
"Selamat pagi mbak Mel" Ucap seorang gadis cantik yang sudah siap dengan baju kerjanya
"Pagi cantik, udah rapi gini mau kemana, bukannya sekolah sedang libur hari ini" Tanya Melati sambil mengelus perutnya yang mulai membesar
Kandungannya kini tengah memasuki trimester kedua, ia sekarang rajin untuk mengecek kandungannya ke dokter di temani suami tercintanya Diora
"Iya mbak, cuma semalam Feli ditelepon sama mbak Tika, rekan kerjanya, ia memberitahu kalau saat kita pulang ternyata ada surat undangan untuk mengikuti kegiatan di Hotel xxx mbak, katanya yang ikut cuma tiga orang, salah satunya Feli mbak" Ucapnya menjelaskan
"Oh kegiatannya mulai jam berapa sayang" Tanya Melati.
"Jam 9 mbak" Jawabnya, sambil melihat jam di tangannya yang masih menunjukan pukul 7.00 wib
"Kamu kesana naik apa, gak minta tolong Tania buat antar" Melati memberikan penawaran
"Naik angkot aja mbak, kata mbak Tika kita udah di beri dana buat transport dari pihak sekolah, nanti sampai di lokasi baru diberikan mbak Tika soalnya beliau yang pegang" Ucap Felisa
"Lagian Tania sekarang sibuk mbak, Alhamdulillah orderan kuenya lancar dan pelanggannya udah tambah banyak, sekarang juga dia lagi sibuk lainnya mbak" Feli menjelaskan panjang lebar
"Oh begitu yah, Alhamdulillah dong, memangnya dia sibuk apalagi Fel" Tanya Melati penasaran
"Sibuk pacaran, hehehehe" tawa Felisa sambil memakai sarapannya yang tadi sudah di siapkan, tidak muluk - muluk hanya roti dengan selai coklat dan minumannya energen
"Tania udah punya pacar Fel, kok mbak ga tau" Tanya melati
Kehamilannya kali ini membuatnya malas keluar rumah, tubuhnya terlalu lelah untuk di ajak kemanapun, ia lebih memilih bersantai di kamar dan hanya sesekali berolahraga ringan di depan rumahnya, padahal rumah Tania hanya dekat, tapi begitulah bumil, jika malasnya kambuh maka ia lebih memilih bersantai.bawaan orok juga kali, hehehe
Tania juga sudah jarang main ke rumah, makanya ia tidak mengetahui informasi apapun, sebab jika Tania ke rumah, maka ketiga perempuan beda usia itu akan bercerita dan ngerumpi sesuka hati mereka
"Nanti aja yah mbak, Feli cerita, soalnya Feli mau berangkat takut telat" Ucap Felisa
Jarum jam menunjukan pukul 8.00 wib, Felisa memilih berangkat lebih awal agar sampai di lokasi tepat waktu mengingat rumahnya dan lokasi yang di tuju berjarak 12 km, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk sampai kesana
"Feli berangkat yah mbak" Pamit Feli pada Kakak iparnya itu
"Iya sayang, kamu hati - hati yah di perjalanan" Ucap Melati
"Iya mbak"
Di lokasi yang lain seorang pemuda sedang menatap ponselnya, berharap ada panggilan masuk atau balasan pesan dari gadis yang ia kagumi, ia sudah menunggunya dari semalam, tidak ada tanda - tanda gadis itu menghubunginya.
"Selamat pagi Dan, latihan telah selesai"
"Kembali ke tempat dan bubarkan"
"Siap" Ujar seorang prajurit yang datang melapor kepadanya
Ia pun kembali dari lapangan dan memasuki ruang kerja nya, Ia pun duduk di kursi kebesarannya, sambil pandangannya terarah pada layar hp nya yang berlayar gelap tergeletak di atas meja, pikirannya melayang jauh entah kemana.
