
Seminggu sudah beberapa prajurit hidup di dalam rimba, mereka memasuki hutan untuk latihan bertempur sejak beberapa hari yang lalu
“Izin Dan, Lapor, latihan telah selesai" Ucap seorang anak buah
“Bubarkan” Ucap sang komandan dingin secara tegas
"Siap" Ucap anak buah tersebut
Selama di hutan mereka hidup seadanya, tentunya dengan peralatan yang mereka bawa dan gunakan untuk latihan bertempur, persediaan makanan pun telah habis sejak sehari yang lalu, mereka hanya memakan sisa – sisa biskuit yang ada dalam ransel mereka, minum pun dari aliran sungai yang ada di dalam hutan, alat komunikasi pun tidak mereka bawa, hanya menggunakan alat komunikasi seadanya yakni HT
Hari ini mereka semua akan berangkat kembali ke rumahnya masing – masing
“Serka Romi” Panggil sang komandan
“Siap Dan” Ucap Romi
“Bagaimana persiapan semuanya” Tanya Fendi
“Siap, sudah selesai Dan” Ucap Romi
“Okey, kita kembali hari ini” Ucap Fendi memberi perintah
“Siap Dan” Ucap Romi
Romi pun kembali ke regu yang ia pimpin, memastikan rekan – rekannya baik – baik saja semuanya, hanya ada dua regu yang terdiri dari satu kompi yang mengikuti latihan
Regu satu dipimpin Serka Romi, dan regu dua dipimpin Serka Ali
Mereka pun kemudian naik ke truk masing – masing untuk kembali ke markas
Di ruangannya Fendi sedang bersiap – siap pulang ke rumahnya, saat hendak berjalan keluar dari ruangannya menuju pintu keluar, ia melihat Romi yang sedang melamun menatap ponselnya
“Serka Romi, ada apa” Tanya Fendi
“Siap Dan, tidak ada apa – apa” Ucap Romi
Namun Fendi menyadari ada yang tidak beres dengan sahabatnya tersebut
“Kamu masih ada kegiatan, kalau tidak ikut saya pulang” Titah sang komandan
Mereka perlu pulang untuk beristirahat, seminggu di hutan belantara membuat mereka selalu siap siaga, sehingga mereka belum tidur dengan benar
“Siap Dan” Ucap Romi
Ia pun berjalan di belakang komandan sekaligus sahabatnya itu
“Naik mobil saya, ini kuncinya” Ucap Fendi
“Siap” Ucap Romi sambil mengambil kunci dari tangan Fendi kemudian membuka pintu mobil dan mempersilahkan sang Danyon untuk masuk
“Silahkan Dan” Ucap Romi
“Terima kasih” Ucap Fendi
Di dalam mobil Romi fokus menyetir, sedangkan Fendi melihat ponselnya, rupanya layarnya gelap tandanya daya ponselnya telah habis
“Ada apa Rom” Ucap Fendi karena tidak ada orang lain diantara mereka berdua
Romi pun menghela nafas panjang, ia belum sanggup untuk bercerita
“Sampai di rumah saja baru aku cerita Fen” Ucap Romi
“Baiklah” Ucap Fendi
Mobil pun berjalan dengan kecepatan sedang, hingga sampailah di kediaman mereka berdua
Orang tua Fendi sedang tidak berada di rumah, mang Danang tukang kebun di rumahnya mengatakan mereka sedang ke luar kota, dan bagi Fendi itu sudah biasa karena pekerjaan ayahnya
Romi pun segera masuk ke rumahnya setelah pamit kepada komandannya itu, ia berjanji akan menceritakan kepada Fendi setelah ia mandi
__ADS_1
Fendi pun masuk ke dalam rumahnya Dan ia bergegas untuk mandi, namun sebelumnya ia pun mengisi daya pada ponselnya itu
Satu jam kemudian,
Tok.. tok.. tok..
