
Sore harinya, Melati dan Diora berkunjung ke rumah sakit, mereka di hebohkan oleh cerita - cerita par suster
"Senang yah jadi adik iparnya suster Melati, punya pacar ganteng begitu" Ucap beberapa suster
"Sayang, kenapa teman - teman kerja kamu membicarakan Feli" Ucap Diora
"Gak tau sayang" Ucap Melati
"Ganteng, maksud mereka siapa, atau jangan - jangan" Ucap Diora
"Sayang tunggu" Ucap Melati
Ia kesulitan mengikuti langkah suaminya yang berjalan terlalu cepat ke ruang inap Felisa
Sesampainya mereka disana, mereka berdua pun melihat Felisa yang jauh lebih segar, wajahnya sudah cerah dan tak pucat lagi, Ela dan Tania juga sedang tertawa tidak tau sedang menertawakan hal apa
"Hum" Ucap Diora
Ketiga gadis tersebut sontak kaget melihat ke arah pintu di mana Diora dan Melati berada
"Bang" Ucap Ela
"Mel"
"Mbak Mel"
Ucap Felisa dan juga Tania
"Tadi siapa yang datang kesini El" Ucap Diora datar
"Tidak ada yang datang bang, daritadi kita sendiri kok" Ucap Ela
"Jangan bohong loh El" Ucap Diora
"Gak ko, tanya aja Tania bang" Ucap Tania
"Hum, i y a bang" Ucap Tania terbata
Ela menatapnya, menyuruhnya untuk sedikit berakting, namun sayangnya Tania terlalu takut dengan Diora, sehingga ia pun gugup di buatnya
"Hum, yakin" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap Ela
Melati hanya terdiam, ia bingung harus bersikap bagaimana
"Besok pagi kamu sudah bisa balik dek, kata dokter kondisi kamu sudah jauh lebih membaik" Ucap Melati
Ia mencoba mencairkan suasana
"Sayang mereka harus" Ucap Diora namun tertahan
Istri tercintanya menarik lengannya, ia tak mau ada keributan di rumah sakit
Diora pun keluar dengan menahan emosinya .
"Tan, bantuan Feli beberes yah dek, Ela, kita boleh ngomong sebentar di luar" Ucap Melati
"Iya mbak" Jawab Tania
Ela pun keluar mengikuti Melati
Di dalam Tania sedang membereskan perlengkapan dan pakaian Felisa
"Beb, kamu tadi lihat gak ekspresi bang Dio" Ucap Tania
"Hum" Ucap Felisa lesu
"Beb, jangan mikir yang macam - macam yah, aku yakin pasti bang Dio hanya bingung aja sekarang, mungkin karna ia terlalu sayang sama kamu, jadi dia begitu, meskipun aku juga bingung, kenapa bang Dio begitu marah sama pak Fendi" Ucap Tania
__ADS_1
"Kamu udah tau beb" Ucap Felisa
"Iya, kamu jahat banget gak ngasih tau aku, jadinya mbak Ela yang cerita semuanya ke aku,aku aja sampai kaget" Ucap Tania
"Kamu yang sabar yah" Ucapnya lagi
"Iya beb, makasih yah" Ucap Felisa
"Iya sayang, harus semangat" Ucap Tania memeluk sahabatnya
"Kita kayak Teletubbies, pelukan melulu" Ucap Tania
"Hehe" Ucap Felisa
"Gitu dong senyum" Ucap Tania
Ia terus menghibur sahabatnya itu, ia merasa kasihan melihat Felisa, padahal pak Fendi adalah pria yang baik, ia hanya bisa berdoa semoga semuanya cepat selesai dan Felisa bisa bahagia
Di sisi lain rumah sakit yakni bagian taman
Tiga orang dewasa sedang berbicara serius, wajah si pria terlihat menahan emosi, dan dua wanita sedang duduk di depannya
"Bang, sabar" Ucap Melati
"Sabar gimana sayang, bisa - bisa nya Ela menyuruh orang itu masuk menemui Feli" Ucap Diora
"Tapi bang, masa mesti aku usir" Ucap Ela
"Itu lebih bagus" Ucap Diora
"Bang" Ucap Melati
"Kamu ko ikutan Ela sih sayang" Ucap Diora
"Bukan begitu bang" Ucap Melati
"Lantas apa, kamu pasti mau bilang Abang salah, Abang yang membuat Feli sakit seperti sekarang, kalian mau menyalahkan Abang" Ucap Diora emosi
