Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Pergulatan batin


__ADS_3

Dan kini semua berlalu, hari dan minggu terlewati bulan pun berganti, seorang pemuda sedang duduk merenung, entah kalimat apa yang ingin ia susun agar bisa meluluhkan hati seorang pemuda lainnya


Beberapa paragraf ia tulis dengan rapi, ia bingkai satu persatu kata hingga menjadi utuh, kalimat yang berterus terang dari ungkapan hati yang paling dalam


"Ayo Fendi kamu pasti bisa" Ucapnya pada diri sendiri


"Tunggu aku dek Feli, aku akan memperjuangkan dirimu dengan semua kemampuan aku punya" Gumamnya


Ia tak pernah mencintai gadis manapun, satu - satunya yang ia sayangi adalah ibunya hingga kasih itu tak perlu terucap dengan kata, semua yang ia beri pada orang tuanya dengan tindakan nyata, ia ingin melakukan hal yang sama untuk gadis pujaannya namun siapa sangka perjalanan hidup tak semuda membalikan telapak tangan, karna tajamnya mulut orang lain bisa berakibat fatal


Apalagi ada ego manusia di dalamnya, hingga tak ingin menerima penjelasan meski itu kebenaran sekalipun, ia hanya bisa berdoa bahwa di beri kelancaran, semoga ia bisa meluluhkan hati saudara kandung dari gadis pujaannya


"Aku akan berbicara yang sejujur - jujurnya, mohon beri aku petunjuk dan kelancaran Tuhan, semoga penjelasan ku bisa di terima" Doa nya di gelap malam berusaha meredakan pergulatan di batinnya


Ia melamun hingga sebuah suara menyadarkannya


"Belum tidur Dan" Tanya Romi


"Eh Rom" Panggil Fendi


Mereka di pisahkan tidak satu kamar, hanya saja hari terakhir mereka di negri orang, Fendi ingin berbagi cerita dengan sahabatnya itu sehingga jadilah mereka satu kamar, sebagain prajurit lainnya sudah di kirimkan pulang duluan tersisa beberapa dari mereka


Jauh dari keluarga dan negri tercinta membuat mereka sadar, rindu itu semakin berat dan membuncah


"Komandan kok belum tidur, ada apa" Tanya Romi


"Entahlah Rom, aku tidak tau harus bagaimana, aku ingin berbicara dengan bang Dio, tapi aku sedikit takut" Ucap Fendi jujur


"Memangnya masalah kalian belum selesai" Tanya Romi


"Kamu tau sendiri, bang Dio lebih percaya omongan orang luar tentang diriku" Ucap Fendi frustasi


"Hum,setahu aku Tania pernah bilang bahwa Feli dan mbak Mel sering menasehati bang Dio untuk lebih percaya pada dirimu tapi tetap saja bang Dio kekeh dengan pendiriannya, mungkin jauh lebih baik jika kau sendiri yang mengatakan dan menjelaskannya kepada beliau" Ucap Romi berterus terang


"Apa menurutmu bang Dio akan percaya padaku" Tanya Fendi pada sahabatnya itu


"Mungkin saja, setidaknya dia mendengarnya langsung dari mulutmu bukan orang lain, siapa tau dengan kau mengatakan yang sebenarnya hatinya akan luluh dan merestui mu dengan Feli adiknya" Jawab Romi


"Begitu yah" Tanya Fendi


"Iya broh" Ucap Fendi .

__ADS_1


"Apa akan berhasil" Tanya lelaki tersebut


"Kau tidak akan pernah tau selama kamu tidak mencobanya broh, bukankah Fendi yang ku kenal adalah bukan lelaki pecundang, ayolah broh buktikan pada bang Dio kamu memang kayak dengan adiknya" Ucap Romi memberi support pada sahabatnya itu


"Thanks broh, udah dengar curhatan ku" Ucap Fendi


"Aku sudah dengar dari tadi, dari kamu menulis kata - kata hingga kau sholat malam dan berdoa" Ucap Romi


"Jadi kau daritadi tidak tidur" Tanya Fendi


"Bagaimana aku bisa tidur jika komandan sekaligus sahabatku ini sedang frustasi akan nasib percintaannya, itu sesuatu yang sangat menarik broh, kapan lagi melihat dirimu seperti sekarang, hahaha" Ucap Romi tertawa