Duh pak komandan fokus dong 😁😁🤭🤭 (Author buat galau sih)
"Mbak Tika, Laras"
Panggil Felisa pada kedua rekan kerjanya yang sedang menantinya di area depan hotel
"Datang dari tadi yah" Tanyanya
"Enggak, mbak baru sampai juga trus ketemu Laras, ga lama kamu muncul, nih ongkos transport kamu, tadi mbak juga udah kasih bagiannya Laras" Ucap Tika sambil memberikan selembar seratus ribu yang masih nampak baru, tidak ada lecet sama sekali alias mulus 🤭
"Makasih mbak" Ucap Feli sambil mengambil uang tersebut
"Yuk masuk" Ajak Laras pada kedua rekannya
__ADS_1
Di dalam hotel, nampak sudah banyak jajaran guru dan staf dari sekolah lainnya yang juga hadir, mereka bertiga pun bergegas mengisi absen pagi di meja panitia, diketahui dari jadwal yang tertera dalam surat undangan, kegiatan tersebut akan berlangsung selama dua hari, hari pertama diisi dengan pembukaan dan pemberian materi, dari pukul 09.00 wib sampai pukul 16.50 wib
Dan hari kedua di mulai dari pukul 08.00 wib sampai pukul 16.00 wib yakni diisi oleh pemateri - pemateri dari kementrian dan ada sesi istirahat dan hiburan hingga penutupan pukul 17.50 wib
Kegiatan tersebut di buat dengan tema, "Mengimplementasikan kurikulum dengan kiat tertentu agar menjadi bekal dalam menciptakan insan penggerak di era modern"
Untuk itulah banyak guru dan staf dari berbagai sekolah yang diundang untuk mengikuti kegiatan penting ini, dan ketiga rekan tersebut bersyukur mereka telah dipilih untuk mengikutinya, bisa menambah wawasan yang ada, pikir ketiga nya
Mereka pun mengikuti kegiatan tersebut dengan seksama, mencatat hal - hal penting yang di berikan oleh pemateri sesi pertama, dan jika belum mengerti dan faham, maka tidak segan - segan untuk bertanya, saat sesi pertanyaan untuk forum di buka oleh sang moderator, mereka ikutin dengan serius
Hingga saatnya waktu istirahat tiba
"Lapar mbak" Ucap Laras mengeluh pada mbak Tika
"Iya ni" Timpal Feli.
Waktu menunjukan saatnya istirahat, saat ini Feli dan Laras sedang ada tamu bulanan jadi keduanya tidak ikut beribadah, hanya mbak Tika saja
"Nungguin mbak Tika dulu yah baru kita sama - sama ambil makan" Ujar Feli
"Iya Fel" Ucap Laras
Laras kemudian pamit ke kamar mandi, dan Felisa hanya duduk menanti di dalam ruangan yang sebagian undangan lainnya tengah menikmati makan siang mereka, maklum setiap sekolah mengutus perwakilannya tidak hanya yang se agama namun juga guru dari agama lain pun ikut serta, mengingat kegiatan ini adalah kegiatan yang sifatnya umum tidak ada unsur keagamaan
Felisa pun membuka layar kunci ponselnya, ada beberapa panggilan tak terjawab dari kemarin yang belum ia lihat, dan ada beberapa pesan yang belum ia baca, begitulah Felisa kebiasaan buruknya adalah suka lupa membaca pesan
Ia pun membuka layanan panggilan tak terjawab, ada beberapa panggilan dari Tania, Nurul, Safira, dan dua panggilan dari nomor tak bertuan, ia pun tak ingin menggubrisnya
Ia pun beralih ke menu pesan untuk melihat pesan siapa saja yang belum ia baca, ada empat pesan tertera di layar, pesan pertama tertera nama Nurul yang mengajaknya untuk karaokean, Safira menanyakan kabarnya, Tania hanya menanyakan pertanyaan yang di rasa nya aneh, sebab sahabatnya itu hanya menuliskan pesan yang isinya :
"Feli, udah telepon balik belum"
"Kamu udah baca pesannya"
Felisa pun membalas pesannya satu persatu
To Nurul :
"Nanti aku lihat waktunya yah beb" Jawabnya
To Safira :
"Alhamdulillah baik say, kamu" Balasnya
To sahabat G**r** :
"Ini aku sedang membalas pesanmu, nanti aja aku telepon, sedang ikut kegiatan di hotel xxx ni" Ketiknya pada Tania memberitahu
Terkirim tiga - tiganya.
Saat hendak membuka pesan terakhir yang tidak ada namanya hanya nomor 0812547181**, ia di kejutkan dengan panggilan Laras
"Feli, mbak Tika udah datang ni" Panggil nya
Felisa pun mematikan layar hp nya tanpa membuka pesan tersebut, ia memilih memasukan ponselnya ke dalam tas, dan beranjak ke stan makanan mengikuti kedua rekannya
Ketiganya pun mengambil makanan sesuai selera, sebab panitia dan pihak hotel menyediakan layanan prasmanan, mereka pun mengisi piringnya dengan aneka makanan dan lauk pauk, serta buah - buahan
Kegiatan seperti ini yang paling di sukai ketiganya, bisa makan enak di hotel tanpa harus menguras kantong untuk membayar, mereka pun makan dengan hikmat
Waktu istirahat pun telah selesai, kegiatan pun dilanjutkan sesuai jadwal hingga selesai.