“Sebentar” Ucap si pemilik kamar
“Buruan broh” Ucap Romi
“Iya” Ucap Fendi membuka gagang pintu, ia baru selesai berganti pakaian
Romi pun masuk dan menghempaskan tubuhnya ke ranjang milik Fendi
“Ada apa, kusut amat tuh muka” Ucap Fendi tanpa basa basi
“Tania” Ucap Romi menyebut nama wanita kesayangannya
“Tania kenapa” Tanya Fendi
“Tania minta putus” Ucap Romi
“Lalu” Tanya Fendi
“Aku coba menghubunginya namun ponselnya tidak aktif” Ucap Romi
Benar saja, sesaat setelah ia sampai di markas dan membuka ponselnya, chat dari Tania yang pertama masuk, dan ia kaget melihat isi pesan dari kekasihnya itu
“Coba hubungi lagi siapa tau sudah aktif” Ucap Fendi
Ia pun berjalan ke sudut tempat tidur untuk melihat daya ponselnya yang ternyata sudah penuh, ia pun melepasnya dan mengaktifkan ponselnya itu
Saat ponselnya menyala banyak sekali pemberitahuan yang masuk, dari orang tuanya, rekan kerjanya dan Felisa
Ia pun membaca paling awal pesan dari orang tuanya, ternyata isinya sama dengan yang di bilang mang Danang, kemudian ia beralih membaca pesan dari rekan kerjanya isinya seputar kerjaan, dan yang terakhir ia pun membuka isi pesan dari Felisa, rupanya banyak sekali panggilan dari gadis tersebut
Dr ... dr... dr 📞
“Halo, assalamualaikum dek” Ucapnya
“Walaikumsalm bang” Ucap Felisa di seberang
“Maafin abang dek, abang baru baca pesan kamu dan lihat beberapa panggilan” Ucap Fendi memberitahu
“Iya bang gak papa, abang apa kabar” Tanya Felisa
“Alhamdulillah baik dek, kalau kamu” Ucap Fendi
Romi hanya menjadi obat nyamuk ia memeluk guling sambil mendengarkan obrolan dua orang yang sedang saling bertukar kabar, diam – diam ia pun merindukan Hulk kesayangannya
“Kamu dimana sayang” Gumamnya sambil melihat nomor ponsel Tania
Fendi dan Felisa masih asyik mengobrol hingga Fendi mengingat apa yang hendak ditanyakan kepada Felisa
“Oh ya dek, kamu kok nelpon abang banyak banget” Ucap Fendi
“Yah ampun, Feli baru ingat bang” Ucap Felisa
“Ingat apa dek” Tanya Fendi
“Abang Romi lagi sama abang atau tidak” Tanya Felisa
“Kamu ngapain tanya Romi dek” Ucap Fendi, mode cemburunya kambuh
Yang punya nama pun kaget namanya disebut
“Ada apa” Bisik Romi
Fendi pun hanya mengangkat bahunya acuh isyarat tidak tau, karena ia belum mendengar penjelasan dari Felisa
__ADS_1
“Aku menghubungi abang dari seminggu yang lalu mau bilang bang Romi tentang keadaan Tania bang” Ucap Felisa
“Memangnya Tania kenapa dek” Tanya Fendi
Romi yang mendengar nama hulk nya disebut pun meminta Fendi untuk menyalahkan speaker di panggilannya
“Gimana dengan Felisa dek” Tanya ulang Fendi
Felisa pun menceritakan apa yang terjadi dengan sahabatnya itu kepada Fendi dan didengar langsung juga oleh Romi, Romi pun kaget dengan apa yang ia dengar
“Feli, ini Romi, Tania baik – baik aja kan” Tanya Romi mengambil alih pembicaraan
Fendi pun menjadi kesal karena sahabatnya itu memanggil nama Felisa dengan sangat lembut
“Alhamdulillah sekarang sudah membaik bang, sudah di rumah, sebaiknya abang jelaskan kepada Tania bang, supaya ia tidak salah faham, kasihan dia bang” Ucap Felisa
“Ia dek, abang akan jelaskan semuanya, nanti sore abang kesana” Ucap Romi
“Abang juga dek” Ucap Fendi yang tidak mau kalah
Romi pun menjadi bingung dengan tingkah sahabatnya itu
“Abang Fendi mau ngapain” Tanya Felisa
“Mau ketemu kamu dek, kangen” Ucap Fendi to the poin
Deg...
Felisa sangat kaget mendengar pernyataan Fendi yang berterus terang, sama halnya dengan Romi yang dibuat tidak berkutik mendengar perkataan prajurit dingin disampingnya ini
“Halo dek, halo” Ucap Fendi karena Felisa enggan menjawab
“Eh iya bang” Ucap Felisa kemudian
“Okey dek, sampai ketemu disana yah” Ucap Fendi
“Ia bang, sampai jumpa” Ucap Felisa
Tut...Tut..Tut
Panggilan pun berakhir
“Abang kangen dek” Ucap Romi meniru perkataan sahabatnya itu
“Hahahaha” Tawanya kemudian
“Ada yang cair ni, tapi bukan es, apa yah” Ucap Romi meledek Fendi
Yang diledek sedang asyik berbaring, ia sangat kelelahan dan mengantuk
“Tidur broh atau balik sana ke rumahmu” Ucap Fendi mengusir
“Wah ngusir ni ceritanya” Ucap Romi
“Hahaha” Romipun semakin tertawa dengan tingkah sahabatnya itu
Fendi pun melemparkan bantal ke arah temannya, beruntung Romi pun menangkapnya
“Oke oke broh” Ucap Romi mengalah
Mereka berdua pun beristirahat karena tubuh mereka sangat lelah, sekaligus mereka menyiapkan diri dan mental untuk bertemu dengan gadis pujaan masing – masing.
Bersambung_________
Dukung terus karya Author yah Readers sayang 🥰
Jangan lupa like, komen, dan vote, tambahkan juga dalam daftar novel pavorit kalian, dan bagi yang sudah mendukung karya ini Author ucapkan banyak terima kasih 🙏 ☺️
__ADS_1