"Bang, Fendi itu baik, apa manusia tidak bisa berubah sampai Abang pun tak bisa memberikan kesempatan kepadanya, ingat bang Feli adik Abang, dia sudah dewasa, dia juga tau mana yang baik dan tidak bagi dirinya" Ucap Ela
"El" Ucap Melati
"Apa Mel, apa aku salah" Ucap Ela
"Tapi masalahnya El kata teman Abang,dia itu" Ucap Diora
"Dia apa bang, apa Abang lebih mendengar kata orang itu, apa Abang tidak mau mendengar dari versinya Fendi, mungkin saja ia punya penjelasan atas semua yang menimpanya dulu" Ucap Ela
"Kamu gak ngerti El" Ucap Diora
Ia masih mempertahankan egonya
"Sudah lah El, bang, gak baik kita disini, malu sama yang lainnya" Ucap Melati
"Abang gak mau dengar apapun, pokonya apapun yang berhubungan dengan pria itu, Abang tidak setuju" Ucap Diora kemudian berlalu meninggalkan mereka
"Dasar egois" Ucap Ela
"El" Ucap Melati
"Kesal aku Mel sama suami kamu tuh, kalau bukan sepupu aku, sudah ku pukul kepalanya" Ucap Ela
Ia sedang menahan kekesalannya kepada Diora
"Hahaha, rasanya aku juga sama sepertimu El, tapi sayangnya dia suami aku" Ucap Melati
"Jadi gak bisa aku macam - macam sama dia" Ucapnya
"Hahaha" Ucap Ela tertawa
__ADS_1
"Yuk ke kamar Feli" Ucap Melati
"Yuk" Ucap Ela
Mereka berdua pun berjalan menyusuri koridor menuju kamar Felisa
"Assalamu Alaikum" Ucap Melati
"Walaikumsalam" Ucap Felisa dan Tania
"Udah Tan beberesnya" Tanya Melati
"Sudah mbak" Ucap Tania
"Bang Dio kemana mbak" Ucap Felisa
"Bang Dio lagi ke kantin sayang" Ucap Ela
Ia sedang berbohong, sebab ia dan Melati tidak tau kemana perginya Diora
"Oh iya mbak" Ucap Felisa
"Iya sayang" Ucap Ela
"Wah buahnya banyak banget, siapa nih yang bawa" Ucap Melati
Sebenarnya ia hanya memancing Felisa saja, soalnya ia sudah tau bahwa yang membawa bunga dan buah - buahan ini adalah Fendi
Ting....
Ponsel Tania berbunyi, ternyata ia mendapat pesan dari pacarnya Romi
"Dek, Fendi nanya gimana keadaan Feli" Tulis lelaki itu
"Sudah membaik bang, oh yah abang sama pak Fendi jangan datang kesini dulu yah, soalnya bang Dio tadi ngamuk" Tulis Tania pada pesannya
"Oh yah, waduh gawat, okey, nanti Abang bilangin Fendi biar jangan kesana" Balasan dari Romi
"Iya bang" Tulis Tania
"Pacaran terus ni Tania" Ucap Melati
"Hehehe, maaf mbak" Ucap Tania menyengir kuda
Tania pun memasukan ponsel ke dalam tasnya, kedua mereka berempat saling bercerita dan tertawa bersama
Tak berselang lama, Diora juga masuk ke dalam ruangan, namun tiba - tiba suasana menjadi berubah tegang
Tania yang ingin menceritakan kejadian lucu pun menjadi tak bersuara
"Kenapa semua diam, gak suka Abang kesini" Ucap Diora
"Ih bang Dio marah - marah terus nanti cepat tua loh" Ucap Tania
"Hahaha, gak marah juga tetap tua Tan, kan sesuai usia" Ucap Ela tertawa
"Hum hum hum" Ucap Diora
"Hahahah" Ucap Felisa tertawa
Suasana pun mencair kembali, kini mereka saling berbagi cerita lucu dan tertawa bersama, Tania terus bercerita dan membuat beberapa orang tersebut terus tertawa
"Hahaha, kacau ni Tania" Ucap Melati
"Tapi mang sakit sih, tapi malunya itu loh, apalagi terpelesetnya depan crush atau gebetan" Ucap Ela
"Hahahaha, auto pengen hilang dan kabur aja" Ucap Melati tertawa
Mereka terus tertawa mendengar cerita - cerita Tania, dan tak terasa waktu terus berjalan, Melati harus berdinas, Tania dan Ela pun harus kembali ke rumahnya, karena sekarang bagian Ela yang menjaga anak - anak di rumah.
__ADS_1
Bersambung_______
Dukung terus karya Author yah ☺️ Terima kasih 🙏🥰❤️