Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Menyesal


__ADS_3

Sinar bulan menyapa malam, seusai tarawih Felisa akan berkunjung ke rumah sahabatnya, ia ingin menjenguk sahabatnya itu


"Dek" Panggil Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Kamu sibuk gak" Ucap Melati


"Memangnya ada apa mbak" Ucap Felisa


"Kamu masak buat sahur sendiri bisa gak, soalnya mbak gak enak badan, dari tadi mual terus, gak bisa mbak nyium bau yang aneh - aneh" Ucap Melati


"Bisa mbak, memangnya mbak sakit yah, apa gak sebaiknya di periksa aja mbak" Ucap Felisa


"Gak usah dek, mungkin mbak cuma masuk angin karena kelelahan" Ucap Melati


"Oh iya mbak" Ucap Felisa


"Tolong yah dek, soalnya kayaknya mbak gak tidur dengan cukup, untuk malam ini mbak ingin tidur aja soalnya besok pagi mbak harus bawa Meldi buat posyandu, dua bulan lagi dia kan udah mau dua tahun" Ucap Melati


"Iya mbak, gak papa, nanti habis ini Feli masak" Ucap Felisa


"Kamu cuma tinggal masak sayur sama lauknya aja dek, soalnya nasi udah mbak masak" Ucap Melati


"Okey mbak" Ucap Felisa


Melati pun beranjak kembali ke kamarnya


"Mbak" Panggil Felisa


"Iya dek, ada apa" Ucap Melati


"Habis masak, Feli main yah ke rumah Tania" Ucap Felisa


"Boleh dek, yang penting jangan lupa tutup pintunya yah kalau mau pergi, nanti bawa aja kuncinya, kan mbak sama bang Dio masih punya cadangannya" Ucap Melati


"Okey mbak, siap" Ucap Felisa


Melati pun kini sudah masuk ke kamarnya, sedangkan Felisa ia bergegas ke dapur melakukan tugasnya


Ting,


Sebuah notifikasi masuk ke ponselnya


"Beb jadi datang gak" Isi pesan dari Tania


"Jadi beb, tapi aku selesai aku masak baru ke sana" Balas Felisa


"Okey beb" Balasan dari Tania


Felisa pun tak membalas lagi pesan dari sahabatnya itu, ia bergegas menyelesaikan pekerjaan agar ia bisa menemui Tania


Satu jam kemudian, masakannya telah selesai semua, ia menatanya di atas meja, memastikan kompornya sudah di matikan, dan mencuci peralatan yang ia pakai untuk memasak


"Akhirnya selesai juga" Ucapnya


Kemudian ia bergegas ke kamarnya untuk mengambil jaket, dan saat ia keluar dari rumahnya, tak lupa ia mengunci pintu sesuai pesan kakak iparnya Melati


Ia pun mengirim pesan singkat kepada Tania


"Beb aku otw" Ketiknya


Ia pun berjalan kaki menelusuri gang menuju rumah Tania yang berada di jalan utama


"Sunyi amat" Gumamnya


Sepertinya malam ini para penghuni komplek sudah terlelap, atau mungkin saja mereka sedang sibuk di dapur masing - masing untuk menyiapkan makanan sahur


Sesampainya di rumah Tania, ia pun mengetok pintu rumah sahabatnya itu


Tok .. tok..tok


"Beb" Panggil Tania


"Hai" Ucap Felisa


"Masuk yuk" Ucap Tania

__ADS_1


"Maaf ni ganggu, hehe" Ucap Felisa


"Iya udah ganggu, tapi gak papa" Ucap Tania


"Hahahaha, agak ekstrim yah beb, bertamu tengah malam" Ucap Felisa


"Hahaha iya, untuk anda bukan hantu yah say" Ucap Tania tertawa


"Horor dong beb" Ucap Felisa


"Beranak dalam kubur" Ucap Tania


"Eh buset beda versi" Ucap Felisa


"Oh iya yah, hahaha" Ucap Tania tertawa


"Yang benar itu, Tamu tak di undang, hihi" Ucap Felisa


"Waka waka waka" Tawa Tania


"Eh buset Tante bangun beb*, ni anak tawanya gak kontrol" Ucap Felisa


"Hehehe, kelepasan beb, habis kamu bikin ngakak" Ucap Tania


"Tante udah tidur yah" Ucap Felisa


"Belum sayang" Jawab Riana dari arah dapur


Beliau baru selesai memasak


"Eh Tante, halo, maaf yah Tan, Feli bertamu nya larut malam begini" Ucap Felisa


"Gak papa sayang, tadi Tania udah bilang kalau kamu kesini habis masak dulu" Ucap Riana


