Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Anak Perempuan


__ADS_3

Sebulan berganti, hari dan minggu terlewati, Felisa merasa sunyi sebab tak ada kabar dari pujaan hati, sama halnya dengan sahabatnya kini Tania, kini ia di sibukkan dengan berbagai orderan yang datang dari pelanggan buat acara lamaran hingga nikahan


"Beb" Panggil Tania


"Hum" Jawab Felisa


Keduanya kini sedang beristirahat setelah semua pesanan dari pelanggan sudah di ambil, sambil menyeruput teh dan cemilan kue yang tersisa mereka sedang membagi duka masing - masing atas kerinduan yang mereka rasakan


"Aku kangen banget sama bang Romi" Ucap Tania


"Iya aku juga" Ucap Felisa


"Eh eh tunggu maksudnya kamu kangen sama pacar aku" Tanya Tania


"Hah" Ucap Felisa mulai tersadar atas ucapannya


"Maksud aku kangen sama bang Fendi dong, masa bang Romi, tadi kan kamu bilang kangen, aku juga gitu loh" Ucap Felisa menjelaskan


"Oh begitu toh, hum syukurlah" Ucap Tania


"Mereka kok gak ngabarin kita yah dua hari ini, apa mereka sibuk" Tanya gadis manis itu


"Mungkin saja beb" Jawab Felisa


"Waduh anak mama lagi pada ngapain ini" Tanya Riana saat menghampiri mereka


Ia baru saja pulang mengantarkan pesanan terkahir, kali ini pesanan dari ibu RT sebelah untuk acara majelis ibu - ibu, sehingga Riana sendiri yang mengantar kesana untuk menghargai beliau yang sudah memesan


"Ini Tante lagi duduk aja" Ucap Felisa


"Kita lagi curhat ma" Ucap Tania


"Oh gitu yah, masalah pria yah" Tanya Riana


"Begitu lah Tante" Ucap Felisa


"Sabar yah sayang - sayang ku, pujaan hati kalian itu kan abdi negara, jadi kalian harus mengerti dan memahami tugas dan tanggung jawab mereka, nanti juga mereka pasti pulang" Ucap Riana menasehati


"Iya ma"


"Iya Tante"


"Kalian berdua sudah makan" Tanya Riana


"Ini kita lagi makan kue tante" Jawab Felisa


"Gak makan nasi" Ucap Tania


"Lagi diet yah" Tanya Riana


"Gak kok ma, badan udah kurus kering begini ngapain diet yang ada tinggal tulang doang ma" Ucap Tania


"Hahahah, benar juga" Ucap Felisa


"Yah sudah kalau begitu, mama ke dalam dulu yah, nanti kalau lapar, makan aja" Ucap Riana


"Siap ma"


"Siap tante"


Riana pun meninggalkan keduanya masuk ke kamarnya dan beristirahat


"Beb, kita video call an aja yuk, kangen ni" Ucap Tania


"Gak bisa gitu, kalo mereka sibuk gimana kan gak enak" Ucap Felisa


"Benar juga, hum gimana dong" Ucap Tania

__ADS_1


Felisa mengangkat bahunya pertanda tidak tau, Tania menjadi frustasi melihat respon Felisa


Jika sudah begini mau bagaimana lagi


"Beb, mbak Dena belum balik yah" Ucap Tania


"Belum, kayaknya lusa deh" Ucap Felisa


"Oh berarti cuma bang Putra aja yang udah" Ucap Tania


"Iya, bang Putra cutinya selesai, jadi udah balik duluan, nanti mbak Dena nyusul, tapi katanya mau urus sesuatu dulu" Ucap Felisa


"Oh gitu" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


"Oh yah btw udah gak ada lagi yang mau di kerjain kan, mau gak ada aku balik yah, ngantuk pengen bobo siang" Ucap Felisa


"Iya aku juga ni, kenapa gak disini aja" Ucap Tania


"Pengen sih, tapi masih mau bantuin mbak Dena nanti sore, jadi biar sekalian di rumah aja" Ucap Felisa


