
Alhamdulillah cuaca hari ini sudah membaik dibandingkan hari kemarin, suasana sibuk sudah mulai terlihat di kediaman Felisa dan keluarga seharian ini, begitupun di keluarga Tania, jika kesibukan yang terjadi di kediaman Tania adalah persiapan untuk membuat pesanan seratus kotak kue, maka yang terjadi di kediaman sahabatnya Felisa yaitu perihal dekorasi dan lain – lainnya, malam ini semua harus selesai dengan matang karna besok pagi adalah acara puncaknya
“Fel” Panggil Dena pada adik iparnya
“Iya mbak” Jawab Felisa
“Kamu lagi ngapain dek” Tanya Dena
“Aku lagi mengecek daftar undangan kak, takut ada yang lupa aku bagi tadi” Ucap Felisa
Sebenarnya kesibukan itu sudah terlihat dari tadi sore, Felisa dan Tania berkeliling untuk membagikan beberapa undangan kepada semua daftar teman, keluarga, tetangga, dan rekan kerja dari Melati maupun Diora sendiri, tak lupa juga undangan untuk beberapa tokoh agama yang ada di daerah mereka
Dari sore juga, Diora dan mertuanya pak Hendra telah menyerahkan satu ekor kambing kepada tokoh agama yang berada di daerahnya itu untuk di sembelih, karena anak Diora dan Melati adalah anak perempuan maka syarat untuk akikahkan anaknya hanya perlu menyembelih satu ekor kambing saja, berbeda dengan jika yang akikah anak cowo maka harus menyembelih dua ekor kambing, yang mana hal itu sesuai Sunnah yang diajarkan dan ia ketahui selama ini
Sehabis mengantarkan undangan Tania pun pulang ke rumahnya untuk membantu ibunya membuat pesanan buat acara besok, ia berjanji akan kembali ke rumah Felisa jika pesanannya sudah selesai ia buat
Maka untuk itu sementara tugas mengecek daftar undangan kembali di lakukan oleh Felisa seorang diri
“Memangnya ada apa yah mbak” Tanya Felisa
“Ini mbak mau minta tolong kamu, bawain satu undangan ke saudara mbak, soalnya tadi sore mbak sudah kesana tapi mereka gak ada di rumah, nomornya juga gak aktif dek buat di hubungi” Ucap Dena
“Memangnya alamatnya dimana mbak” Tanya Feli
“Di jalan mawar nomor 36 dek” Jawab Dena
“Aku nanya Tania dulu yah mbak, biar dia antarin aku, soalnya kalau udah malam gini takutnya gak ada ojek mbak” Ucap Felisa
Maklum saja jangkauan ojek online hanya berpusat di daerah kota dan sekelilingnya, jangkauannya belum luas sampai ke daerahnya Felisa, sehingga mereka masih pakai jasa ojek pangkalan, namun jika malam begini banyak tukang ojek yang sudah istirahat dan tidak beroperasi, batas operasinya hanya sampai jam 6 sore
“Iya dek, coba kamu hubungi Tania dulu, mbak mau minta tolong bang Putra buat antarin cuma dia lagi sibuk bantuin bang Dio” Ucap Dena
“Iya mbak nanti Feli tanya” Ucap Felisa
Dena pun kembali ke belakang, ia melakukan pekerjaannya seperti semula yakni menata bunga membantu tukang dekor, Dena paling ahli dalam hal menata ruangan
Dr ... dr... dr 📞
“Halo, assalamualaikum Fel” Ucap Tania
“Walaikumsalam, Tan lagi sibuk gak, bisa minta tolong” Ucap Felisa tanpa basa basi
“Minta tolong apa beb” Tanya Tania
“Ini mbak Dena minta tolong kita buat antarin undangan ke saudaranya di jalan Mawar nomor 36, kamu bisa gak antarin aku kesana” Tanya Felisa
“Yah beb, minta maaf banget, bukannya aku gak mau, cuma aku lagi sibuk bantuin mama, siapin kue buat besok” Ucap Tania
“Yah udah beb gak apa – apa, semangat beb” Ucap Felisa memberi semangat untuk sahabatnya itu
__ADS_1
“Iya beb, semangat demi dedek Meldia, Hahahaha” Ucap Tania sambil tertawa
“Sudah dulu yah beb, aku tutup telponnya, bey” Ucap Tania
“Iya beb, bey” Ucap Felisa
Karna ia sudah mendapatkan jawaban dari Tania maka ia bergegas mencari Dena
“Mbak Dena” Panggil Felisa
