
Suasana Ramadhan kian terasa, Taraweh pertama setelah isya, masjid ramai dengan kumpulan anak kecil yang ikut memenuhi saf
Felisa sedang jalan berdua dengan Tania, ia dan sahabatnya baru pulang dari masjid menuju ke rumah
"Fel" Panggil Tania
"Hum" Ucap Felisa
"Gak nyangka yah udah ramadhan aja" Ucap Tania
"Iya" Ucap Felisa
"Tadi aku sama mama ke rumah bapak, ziarah" Ucap Tania
"Iya kita juga, ke rumah mama" Ucap Felisa
"Kangen gak sih" Ucap Tania
"Iya, tapi mau gimana, berdoa aja" Ucap Felisa
"Iya Fel" Ucap Tania
Mereka berdua berpapasan dengan ibu Jamilah yang hendak pergi ke warung
"Assalamualaikum bu" Ucap Felisa dan Tania
"Walaikumsalam" Ucap Bu Jamilah
"Baru pulang sholat yah Fel" Ucapnya
"Iya bu, ibu mau kemana" Tanya Felisa
"Mau ke warung, Tania gak pulang kampung" Ucap ibu jamilah
"Enggak Bu" Ucap Tania
"Oh yah sudah kalau begitu, ibu kesana dulu yah" Ucap Bu jamilah
"Iya Bu" Ucap kedua gadis tersebut
Mereka berdua pun terus berjalan, jarak masjid dan rumahnya sekitar 30 meter
"Tan, aku udah nyampe" Ucap Felisa
"Okey Fel, aku lanjut dulu yah" Ucap Tania
"Salam buat mbak Mel dan bang Dio" Ucapnya
"Okeh, hati - hati yah" Ucap Felisa
"Siap" Ucap Tania
Felisa pun kemudian masuk ke dalam rumah
"Assalamu Alaikum" Ucapnya
"Walaikumsalam" Ucap Melati
"Loh dek, bang Dio mana" Ucap kakak iparnya itu
"Masih di masjid mbak, lagi ngumpul sama tetangga yang lain" Ucap Felisa
"Oh begitu, ya sudah" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Kemudian beranjak ke kamarnya, setelah menyimpan mukenanya ia pun keluar kamar
"Mbak" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap Melati
"Meldia udah tidur yah" Ucap Felisa
"Sudah dek" Ucap Melati
"Terus kita mau masak sekarang atau nanti mbak" Ucap Felisa
"Tunggu habis makan malam aja yah sayang" Ucap Melati
"Oh iya mbak" Ucap Felisa
Mereka menunggu Diora pulang, tak lama kemudian yang di tunggu akhirnya datang juga
"Assalamu Alaikum" Ucap Diora
"Walaikumsalam" Ucap Melati
"Maafin Abang dek, tadi Abang ngumpul sama yang lain" Ucap Diora
"Iya bang, Felisa udah kasih tau" Ucap Melati
"Yah udah makan yuk bang, aku udah lapar" Ucapnya
"Ayo sayang" Ucap Diora merangkul pinggang istrinya
__ADS_1
"Hum" Ucap Felisa
"Ada yang mulai panas bang" Ucap Melati
"Hahahaha" Tawa Diora
Mereka pun menuju ruang makan dan ketiganya makan dengan tenang
Sehabis makan Diora menonton Tv di ruang keluarga, sedangkan Felisa dan Melati akan bersiap mempersiapkan makanan sahur
"Dek" Panggil Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Mbak cuci ayamnya, kamu potong kentang sama wortel yah" Ucap Melati
"Siap mbak" Ucap Felisa
Felisa bersiap memotong sayuran tersebut, melati sedang membersihkan ayam potong yang baru ia keluarkan dari kulkas
Dr...dr..dr π
Panggilan video di telepon Felisa
"Assalamu Alaikum mbak" Ucap Felisa
"Walaikumsalam dek" Ucap Dena
"Lagi apa" Tanya Dena
"Potong sayur mbak, kalau mbak" Ucap Felisa
"Mbak baru aja selesai masak" Ucap Dena
"Oh iya mbak" Ucap Felisa
"Mbak Mel sama bang Dio dimana dek, tadi mbak telepon cuma gak di angkat" Ucap Dena
"Hai Den, maaf yah ponsel mbak lagi cas, bang Dio lagi nonton tv gak megang hp" Ucap Melati
"Hai mbak, oh begitu" Ucap Dena
"Iya sayang, ini mbak sama Feli mau masak" Ucap Melati
"Mbak masak apa" Tanya Dena
"Masak sayur soap sama goreng ayam dek" Ucap Melati
"Bang putra sama Reihan dimana mbak" Ucap Felisa
"Oh begitu" Ucap Felisa
"Iya sayang" Ucap Dena
"Kalau gitu mbak sama Feli masak aja, udah dulu yah nanti kau kabarin" Ucapnya
"Iya dek" Ucap Melati
"Salam yah buat putra sama rei" Ucapnya
"Iya mbak, salamin juga buat bang Dio" Ucap Dena
"Iya dek, siap" Ucap Melati
Panggilan video itupun berakhir
