
Pagi - pagi sekali Felisa dan Tania sudah di suruh bantu - bantu yang lainnya, mereka tidak tau bahwa acara yang tengah di persiapkan adalah acara mereka, keluarga Felisa maupun Tania sudah memberitahukan kepada tetangga dan yang lainnya untuk merahasiakan hal tersebut
Itu semua hanya semata - mata karena mereka ingin memberikan kejutan kepada kedua wanita tersebut
"Fel" Panggil Melati
"Iya mbak" Jawab Felisa
"Kamu sama Tania tolong pergi ambil gaun pesanan mbak di mbak Tari" Ucap Melati
"Iya dek, tolong yah sekalian sama jahitan mbak juga yah" Ucap Dena
"Okey mbak" Ucap Tania
"Nanti kalian juga sekalian dandan yah" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Emang ada acara apa sih mbak" Tanya Felisa kemudian
"Udah dandan aja ini kan acara keluarga kita" Ucap Dena
"Okey mbak, kalau gitu kita pergi dulu yah" Ucap Felisa
"Iya sayang, hati - hati" Ucap Dena
"Iya mbak" Ucap Tania
Sepeninggalan Tania dan juga Felisa, Melati dan Dena hanya tersenyum di teras rumahnya
"Masuk yuk mbak" Ucap Dena
"Iya sayang" Ucap Melati
"Assalamu alaikum" Ucap Putra yang baru saja tiba
Sontak saja Dena berbalik karena seperti mengenal suara tersebut dan Melati pun ikut melihat ke arah sumber suara
"Walaikumsalam, Abang" Ucap Dena memeluk suaminya
"Halo sayang, hai mbak" Ucap Putra
"Halo juga dek" Ucap Melati
"Papa" Panggil Reihan saat melihat papanya
Ia pun berlari ke arah papanya
"Halo sayang" Ucap Putra langsung menggendong anaknya itu
"Hai Put" Ucap Tante Devanka
"Halo tante" Ucap Putra
"Papa, Rei dan Meldi dari rumah nenek, banyak mainan pa, jadi Rei betah tinggal disana" Ucap Reihan polos
"Mama, Mel mau minum" Ucap Meldia pada sang mama
"Iya Sayang, ayo kita ke dalam" Ucap Melati mengajak
"Sayang sama mama dulu, papa pasti capek baru datang" Ucap Dena
"Gak mau Rei maunya sama papa" Ucap Reihan
"Ya sudah sama papa" Ucap Putra
"Tapi sayang" Ucap Dena
"Gak papa yank" Ucap Putra
"Yah udah kalau gitu ke dalam yuk" Ucap Dena
"Ayo" Ucap Reihan
Di dalam Reihan pun meminta turun karena ingin minum susu bersama dengan Meldi
__ADS_1
Sedangkan Putra mengobrol dengan Diora
"Datang dari tadi yah dek, maaf yah Abang sibuk sampai gak tau kamu datang" Ucap Diora
"Gak papa ko bang, baru aja datang" Kata Putra
"Oh ya sudah kamu istirahat dulu biar malam nanti lebih segar" Ucap Diora
"Tapi bang aku bantuin aja" Ucap Putra
"Udah sana istirahat, sudah selesai ko ini, tinggal tunggu malam aja" Ucap Diora
Mengingat apa yang keluarganya persiapkan sudah 80 persen
"Oh baiklah bang, aku ke kamar dulu" Ucap Putra
"Iya dek" Ucap Diora
"Papa, Rei mau tidur sama papa" Ucap Reihan
"Ayo kita ke kamar" Ucap Putra memegang tangan anaknya
"Bey mama, kita tidur dulu yah" Ucap Reihan
"Iya sayang" Ucap Dena
"Sayang nanti bangunin aku yah" Ucap Putra
"Iya sayang" Ucap Dena
Putra pun berlalu tersisa Diora, Dena dan Tante Riana yang masih mengerjakan printilan - printilan yang tersisa, sedangkan Melati sedang menidurkan anaknya di kamar, sedangkan ibunya yakni Devanka sudah kembali ke rumahnya karena nanti malam akan datang kembali
"Akhirnya selesai juga" Ucap Dena
"Iya nak" Ucap Tante Riana
"Iya dek" Ucap Diora
"Ayo Tante kita istirahat dulu" Ucap Dena
"Apa tidak sebaiknya istirahat di sini aja Tante" Ucap Dena menawarkan
"Gak papa sayang, Tante ke rumah aja" Ucap Riana bersikukuh dengan pilihannya
"Oh baiklah kalau begitu, hati - hati yah Tante" Ucap Diora
"Iya nak" Ucap Riana
"Hati - hati yah Tante" Ucap Dena
