Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Rasa Penasaran Melati


__ADS_3

Keesokan harinya matahari bersinar terang, langit pun terlihat cerah, secerah dua hati yang sedang berbunga - bunga akibat semalam


"La la la la la" Ucap Tania bernyanyi di kamarnya


"Waduh anak mama tumben bangunnya pagi, sudah itu ceria lagi" Ucap Riana


"Hehe, mama, anaknya bangun siang ngeluh, bangun pagi malah kaget tak percaya, maunya gimana mama ku sayang" Ucap Tania melipat selimutnya


"Yah mama sih apa aja yang penting anak mama bantuin mama gak bandel - bandel" Ucap Riana


"Hehehe, siap mama ku tercinta yang paling cantik dan baik hati" Ucap Tania memeluk mamanya


"Semoga anakku selalu bahagia yah Allah" Ucap Riana berdoa di dalam hatinya


Ia pun membalas pelukan permata hatinya itu


Disisi lain, rumah sahabatnya, Hal yang sama juga di lakukan Felisa


Ia sedang menyanyikan lagu dari sang Diva terkenal Rossa


"Wih ada angin apa ni, adek cantik kakak kayaknya happy banget pagi ini" Ucap Melati


"Hehehe, mbak" Ucap Felisa malu


"Ada kabar apa ni, tumben pagi - pagi udah nyanyi - nyanyi, padahal puasa loh, biasanya ada yang bilang mbak, aku lemas banget " Ucap Melati meniru Felisa


"Hahahaha" Ucap Felisa tertawa


"Mbak bisa aja deh" Ucap Felisa


"Yah udah kamu kenapa dek" Tanya Melati


"Gak papa kok mbak, cuma lagi happy aja" Ucap Felisa


"Wah mbak tau ni, pasti gara - gara semalam di bonceng sama crush kan" Ucap Melati


"Mbak" Ucap Felisa


"Cie malu yah, benar kan" Tanya Melati


"Mbak ko bisa tau sih" Ucap Felisa


"Iya lah tau, orang pas kamu datang mbak bangun kok, terus ngintip di jendela" Ucap Melati


"Ih mbak curang" Ucap Felisa


"Yah gak dong, siapa suruh gak cerita" Ucap Melati


"Hehehe, maaf" Ucap Felisa


"Perasaan kamu berangkatnya sama Tania, kok bisa pulang di antar Fendi dek" Ucap Melati


"Memangnya mbak gak lihat motornya yah" Ucap Felisa


"Memangnya kenapa motornya dek" Ucap Melati bertanya


"Motor yang di pakai bang Fendi buat anterin aku kan motornya Tania mbak" Ucap Felisa


"Oh begitu, terus kok bisa, lalu Tania pulangnya pakai apa, kalian gak mungkin bonceng tiga kan dek" Ucap Melati


"Hahahaha, yah gak lah mbak" Ucap Felisa


"Bakalan rusak tuh motor kalau bonceng tiga, nanti di kira cabe - cabean lagi" Ucap Felisa


"Hehehe, kirain" Ucap Melati


"Jadi gimana" Tanya kakak iparnya tersebut


"Jadi gini mbak, semalam kita gak sengaja ketemu mereka, terus" Ucap Felisa


Ia menceritakan semuanya kepada Melati


"Oh yah, terus Tania pulangnya sama Romi yah dek" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Berarti mereka udah balikan dong dek" Tanya Melati


"Kayaknya sih mbak, kalau detailnya Feli kurang tau soalnya Tania belum cerita" Ucap Felisa


"Kenapa Tania belum cerita dek" Tanya Melati penasaran


"Yah soalnya kan habis di antar pulang, Feli langsung tidur, bangun makan sahur dan selanjutnya Feli udah lupa mau hubungi Tania" Ucap Felisa menjelaskan


