
Sore harinya Tania terbangun, saking lelahnya ia menangis ia pun tertidur di kamar Felisa, ia pun keluar kamar untuk mencari sahabatnya itu
"Beb" Panggil Tania
"Iya" Jawab Felisa
"Ke dapur aja Tan, aku di dapur" Ucapnya kemudian
Tania pun beranjak ke dapur menemui Felisa
"Lagi apa" Tanya Tania
"Lagi masak kolak pisang buat berbuka" Jawab Felisa
"Oh" Ucap Tania
"Gimana, udah enakan" Tanya Felisa
"Aku gak tau beb" Ucap Tania
Felisa memandang sahabatnya dengan wajah sedih, ia ikut prihatin dengan Tania
"Udah hubungi bang Romi" Ucap Felisa
"Udah tapi gak aktif nomornya" Ucap Tania
"Mungkin lagi sibuk beb, atau mungkin lagi charger hapenya" Ucap Felisa
"Iya beb" Ucap Tania
"Kamu yang sabar yah" Ucap Felisa
"Hum" Ucap Tania
Ia merasa sangat menyesal semua ini terjadi
"Assalamu Alaikum" Ucap Melati
"Walaikumsalam" Ucap Tania dan Felisa bersamaan
"Lagi ngapain dek" Ucap Melati
"Bikin kolak mbak" Ucap Felisa
"Oh, ini ada kue dari mama Devanka juga" Ucap Melati
Kemudian ia menata kue - kue yang ia bawa ke atas piring
"Eh ada kue dari Tania juga yah" Ucap Melati
"Iya mbak, mama tadi nitip" Ucap Tania
"Mata kamu kenapa Tan, kok bengkak, kamu nangis yah" Ucap Melati
Ia salah fokus dengan kelopak mata Tania
"Hehehe kelilipan tadi mbak" Ucap Tania berbohong
Felisa hanya diam sambil mengaduk masakannya
"Oh tapi udah gak papa kan" Tanya Melati
"Iya mbak gak papa kok" Ucap Tania
"Bang Dio dan Meldi mana mbak" Ucap Felisa
"Udah langsung ke kamar, nidurin Meldi soalnya di perjalanan Meldi ngantuk
"Oh" Ucap Felisa
"Mbak ke dalam dulu yah mau mandi bersih - bersih" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Tan, cobain, udah manis apa belum" Ucap Felisa
"Udah beb" Ucap Tania
Felisa pun mengaduk hingga mendidih, setelah sudah masak ia pun mematikan kompor
Jam menunjukan pukul 18.00 wib
"Beb, aku balik yah" Ucap Tania
"Gak papa ni beb" Ucap Felisa
"Iya gak papa kok" Ucap Tania
"Okey, hati - hati yah" Ucap Felisa
"Iya" Ucap Tania
Ia tidak bersemangat, rasanya ingin cepat - cepat kembali ke rumahnya
Sesampainya di rumahnya ia langsung menuju kamar
"Tania" Panggil sang mama
"Iya ma" Ucap Tania
__ADS_1
"Kamu cobain nasi gorengnya, udah pas belum bumbunya" Ucap Riana
"Kurang garam ma, tawar" Ucap Tania
Riana pun menambahkan sedikit garam ke dalam nasi goreng tersebut lalu mengaduknya
"Ni coba lagi" Ucap Riana
"Udah pas ma, enak" Ucap Tania
"Okey, makasih sayang" Ucap mamanya
"Tania ke kamar dulu yah ma" Ucap Tania
"Iya sayang, mandi dulu nak" Ucap Sang mama
"Iya ma" Ucap Tania
Riana merasa ada sesuatu dengan anaknya, namun ia enggan untuk bertanya, Tania suka sekali bercerita, ia tidak akan menutupi apapun dari ibunya, sehingga Riana memberikan waktu untuk anaknya itu menenangkan pikirannya, Jika ada sesuatu sang anak pasti akan cerita dengan sendirinya
"Tania kembali masuk ke dalam kamarnya, di dalam kamar ia kembali menangis dalam diam
Ia mengambil ponselnya dan mengetik pesan WA kepada kekasihnya
"Bang kita harus ketemu dan bicara" Isi pesannya
Masih centang satu abu - abu, seperti Romi belum aktif
"Kemana yah bang Romi" Ucap Tania dalam hati
Di sisi lain, di rumah Felisa, Melati sedang menata makanan di atas meja, sedangkan Felisa sedang mandi
"Bang udah siap belum" Ucap Melati
"Sudah sayang" Ucap Diora
"Ayo siap - siap bentar lagi berbuka" Ucap Melati
Sehabis mandi Felisa pun juga bersiap lalu menuju ke dapur, karena sebentar lagi saatnya berbuka
"Alhamdulillah, akhirnya berbuka" Ucap Diora
"Ini bang teh nya" Ucap Melati
"Makasih sayang" Ucap Diora
"Sama - sama bang" Ucap Melati
Mereka bertiga membaca niat berbuka lalu memakan kurma yang juga di bawa pulang oleh Melati dari rumah ibunya Devanka
Setelah itu Mereka minum dan makan Takjil yang sudah ada di atas meja