"Oke lah kalau begitu, tapi beneran gak mau makan dulu" Tanya Tania


"Di rumah aja deh" Ucap Felisa


"Oke, hati - hati yah" Ucap Tania


"Siap" Ucap Felisa


"Salam yah nanti buat Tante, aku balik" Ucap Felisa pamit


"Oke"Ucap Tania


Felisa pun berjalan ke luar dari rumah Tania menuju rumahnya


"Sunyi banget ni hape" Ucapnya


"Hai Feli" Ucap Bu Jamilah


"Halo bu, mau kemana bu" Tanya Felisa


"Saya mau ke rumah Riana, Riana ada gak" Ucap bu Jamilah


"Ada di rumah Bu, kayaknya lagi istirahat" Ucap Felisa


"Oh begitu, yah sudah kalau begitu nanti sore aja baru kesana" Ucap Bu Jamilah


"Iya bu" Ucap Felisa


Ia dan Bu Jamilah akhirnya berjalan searah kembali ke rumah


"Saya masuk duluan yah Bu" Ucap Felisa


"Iya Fel" Ucap Bu Jamilah


Sampai di dalam rumah di lihatnya Dena sedang menonton tv


"Mbak kok nonton sendiri" Tanya Felisa


"Iya yang lain pada tidur siang" Jawab Dena


"Oh" Ucap Felisa


"Kamu baru pulang sekolah sayang" Tanya Dena


"Iya mbak, maaf yah gak langsung balik, tadi bantuin Tania ngantar pesanan dulu" Ucap Felisa jujur

__ADS_1


"Iya gak papa, kan tadi kamu sudah kirim pesan ke mbak Mel" Ucap Dena


"Iya mbak" Ucap Felisa


Dena melanjutkan menonton, sedangkan Felisa pergi ke kamarnya


"Capeknya" Gumamnya


Ia membuang tasnya sembarangan, membuka sepatu lalu beristirahat


Di rumah Tania tak bisa tidur siang ia nampak gelisah, pikirannya tertuju kepada Romi


"Sedang apa yah bang Romi" Ucapnya


Ting ....


Notifikasi pesan berbunyi, ia nampak kegirangan, disangkanya itu dari Romi ternyata pesan orderan kue dari pelanggan setianya


"Ih kirain" Gumamnya


Di tatapnya layar ponsel, wallpaper foto mereka berdua


"Abang Romi di lihat - lihat ganteng juga yah" Ucapnya sambil tersenyum


Dr...dr...dr 📞


Panggilan telepon


"Halo, assalamu Alaikum Tan" Ucap seorang wanita


"Walaikumsalam mbak" Ucap Tania


"Mbak mau ngasih tau kamu sama Feli kalau mbak udah lahiran" Ucap Sari


"Masya Allah yang benar mbak, anaknya cewe atau cowo" Tanya Tania antusias


"Perempuan Tan" Ucap Sari


"Masya Allah, selamat yah mbak, nanti kau ngasih tau Feli mbak" Ucap Tania senang


"Iya tan, makasih yah, titip salam buat Feli juga" Ucap Sari


"Iya mbak, pasti, mbak yang sehat yah, sekali lagi selamat mbak" Ucap Tania


"Iya Tan, makasih banyak" Ucap Sari


"Sama - sama mbak" Ucap Tania


Panggilan pun berakhir


"Masa Allah mbak Sari udah lahiran, pasti anaknya cantik banget" Ucap Tania


"Tapi kenapa nasibnya buruk yah, hum, semoga Allah senantiasa menjaga mbak Sari" Doa tulus Tania


Kemudian ia menaruh ponselnya di atas meja samping tempat tidur, ia sudah mengantuk dan pengen beristirahat, setidaknya ia harus memulihkan tenaganya setelah menyelesaikan pesanan untuk nikahan di kampung sebelah tadi


"Auw punggungku" Ucapnya meringis


"Lelahnya" Ucap Tania kemudian menutup mata menuju pulau indah


Di tempat lain dengan keadaan yang sama juga di lakukan seorang gadis cantik, kini sedang terlelap dengan baju kerjanya, gaya tidurnya terkesan barbar, tidak ada ayu - ayu nya, ia nampak sangat kelelahan sehingga terdengar dengkuran halus dari mulutnya


Dena yang menonton pun sudah ketiduran, dan tv belum sempat ia matikan, ibu beranak satu itu kini sudah nyaman dengan posisinya memeluk bantal sofa, entah mengapa hari ini semua orang nampak kelelahan, mungkin karena cuaca di luar yang terlihat mendung namun tidak turun hujan.


Para wanita sedang asyik tertidur sedangkan pada prianya sedang mengerjakan pekerjaan masing - masing dengan serius dan nampak bertanggung jawab, bahkan ada juga lelaki yang sedang melatih menembak, fokus membidik agar kena sasaran.


Bersambung____________

__ADS_1


__ADS_2