Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Ramadhan Tiba


__ADS_3

Tak terasa waktu terus bergulir, perasaan baru kemarin lalu Felisa menghadiri acara lamaran rekan kerjanya Tika, acara berlangsung di rumah sang wanita


Tika nampak cantik dan anggun, begitupun tunangannya tampan dan nampak tenang, sosok yang menjadi pasangan Tika kali ini adalah pria yang dewasa dan baik hati tentunya, beruntung Tika bertemu dengannya setelah melewati kesedihan karena gagal berpacaran selama hampir sepuluh tahun dengan mantannya


Bisa di bilang terhitung dari perkenalan hingga sekarang, tidak membutuhkan waktu yang lama, orang tuanya pun merasa cocok dengan calonnya kali ini, karena lelaki pilihan Tika itu sendiri juga pandai bersosialisasi dengan keluarga besarnya, dan tentunya yang ini jauh bertanggung jawab dari sebelumnya


Felisa, Laras, dan rekan – rekan lainnya yang turut hadir, mereka merasa bahagia melihat Tika bahagia


“Dek” Panggil Melati


“Iya mbak” Ucap Felisa


“Nanti malam kan sahur pertama kita, bikin menu apa yah” Ucap Melati


Dena kini telah kembali, ia ingin berpuasa bersama suami dan anaknya, Putra tidak bisa pulang, sehingga Dena pun harus menyusul suaminya demi bisa berpuasa bersama


Padahal awalnya Melati dan yang lainnya sudah merasa senang, karena mereka akan menjalani Ramadhan pertama bersama, namun harapan tinggal harapan, kenyataan jauh dari ekspektasi


“Kalau aku sih ikut mbak aja” Ucap Felisa


“Yank, gimana kalau sayur soup dan ayam goreng” Ucap Diora


Ia sudah pulang bekerja lebih awal, karena sudah libur


“Gimana menurut adek” Ucap Melati


“Enak juga mbak” Ucap Felisa


Ia nurut saja, sebab apapun makanannya tetap akan di makan olehnya, sebab ia bukanlah tipe orang yang suka meminta ini itu, apapun yang disediakan ia akan menghargainya dan memakannya, selagi itu bukanlah racun maupun sesuatu yang haram


“Yah udah kalau begitu, tambahin di list belanja dek biar gak lupa” Ucap Melati


Mereka berdua akan berangkat untuk berbelanja di kota, selain harganya yang bisa di bilang murah, pilihannya juga banyak, jadi mudah untuk memperoleh apa yang di inginkan, kalau di daerahnya harganya pasti sudah dobel alias mahal


Felisa faham arti keuntungan, namun jika keuntungan tersebut sangat besar, tentunya pelanggan akan lebih mencari yang dapat menguntungkan kedua belah pihak, dan berbelanja ke kota di rasa tepat oleh banyak masyarakat


"Dek semuanya udah di tulis kan" Tanya Melati


"Sudah mbak" Ucap Felisa


"Okey mbak mandi dulu yah, terus kita siap - siap lalu berangkat, takut macet dek" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Ia sudah siap sejak tadi, jadi ia hanya perlu menunggu Melati, Abang Diora sedang bermain dengan Meldi


Ting,


Sebuah notifikasi pesan masuk di ponsel Felisa, ternyata dari prajurit dingin yang menawan


Dari : Bang Fendi


"Assalamu Alaikum dek"


"Walaikumsalam, bang" Balas Felisa


"Sedang apa" Tanya Fendi


"Duduk aja bang, sambil nunggu mbak Mel" Balas Felisa


"Memangnya mbak Mel kemana" Tanya Fendi


"Lagi mandi bang, kita mau ke kota belanja buat persiapan puasa" Balas Felisa


"Oh begitu" Balas Fendi


"Iya bang, kalau Abang lagi apa" Tanya Felisa


"Oh Abang lagi istirahat, lagi ngumpul sama anak - anak di lapangan" Balas Fendi


"Jangan lupa makan siang yah bang" Balas Felisa perhatian

__ADS_1


"Iya dek, pasti, kamu juga yah" Balas Fendi


"Iya bang" Balasan Felisa


"Berangkat berdua atau bertiga sama bang Dio" Tanya Fendi


"Berdua aja bang, bang Dio di rumah jagain Meldi" Balas Felisa


"Oh begitu, Ayah siaga yah" Balas Fendi


"Iya bang" Balas Felisa


"Kamu hati - hati di jalan yah dek" Balas Fendi


"Iya bang, makasih yah bang, abang juga yang semangat yah" Balas Felisa


"Iya dek, makasih juga yah udah menyemangati Abang ☺️" Balas Fendi


"Iya bang ☺️" Balas Felisa


"Iya ❤️🥰" Balas Fendi


Felisa tersenyum melihat emoticon yang di kirim Fendi dalam pesannya, ia tak menyangka kulkas dua belas pintu bisa semanis ini


"☺️😊" Balas Felisa


Ia bingung harus membalas apa, ia terlalu malu untuk membalas emoticon yang sama seperti yang di lakukan prajurit dingin tersebut


