Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Kumpul Keluarga


__ADS_3

Seminggu setelah makan malam romantis tersebut , kini Romi sedang berdiskusi dengan kedua orang tuanya, mengingat hari ini minggu sehingga tidak ada aktivitas kerjaan yang di lakukan


Ayahnya juga baru pulang dari luar kota kemarin sehingga mereka baru membicarakan kelanjutan hubungannya dengan Tania sekarang


Hal yang sama juga terjadi di rumah keluarga Fendi, ia dan kedua orang tuanya juga sedang membicarakan perihal kelanjutan hubungannya dengan Felisa memang benar ia belum melamar Felisa seperti apa yang di lakukan Fendi namun ia merasa persetujuan dari pihak keluarga Felisa merupakan tanda bahwa dirinya sudah mendapatkan lampu hijau untuk bersama dengan gadis pujaannya tersebut


"Nak, kamu tidak ada rencana untuk melamar Feli gitu seperti apa yang di lakukan Romi pada Tania" Ucap sang mama Betaria


"Iya nak, kamu anak papa, jangan kalah slak dengan Romi dong sayang, papa akui Roki gentle juga jadi pria, hahaha" Ucap Rahman sambil tertawa


"Wah - wah ada apa ini nyebut - nyebut nama anak saya" Ucap papanya Romi berkunjung


"Oalah induknya muncul" Ucap Rahman


"Hai broh" Ucap Romi


"Hai" Ucap Fendi


"Duduk dulu yuk sis" Ucap Betaria mempersilakan ibu Romi yang merupakan tetangga sekaligus temannya itu


"Iya sis" Ucap ibunya Romi


"Ada apa ini sebut nama anak saya" Tanya ayah Romi


"Anakku itu harus aku ajarin gentle kayak anak kamu itu loh, dia berani lamar cewe pakai acara romantis" Ucap Rahman


"Oh tentu dong kan turunan saya, suka yang romantis" Ucap ayah Romi


"Hum, ingat umur pak" Celetuk ibunya Romi


"Hahahaha" Tawa semuanya


"Ada apa kemari mas" Tanya Rahman


"Ini kita mau kasi tau, Sabtu depan kita mau lamar calonnya Romi" Ucap sang ayah Romi


"Wih broh gercep kali" Ucap Fendi


"Hehehe" Ucap Romi menggaruk kepalanya


"Kebelet nikah dia Fen" Ucap sang ibu


"Mama" Ucap Romi merengek seperti anak kecil


"Oh yah, wah selamat yah mas, mbak bentar lagi mau punya mantu" Ucap Betaria


"Iya Beti" Ucap ibu Romi


"Ma, gimana kalau acara keduanya kita satuin biar bersaman" Tanya Rahman pada sang istri


"Mama sih mau aja pa, coba tanya anak papa" Ucap Betaria


"Fendi juga anaknya mama loh" Ucap Fendi


"Hehehe, iya dong sayang" Ucap Betaria


"Gimana Fen, mau gak" Tanya ayah Romi


"Boleh juga om" Ucap Fendi


"Bagus kalau gitu nanti kamu hubungi Feli, atau kakaknya biar ngasih tau rencana kita" Ucap Rahman


Ia sangat antusias mau punya menantu, ia berharap rumahnya bisa ramai dengan kehadiran sang cucu, dulu ia punya impian ingin mendapatkan hal tersebut dari Farel namun karena Farel lebih dulu di ambil Tuhan, maka ia hanya bisa bersabar, namun kini usianya tidak lagi muda, sudah saatnya di masa tuanya ada tawa riang anak kecil, istrinya Betaria sudah tidak bisa hamil lagi karena faktor usia, jadi jalan satu - satunya hanya di berikan turunan dari Fendi, awalnya ia takut Fendi sulit menemukan wanita dan berencana menikah, namun Rahman bersyukur Felisa hadir dalam kehidupan anaknya itu, apalagi diam - diam ia sudah menyelidiki gadis tersebut, dan tentu hasil penyelidikan oleh orang utusannya dapat di percaya bahwa gadis tersebut adalah gadis baik - baik


Tentu ia harus selektif sebagai seorang ayah, biar bagaimana pun anaknya ini punya tanggung jawab pekerjaan yang terbilang tidak muda, butuh pendamping yang bisa menjaga nama baik keluarga dan tentu bisa mengurus anaknya kelak jika ia tak ada di dunia ini

__ADS_1


Ia menatap Fendi dalam, ia bersyukur memiliki Fendi dalam hidupnya, diam - diam air mata mengharu biru di pipinya


"Papa kenapa menangis" Tanya sang istri


"Iya mas, ini tisue di lap dulu" Ucap ayah Romi


Fendi pun berdiri lantas langsung memeluk ayahnya, ia tau dan faham apa yang di rasakan oleh ayahnya itu