“Iya dek” Ucap Dena sambil menancapkan bunga ke tiang – tiang yang disiapkan tim dekor
“Kata Tania, dia gak bisa antar mbak, soalnya dia lagi sibuk” Ucap Felisa
“Terus gimana yah dek” Tanya Dena
“ Gini aja mbak, aku kirim undangan online ke WA mbak Dena nanti mbak teruskan aja ke nomor WA saudara mbak itu, gimana” Ucap Felisa Memberi ide
“Wah boleh juga tuh, kenapa mbak gak kepikiran yah” Ucap Dena
“Pengaruh usia itu, hehe” Ucap Melati
“Hahaha, mbak bisa aja” Tawa Dena mendengar perkataan kakaknya itu
“Meldi udah tidur yah mbak” Tanya Felisa
Ia pun membantu Dena menancapkan bunga – bunga, sedangkan tim dekor sedang memasangkan lampu – lampu hias di sekitar tulisan nama Meldia
Felisa sendiri pun sedang mengirimkan file undangan online ke WA Kakak iparnya Dena
“Sudah aku kirim yah mbak, nanti di cek aja, undangannya aku gak ngasih nama soalnya gak tau nama saudara mbak” Ucap Felisa
“Iya gak apa – apa yang penting isinya, nanti biar mbak yang jelasin sisanya” Ucap Dena
“Okey mbak” Felisa pun kini kembali melihat daftar undangan yang telah ia bagikan, semuanya sudah bertanda centang satu, yang artinya sudah di bagikan, total keseluruhan undangan adalah 75 undangan, sedangkan untuk makanannya sengaja Melati genapkan porsinya menjadi 100 kotak kue lebih banyak dari undangan supaya jika ada yang tiba – tiba datang bisa kebagian daripada kurang, tidak enak sama yang sudah datang
“Undangan selesai” Gumamnya
Kini ia pun ditugaskan Melati untuk menyiapkan peralatan gunting, dan lainnya untuk ditaruh di meja depan, biar besok diperlukan tidak mencari lagi saat acara potong rambutnya
Ia pun menyiapkan peralatan yang dibutuhkan satu persatu dengan baik dan benar
Pukul 24.00 wib
Tim dekorasi sudah menyelesaikan pekerjaannya, sebelum mereka pulang, Melati memberikan mereka pesangon atas pekerjaan yang dilakukan dan sedikit lebih untuk ongkos transportasi
Diora kini sedang menggelar karpet bersama adiknya Putra
“Bang bentar yah, aku pindahin Reihan ke kamar dulu” Ucap Putra
__ADS_1
Karna asyik menonton televisi Reihan pun tertidur di kala para orang tua sedang bekerja
“Iya dek” Ucap Diora
Ia pun menanti sang adik kembali, dan mereka sama – sama menggelar karpet yang lainnya hingga beres semuanya
Persiapan acara buat besok pun kini sudah selesai semuanya
“Wah cantiknya” Dena pun mengambil beberapa gambar dengan ponselnya
“Cantik yah Den” Ucap Melati
“Iya mbak” Ucap Dena
“Kamu memang berbakat Den kalau soal dekorasi” Ucap Melati memuji
“Mbak bisa aja deh, makasih loh” Ucap Dena
“Iya sama – sama” Ucap Melati
"Mbak udah nelpon fotografer" Tanya Dena
"Sudah sayang" Ucap Melati
“Capeknya” Ucap Felisa duduk lesehan di atas karpet hijau tua
“Nyamannya” Ucap Felisa yang kini mengubah posisinya menjadi tiduran
“Dek jangan tidur di situ” Ucap Diora
“Tidur di kamar dek” Ucap Putra
Felisa pun bangun dan beranjak ke kamarnya, badannya terasa lelah seperti habis memikul beban 50 kg
Diora pun mengunci pintu rumahnya, dan mereka semua kini bergegas tidur karna besok pagi sehabis subuh acaranya akan dimulai, beruntung sang bayi Meldia sangat pengertian, ia seperti mengetahui bahwa orang tuanya kelelahan sehingga tidur dengan nyenyak tanpa rewel, hingga Melati dan Diora pun dapat tidur dengan tenang seperti yang lainnya.
Bersambung ~~~~
Hai ....hai ....hai
Duh sudah beberapa hari ini gak ada kabar yah dari pak komandan dingin, kemana yah dia kira - kira ? 🤔
Pertemukan lagi dong mereka, oke oke nanti Author mengatur ulang jadwal mereka yah biar bisa bertemu, hehe 😁
Jangan lupa Dukung dulu karya Author yah
🥰 Saranghae pak komandan, eh salah 🤭
Readers maksud Author 😁✌️🤗❤️
__ADS_1