
Setelah menjalankan ibadah subuh berjamaah, Fendi dan keluarganya pun bergegas menuju bandara, sesuai dengan jadwal yang tertera di tiketnya bahwa mereka akan kembali ke kota A pagi hari ini
Sebelum itu pun, Fendi sudah menghubungi sopir di rumahnya, namun ternyata sang sopir sedang tidak enak badan sehingga yang di tunjuk adalah mang Danang, tukang kebun di rumahnya yang ternyata diam – diam telah belajar membawa mobil
Dan yang mengajari mang Danang adalah sopir pribadi keluarganya sendiri, mungkin karena usia sang sopir yang sudah mulai renta sehingga ia perlu untuk mengajari juniornya, sopir keluarga Fendi sudah mengabdi sangat lama, bahkan dari Fendi belum lahir, atau bisa di katakan saat Rahman Gunawan dan istrinya sedang merintis karir usahanya
Setelah satu jam terbang mereka sampai di tujuan, di ruang tunggu bandara mang Danang telah siap untuk menjemput keluarga majikan
“Danang, ko kamu yang menjemput, pak Tino mana” Ucap Rahman yang kaget melihat tukang kebunnya di bandara
“Pak Tino lagi sakit pa, jadi Fendi minta mang Danang untuk jemput kita” Ucap Fendi
“Loh, kok bisa, maksud kamu gimana nak” Ucap Betaria
Valeri yang tidak tau apa – apa memilih untuk menyimak obrolan keluarga tersebut tanda ikut berbicara, ia bahkan tidak faham dengan situasi yang sedang terjadi
“Pa, ma, tenang aja, mang Danang bisa kok bawa mobil, Fendi pernah naik di antar sama beliau, dan mang Danang sendiri sudah punya SIM, Fendi sudah melihatnya” Ucap Fendi menjelaskan
“Yang benar Danang” Tanya Pak Rahman
“Iya Pak” Jawab Danang pada majikannya
“Wah hebat kamu Nang” Ucap Betaria
“Mari Bu, saya bawa tas nya” Ucap Danang menawarkan
“Sudah gak papa, saya bisa bawa kok” Ucap Betaria sambil tersenyum
“Baiklah bu” Ucap Danang
“Kopernya pak” Ucap Danang mengambil 2 buah koper ukuran sedang yang di pegang Fendi
“Sudah mang, biar saya aja” Ucap Fendi
Danang sangat bersyukur mendapatkan majikan keluarga tersebut, memang mereka kaya tapi tidak sombong
“Mari pak, Bu, tuan, mbak” Ucap Danang mempersilakan
Mereka pun sama – sama ke depan untuk menuju mobil yang telah terparkir
Danang mengendarai mobilnya dengan hati – hari dan tetap fokus
“Wah hebat kamu Nang” Ucap Rahman
“Terima kasih Pak” Ucap Danang
“Nanti kamu kerja dobol aja mau gak” Ucap Rahman
“Sekalian jadi sopir juga, bantuin pak Tino” Ucapnya
“Saya mah ikut apa kata bapak saja” Ucap Danang
“Okey, sampai di rumah kita sepakati kamu kerjaan apa, biar sekalian kita bahas gajinya, bagaimana” Ucap Betaria
Sebab ia yang menangani keuangan rumah tangganya, apapun yang berhubungan dengan pengeluaran ia yang menyepakatinya
“Siap pak” Ucap Danang
Setelah memalui perjalanan, akhirnya mereka sampai di rumahnya, Betaria sangat merindukan rumahnya itu, bagaimana tidak, ia memang suka menemani suaminya berbisnis di luar kota dan pulang sesuai jadwal yang telah ia buat jika urusan telah selesai, namun naas kemarin adalah pengalaman terlama dirinya dan suami berada di luar kota
Musibah tidak ada yang tau, mungkin saja Betaria harus bersyukur sebab Tuhan masih sayang kepadanya membiarkannya masih tetap hidup di bandingkan yang lainnya
“Assalamualaikum” Ucap Betaria dan yang lainnya
__ADS_1
“Walaikumsalam, selamat datang pak, Bu, tuan, nona” Ucap beberapa asisten rumah tangganya yang sengaja keluar untuk menjamu keluarga majikannya
“Terima kasih semuanya” Ucap Betaria sambil tersenyum
Ia mengucapkan hal itu untuk mewakili keluarganya
“Mari pak, Bu, silahkan masuk” Ucap sang asisten
Keluarga tersebut pun masuk ke dalam rumahnya, Betaria dan Rahman langsung ke kamarnya, Fendi dan Valeri pun begitu, namun tak lama kemudian Fendi keluar dengan pakaian seragam yang lengkap
