang benar dek" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


Fendi membantu memasangkan helm Felisa sedangkan Tania bersikap menyalakan motornya


"Den" Panggil Fendi


"Siap Dan" Ucap Deni


"Kamu antar saya, karena rumah kita sekomplek" Ucap Fendi


"Siap Dan" Ucap Deni


Deni lantas memberikan kunci motornya kepada temannya dan mengambil kunci mobil dari Fendi


Ia kemudian menyetir mobil Fendi


"Hati - hati yah bang Deni, Pak Fendi" Ucap Tania


"Iya hati - hati bang" Ucap Felisa


"Iya dek, kalian juga" Ucap Fendi


Mereka pun saling membunyikan klakson sebagai isyarat pamit, kemudian motor Tania melaju dengan kencang meninggalkan mobil Romi dan juga Fendi


"Wah gila, Tania bawa motornya jago juga yah" Ucap Nyoman yang kaget


"Iya bang, dia emang jago bawa motornya" Ucap Mira


Sari sedang tertidur di bahu Romi, sedangkan Romi hanya menatap kepergian Tania dengan perasaan tak menentu


Mobil Romi dan mobil Fendi pun meninggalkan restoran tersebut dan menuju rumah masing - masing


Sedangkan di perjalanan pulang, Tania dan Felisa pun saling bercerita mengenai pertemuan bukber mereka


"Beb" Panggil Felisa


"Iya" Ucap Tania


"Kamu gak lihat bang Deni" Ucap Felisa

__ADS_1


"Lihatlah masa gak, emangnya aku buta" Ucap Tania


"Hahahah" Tawa Felisa


"Maksud aku kayaknya dia suka deh sama kamu" Ucap Felisa


"Ngawur" Ucap Tania


" Beneran kali" Ucap Felisa


"Hah, apa" Ucap Tania


Ia kurang mendengar apa yang di katakan sahabatnya itu


Felisa pun mendekatkan wajahnya di sebelah Tania


"Kayaknya beneran suka kamu" Ucap Felisa berteriak


"Eh buset kencang amat non" Ucap Tania


"Siapa suruh gak dengar tadi" Ucap Felisa


"Anginnya kencang beb" Ucap Tania


"Gak mungkin dia suka lah beb, kan kita baru ketemu" Ucap Tania


"Yakin baru ketemu, kayaknya dia udah kenal kamu" Ucap Felisa


"Kayaknya udah pernah ketemu deh, tapi aku lupa dimana" Jujur Tania tidak ingat


"Oh begitu" Ucap Felisa


"Iya" Ucap Tania


"Yah udah sampai rumah aja baru kita cerita yah" Ucap Felisa


"Iya" Jawab Tania


Ia kembali melakukan motornya lebih cepat, sepertinya ia akan absen sholat tarawih hati ini, mengingat mereka masih dalam perjalanan


Sesampainya di rumah, waktu menunjukan pukul. setengah sepuluh malam


Felisa turun dari motornya dan berpamitan dengan Tania


"Gak mampir dulu ni" Ucap Felisa


"Besok aja, capek, udah ngantuk juga" Ucap Tania


"Oh okey" Ucap Felisa


"Salam yah buat mbak Mel" Ucap Tania


"Okey, salam juga buat Tante Riana" Ucap Felisa


"Okey, Bey" Ucap Tania kemudian melajukan motornya pulang


sedangkan Felisa masuk ke rumahnya


Setelah memarkirkan motornya Tania pun masuk ke dalam rumahnya


"Assalamualaikum" Ucapnya


"Walaikumsalam, udah pulang nak" Ucap Mamanya Riana


"Iya ma, dapat salam dari Feli" Ucap Tania


"Walaikumsalam" Ucap Riana


"Ke kamar dulu yah ma, ngantuk" Ucap Tania


"Iya sayang, mama udah selesai masak sahurnya, nanti kalau kamu bangun duluan tolong panasin buat kita sahur yah sayang" Ucap sang mama


"Iya ma" Ucap Tania


Kemudian ia beranjak ke kamarnya, membersihkan diri dan ingin tidur


Saat hendak tidur, tiba - tiba ada notifikasi pesan masuk ke ponselnya


"Selamat malam dan mimpi indah" Isi pesan tersebut


"Nomor siapa yah" Ucap Tania melihat nomor tanpa nama yang tertera


Karena sudah mengantuk, ia tak membalas pesan tersebut, ia lebih memilih tidur dan mengistirahatkan tubuhnya, ia pun terlelap dengan damai.


Bersambung_____


Terima kasih untuk semua dukungannya 🙏 ☺️


Saranghae ❤️ 🤗

__ADS_1


__ADS_2