Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Api Yang Terbakar


__ADS_3

Jangan pernah bermain api jika tak ingin terbakar, mungkin kalimat itulah yang cocok di berikan kepada kehidupan Mira dan Nyoman sekarang, prahara dalam rumah tangganya kini kian membara, Mira sendiri tidak tergabung dalam persatuan istri - istri prajurit pada umumnya, ia di nikahi Nyoman hanya secara adat istiadat kampung mereka tanpa ada ikatan dinas dan hal - hal lainnya, mungkin itu juga yang membuat Nyoman bebas untuk bermain sana sini


Tabiat Mira yang buruk kian membuat Nyoman tak betah berada di dalam rumah, hari - hari mereka setelah pernikahan memang manis namun itu tak bertahan selama dua bulan pernikahan


"Kamu jangan begitu dong mas" Ucap Sari dengan nada tinggi seperti orang emosi


"Kamu yang membuatku seperti ini" Ucap Nyoman tak kalah keras


"Mas, aku gak mau tau kamu harus ngasih aku uang, uang kemarin itu kurang" Ucap Mira


Prang....


Bunyi gelas yang di lempar Nyoman ke lantai


Lelaki itu nampak menahan emosinya yang meluap - lupa, ingin sekali rasanya ia menggambar wanita yang kini menjadi istrinya ini


"Mas, kamu gila" Tanya Mira


"Kamu yang gila, mulai hari ini aku talak kamu, kita cerai" Ucap Nyoman lantang


"Apa" Celetuk Mira kaget


"Kamu tuli hah" Ucap Nyoman bersuara keras


"Gak bisa mas, kamu gak bisa cerai in aku" Ucap Mira gak terima


"Kenapa tidak bisa, apa kamu pikir sulit bagiku untuk menceraikan mu" Ucap Nyoman berapi - api


Ia sudah muak dengan perangai istrinya selama ini ibarat api yang terbakar, emosi Nyoman pun sudah di ambang batas kesabarannya, ia sudah terlalu kecewa atas kehidupan rumah tangga yang ia harapkan harmonis dan bahagia


"Mas, aku janji akan berubah" Ucap Mira memohon


"Berubah, selama dua tahun pernikahan kita kau bilang akan berubah namun apa, tidak ada perubahan sama sekali" Ucap Nyoman tegas


"Tapi aku istri mu mas" Ucap Mira


"Istri yang suka hura - hura dan tidak mengurus suaminya, tidak mengurus rumah tangga, yang rela pulang malam saat suaminya bertugas di luar" Tanya Nyoman


"Iya mas maaf tapi aku janji aku akan berubah, kali ini serius mas, tapi jangan ceraikan aku mas" Ucap Mira memohon


Kali ini ia berlutut di bawah kaki suaminya, namun Nyoman sudah di batas sabarnya, ia tak ingin lagi melalui hari bersama Mira, dulu ia pikir Mira adalah wanita baik dan sangat mencintainya dan pasti bisa melayaninya dengan baik, namun waktu tidak pernah salah dalam memperlihatkan tabiat orang yang mudah saja berubah


"Maafkan aku, tapi keputusanku tidak akan ku rubah, besok aku akan menemui keluargamu" Ucap Nyoman lalu pergi meninggalkan Mira seorang diri


Prajurit yang kini berpangkat serka itu kini lebih memilih keluar rumah untuk bertugas, beruntung rumah yang di tempati mereka adalah kontrakan dan mereka tidak tinggal di asrama, sebab pernikahan mereka belum terdaftar secara kenegaraan dan sistem kemiliteran


"Terima kasih Tuhan kau memberi ku petunjuk untuk semuanya" Ucapnya di atas motor pribadinya

__ADS_1


Kemudian ia melakukan motornya menuju batalyon


Di markas, desas - desus tentang hubungan Nyoman dan Mira sudah tersiar, namun Fendi tidak ingin ambil pusing, ia akan memanggil Nyoman dan bertanya kepadanya secara pribadi


"Serka Romi" Panggil seorang prajurit berpangkat lebih tinggi


"Siap Dan" Ucap Romi memberi hormat


"Danyon ingin bertemu kamu" Ucap Prajurit tersebut


"Baik, siap Dan, izin menghadap" Ucap Romi


"Lanjutkan" Ucap prajurit senior tersebut


Romi pun menghadap Fendi dan mereka pun membicarakan beberapa hal penting selanjutnya Romi di minta untuk menghadapkan Serka Nyoman pada Fendi dan Romi pun keluar untuk memanggil Nyoman


