
Setelah di sibukkan dengan berbagai pengurusan dokumen yang harus di lakukan oleh kedua belah pihak calon mempelai, kini kedua pasangan tersebut sedang memasukan pengajuan pernikahan mereka
"Semoga berjalan lancar Dan" Ucap Romi
"Aamiin" Ucap Fendi
"Maksimal 3 bulan yah Dan" Tanya Fendi
"Iya" Ucap Fendi
Mereka pun kembali melanjutkan aktivitas mereka
setelah sampai dan bergabung dengan rekan - rekan prajurit lainnya di lapangan, satu persatu pun bertanya kepada Romi perihal rencananya
"Gimana bang, mantap" Ucap seorang letting
"Doakan yah biar mantap" Ucap Romi
"Siap, kita doakan" Ucap beberapa rekannya
"Danyon gimana bang" Tanya seorang yang lainnya
"Sama, masih urus" Ucap Romi
"Semoga di percepat, secara Danyon kan atasan kita" Ucap yang lainnya
"Iya tapi aturan kan tetap aturan sesuai prosedur" Ucap Romi
"Iya betul juga" Ucap prajurit tersebut
Di ruangannya, Fendi sedang mengerjakan beberapa tugasnya, banyak tugas yang menumpuk di meja kerjanya, mengingat sudah beberapa hari ini dia izin untuk menemani sang tunangan mengurus dokumen - dokumen pernikahan mereka
Romi pun juga sama dengannya, hanya saja Romi lebih banyak bertugas di lapangan, sehingga tidak terlalu banyak yang harus di lakukan selain kegiatan fisiknya
Ting,
Bunyi notifikasi di ponsel prajurit dingin tersebut
"Semangat kerjanya sayang" Isi pesan singkat dari seorang wanita di seberang
Fendi yang melihat pesan tersebut pun menyunggingkan senyuman di bibirnya, ia bahagia mendapat pesan dari pujaannya itu, nampak ada yang berbeda dari isi pesan Felisa yang di pikir Fendi berbeda dari pesan - pesan sebelumnya yang biasa ia kirimkan entah itu lewat SMS biasa maupun chat di WA
Thor : Apa yang berbeda hayoo kira - kira 🤔( Ayo tebak🤭)
Readers : Ada kata sayang Thor 🤭
Benar sekali, hal itu juga yang di lihat oleh Fendi, kini lelaki tampan tersebut membaca kembali isi pesan gadis tersebut
"Dia sudah berani memanggilku sayang" Gumam Lelaki tersebut tersenyum
Fendi pun mengetik sesuatu untuk membalas pesan wanita cantik tersebut
"Siap calon istri ❤️"
"Abang sudah masukin pengajuan kita berdua, bersama Romi juga tadi, doain biar secepatnya di terima yah sayangku ❤️" Ketiknya dan kirim
Lalu ia meletakan kembali ponselnya
Ting,
"Aamiin ❤️" Balasan dari Felisa
Fendi pun kembali tersenyum, lalu ia tak membalas lagi pesan tunangannya itu, ia memilih melanjutkan tugas dan tanggung jawabnya itu, sebab ke depannya ia sudah berencana akan mengambil cuti untuk pernikahannya
Tok ... tok ...tok
__ADS_1
"Masuk" Ucap Fendi
"Selamat siang Dan, ada tamu" Ucap seorang prajuritnya yang merupakan asistennya
"Persilahkan masuk" Ucap Fendi
Fendi pun menerima tamu tersebut, rupanya tamu tersebut merupakan rekan sekaligus teman lamanya saat masih pendidikan dahulu, kini keduanya telah menjadi Danyon di batalyon masing - masing
"Bang" Ucap Fendi memeluk temannya tersebut
"Apa kabar Kamu Fen" Ucapnya
"Baik bang, Alhamdulillah, kalau abang" Ucap Fendi bertanya
"Alhamdulilah sehat juga" Ucap rekannya
"Oh ya, ku dengar - dengar kau akan menikah, siapa gadis yang bisa meluluhkan hati es ini, aku jadi penasaran" Ucapnya lagi
"Hehehe,bisa aja bang, ada lah bang, insya Allah di lancarkan segala urusan" Ucap Fendi berharap
"Aamiin, ku doakan semoga berjalan lancar, aku kan pengen juga lihat kau menikah, anakku saja sudah 4, hahaha" Ucapnya temannya sambil tertawa
"Wah si kembar udah punya adek lagi bang" Tanya Fendi
"Sudah dong, harus gencatan senjata terus Fen biar benteng pertahanan hancur hingga lawan kalah dan kita menang, hahahaha" Ucap Danyon tersebut
