Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Pulang


__ADS_3

Setelah menjalankan ibadah subuh berjamaah, Fendi dan keluarganya pun bergegas menuju bandara, sesuai dengan jadwal yang tertera di tiketnya bahwa mereka akan kembali ke kota A pagi hari ini


Sebelum itu pun, Fendi sudah menghubungi sopir di rumahnya, namun ternyata sang sopir sedang tidak enak badan sehingga yang di tunjuk adalah mang Danang, tukang kebun di rumahnya yang ternyata diam – diam telah belajar membawa mobil


Dan yang mengajari mang Danang adalah sopir pribadi keluarganya sendiri, mungkin karena usia sang sopir yang sudah mulai renta sehingga ia perlu untuk mengajari juniornya, sopir keluarga Fendi sudah mengabdi sangat lama, bahkan dari Fendi belum lahir, atau bisa di katakan saat Rahman Gunawan dan istrinya sedang merintis karir usahanya


Setelah satu jam terbang mereka sampai di tujuan, di ruang tunggu bandara mang Danang telah siap untuk menjemput keluarga majikan


“Danang, ko kamu yang menjemput, pak Tino mana” Ucap Rahman yang kaget melihat tukang kebunnya di bandara


“Pak Tino lagi sakit pa, jadi Fendi minta mang Danang untuk jemput kita” Ucap Fendi


“Loh, kok bisa, maksud kamu gimana nak” Ucap Betaria


Valeri yang tidak tau apa – apa memilih untuk menyimak obrolan keluarga tersebut tanda ikut berbicara, ia bahkan tidak faham dengan situasi yang sedang terjadi


“Pa, ma, tenang aja, mang Danang bisa kok bawa mobil, Fendi pernah naik di antar sama beliau, dan mang Danang sendiri sudah punya SIM, Fendi sudah melihatnya” Ucap Fendi menjelaskan


“Yang benar Danang” Tanya Pak Rahman


“Iya Pak” Jawab Danang pada majikannya


“Wah hebat kamu Nang” Ucap Betaria


“Mari Bu, saya bawa tas nya” Ucap Danang menawarkan


“Sudah gak papa, saya bisa bawa kok” Ucap Betaria sambil tersenyum


“Baiklah bu” Ucap Danang


“Kopernya pak” Ucap Danang mengambil 2 buah koper ukuran sedang yang di pegang Fendi


“Sudah mang, biar saya aja” Ucap Fendi


Danang sangat bersyukur mendapatkan majikan keluarga tersebut, memang mereka kaya tapi tidak sombong


“Mari pak, Bu, tuan, mbak” Ucap Danang mempersilakan


Mereka pun sama – sama ke depan untuk menuju mobil yang telah terparkir


Danang mengendarai mobilnya dengan hati – hari dan tetap fokus


“Wah hebat kamu Nang” Ucap Rahman


“Terima kasih Pak” Ucap Danang


“Nanti kamu kerja dobol aja mau gak” Ucap Rahman


“Sekalian jadi sopir juga, bantuin pak Tino” Ucapnya


“Saya mah ikut apa kata bapak saja” Ucap Danang


“Okey, sampai di rumah kita sepakati kamu kerjaan apa, biar sekalian kita bahas gajinya, bagaimana” Ucap Betaria


Sebab ia yang menangani keuangan rumah tangganya, apapun yang berhubungan dengan pengeluaran ia yang menyepakatinya


“Siap pak” Ucap Danang


Setelah memalui perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumahnya, Betaria sangat merindukan rumahnya itu, bagaimana tidak, ia memang suka menemani suaminya berbisnis di luar kota dan pulang sesuai jadwal yang telah ia buat jika urusan telah selesai, namun naas kemarin adalah pengalaman terlama dirinya dan suami berada di luar kota


Musibah tidak ada yang tau, mungkin saja Betaria harus bersyukur sebab Tuhan masih sayang kepadanya membiarkannya masih tetap hidup di bandingkan yang lainnya


“Assalamualaikum” Ucap Betaria dan yang lainnya

__ADS_1


“Walaikumsalam, selamat datang pak, Bu, tuan, nona” Ucap beberapa asisten rumah tangganya yang sengaja keluar untuk menjamu keluarga majikannya


“Terima kasih semuanya” Ucap Betaria sambil tersenyum


Ia mengucapkan hal itu untuk mewakili keluarganya


“Mari pak, Bu, silahkan masuk” Ucap sang asisten


Keluarga tersebut pun masuk ke dalam rumahnya, Betaria dan Rahman langsung ke kamarnya, Fendi dan Valeri pun begitu, namun tak lama kemudian Fendi keluar dengan pakaian seragam yang lengkap