Setalah serka Nyoman menghadap, Fendi pun bertanya berapa hal kepadanya dan di berikan petunjuk serta nasehat, Nyoman pun menerimanya dengan baik dan kembali bergabung dengan yang lainnya


Jam menunjukan pukul 20.00 wib


Nampak terjadi kemacetan di jalan raya yang mereka pilih untuk lewat ini, Romi sedang bertugas untuk menyetir mobil Fendi


"Rom" Panggil Fendi


"Siap Dan" Jawab Romi


"Siap dengar Dan" Ucap Romi


"Kasihan juga dia" Ucap Fendi


"Kasihan bagaimana komandan" Tanya Romi


"Sudahlah sampai rumah saja baru saya ceritakan" Ucap Fendi mode serius


"Baik Komandan" Jawab Romi seadanya


Romi pun kembali fokus melihat jalanan yang banyak di huni kendaraan yang saling bersahutan klakson, sedangkan antrean semakin panjang ke depan, tak lama lampu lalu lintas kembali berwarna hijau, satu persatu mobil pun mulai merayap menyusuri jalanan berharap cepat sampai namun apa daya tidak sesuai harapan


Berenda dengan Romi, Fendi sedang asyik di jok belakang, ia tengah saling membalas pesan dengan pujaan hati


"Iya sayang, Abang mau pulang masih di jalan sama Romi" Ketik Fendi sambil memotret Romi secara diam - diam sebagai barang bukti


"Iya sayang, hati - hati di jalan yah" Pesan balasan dari Felisa


Ia menatap gambar yang di kirimkan lelaki tersebut


"Makasih calon istri, sayang kamu deh 😘" Balas Fendi

__ADS_1


Ia senyum sendirian di belakang


"Wah saraf ni orang senyum sama hape sendirian" Cibir Romi dalam hati saat tak sengaja melihat dari kaca spion


"Hum, fokus nyetir jangan lihat - lihat" Ucap Fendi tegas


"Hum" Ucap Romi kembali melihat arah depan mobil


Dalam hatinya terus ngedumel, ingin sekali ia menelpon Tania dan menceritakan kelakuan sahabatnya ini


"Kangen" Tulis Romi dalam pesannya dan mengirimkannya kepada Tania


Tak lama kemudian gadis itu menelponnya


Romi pun segera memegang ear phone nya


"Halo Ayank beb" Ucap Romi sengaja membesarkan suaranya agar di dengar Fendi


Dan benar saja sang Danyon tersebut langsung menatap ke arah Romi namun pura - pura tak di lihat Romi


"Lagi apa sayang ku" Ucap Romi terus bersikap Romantis di telpon


"Fokus nyetir" Ucap Fendi


"Lagi macet Dan" Ucap Romi


Ia pun lanjut mengobrol dengan Tania di telpon sambil terus menyetir, perjalanan mereka kini terasa menyenangkan karena di temani kedua gadis tersebut lewat udara


Romi bercerita kegiatannya selama bekerja dan begitupun Tania, sedangkan Fendi sedang asyik membaca pesan yang di kirimkan oleh Felisa


Tak terasa perjalanan yang melelahkan telah sampai di depan rumah mereka, macet yang lumayan panjang membuat keduanya cukup lelah


"Sayang aku udah nyampe, makasih yah udah nemenin aku ngobrol, bey sayang " Ucap Romi


Fendi pun juga mengirim pesan kepada Felisa kalau ia sudah sampai, sebenarnya Fendi juga ingin menelpon Felisa namun ia tak enak hati karena sang gadis sedang mengobrol bersama Tante Devanka dan om Hendra, sehingga Fendi memilih untuk mengalah


"Silahkan Dan" Ucap Romi saat membuka pintu mobil


Fendi pun keluar dari dalam mobil dan menerima kunci yang di berikan Romi


"Habis mandi ketemu saya kita bahas yang tadi" Ucap Fendi


"Siap Broh" Ucap Romi


Lalu keduanya berpisah, masuk ke dalam rumah masing - masing.


Bersambung__

__ADS_1


__ADS_2