Seumur - umur ia berteman dengan Fendi, ia melihat banyak hal baru saat Fendi menjalin hubungan dengan Felisa, gadis itu telah banyak merubah es kutub ini menjadi pribadi yang hangat dan mau menerima nasehat orang lain


"Hahahah keterlaluan kau broh" Ucap Fendi tertawa


"Yuk tidur, besok kita balik dan aku akan menemui wanita ku begitupun dirimu" Ucap Romi


"Jadi kau akan bertemu Tania" Ucap Fendi


"Iya dong, lelaki sejati selalu memegang kata - katanya, pantang untuk di langgar" Ucap Romi bertekad


"Wah wah playboy cap buaya udah beneran tobat, gokil Tania bisa merubah kamu broh" Ucap Fendi


"Dia pasti sendang bermimpi tentangku" Ucapnya lagi


"Jangan halu broh, mungkin dia sedang pergi bersama pria lain, siapa tau" Ucap Fendi


"Wah, tenang broh, wanitaku bukan orang seperti itu, dia sangat baik dan juga manis" Ucap Romi bangga


"Hum, begitu" Ucap Fendi


"Yup begitu, Feli juga sama" Ucap Romi


"Kamu kok lebih tau Felisa" Ucap Fendi kesal


"Hum jangan cemburu broh, jelas aku tau, pacarku selalu saja menceritakan wanita pujaan mu itu jadi jelas saja pasti aku tau tentangnya" Ucap Romi


"Dan kau tidak bercerita padaku" Tanya Fendi


"Sebab kau tidak bertanya padaku, hehehe" Ucap Romi

__ADS_1


"Kau akan melamar Tania broh" Ucap Fendi


"Yup" Ucap Romi mantap


"Tante dan om bagaimana" Ucap Fendi


"Mereka sudah setuju, jadi aku akan bertemu Tante Riana terlebih dahulu, kalau sudah aman baru akan aku ajak keluarga besar ku untuk meminangnya secara resmi" Ucap Romi tentang rencananya


"Waw tidak ku sangka tobatnya seorang playboy sungguh luar biasa" Ucap Fendi


"Hahahaha, tidur broh" Ucap Romi


"Okey" Ucap Fendi


Mereka berdua pun tidur karena beberapa jam lagi mereka akan kembali ke Indonesia


Di sisi lain, dua orang gadis sedang saling bercerita, Tania sedang menginap di rumah sahabatnya yakni Felisa


"Beb, kira - kita bang Romi lagu ngapain yah" Tanya Tania


"Hum, tidur mungkin disana kan pasti udah mau subuh" Ucap Felisa


"Iya juga yah" Ucap Tania


"Kenapa kok nanya" Ucap Felisa


"Kangen aja beb" Ucap Tania


"Tadi kan sudah video call" Ucap Felisa


"Hehehe masih kurang" Ucap Tania


"Hum, dasar bucin" Ucap Felisa


"Tidur yuk ngantuk" Ucap Felisa lagi


"Yuk" Ucap Tania


Kedua gadis itu lantas menyudahi percakapan di antara keduanya, mereka sudah terlanjur mengantuk


Saat tertidur pun seorang gadis dari keduanya di hujan ni dengan mimpi yang indah, Tania bermimpi sedang berada di taman bunga, dengan pucuk - pucuk yang bermekaran indah, Felisa terlalu lelah seharian dirinya membantu Melati mencuci pakaian, tidak ada mimpi yang indah datang padanya, ia hanya terlelap dengan kelelahan di tubuhnya

__ADS_1


Esok harinya, mentari bersinar cerah, kedua gadis cantik itu masih terlelap dengan memeluk guling masing - masing, kicau burung bernyanyi indah, ayam berkokok bersahut - sahutan, hal yang berbeda terjadi pada kedua lelaki di negri seberang, mereka tengah bersiap masuk ke dalam pesawat yang akan menerbangkan mereka kembali ke kampung halaman, seorang lelaki tersenyum indah sebab ia akan bertemu dengan gadis pujaannya, sedangkan yang satunya sedang menenangkan perasaannya sebab ia berencana akan bertemu kakak dari gadis yang ia suka dan rindukan.


Bersambung______


__ADS_2