
Sesuai dengan janji mereka, siang itu setelah pulang sekolah Tania langsung menjemput Felisa kemudian bersama - sama menjenguk Sari di rumah sakit Pelita
"Beb, habis jenguk kita langsung pulang atau kamu mau kemana lagi, biar sekalian aku antar" Ucap Tania
"Langsung pulang aja beb" Ucap Felisa
"Okey" Ucap Tania
Sampailah mereka pada lokasi yang di tuju, kedua gadis itu turun lalu masuk ke dalam rumah sakit, sebelumnya mereka menuju ruang administrasi bertanya di mana letak ruang rawat atas pasien bernama Purnamasari, seorang petugas memberitahu mereka kamar pasien tersebut dan mereka pun menuju tempat dimana Sari berada
"Assalamu Alaikum Mbak Sari" Ucap Tania
Sari yang nampak melamun rupanya tidak mendengar salam dari gadis itu, entah apa yang ia pikirkan, namun Felisa dan Tania tau bahwa gadis itu pasti tidak baik - baik saja, berat badannya menurun hanya terlihat perut yang mulai membusung, wajahnya pucat pasih, tidak ada aura cerah yang biasa di tampakan olehnya
"Halo Mbak" Ucap Felisa
Seketika Sari tersandar saat mendengar sapaan Felisa, ia nampak terkejut melihat kedatangan kedua gadis tersebut
"Feli, Tania, kok disini" Tanya Sari
Ia mulai menundukkan wajahnya karena malu
"Iya mbak, tadi kami lewat terus gak sengaja lihat mbak, jadi kita negur" Bohong Tania
Rasanya ia tak tega jika harus bercerita sebenarnya kepada wanita itu
"Oh gitu, memangnya jenguk siapa" Tanya Sari
"Jenguk teman mbak" Ucap Felisa
"Oh iya" Ucap Sari
"Mbak keadaannya gimana" Ucap Tania
"Alhamdulilah baik dek, oh yah gimana kamu sama mas Romi baik - baik aja kan" Tanya Sari
"Alhamdulillah mbak, baik" Ucap Tania
"Semoga langgeng selalu yah Tan" Doa Sari
"Iya mbak, aamiin" Ucap Tania
Mereka saling bercerita, Sari nampaknya mulai terbuka dengan mereka, karena ia tak mampu lagi menahan semua beban di pundaknya, ia mengeluarkan isi hatinya pada kedua gadis tersebut
Tania dan Felisa ikut terharu mendengar perjalanan hidup wanita itu
"Yang sabar yah mbak" Ucap Felisa memeluk Sari
"Iya Fel, makasih yah" Ucap Sari
"Keterlaluan banget si Mira, gak nyangka aku dia kayak gitu mbak" Ucap Tania kesal
"Sudahkah Tan, biarkan saja, nanti ketahuan sendiri belangnya" Ucap Sari
Ia sudah ikhlas menerima takdir hidupnya
"Mungkin ini juga teguran untuk aku, karena aku sering lalai dan jauh dari Allah" Ucap Sari menangis sedih
__ADS_1
"Mudah - mudahan ada hikmahnya yah mbak" Ucap Tania
"Iya Tan, makasih yah kalian udah jenguk aku" Ucap Sari tulus
"Iya mbak" Ucap Felisa
Setelah mengobrol panjang lebar hingga waktu sudah mulai sore, mereka berdua memutuskan untuk pulang
"Kita balik dulu yah mbak, insya Allah nanti kita kesini lagi" Ucap Tania
"Iya, hati - hati di jalan yah, selain lagi terima kasih banyak" Ucap Sari
"Iya, sama - sama mbak" Ucap Tania
"Mari mbak,assalamu Alaikum" Ucap Felisa
"Walaikumsalam" Jawab Sari
Kedua gadis itu kemudian menuju parkiran dan Tania mengendarai motornya kembali pulang
Di jalan mereka terus mengobrol tentang Sari, mereka tak menyangka semua itu akan terjadi padanya, Sari juga wanita yang kuat, selama ini ia menutupi semuanya dengan sangat baik
"Beb, besok jadi belanja perlengkapan ultah Meldia gak" Tanya Tania
"Kayaknya jadi deh beb, nanti aku kabarin yah" Ucap Felisa
"Kalian perginya naik apa" Ucap Tania
