
Keesokan harinya,
“Assalamualaikum Fel” Ucap Tania di depan pintu rumah Felisa
“Walaikumsalam” Jawab Felisa
“Kamu gak ke sekolah beb” Tanya Tania
“Gak, badanku tidak enak, demam dari semalam” Jawab Felisa
Tania pun masuk dan mengajak Felisa untuk duduk di sofa, ia memeriksa dahi sahabatnya itu, benar saja, saat memegang dahi Felisa tangan Tania terasa jauh lebih panas
“Kamu sudah minum obat” Ucap Tania
“Sudah, dari semalam” Jawabnya
“Kamu sudah sarapan atau belum, ni aku bawa kue brownis buatan kamu, sama ada beberapa kue lainnya” Ucap Tania
“Kamu makan yah, terus minum obat” Lanjut Tania perhatian
“Makasih yah bestie ku” Ucap Felisa
Tania sangat perhatian kepada Felisa, ia tidak mau sahabatnya itu sampai kenapa – kenapa, apalagi saat ini Diora dan Melati tidak berada di rumah, mereka telah berpesan agar Tania menjaga Felisa selama kepergian mereka
Tania pun beranjak ke dapur, ia membuat susu coklat hangat untuk sahabatnya itu, dan meletakkan kue yang ia bawa ke dalam piring
Kemudian ia membawanya ke ruang tamu dimana Felisa berada
“Kamu makan dulu dan minum susunya” Ucap Tania
“Makasih yah” Ucap Felisa
“Sudah jangan berterima kasih terus, kayak sama orang lain saja, sekarang kamu makan terus minum obat” Ucap Tania
Tania pun beranjak ke dalam kamar Felisa, kemudian mencari kotak obat, setelah mendapatkannya ia pun mengambil satu butir Paracetamol untuk diberikan kepada Felisa
“Kamu udah selesai makan, ni minum obat dulu” Ajak Tania.
Felisa pun segera meminum obat yang diberikan Tania
“Sekarang, kamu istirahat di kamar, aku pulang dulu, nanti siang aku datang lagi bawain bubur buat kamu” Ucap Tania
“Iya” Ucap Felisa, kemudian berjalan menuju kamarnya
Tania pun pamit meninggalkan Felisa seorang diri
Di lokasi lainnya, Seorang prajurit tengah duduk di kursi kerjanya, pikirannya melayang entah kemana
“Izin Dan, lapor ! Ini berkasnya” Ucap Sertu Saiful sambil menyerahkan beberapa berkas kepada Fendi
“Terima kasih” Ucap Fendi
“Siap Dan, Permisi” Sertu Saiful pamit keluar
Fendi kini sedang duduk membaca berkas yang ada, berkas hasil laporan kegiatan minggu lalu, setelah selesai membaca ia pun mengambil ponsel dari dalam saku bajunya
Sepertinya ia sedang menanti sesuatu, namun entah apa itu
__ADS_1
Jarum jam menunjukan pukul 12.00 wib
Tania sedang berjalan ke rumah Felisa untuk mengecek kondisi sahabatnya itu
“Feli, bangun dulu, aku bawain bubur ni buat kamu” Ucap Tania
“Eh Tan, kamu sudah datang” Ucap Felisa
“Kamu makan dulu, aku sudah siapkan di atas meja” Ujar Tania
Felisa pun beranjak ke arah dapur untuk memakan bubur yang telah disiapkan sahabatnya itu
“Gimana kondisi kamu” Ucap Tania sambil mengecek suhu tubuh Felisa
“Sudah mendingan beb” Jawab Felisa
“Iya, sepertinya sudah mendingan, panasnya susah turun, tapi kamu harus tetap minum obat, biar cepat sembuh” Ujar Tania menyarankan
Tania bersikap selayaknya dokter yang sedang memeriksa sahabatnya itu, ia sangat mengawatirkan Felisa, baginya Felisa sudah seperti saudara kandungnya
“Kamu gak makan Tan” Tanya Felisa
“Aku sudah makan sebelum kemari” Jawab Tania
“Kamu gak jualan hari ini Tan” Ucap Felisa
“Iya, masih capek, kemarin aja kerja rodi, hahaha” Ujar Tania sambil tertawa
“Maafin aku yah beb, gara – gara bantuin aku siapkan orderan, kamu jadi capek dan sakit” Gumam Tania lirih, air matanya hampir saja menetes
“Makasih yah bebeb, kamu yang terbaik” Ucap Tania sambil memeluk Felisa
“Kamu juga” Ucap Felisa
Mereka pun saling berpelukan
“Siang Komandan” Sapa Serka Romi pada atasannya
“Siang juga Serka Romi” Ucap Fendi
“Mau makan siang yah Komandan” Tanya Romi
“Iya, kamu sibuk atau tidak, ayo makan siang bersama” Ajak Fendi pada sahabatnya
Setelah sampai di Kantin, mereka pun duduk sambil memakan makan siang mereka
Sambil makan, Fendi sesekali memeriksa WA nya, tidak ada apapun yang membuatnya senang, hanya ada beberapa pesan di grup keluarga dan grup kesatuannya, namun ia tidak ingin melihatnya
“Sedang apa Dan” Tanya Romi penasaran
“Felisa tidak aktif Rom” Jawab Fendi
“Felisa sedang sakit, Komandan” Ucap Romi menjawab perkataan komandannya
“Apa, dia sakit apa Serka Romi, kamu jangan bercanda” Tanya Fendi penasaran
“Saya tidak bercanda Komandan, Tania tadi mengirim pesan memberitahukan kepada saya, katanya dia demam” Ucap Romi menjelaskan
__ADS_1
Fendi pun tak berselera untuk makan, ia mengawatirkan gadis pujaannya itu
Setelah kembali ke ruangannya, Fendi pun berniat mengirim pesan kepada Felisa
#From. Beruang kutub
“Assalamualaikum” Bunyi pesan dari Fendi
“Walaikumsalam” Balas Felisa
“Kabar kamu gimana, kata Romi kamu sakit” Tanya Fendi dalam pesannya
“Iya bang, tapi sudah mendingan” Balas Felisa
“Kamu jangan lupa minum obat yah, semoga lekas sembuh”
“Iya bang, makasih”
“Sama – sama dek”
Deg...
Deg...
Felisa melihat pesan terakhir yang di kirim oleh Fendi, jantungnya tiba – tiba berdegup kencang, beruang kutub itu memanggilnya dek, terdengar manis bagi Felisa
"Fel, Sudah sore, aku pulang dulu yah" Pamit Tania
"Iya, Makasih banyak yah Tan, salam buat Tante" Ucap Felisa
"Iya, Sama - sama" Ucap Tania
"Kamu baik - baik di rumah yah, semoga lekas sembuh Feli sayang" Lanjutnya
"Iya beb" Ucap Felisa
Di seberang, sama halnya perasaan Felisa, Fendi pun merasakan hal yang sama, ia pun tersenyum melihat panggilan yang ia berikan kepada Felisa, hatinya merasa lega gadisnya itu baik – baik saja
Senja di langit terukir sempurna, sepertinya semesta ikut berbahagia di kala dua orang asing itu sedang menyalami perasaan mereka masing – masing di tempat yang berbeda, mereka tidak tau apa yang tengah dirasakan, namun hatinya terasa berbunga – bunga
Apakah yang mereka rasakan itu yang dinamakan cinta ?
Mampukah Felisa meluluhkan hati sang prajurit dingin tersebut ?
Jangan lupa dukung karya Author yah 🥰
Dan bagi yang sudah mendukung Author ucapkan banyak terima kasih 🙏
__ADS_1