“Kini Betaria, Rahman dan Valeri sedang berada di ruang makan, Fendi pamit kepada mereka untuk bekerja, ia telah pergi seminggu, sehingga tidak baik baginya untuk bermalas – malasan


“Mau kemana nak, gak sarapan dulu” Tanya Betaria


“Mau ke markas ma, nanti disana aja” Ucap Fendi


“Nebeng dong dek, kan sejalur, mbak juga mau kerja” Ucap Valeri


“Iya” Ucap Fendi


“Tante, om, Vale balik dulu yah” Ucap Valeri pamit dan salim kedua orang tua tersebut


“Iya, hati – hati yah” Ucap Betaria


“Siap tante” Ucap Valeri


Kedua sepupu itu pun pergi, Fendi mengantar Valeri hingga ke rumahnya kemudian melanjutkan perjalanan ke markasnya


“Selamat pagi Dan” Ucap prajurit yang berjaga sambil memberi hormat


“Selamat pagi” Ucap Fendi


Ia kemudian berlalu ke ruangannya


Romi belum menyadari kedatangan sahabat sekaligus komandan tersebut


“Izin Dan, Lapor” Ucap komandan Arif


“Semua berkas telah saya serahkan sesuai instruksi” Ucapnya


“Bagus komandan Arif, kau telah menjalankan tugasmu dengan baik” Ucap Sang Danyon


“Siap, terima kasih Dan” Ucap Arif


“Izin Dan, Permisi” Lanjutnya


“ Siap, silahkan” Ucap Fendi


Komandan Arif pun meninggalkan ruangan Komandan, kemudian Fendi memeriksa berkas – berkas yang sudah tertera di atas mejanya


Ia memeriksa satu persatu dengan teliti, menjaga tidak ada kesalahan, sebab ia mempunyai tanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa seluruh prajurit di bawah komandonya dapat bekerja dengan baik dan benar


Tok ... Tok.. tok


“Izin Dan, Lapor” Ucap sekarang prajurit kepala


“Jam 2 nanti ada pertemuan di aula Dan” Ucapnya


“Baiklah, terima kasih” Ucap Fendi


Sang prajuritpun meninggalkan ruangan Fendi setelah memberi tahu informasi


Waktu terus bergulir, Fendi menyelesaikan pekerjaan seminggu yang telah di tinggalkannya

__ADS_1


Melakukan pembinaan, dan pertemuan sesuai yang tertera di dalam jadwal


Tak terasa hingga malam tiba, Romi yang melihat komandannya di pertemuan sangat senang


Ia bersyukur sahabatnya itu telah kembali, ia pun memberi kabar kepada kekasihnya Tania


Di tempat lain, dua sahabatnya sedang menonton drama pavoritnya


Ting,


Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Tania


Saat membacanya Tania sangat senang, reflek dia pun tersenyum


“Wah aneh ni orang, adegan sedih malah senyum” Ucap Felisa


“Hahahah” Ucap Tania


“Mau tak gak kenapa aku senyum” Tanya Tania


“Kenapa memangnya” Tanya Felisa yang penasaran


“Nih” Ucap Tania sambil memperlihatkan isi pesan Romi kepadanya


“Abang kesayanganmu telah kembali” Ucap Tania senang


“Hum, kirain apa” Ucap Felisa


“Loh, ko biasa aja responnya, kamu udah gak tertarik yah sama pak Fendi, udah punya gebetan lain yah, ih jangan bilang pak dokter, dokter Danu  baik sih tapi kan rumornya katanya dia sedang dekat sama dokter Amanda” Ucap Tania menjalskan panjang lebar


“Tania Rahardja sayangku, bukan begitu” Ucap Felisa


“Lalu bagaimana kalau bukan begitu” Ucap Tania yang merasa gemas kepada sahabatnya tersebut


Bukannya menjawab Felisa malah tertawa melihat sahabatnya yang serasa prustasi karena ia tak kunjung menjawab pertanyaannya


“Hahahaha” Tawa Felisa


“Jawab beg* bukan ketawa” Ucap Tania yang sudah kesal


Kesabarannya hanya setipis tisu


“Aku udah tau, bang Fendi udah nelpon aku semalam” Ucap Felisa yang terus menonton dramanya


“Curang ih, kok gak cerita” Ucap Tania


“Siapa suruh pacaran ninggalin aku” Ucap Felisa


“Kan kamu yang gak mau ikut” Ucap Tania


“Iya – iya bawel ih, nonton yuk” Ucap Felisa


Setelah maraton menonton, menghabiskan episode drama pavoritnya, kedua sahabat itu pun bersantai sambil bercerita.


Bersambung__________


Halo Readers sayang, mohon dukungannya yah ❤️


jangan lupa like ceritanya ☺️ terima kasih 🙏🥰


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2