"Semalam kalau gak salah, mbak Mel sama bang Dio, terus mbak Dena boncengan mah bang Putera, aku sama kamu kan" Ucap Felisa
"Kata mbak Mel, mereka nanti di titipin ke rumah Tante Devanka, biar gak repot kalau ajak mereka, soalnya kan biar gak ribet nyari perlengkapannya" Jawab Felisa
"Betul juga beb, nanti kamu telepon aku yah biar aku jemput sekalian berangkat bareng" Ucap Tania
"Tapi memangnya besok kamu gak sibuk beb" Tanya Felisa
"Gak kok, pesanan orang udah aku titip ke mama, soalnya ambilnya nanti di rumah" Jawab Tania
"Oh, baguslah kalau begitu" Ucap Felisa
"Btw beb, kamu ngerasa ada yang aneh gak sama kak Fendi" Ucap Tania
"Gak tuh memangnya ada apa" Ucap Felisa
"Gak papa sih, tapi kok aku lihat beliau udah jarang yah sama kamu" Ucap Tania
"Mungkin sibuk, aku kan gak pegang hape jadi komunikasi sudah jarang" Ucap Felisa
"Iya juga semoga baik - baik aja yah beb" Ucap Tania
"Aamiin" Ucap Felisa
"Bang Romi bucin banget sama kamu" Ucap Felisa
"Hehehe, iya gak tau juga kenapa, dia ngajak aku serius beb, jadi yah semoga kedepannya selalu lancar" Ucap Tania
"Aamiin, semoga di lancarkan yah beb" Ucap Felisa
__ADS_1
"Aamiin" Ucap Tania
"Beb, mampir di kedai bakso depan yuk" Ucap Felisa
"Okey" Ucap Felisa
Mereka pun mampir di sebuah kedai bakso yang nampaknya ramai, katanya pengunjung yang barusan keluar baksonya terasa enak
"Beb, katanya enak" Ucap Tania
"Beb, bukannya itu bang Romi sama bang Fendi" Ucap Felisa
"Mana" Tanya Tania
"Itu yang di mobil" Ucap Felisa
Pandangan mereka pun tertuju pada mobil yang mereka kenal, nampak terlihat dua orang pria dengan dua orang wanita di dalamnya, namun kedua gadis itu tidak tau siapa mereka
"Kayaknya habis makan dari sini deh" Ucap Felisa
"Iya, bentar aku telpon bang Romi" Ucap Tania
Bergegas ia mengambil ponsel dari tasnya dan menelpon kekasihnya tersebut
"Panggilan yang anda tuju sedang tidak aktif, silahkan coba beberapa saat lagi" Ucap sang operator
"Gak aktif beb" Ucap Tania
Felisa hanya terdiam sambil mendengarkan sahabatnya itu, ingin rasanya ia berfikir positif namun di lihat dari gestur kedua pemuda itu di dalam mobil, terlihat mereka berempat sangat akrab, namun siapa mereka, ia tidak tau
"Makan dulu yuk' Ajak Felisa
"Iya, Mas, baksonya dua porsi yah" Ucap Tania
Setelah pesanan mereka datang, mereka langsung menyeruput kuahnya dan memakan pentolan yang ada, nampak gurih dan enak, namun kelezatan bakso yang mereka makan tidak bisa menutupi rasa penasaran yang ada di pikiran kedua gadis muda tersebut
Tania terus berusaha menghubungi Romi namun masih belum ada jawaban dari yang bersangkutan, ia pun sudah mengirim pesan pada lelaki tersebut, namun masih centang satu abu - abu, sepertinya ia belum online hari ini
"Kira - kita mereka sama siapa yang beb" Tanya Tania penasaran
"Gak tau beb" Jawab Felisa
"Hum, siapa mereka" Ucap Tania seolah berfikir keras
"Coba kamu telepon kak Fendi pakai hape aku" Ucap Tania berinisiatif
"Gak deh, gak enak, nanti ganggu" Ucap Felisa
Entah ia ragu atau lebih tepatnya ia takut dengan jawaban yang di berikan oleh pria tersebut, sehingga ia menolak secara halus tawaran sahabatnya itu
"Makan yuk beb, habis itu kita pulang, nanti kita tanya mereka" Ucap Tania
"Iya" Ucap Felisa
Mereka pun terus melanjutkan makan mereka meski dengan hati dan pikiran yang entah pergi kemana.
Bersambung_____
__ADS_1