Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Pola Asuh


__ADS_3

Seharian jalan di Mall membuat Felisa kelelahan, ia kini masih tertidur walaupun Melati dan Ela sudah memanggilnya berulang kali


"Belum bangun juga El" Tanya Melati


"Belum Mel" Ucap Ela


"Kamu panggil dari luar atau bangunin langsung orangnya di dalam" Ucap Melati


"Aku ketik pintu kamarnya tapi gak bangun" Ucap Ela


"Oh yah sudah kamu sahur duluan aja biar aku yang panggilin lagi" Ucap Melati


"Iya Mel" Ucap Ela


Melati pun beranjak pergi ke kamar adik iparnya itu


"Wah ni anak tidur udah kayak kebo" Ucap Melati


"Dek bangun dek, sahur, bentar lagi imsak loh" Ucap Melati menggoyangkan tubuh gadis cantik tersebut


"Adek bangun" Ucapnya lagi


"Iya mbak,5 menit lagi" Ucap Felisa mengigau


"Adek, imsak loh nanti" Ucap Melati


"Hah" Ucap Felisa terkejut


"Akhirnya bangun juga" Ucap Melati


"Sahur mbak" Tanya Felisa


"Sarapan dek, yah pasti sahur dong sayang" Ucap Melati


"Hehehe maaf" Ucap Felisa


"Yuk cuci muka terus kita sahur, kasian mbak Ela sendirian di ruang makan" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucapnya kemudian bergerak ke kamar mandi


"Mbak tinggi di meja makan yah" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Melati pun kembali ke ruang makan


"Gimana Mel" Tanya Ela


"Udah bangun" Ucap Melati


"Tuh anak kecapean hingga susah bangun" Ucap Ela


"Iya" Ucap Melati


"Hai mbak El" Ucap Felisa


"Hai dek,udah bangun, yuk makan" Ajak Ela


"Iya mbak" Ucap Felisa menarik kursinya


Ia pun mengambil nasi dan beberapa lauk pauk


"Gak suka sayur yang ini yah dek" Ucap Ela


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Oh yah sudah kalau begitu" Ucap Ela


"Iya mbak" Ucap Felisa


Kemudian ketiganya makan dengan tenang


"Alhamdulillah" Ucap Felisa


"Buruan bersih - bersih, bentar lagi imsak loh" Ucap Melati


"Okey mbak" Ucap Felisa


Kemudian ketiganya bergegas membersihkan diri buat sekalian subuh


Sambil menunggu adzan, Felisa sedang memainkan ponselnya sedangkan Melati dan Ela sedang membujuk anak mereka yang terbangun


Tak lama adzan subuh pun berkumandang, para penduduk bumi yang sudah menanti kedatangannya bersiap - siap, ini adalah Minggu penghujung Ramadhan, mereka semua mencari keistimewaan bulan ini, mereka berburu mendapatkan dan bertemu malam dimana lebih indah dari seribu bulan, malam dimana segala dosa di ampuni jika beribadah saat itu, para penduduk bumi yang mengetahui keistimewaan malam itu pasti ingin meningkatkan lagi keimanannya, karena hanya orang - orang beruntunglah yang bisa berjumpa dan menikmati keistimewaannya


"Mbak" Panggil Felisa


"Iya dek" Jawab Ela dan Melati bersamaan

__ADS_1


Mereka bertiga mengambil wudhu dan menjalankan subuh dengan khusyuk


Setelah itu mereka berdoa bermunajat kepada-NYA


Selesai itu mereka bertiga pun mengaji bersama


Subuh itu terasa indah, angin bertiup sejuk menerpa jiwa, hingga mentari terbit pun cahayanya tak begitu menyilaukan


Perasaan Felisa dan kedua kakak - kakaknya sangat tenang


Melati tak henti - hentinya bersyukur masih bisa di pertemukan dengan ramadhan kali ini, ia bersyukur kedua orang tuanya masih lengkap, anak dan suaminya sehat walafiat


Ela dan Felisa pun juga merasa bersyukur, walaupun tak seperti Melati tapi mereka masih di kasih nafas sama pencipta itu sudah sangat luar biasa


"Dek" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Hari ini agenda kemana" Tanya Melati


"Di rumah aja mbak, gak kemana - mana" Ucap Felisa


"Kalau Ela" Tanya Melati


"Sama mbak, di rumah aja" Jawab Ela


"Oh iya" Ucap Melati


"Memangnya ada apa mbak" Ucap Felisa


"Iya Mel" Ucap Ela


Jam menunjukan pukul 07.00 wib


Ketiga wanita itu sedang berbincang di ruang tamu setelah membersihkan rumah


"Assalamu Alaikum" Ucap seseorang lelaki


"Walaikumsalam" Jawab ketiganya kompak


Setelah menengok siapa yang datang, Melati langsung berlari ke arah suaminya


"Bang Dio" Ucapnya


"Iya sayang" Ucap Diora


"Hai dek, hai Ela" Sapa Diora


Diora pun masuk dan duduk di kursi Sofa ruang tamu


Melati menarik kopor suaminya ke dalam kamar, kemudian ia kembali bersama anaknya yang sudah bangun


"Papa" Panggil Meldia


"Halo anak papa" Ucap Diora


Kemudian mengambil Meldia dari gendongannya dan memangku anaknya itu


"Abang ko pulang gak bilang - bilang kan harusnya besok" Ucap Melati


"Iya jadwalnya sih gitu, namun pekerjaannya lebih cepat, terus semua pengen pulang buat buru lebaran, makanya langsung balik hari ini semuanya" Ucap Diora menjelaskan