Mereka pun melanjutkan pekerjaan mereka, tak terasa waktu terus bergulir dan semuanya selesai
"Dek, tidur dulu yuk" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Melati pun menghampiri suaminya dan mereka masuk ke kamar mereka, begitu pun sebaliknya dengan Felisa, ia juga masuk ke kamarnya dan beristirahat, tidur beberapa jam sebelum sahur perdana mereka
Tak lupa ia menyetel alarm agar mudah bangun dan tidak kesiangan
Beberapa jam kemudian,
Tok...tok..tok
"Dek, sahur" Panggil Melati
"Hoam" Ucap Felisa
Ia mengucek matanya dan melihat layar hapenya, waktu menunjukan pukul 03. 30 wib, ternyata alarm yang ia pasang sudah lewat, mungkin karena kelelahan sehingga ia tak mendengar bunyinya
"Dek, buruan keburu imsak nanti" Ucap Melati
Ia masih setia berdiri di depan kamar adik iparnya itu
"Iya mbak" Ucap Felisa bergegas keluar
"Ayo" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
__ADS_1
Mereka menuju ruang makan bersama, Felisa terlebih dahulu ke kamar mandi untuk mencuci muka, kemudian kembali duduk bersama kakak dan kakak iparnya, keponakannya Meldi sedang tertidur lelap
"Mbak puasa" Tanya Felisa
"Iya sayang" Ucap Melati
"Tapi mbak kan, menyusui" Ucap Felisa
"Udah lepas dek kemarin, Meldi sekarang sudah bisa minum susu bantu" Ucap Melati
"Oh begitu, syukurlah" Ucap Felisa
"Yah udah kita makan, sebelum keburu imsak" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap kedua gadis tersebut bersamaan
Mereka pun sahur dengan tenang, sayur buatan Felisa memang enak, begitupun dengan ayam goreng Melati, Ketiganya makan dengan lahap
Ramadhan kali ini sama seperti sebelum - sebelumnya, hanya mereka bertiga yang melewati sahur perdana, Diora maupun Felisa sangat merindukan Putra, karena tinggal mereka bertiga yang tersisa, mereka juga merindukan Retno yakni ibu mereka, namun apa mau di kata, kehidupan tetaplah kehidupan, dan yang sudah tiada tak bisa datang kembali
"Dek, tolong ambil kecap buat Abang" Ucap Diora
"Ini bang" Ucap Felisa
Ia memberikan kecap kepada abangnya itu
Setelah sahur dan membaca niat puasa, mereka bertiga berkumpul di ruang keluarga
Ting,
Sebuah pesan masuk
Dari Tania :
"Sahur .... sahur .... sahur Feli sahur π’" Isi pesannya
"Udah bestie, telat infonya π" balas Felisa
Ting,
Bunyi balasan pesan lagi
"Assalamu alaikum dek, udah sahur" Isi pesan Fendi
"Walaikumsalam, sudah bang, kalau Abang" Jawab Felisa
"Alhamdulillah udah dek" Ucap Fendi
"Alhamdulillah π€²" Ucap Felisa
"Iya dek βΊοΈ" Balasan dari Fendi
"Oh yah bentar lagi subuh dek, jangan lupa sholat yah dek" Ucap Fendi
"Iya bang, Abang juga yah" Balas Felisa
Ting, ting, ting, ting
Ponsel Felisa terus berbunyi, ia sedang membalas pesan dengan Tania dan juga Fendi
"Dek" Panggil Diora
"Iya bang" Ucap Felisa
"Hape kamu bisa dangdutan yah" Ucap Diora
"Hah" Ucap Felisa
"Maksud Abang" Tanya Melati karena penasaran perkataan suaminya
"Itu dari tadi bunyi, Ting Ting Ting, kayak nama penyanyi" Ucap Diora
"Hahahaha" Tawa kedua gadis tersebut
"Abang bisa aja, mikirnya bisa kesitu yah, jangan - jangan Abang fans doi lagi" Ucap Melati
"Iya dong sayang, kan suaranya bagus, lagunya juga bagus, orangnya ramah lagi" Ucap Diora
"Ih si Abang tau darimana" Ucap Felisa
"Iya akrab yah pak" Ucap Melati
"Dari Tv, rasa bestie" Ucap Diora
"Hahahaha" Tawa Melati dan Felisa semakin ngakak
"Iya juga yah" Ucap Felisa
"Baik sih orangnya, cantik juga" Ucap Melati
Tak terasa waktu imsak telah tiba, dan adzan subuh berkumandang, mereka bertiga pun menyudahi percakapan lalu bersiap menjalankan kewajiban mereka dengan di pimpin Diora.
Bersambung_______
Terima kasih untuk semua yang telah mendukung karya Author π
__ADS_1
Sayang kalian banyak - banyak π€β€οΈ