"Iya Tante" Ucap Felisa


"Yah sudah kalau begitu kalian ngobrol, Tante pamit istirahat duluan yah Fel" Ucap Riana


"Iya Tante, selamat malam" Ucap Felisa


"Hum, nyamannya" Ucap Felisa saat tidur di kasur Tania


"Tumben kamu masaknya lama, biasa juga cepat bagi tugas sama mbak Mel" Ucap Tania


"Aku masak sendiri kali ini, mbak Mel gak enak badan" Ucap Felisa


"Eh mbak Mel sakit apa" Ucap Tania


"Gak tau, katanya mual" Ucap Felisa


"Fel" Ucap Tania


"Hum" Ucap Felisa


Ia kini sedang melihat buku komik milik Tania


"Feli" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


"Apa jangan - jangan" Ucap Tania


"Jangan - jangan apa" Ucap Felisa


"Ih ko jadi di bolak balik sih kalimat aku, gak kreatif deh" Ucap Tania


"Eh ni anak, dia yang bikin penasaran juga" Ucap Felisa


"Apa mungkin mbak Mel hamil beb" Ucap Tania


"Ih gak tau beb" Ucap Felisa


"Siapa tau kan beb" Ucap Tania


"Aku gak tau hal begituan, tapi nanti aku minta mbak Mel buat cek kesehatannya biar lebih tau penyakitnya apa" Ucap Felisa


"Okey, eh btw tumben datang malam - malam begini, kenapa gak besok pagi aja" Ucap Tania

__ADS_1


"Hehe, aku pengen mengecek keadaan kamu" Ucap Felisa


"Ih ya ampun Feli, kamu perhatian banget sih" Ucap Tania


"Kamu gak papa kan" Ucap Felisa


"Iya gak papa kok" Ucap Tania


"Syukurlah kalau begitu" Ucap Felisa


"Tapi Fel" Ucap Tania


"Tapi apa beb" Ucap Felisa


Apa secepat itu, bang Romi" Ucap Tania menggantung


"Bang Romi kenapa" Ucap Felisa


"Eh bukan apa - apa kok" Ucap Tania


"Jangan sembunyikan apapun, kalau emang pengen ngomong, ngomong aja, kamu mau bilang apa sebenarnya, memangnya apa yang salah dengan bang Romi" Ucap Felisa


"Aku tadi udah ngomong sama bang Fendi, dan bang Fendi bilang bang Romi di tempat kerja, kelihatan biasa aja beb" Ucap Felisa menjelaskan


"Jelas dia biasa aja, orang dia udah lupa sama aku" Gimana Tania


"Hah maksudnya" Ucap Felisa


Meskipun Tania bergumam dengan pelan, namun Felisa masih bisa mendengarnya


"Uuu " Ucap Tania menghembuskan nafasnya


"Kenapa" Ucap Felisa


"Tadi aku ketemu sama bang Romi, tapi" Ucap Tania


"Tapi" Ucap Felisa


"Dia jalan dengan cewe lain" Ucap Tania


"Apa" Ucap Felisa kaget


"Bang Romi jalan dengan cewe lain, Fel, hik hik hik" Ucap Tania sambil menangis


Rasanya sangat sakit melihat orang kamu sayang berjalan beriringan dengan wanita lain di depan matamu sendiri, apalagi mereka terlihat sangat akrab sekali


"Sama siapa, kamu lihat dimana" Ucap Felisa


"Di pasar, aku gak tau cewe itu siapa, aku gak kenal Fel" Ucap Tania


Felisa pun memeluk sahabatnya mencoba memberikan kenyamanan saat sahabatnya sedang terluka


"Kenapa bang Romi tega sekali yah" Ucap Felisa


"Aku yang tega Fel, aku, aku yang egois, seandainya saja aku terima bang Romi, pasti semua, semua, semua gak akan seperti ini Fel" Ucap Tania menyesal


Felisa hanya bisa diam mendengar penuturan sahabatnya, ia takut hal ini lah yang akan terjadi, dari awal dia sudah memperingatkan Tania, namun sekarang semua sudah menjadi begini toh waktu tak mungkin bisa di putar kembali


"Yang sabar yah beb" Ucap Felisa menenangkan Tania


Sahabatnya itu masih saja menangis, ia merutuki perbuatanya pada pria yang sangat ia cintai, ia menyesal semua ini bisa terjadi.


Bersambung________


Hik hik, Author ikut sedih ni Tan 🥺 🤧


Yang sabar yah 🤧


Author : Penyesalan emang selalu datang di akhir, karna kalau di awal itu namanya pendaftaran 🤣


Felisa : Author 😡


Author : Hehehe Peace ✌️😁


Felisa : 😪


Dukung terus karya Author yah 🥰 Terima kasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2