"Pa" Ucap Fendi lirih


"Iya sayang, papa bahagia, semoga Fendi bahagia yah nak" Ucap Rahman


Fendi memeluk papanya dengan erat, ayahnya adalah lelaki yang kuat, semuanya yang ada di situ ikut terharu bahkan beberapa pekerjaan yang tak sengaja lewat saat menyaksikan adegan anak dan ayah tersebut ikut meneteskan air mata, mereka adalah saksi bisu rumah majikannya dulu pernah suram karena kehilangan tuan muda Farel


"Nyonya makanan sudah siap" Ucap seorang pekerja di rumah mereka


"Iya, terima kasih bi" Ucap Betaria


"Yuk sis, makan dulu" Ucap Betaria lagi


"Ayo mas kita makan siang bersama" Ucap Rahman


Ia dan Fendi melepaskan pelukan, mereka semua akhirnya menuju ruang makan dan makan siang bersama


Di sekolahnya, Felisa baru saja keluar dari ruang kelas,ia sedang menuju kantor dewan guru


"Fel" Ucap Laras


"Iya ras" Ucap Felisa


"Jadi kan kita jenguk mbak Tika" Tanya Laras


"Iya jadi" Ucap Felisa


Bel sekolah berbunyi tandanya waktu pulang telah tiba


"Yuk Fel" Ucap Laras


"Yuk" Ucap Felisa


Kini mereka berdua sedang menuju rumah sakit, di perjalanan ia mengirim pesan kepada kakak iparnya jika akan pulang sedikit terlambat


Setelah sampai di rumah sakit mereka menuju ruangan Tika


"Assalamu alaikum" Ucap keduanya


"Walaikumsalam" Ucap suami Tika


"Feli, Laras" Ucap Tika


"Halo mbak" Ucap keduanya


"Sayang aku keluar sebentar yah" Ucap suaminya Tika


"Iya mas" Ucap Tika


Tinggalah mereka bertiga di ruangan, kedua orang tua Tika maupun sang suami sedang pulang ke rumah untuk mengambil perlengkapan bayi dan lainnya


"Mbak Tika masuk dari kapan" Tanya Laras


"Tadi pagi dek, perut mbak mules" Ucap Tika


"Rencananya lahiran normal atau sesar mbak" Tanya Felisa


"Pengennya normal Fel, namun tergantung apa kata dokter aja, soalnya aku masih susah nenden nya

__ADS_1


"Iya mbak, semoga lancarnya yah mbak" Ucap Felisa


"Iya mbak semoga lancar yah" Ucap Nurul


"Iya makasih yah sudah mendoakan mbak" Ucap Tika


"Iya mbak, sama - sama" Ucap keduanya


Di tempat lain di rumah Fendi, ia dan keluarganya baru selesai makan siang bersama, tak lama kemudian seorang wanita datang


"Assalamu Alaikum" Ucap wanita tersebut


"Walaikumsalam" Ucap seorang asisten rumah tangga


"Bi Tante ada" Tanya wanita itu


"Ada non di dalam" Ucap pekerja tersebut


Ia pun berjalan ke arah belakang di ikuti wanita tersebut, sesampainya di sebuah ruangan di lihatnya semua orang sedang berkumpul


"Halo semuanya" Ucap wanita itu


"Ya Allah Dena" Ucap Betaria berjalan kemudian memeluk Dena


Dena pun memeluk tantenya itu dan menyalami tangannya, kemudian ia berangsur menyalami yang lainnya


Rahman langsung memeluk ponakannya itu


"Kamu datang sendiri" Tanya Rahman


"Iya om, bang Putra udah balik ke tempat kerja" Ucap Dena


"Kenapa gak ajak Feli ikut sayang" Tanya Betaria


"Feli lagi jenguk teman kerjanya yang mau lahiran Tante" Ucap Dena


"Oh gitu, btw kamu udah makan belum biar Tante siapin" Ucap Betaria


"Udah Tante" Ucap Dena


"Papa mama sehat Den" Tanya ayah Romi


"Alhamdulillah sehat om" Jawab Dena


"Ayo duduk dulu kebetulan kita sedang membicarakan sesuatu yang penting" Ucap Rahman


"Iya om, kita lagi kumpul keluarga yah" Ucap Dena


"Iya sayang buat bicarakan rencana Fendi dan Romi" Ucap Betaria


Kemudian Dena pun memilih duduk di sebelah sepupunya Fendi


Dena pun mendengarkan penjelasan omnya dan ayahnya Romi, ia ikut setuju dengan ide para orang tua tersebut


"Feli kalau dengar hal ini pasti senang ni, aduh Dena jangan sampai kamu keceplosan bicara" Ucap Dena dalam hati


Ia sangat bahagia mendengar penuturan kedua orang tua ini, ia ikut nimbrung hingga sore hari baru ia kemudian pamit pulang, tadinya mau di antar Fendi namun Dena menolak


"Jangan antar pulang Minggu depan aja baru sekalian datang kasih kejutan buat Feli" Ucap Dena


"Okey, hati - hati" Ucap Fendi


Dena pun pamit pada para orang tua lalu memilih pulang sendirian.


Bersambung______

__ADS_1


__ADS_2