"Gak nyangka yah dek, Ramadhan udah tiba" Balas Fendi


"Iya bang, gak nyangka" Balas Felisa


"Begitulah waktu dek, berputar dengan sangat cepat" Balas Fendi


"Betul bang, cepat banget sampe manusia tidak sadar" Balas Felisa


"Iya dek, tapi semoga kita termasuk golongan orang - orang yang tau bersyukur yah dek, bisa memanfaatkan waktu dengan baik dan bisa bermanfaat bagi sesama" Balas Fendi


"Aamiin 🤲, iya bang" Balas Felisa


"Iya bang, tapi kan nanti tetap aja bolong, kan nanti kedatangan tamu" Balas Felisa


"Oh iya, Abang lupa 😁" Balas Fendi


"Semoga Abang puasanya bisa lancar yah dan gak bolong - bolong" Balas Felisa


"Iya Aamiin, insya Allah, doain Abang yah dek biar teguh imannya" Balas Fendi


"Iya bang" Balas Felisa


"Oh yah bang, sudah dulu yah soalnya mbak Mel udah siap, kita mau berangkat takut kesorean macet" Balas Felisa


"Iya dek, hati - hati" Balas Fendi mengulangi


"Iya bang" Balas Felisa


Percakapan antara keduanya berakhir


"Sms sama siapa dek" Tanya Melati


"Teman mbak" Ucap Felisa


"Lucu yah temannya, sampai adek senyum - senyum sendiri sama hape" Ucap Melati


"Hehehe iya mbak" Ucap Felisa


"Teman atau teman" Ucap Diora


"Abang ih" Ucap Felisa


"Sudah - sudah ayo, kita berangkat" Ucap Melati

__ADS_1


"Iya mbak" Ucap Felisa


Melati pamit kepada suaminya


"Bang berangkat dulu yah, titip Meldi" Ucap Melati


"Iya sayang" Ucap Diora


"Bang berangkat dulu yah" Ucap Felisa


"Iya dek, kalian hati - hati di jalan" Ucap Diora


"Iya bang" Jawab Felisa dan Melati bersamaan


Mereka pun kemudian berangkat dengan menggunakan angkot, di tengah perjalanan terjadi macet akibat perbaikan jalan, Felisa dan Melati tidak terlalu merasa bosan, sebab angkot yang mereka naik, menyediakan musik sehingga membuat penumpang terhibur, sang sopir memutar lagu - lagu yang sekarang sedang viral, dan penumpang pun nyaman berada dalam angkotnya


"Mbak, beruntung yah kita naik angkot ini, untung ada lagunya" Ucap Felisa


"Iya dek, kalau gak mbak pasti pusing" Ucap Melati


"Hahahah, iya mbak" Ucap Felisa


Angkot pun melaju setelah beberapa saat mengantri panjang, jalanan mulai lengang, kurang lebih satu jam, mereka sampai di kota, karena macet, memang suasana ini terjadi setiap tahun, biasanya momen - momen ramadhan atau mendekati natal dan tahun baru, maka jalanan akan ramai dengan pengguna jalan, entah itu sekedar konvoi atau ingin pergi berbelanja seperti apa yang di lakukan kedua wanita ini


Mereka turun di terminal, lalu berjalan ke arah pasar tradisional, ada beberapa bahan yang harus di beli disana


"Dek, kita beli bahan yang ada disini dulu, nanti kalau ada sisanya kita beli di swalayan gimana" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Mereka pun berbelanja sesuai dengan daftar yang sudah tertera, Felisa dan Melati bekerja sama dalam menuntaskan misi belanja mereka


Mereka memakai jasa angkat barang, seorang remaja bertubuh kekar, siap mengangkat belanjaan mereka


"Dek, bisa antar ke terminal" Ucap Melati


"Bisa mbak" Ucap remaja tersebut


"Mari dek" Ucap Melati


Melati berjalan paling depan, dan Felisa di bagian belakang remaja tersebut seolah seperti mengawal, bukan apa - apa, sebab masyarakat yang berbelanja banyak, takut remaja tersebut salah jalan dengan mereka


"Makasih yah dek" Ucap melati


Ia memberikan beberapa lembar uang sepuluh ribuan untuk remaja tersebut atas jasanya


"Terima kasih mbak" Ucap remaja tersebut


Kemudian beranjak pergi,


"Gimana dek, udah semua atau belum" Tanya Melati


"Sudah mbak" Ucap Felisa


"Berarti kita gak usah ke swalayan yah dek, atau kamu mau pergi" Tanya Melati


"Gak usah mbak, Feli capek" Ucap Felisa


"Jadi gimana, mau langsung pulang aja" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Berbelanja berhimpitan dengan yang lainnya membuat Felisa dan Melati merasa capek setelah beberapa waktu berkeliling pasar tradisional tersebut, beruntung semua bahan yang di catat Felisa sudah di beli oleh mereka, sehingga mereka memutuskan pulang, beruntung angkot yang mereka naik adalah angkot yang sama seperti mereka datang, mereka pun bergegas pulang setelah angkot tersebut sudah di penuhi penumpang sesuai kapasitas.


Bersambung_________


Selamat Berpuasa semuanya 😊


Dukung terus karya Author yah Readers sayang 🥰


Terima kasih 🙏🤗

__ADS_1


 


 


__ADS_2