"Hahahaha 🤣🤣🤣 Abang bisa aja ni, jago juga" Ucap Fendi
"Bisa Fen, kalau tak jago mana mungkin anakku 4" Jawabnya
"Betul betul" Ucap Fendi
"Kabar - kabari dan undang yah kalau mau nikah" Ucap sang Danyon
"Siap bang" Ucap Fendi
"Iya bang, hati - hati" Ucap Fendi
"Siap" Ucap Danyon tersebut
Lalu meninggalkan ruangan Fendi, dan Fendi kembali menyelesaikan tugas - tugasnya
Tak terasa hari sudah malam, Fendi baru menyelesaikan tugasnya, kini ia menatap jam di pergelangan tangannya pukul 19.10 wib
Ia belum sempat sholat magrib tadi, sehingga ia pun segera beres - beres dan menunaikan kewajibannya sebelum isya datang
Di tempat lain, di rumahnya Felisa kini sedang ada banyak tamu, kerabat dekat Melati sedang berkunjung di tempat mereka
"Wah Feli semoga di lancarkan segala urusannya yah nak" Ucap Uwak nya Melati
"Aamiin 🤲, makasih Uwak" Ucap Melati
"Iya nak" Ucapnya
Satu persatu keluarga Melati mendoakan Felisa dan di aminkan oleh gadis itu
"Jangan lupa undang - undang yah nak" Ucap Tantenya Melati
"Siap Tante" Ucap Felisa
"Tenang Tante, semua keluarga akan di undang kok" Jawab Melati
"Mama" Panggil Meldia
"Iya sayang" Jawab Melati
__ADS_1
"Aku di undang juga gak" Ucap balita manis tersebut
"Hahahaha" Semuanya tertawa mendengar pertanyaan dari bocah berumur 5 tahun tersebut
"Kamu gak di undang sayang" Jawab Melati
"Kenapa" Ucap Meldia hampir menangis
Beruntung sang ayah Diora langsung menggendongnya
"Papa" Panggilnya ketika melihat Diora
"Anak papa gak di undang karena kamu kan ponakan Tante Feli, sudah wajib hadir sayangku" Ucap Diora menjelaskan dengan halus
"Oh berarti sama kayak kakak Reihan yah pa" Tanya Meldia
"Iya sayang" Ucap Melati
"Kapan kakak Reihan datang ma" Tanya gadis manis tersebut
"Besok sayang" Ucap Melati
Meldia merasa sunyi ketika tidak ada Reihan di rumahnya, sepupunya itu kini sedang menginap bersama mamanya di rumah om Fendi, Betaria meminta Dena tinggal disana sebelum ia balik ke tempat tugas suaminya Putra
"Asyik, hore" Ucap Meldia bahagia di gendongan sang papa
"Hoam" Ucap gadis cilik itu
"Sayang, tolong buatin susu buat Meldi yah dia udah ngantuk kayaknya" Ucap Melati
"Iya sayang" Ucap Diora
"Ayo sayang kita minum susu" Ucap Diora pada Meldia lalu membawanya ke arah dapur
"Mel, kamu beruntung banget dapetin Diora" Ucap sang Tante
"Alhamdulillah Tante" Ucap Melati
"Oh yah kalau gitu kita semua balik dulu yah Mel, Fel" Ucap para kerabat Melati
"Iya uwak, Tante, semuanya hati - hati di jalan yah" Ucap Melati dan Felisa bersamaan
Mereka juga pamit kepada Diora
Lalu meninggalkan rumah Felisa
"Mbak, apa gak kemalaman kalau balik, memangnya ada kapal Feri nya mbak" Tanya Felisa
"Mereka balik ke tempat mama Fel, nginap disana besok mau ke kota soalnya sama papa dan mama, menjenguk kerabat yang lainnya juga disana" Ucap Melati menjawab
"Oh gitu mbak, kirain" Ucap Felisa
"Iya dek, yuk sholat udah adzan isya" Ucap Melati
"Iya mbak, kita berdua aja, bang Dio kayaknya lagi nidurin Meldia" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Kemudian keduanya bersiap - siap menjalankan ibadah wajib mereka.
Bersambung_
Maaf yah Readers semuanya, author up nya lama, mengingat akhir - akhir ini author sangat sibuk dan kondisi author juga kurang Fit, jarang pegang hp juga karena harus istirahat, dan sinyal di tempat author juga kadang tidak bagus, semoga para Readers bisa mengerti dan masih setia membaca karya author yah ☺️
Sekali lagi mohon maaf untuk ketidaknyamanan kalian 🙏🙏🙏 Terima kasih 🙏🥰🤗
__ADS_1
Saranghae semuanya ❤️❤️❤️🤗🤗🤗🥰🥰