"Lagian Tania juga pasti ketiduran mbak" Lanjutnya


"Oh begitu yah, hum" Ucap Melati


Ia pun segera ke kamar nya untuk mengambil ponsel dan melihat anaknya, tak lama kemudian ia balik lagi bertemu Felisa di ruang tamu


Gadis tersebut sedang membaca komik kesukaannya

__ADS_1


"Dek" Panggil Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Kalau jam segini Tania lagi ngapain dek" Ucap Melati


"Hum baru jam 11, berarti Tania lagi bantuin Tante buatin kue" Ucap Felisa


"Wah sayang banget yah lagi sibuk" Ucap Melati


"Memangnya kenapa mbak" Ucap Felisa


"Hehehe gak papa dek" Ucap Melati


"Wah mbak penasaran yah" Ucap Felisa


"Hahaha, iya dek" Ucap Melati


"Feli juga sih" Ucap Felisa


Kedua wanita tersebut sibuk dengan urusannya masing - masing di ruang tamu, Felisa masih membaca komiknya sedangkan Melati bermain dengan anaknya Meldi


"Mbak, bang Dio kapan balik" Ucap Felisa


"Rencana sih Senin besok dek, doain aja yah biar jadi pulangnya" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Assalamu Alaikum" Ucap ibu Devanka


"Walaikumsalam ma" Ucap Melati


"Walaikumsalam tante" Ucap Felisa


"Cucu nenek" Ucap ibu Devanka mencium cucunya Meldia


"Mama datang sendiri, papa mana ma" Tanya Melati


"Iya mama kesini sendiri, papa biasa lagi kerja" Ucap Devanka


"Oh begitu" Ucap Melati


"Kami gak dinas Mel" Tanya sang mama


"Baru lepas tadi pagi ma" Ucap Melati


"Oh okey" Ucap mamanya


Meldia pun mengikuti Devanka ke ruang keluarga dan bermain di sana, sedangkan Melati dan Felisa tetap di ruang tamu


Dr ... dr... dr 📞


"Halo assalamu Alaikum mbak" Ucap wanita di seberang


"Walaikumsalam Tan, kamu lagi ngapain sayang" Ucap Melati


"Lagi beberes mbak, packing pesanan pelanggan mbak" Ucap Tania


"Oh maaf yah mbak ganggu, sibuk banget yah, gak bisa main kesini dong" Ucap Melati


"Iya mbak, lagi sibuk soalnya mau diambil habis Dzuhur, nanti Tania main kesana yah kalau sudah selesai" Ucap Tania


"Oh iya, ajakin Tante sekalian biar kita buka bareng" Ucap Melati


"Okey mbak siap" Ucap Tania


"Iya dek, udah yah, mbak tutup, sampai jumpa, assalamu Alaikum" Ucap Melati


"Iya mbak, walaikumsalam" Ucap Tania


Panggilan pun berakhir


"Wah mbak ku ini memang hebat" Ucap Felisa


Ia tak menyangka Melati akan nekat menelepon Tania


"Hehehe, habis mbak pengen tau dek" Ucap Melati


"Hum, jadi kita buka bareng ni mbak" Ucap Felisa


"Iya dong dek, habis Dzuhur kita siap - siap yah, kamu bantuin mbak masak" Ucap Melati


"Okey deh, sekalian sama Tante Devanka aja kan udah disini" Ucap Felisa


"Okey, benar mbak bilang mama dulu" Ucap Melati


Kemudian ia pergi menemui mamanya untuk menyampaikan rencananya


"Okey sayang, hari ini mama buka disini" Ucap sang mama


"Okey ma, nanti pulangnya Mel suruh ojek langganan Mel buat anterin mama gimana" Ucap Melati

__ADS_1


"Okey" Ucap ibunya semangat


Kemudian Melati kembali menemui adik iparnya


"Fel beres" Ucap Melati


"Okey mbak" Ucap Felisa


Tak lama kemudian adzan Dzuhur berkumandang, Ke empat wanita itu menjalankan kewajiban mereka, meskipun sholat Meldia masih bermain namun ia tak menggangu mama dan Tante beserta neneknya itu, ia hanya anteng duduk di sajadah miliknya, betapa pintar bocah tersebut