__ADS_1
Seusai mengisi absen sore, Felisa pamit kepada dua rekannya yang berbeda arah pulang
"Sampai jumpa besok yah mbak Tika, Laras"
"Iya Fel, hati - hati yah" Ucap kedua rekannya
Sesampainya di rumah, Felisa pun bergegas mandi, tubuhnya sudah lelah beraktivitas seharian, walaupun hanya di dalam ruangan, namun AC membuat kulitnya menjadi kering, lagian hari pun sudah sore
Setelah mandi dan memakai pakaiannya Felisa pun menuju ke ruang tv bersantai dengan iparnya yang sedang asyik menonton
"Gimana kegiatan hari ini Fel" Tanya melati
"Asyik mbak, materinya menarik, makanan hotel juga enak - enak" Jawabnya
"Duh yang makan gratis, kenyang dong" Ucap melati
"Kenyang banget, hahahaha" Ucap Felisa sambil tertawa
Di sebuah ruangan Lain, seorang prajurit sedang bersiap - siap untuk pulang, ia merapikan semua peralatan di mejanya.
Tak ada balasan pesan dari gadis itu membuat moodnya menjadi tidak enak, hanya saja ia tetap bersikap profesional
"Selamat sore DAN, mau pulang" Tanya seorang prajurit yang tak lain adalah sahabatnya Romi
"Iya" Jawabnya datar
"Izin bertanya DAN, apakah boleh saya menumpang di mobil komandan" Tanya nya
Yah, di dalam kesatuan, harus bersikap profesional sesuai aturan yang berlaku, senior tetaplah senior, komandan tetaplah komandan, seorang prajurit menjunjung tinggi rasa hormat yang tinggi terhadap atasannya, mereka dibina dan dididik untuk bersikap layaknya seorang prajurit sejati
"Siap, boleh" Jawab Fendi
"Mari DAN, silahkan" Ucap Serka Romi
Fendi pun berjalan duluan dan disusul Romi di belakangnya, mereka pun menuju ke tempat parkir dimana mobil komandan tersebut berada.
Romi Pun menyetir tanpa mengajak komandan yang merupakan sahabatnya itu berbicara, ia hanya memantau dari cermin, bahwa wajah sahabatnya itu sedang kelelahan dan nampak kurang semangat
"Apakah Felisa belum membalas pesannya, kok Hulk ku belum memberikan kabar yah" Gumam Romi pelan agar tidak di dengar sahabatnya tersebut
Mereka pun melakukan perjalanan hingga sampai di rumah
Rumah Romi berada di sebelah rumah orang tua Fendi
Romi turun duluan dan membuka pintu belakang agar komandannya itu bisa turun, kemudian Romi pun menyerahkan kunci mobil Fendi dan pamit kepada komandannya tersebut, dan Fendi pun mempersilahkan, keduanya pun berpisah dan masuk ke rumah masing - masing.
Ayo, yang masih penasaran sama kelanjutannya, jangan lupa pantengin terus yah karya Author ☺️
Yang bilang kisahnya berbelit - belit, bosan 🥱banyak rintangannya
Duh namanya juga hidup yah, ikutin aja alurnya,bernyanyi lah sya la la la la 😁
Gini loh guys, untuk bertemu atau mendapatkan cinta sejati, memang harus banyak rintangannya, supaya kita bisa menghargai setiap perjuangan dan pengorbanan yang telah kita lewati.
Kalo aman - aman aja dan biasa saja, kita tidak akan pernah merasa apa yang telah kita raih itu penting,karna apa yang kita dapatkan itu begitu mudah.
Sama halnya dengan kehidupan, kadang jalan yang kita lalui banyak kerikilnya, atau banyak cobaannya, namun percayalah itu semua akan menjadikan kita sebagai pribadi yang sabar dan dewasa
Duh bijaksana sekali Author 🤧 Gak kok, Author juga sering mengeluh 😁 Namanya juga manusia yah bukan dewa, yang penting pandai - pandai lah kita dalam bersyukur.
__ADS_1
okey Readers ☺️
Semangat selalu yah, dan terus dukung karya Author 🥰 kalo kamu suka sama ceritanya jangan lupa like yah ☺️ Terima kasih 🙏