Beberapa menit kemudian adzan magrib berkumandang, mereka menyudahi makan dan bergegas menjalankan kewajiban mereka
Ting,
Sebuah pesan dari parajurit dingin
"Selamat berbuka dek ☺️" Isi pesan dari Fendi
"Iya bang, selamat berbuka juga ☺️" Balas Felisa
"Iya dek" Ucap Fendi
"Gimana puasanya lancar" Ucap Fendi
"Alhamdulillah bang, lancar" Ucap Felisa
"Mbak Mel, bang, Feli ke kamar dulu yah" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap Melati dan suaminya bersamaan
Felisa terus berbalas pesan dengan Fendi
"Gimana keadaan bang Romi bang" Tanya Felisa
"Ini lagi sama abang, lagi galau" Ucap Fendi
"Memangnya Abang dimana" Tanya Felisa
"Di rumah dek, tadi Romi ngajak ke karaokean cuma karena lagi puasa malas aja"
"Oh gak dinas yah"
"Udah kelar dek"
"Oh iya bang"
"Tania katanya hubungi bang Romi tapi gak aktif"
"Iya, ponselnya kehabisan daya, sekarang lagi charger"
"Oh begitu, tapi beliau gak papa kan bang"
"Iya dek, kenapa kamu jadi lebih khawatir ke Romi dek" balas Fendi
Mode cemburunya sedang kambuh
"Aku cuma tanya aja bang, soalnya kasian" Balas Felisa
__ADS_1
"Biarin mereka selesaikan sendiri dek, kita gak boleh ikut campur" Balas Fendi
" Iya bang" Balasan dari Felisa
"Okey dek, nanti lanjut lagi yah, soalnya udah isya dek"
"Iya bang"
Tidak ada lagi bunyi pesan masuk, Fendi dan Felisa kini sedang menunaikan kewajibannya
Tarawih kali ini hanya di rumah bertiga, di pimpin oleh Diora, sebab cuaca sedang tidak bersahabat, sepertinya akan turun hujan lebat
Mereka menjalankan sholat tarawih dan witir hingga selesai
"Dek" Panggil Diora
"Tania sakit yah dek" Ucapnya
"Gak ko bang" Ucap Felisa
"Tapi kok kayak pucat yah dek" Ucap Melati
"Kurang semangat aja bang, mbak" Ucap Felisa
"Bisa lagi datang bulan" Ucap Felisa
"Oh begitu" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Mbak ke kamar sebentar yah" Ucap Melati
"Sayang Abang ke apotik dulu yah" Ucap Diora
"Eh Abang sakit" Ucap Felisa
"Gak sayang, Abang cuma mau beli salap buat Meldi, diaagi alergi soalnya" Ucap Diora
"Oh gitu ya bang" Ucap Felisa
"Oh, okey" Ucap Felisa
"Hati - hati yah sayang" Ucap Diora
Ia pun melangkah keluar
"Di rumah Tania, gadis itu baru saja selesai makan malam
Ting,
Notifikasi WA muncul di layar ponselnya
"Ketemu di cafe X, saya tunggu" Isi chat dari Romi
Tania hanya membaca pesan Romi dan memberi emoticon jempol sebagai tanda bahwa ia setuju
"Saya" Ucap Tania
Romi kini memanggil kata saya
Tania meninta izin kepada ibunya Riana ingin membeli bakso, Riana pun mengizinkan putrinya, Tania pun mengendarai motor bebeknya dan menemui Romi di kafe, beruntung lokasi janji ketemunya masih tidak jauh dari daerah Tania
Sesampainya di kafe, nampak Romi sedang duduk, wajahnya lebih segar karena habis mandi, tidak ada lagi wajah dan penampilan kusut saat ia datang ke rumah Fendi dengan keadaan yang galau, ia sudah mengambil keputusan
"Bang" Panggil Tania
"Silahkan duduk" Ucap Romi datar
"Bang, ma a" Ucap Tania terpotong
"Cukup, ayo kita putus" Ucap Romi tegas
"Apa" Ucap Tania keget
Romi menatap Tania, ia tidak habis pikir dengan gadis ini
"Kenapa bang" Ucap Tania
Ia sudah nampak sedih
"Ayo kita akhiri semuanya, saya rasa saya bukan orang yang tepat untuk kamu" Ucap Romi
Ia berusaha tenang, meski hatinya terluka
"Tapi" Ucap Tania
"Saya permisi" Ucap Romi
Ia kemudian berdiri lalu bergegas pergi
Tania merasa lututnya lemas, ia ingin mengejar Romi namun kedua kakinya seakan tak bisa di gerakan, bahkan untuk sekedar memanggil Romi pun ia tak sanggup
Romi makin menjauh, tidak ada tanda - tanda gadis itu akan mencegatnya, ia berlaku memasuki mobilnya lalu beranjak pergi, meninggalkan Tania yang masih berdiri di tempat.
Bersambung__________
Wah kasian Tania 🥺
Tapi Author juga kasian sama Romi 🥺
__ADS_1
Bagaimana ini Readers 🥺
Dukung terus karya Author yah guys, Saranghae ❤️