"Oh begitu" Ucap Melati


"Iya sayang" Ucap Diora


"Papa baru pulang yah" Ucap Meldi


"Iya sayang, papa bawa oleh - oleh, nanti mama bagi - bagi ke semua" Ucap Diora


"Asyik" Ucap Meldia tersenyum


Diora pun mencubit gemas pipi anaknya


"Sayang kita ke kamar, papa ngantuk" Ucap Diora mengajak anaknya


"Meldi sama mama yah sayang, mau mandi kan, biarin papa tidur dulu, nanti main lagi" Ucap Melati


"Tapi Meldi mau sama papa" Ucap sang anak


Felisa dan Ela hanya melihat drama keluarga kecil tersebut


"Dek, nonton yuk" Ucap Ela


"Yuk mbak" Ucap Felisa


"Ayo sayang sama mama nanti mama beli es krim berdua sama Fais" Ucap Melati

__ADS_1


"Eh Fais datang juga yah" Ucap Diora


"Iya, kita datang berdua" Ucap Ela sebelum berdiri dari duduknya


"Papanya gak ikut" Ucap Diora


"Gak dapat cuti jadi kita liburan sendiri" Ucap Ela


"Oh begitu terus Fais dimana" Tanya Diora


"Masih tidur" Ucap Ela


"Oh iya" Ucap Diora


"Yuk sayang kita ke kamar" Ucap Diora


Kemudian menggendong anaknya ke kamar, Melati pun ikut dari belakang


Saat hampir masuk ke kamarnya, Diora teringat sesuatu


"Yah ampun lupa Abang" Ucap Diora


"Apa bang" Tanya Melati


"Dek" Panggil Diora


"Iya bang" Jawab Feli


Ia sedang menonton dengan Ela


"Fendi lagi di luar kota yah" Ucap Diora


"Iya bang" Ucap Felisa


"Kok Abang tau" Ucapnya


"Tadi Abang ketemu di bandara, dia samperin Abang, suruh titip salam buat kamu" Ucap Diora


"Walaikumsalam bang" Ucap Felisa


"Sama Romi juga" Ucap Diora


"Iya bang" Ucap Felisa


"Okey" Ucap Diora


Kemudian masuk ke kamarnya


"Mama" Teriak Fais menangis


"Dek bentar, Fais nangis" Ucap Ela


"Iya mbak" Ucap Felisa


Ela Kembali dengan Fais di gendongannya


"Dia suka nangis kalau bangun tidur, biasanya kalau gak lihat mamanya di samping" Ucap Ela


"Biasa anak - anak begitu semua yah mbak, atau tergantung juga" Tanya Felisa


"Tergantung sih dek, ada anak yang di latih mandiri sejak dini, gak tergantung orang tuanya, ada juga yang masih manja sama orang tuanya" Ucap Ela


"Oh, berarti tergantung pola asuh orang tuanya yah mbak" Tanya Felisa


"Iya sayang, cuma kalau terlalu mandiri juga kurang bagus sayang, soalnya anak - anak kan masih harus dapat bimbingan dari kita sebagai orang yang lebih dewasa, kalau sudah mandiri sejak dini, takutnya terbawa hingga dewasa, nanti bisa - bisa takutnya gak mau mendengarkan pendapat orang dewasa atau orang lain tentang hidupnya karena saking mandiri" Jawab Ela


"Kok bisa begitu mbak" Ucap Felisa


"Bisa sayang, pokoknya ada sisi positif dan negatifnya, positifnya karena orang tua jadi punya banyak waktu dan tidak terlalu mengurusi anaknya dan yang negatif yah itu, tapi apapun itu jadi orang tua dan mendidik anak itu gak gampang sayang, kadang pola kita sudah begini namun di lapangan pasti ada aja kurangnya, gak bisa seratus persen berhasil, anak kita sudah tumbuh dengan baik, sehat dan berprestasi aja kita udah bangga luar biasa" Ucap Ela


"Oh begitu yah mbak" Ucap Felisa


"Iya sayang, sebagai ibu kita terus belajar, belajar memberikan yang terbaik untuk anak - anak kita" Ucap Ela


"Berarti mbak masih terus belajar yah" Ucap Felisa


"Iya sayang, setiap hari belajar, karena setiap pertumbuhan kan, fasenya beda - beda, dari anak mbak Fais lahir, sampai udah gede sekarang mbak terus belajar loh dek" Ucap Ela


"Oh ternyata begitu mbak" Ucap Felisa


"Iya sayang, nanti insya Allah kamu berumah tangga baru kamu akan tau kayak gimana" Ucap Ela


"Kadang sama suami aja udah riweh, belum sama anak, kalau gak pintar - pintar bisa gak kuat dek, udah pusing sama kerjaan dalam rumah juga, wah pokoknya nano - nano lah rasanya dek, jadi kitanya harus setrong, hahahaha" Ucap Ela sambil tertawa


"Hahaha, tapi mbak kuat juga sih" Ucap Felisa bertepuk tangan


Obrolan mereka terus berlanjut, hingga Ela pamit untuk memandikannya anaknya dan Felisa melanjutkan menonton.

__ADS_1


Bersambung_________


Dukung terus karya Author yah, terima kasih 🙏🥰 🤗 ❤️


__ADS_2