"Iya sayang" Ucap Riana
Kemudian meninggalkan kediaman Dena dan yang lainnya
"Dek, tdr siang dulu" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap Dena
Kemudian mereka berdua pun masuk ke kamar masing - masing
Sedangkan di sebuah butik langganan keluarganya, Felisa dan Tania sedang duduk sambil berfikir
"Fel" Panggil Tania
"Iya" Jawab Felisa
"Memangnya keluarga kamu yang mana yang punya acara" Tanya Tania
"Gak tau, aku aja gak di kasih tau cuma katanya keluarga jauh kebetulan calonnya orang sini jadi minta di bikin di rumah" Jawab Felisa
"Oh gitu, terus orangnya udah datang belum, biar kita kenalan" Tanya Tania
"Belum,katanya nanti sore atau malam baru nyampe" Jawab Felisa
"Memangnya dia dari mana sih, penasaran aku" Ucap Tania berfikir
__ADS_1
"Udah jangan banyak berfikir mending kita pulang, sekalian ambil jahitannya mbak Dena" Ucap Felisa
"Iya beb, yuk" Ucap Tania
Mereka berdua pun menuju arah pulang namun sebelumnya mereka singgah di salah satu tukang jahit untuk mengambil pesanan milik Dena
"Udah" Tanya Tania
"Udah beb, yuk" Ucap Felisa
Kemudian mereka berdua pulang
Sesampainya di rumah nampak sunyi, tidak ada aktivitas apapun, pada tetangga sudah pulang ke rumahnya, sedangkan penghuni rumah yang lainnya sepertinya sedang tidur siang
"Okey beb, kalau gitu aku balik yah" Ucap Tania
"Iya beb,makasih yah" Ucap Felisa
"Sip, nanti malam aku datang sama mama" Ucap Tania
"Okey" Ucap Felisa
Kemudian ia bergegas masuk ke dalam rumah setelah Tania mengendarai motornya berlalu ke rumahnya sendiri
"Assalamu Alaikum" Ucapnya
Tidak ada sahutan, mungkin benar tebakannya, ia pun melangkah ke kamarnya dengan membawa semua pakaian yang ia ambil dari butik dan tukang jahit
"Ngantuk banget" Gumamnya
ia pun merebahkan badannya di atas kasur dan tidak butuh waktu lama ia langsung terlelap
Di Kediaman rumah yang lain, juga tengah ada persiapan namun tak seheboh di kediaman perempuan, Fendi dan Romi sedang bahagia mereka sedang main PS karena hari ini sedang izin, sengaja untuk acara sakral mereka
"Wah ma, calon manten asyik aja main game gak bantuin kita" Ucap Papa Romi
"Fendi" Panggil Betaria pada sang anak
"Iya ma" Jawab Fendi
"Cepat ke sini" Ucap Betaria
"Siap ma" Ucap Fendi bergegas menaruh stik gamenya dan meninggalkan Romi
"Wah gercep juga Fendi di panggil mbak Beta" Ucap mama Romi
"Hehehe, ia sis, kalau gak di panggil gak nyadar dia" Ucap Betaria
"Iya ma" Ucap Fendi
"Kamu ajak Romi bantuin papa sama om di luar" Ucap Betaria menyuruh anaknya itu
"Okey ma" Ucap Fendi
Kemudian berlalu memanggil sahabatnya itu, dan mereka berdua pergi membantu para ayah di luar
"Fendi di bilangin sekali langsung nurut, kalau Romi yah ampun, ngeyelnya minta ampun, usia udah kepala tiga masih kayak bocah, tapi bersyukur ada yang mau juga sama dia" Ucap mama Romi
"Hahaha, iya mbak, sama kayak saya, saya juga bersyukur Fendi juga udah laku, kalau gak bisa kepikiran saya mbak, hehehe" Ucap Betaria
"Iya Bet, coba aja kalau ada Farel yah, pasti dia bahagia banget adiknya mau lamar anak gadis orang" Ucap Mama Romi
"Iya mbak" Ucap Betaria lirih
"Maafin mbak yah Bet, mbak gak maksud buat kamu sedih" Ucap Mama Romi
"Iya mbak, gak papa" Ucap Betaria
Kemudian kedua ibu itu melanjutkan merangkai bunga sambil mendoakan semoga sebentar malam acara mereka berjalan lancar
"Aamiin" Ucap Keduanya
Mereka bercengkrama sambil terus merangkai bunga - bunga indah.
Bersambung____
__ADS_1