“Kini Betaria, Rahman dan Valeri sedang berada di ruang makan, Fendi pamit kepada mereka untuk bekerja, ia telah pergi seminggu, sehingga tidak baik baginya untuk bermalas – malasan
“Mau kemana nak, gak sarapan dulu” Tanya Betaria
“Mau ke markas ma, nanti disana aja” Ucap Fendi
“Nebeng dong dek, kan sejalur, mbak juga mau kerja” Ucap Valeri
“Iya” Ucap Fendi
“Tante, om, Vale balik dulu yah” Ucap Valeri pamit dan salim kedua orang tua tersebut
“Iya, hati – hati yah” Ucap Betaria
“Siap tante” Ucap Valeri
Kedua sepupu itu pun pergi, Fendi mengantar Valeri hingga ke rumahnya kemudian melanjutkan perjalanan ke markasnya
“Selamat pagi Dan” Ucap prajurit yang berjaga sambil memberi hormat
“Selamat pagi” Ucap Fendi
Ia kemudian berlalu ke ruangannya
Romi belum menyadari kedatangan sahabat sekaligus komandan tersebut
“Izin Dan, Lapor” Ucap komandan Arif
“Semua berkas telah saya serahkan sesuai instruksi” Ucapnya
“Bagus komandan Arif, kau telah menjalankan tugasmu dengan baik” Ucap Sang Danyon
“Siap, terima kasih Dan” Ucap Arif
“Izin Dan, Permisi” Lanjutnya
“ Siap, silahkan” Ucap Fendi
Komandan Arif pun meninggalkan ruangan Komandan, kemudian Fendi memeriksa berkas – berkas yang sudah tertera di atas mejanya
Ia memeriksa satu persatu dengan teliti, menjaga tidak ada kesalahan, sebab ia mempunyai tanggung jawab penuh untuk memastikan bahwa seluruh prajurit di bawah komandonya dapat bekerja dengan baik dan benar
Tok ... Tok.. tok
“Izin Dan, Lapor” Ucap sekarang prajurit kepala
“Jam 2 nanti ada pertemuan di aula Dan” Ucapnya
“Baiklah, terima kasih” Ucap Fendi
Sang prajuritpun meninggalkan ruangan Fendi setelah memberi tahu informasi
Waktu terus bergulir, Fendi menyelesaikan pekerjaan seminggu yang telah di tinggalkannya
__ADS_1
Melakukan pembinaan, dan pertemuan sesuai yang tertera di dalam jadwal
Tak terasa hingga malam tiba, Romi yang melihat komandannya di pertemuan sangat senang
Ia bersyukur sahabatnya itu telah kembali, ia pun memberi kabar kepada kekasihnya Tania
Di tempat lain, dua sahabatnya sedang menonton drama pavoritnya
Ting,
Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Tania
Saat membacanya Tania sangat senang, reflek dia pun tersenyum
“Wah aneh ni orang, adegan sedih malah senyum” Ucap Felisa
“Hahahah” Ucap Tania
“Mau tak gak kenapa aku senyum” Tanya Tania
“Kenapa memangnya” Tanya Felisa yang penasaran
“Nih” Ucap Tania sambil memperlihatkan isi pesan Romi kepadanya
“Abang kesayanganmu telah kembali” Ucap Tania senang
“Hum, kirain apa” Ucap Felisa
“Loh, ko biasa aja responnya, kamu udah gak tertarik yah sama pak Fendi, udah punya gebetan lain yah, ih jangan bilang pak dokter, dokter Danu baik sih tapi kan rumornya katanya dia sedang dekat sama dokter Amanda” Ucap Tania menjalskan panjang lebar
“Tania Rahardja sayangku, bukan begitu” Ucap Felisa
“Lalu bagaimana kalau bukan begitu” Ucap Tania yang merasa gemas kepada sahabatnya tersebut
Bukannya menjawab Felisa malah tertawa melihat sahabatnya yang serasa prustasi karena ia tak kunjung menjawab pertanyaannya
“Hahahaha” Tawa Felisa
“Jawab beg* bukan ketawa” Ucap Tania yang sudah kesal
Kesabarannya hanya setipis tisu
“Aku udah tau, bang Fendi udah nelpon aku semalam” Ucap Felisa yang terus menonton dramanya
“Curang ih, kok gak cerita” Ucap Tania
“Siapa suruh pacaran ninggalin aku” Ucap Felisa
“Kan kamu yang gak mau ikut” Ucap Tania
“Iya – iya bawel ih, nonton yuk” Ucap Felisa
Setelah maraton menonton, menghabiskan episode drama pavoritnya, kedua sahabat itu pun bersantai sambil bercerita.
Bersambung__________
Halo Readers sayang, mohon dukungannya yah ❤️
jangan lupa like ceritanya ☺️ terima kasih 🙏🥰
__ADS_1