Selesai sholat mereka saling bersalaman


"Wah anak mama pintar sekali" Ucap Melati mencium anaknya


"Iya cucu neneknya memang hebat" Ucap ibu Devanka


"Udah Tante Feli ajarin jadi pintar, hehehe" Ucap Felisa


"Hahahaha, iya deh iya" Tawa Melati dan mamanya


"Tante Feli ajarin Meldi dandan" Ucap gadis cilik tersebut


"Iya, biar cantik sama Tante Feli yah" Ucap Sang nenek


"Iya" Ucap Meldia


"Yuk buka dulu mukenah biar mama simpan" Ucap Melati


Ia membantu anaknya itu, lalu melipat punya mereka berdua, sedangkan Felisa beranjak ke kamarnya untuk menaruh miliknya


"Mel, suami kamu pulangnya kapan" Tanya sang mama


"Insya Allah Senin depan ma" Ucap Melati


"Oh syukurlah kalau begitu, biar bisa lebaran sama - sama" Ucap mama Devanka


"Iya ma" Ucap Melati


"Eh tapi kata kamu Ela sepupunya Dio lagi datang kok dari tadi mama gak lihat yah" Ucap Devanka


"Oh mereka lagi ke kota ma, bentar lagi udah balik kayaknya" Ucap Melati


Tidak lama kemudian orang yang di bahas telah datang


"Assalamu Alaikum" Ucap Ela dan anaknya Fais


"Walaikumsalam" Ucap para penghuni rumah


"Eh udah balik yah" Ucap Melati


"Iya Mel" Ucap Ela


"Halo tante" Ucap Ela bersalaman dengan ibu Devanka


"Udah lama yah gak ketemu El" Ucap Devanka


"Iya Tante, kebetulan lagi libur, jadi pengen liburan sekaligus lebarannya disini" Ucap Ela


"Wah bagus dong biar rame" Ucap Devanka


"Fel buruan dek" Panggil Melati


"Iya mbak sebentar" Ucap Felisa dari dalam kamarnya


"Eh pada mau kemana Mel" Tanya Ela


"Gak kemana - mana kok el, mau ke dapur, hari ini kita bukber sama Tania dan Tante Riana, sama mama dan kalian juga, jadi kita mau masak" Ucap Melati


"Oh yah sudah sebentar aku ke kamar taruh barang dulu habis itu aku nyusul kalian di dapur yah" Ucap Ela


"Sayang kamu main yah sama adek Meldi" Ucap Ela pada anaknya


"Iya ma" Ucap Fais


"Yah sudah nanti kalian bertiga masak biar mama yang jagain mereka berdua" Ucap sang mama


"Okey ma" Ucap Melati


"Yuk mbak" Ajak Felisa


Kedua wanita itu pergi ke dapur, di susul oleh Ela, ketiganya mendiskusikan menu apa yang akan di sajikan, kemudian barulah ketiganya bekerja sama memasak makanan berdasarkan bahan - bahan yang sudah di siapkan sesuai resep yang mereka buat


Suasana dapur sangat ramai, ibu Devanka bahagia melihat kekompakan anaknya bersama ipar - iparnya tersebut, ia terus tersenyum melihat tingkah ketiga gadis tersebut, ia bersyukur bisa bermain dengan dua cucunya yang ada, meski Fais bukan cucu kandungnya namun ia juga menyayangi anak Ela tersebut, sebab saat Faiz bayi ibu Devanka juga mempunyai andil dalam menggendongnya.


Bersambung_____


Wah rukun - rukun yah Felisa dan keluarga


Semoga sehat - sehat selalu 🥰


Terima kasih untuk segala support untuk karya author, Saranghae semuanya 🤗❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2