
Sore harinya, Felisa dan yang lainnya terbangun, ia kemudian berjalan ke luar kamarnya dan mendapati kakaknya sedang duduk menonton Tv
"Abang" Panggil Felisa
"Halo dek" Jawab Putra yang menengok ke arah Felisa
"Abang kapan datang" Tanya Felisa lalu duduk di samping kakaknya itu
"Tadi siang dek" Jawab Putra
"Oh gitu" Ucap Felisa
"Dek" Panggil Dena
"Iya mbak" Jawab Felisa
"Tolong bantuin mbak bawa ini ke depan" Ucap Dena
'Iya mbak, oh yah mbak Feli boleh nanya gak" Tanya Felisa
"Tanya apa dek" Ucap Putra
"Yang punya acara kapan datangnya mbak, udah sore tapi ko belum pada datang juga" Tanya Felisa
"Mungkin masih di jalan sayang, bentar lagi mungkin mereka sampai" Jawab Dena
"Oh iya mbak, keluarga jauh kita yah mbak" Ucap Felisa
"Iya sayang" Ucap Dena
"Kalian lagi obrolin apa an sih" Tanya Melati
"Hehehe, ga ada ko mbak" Ucap Felisa
"Ada yang penasaran aja mbak sama yang punya acara" Ucap Dena
"Oh gitu, kamu penasaran yah dek" Tanya Melati pada Felisa
"Hehe, gak juga ko mbak, cuma sedikit aja kok" Jawab Felisa
"Nanti kamu juga tau kok dek, ayo sekarang bantuin mbak, kita dekor bunga - bunganya" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Mereka bekerja sama untuk menghias beberapa bunga pada tempatnya, sebenarnya sudah di dekor hanya saja Dena ingin menambah beberapa lagi di bagian - bagian tertentu biar lebih hidup
"Gimana menurut mbak" Tanya Dena pada Melati
"Bangus dek" Jawab Melati
"Iya mbak, cantik banget" Ucap Felisa
"kalau misalnya ini acara Kamu, kamu suka gak kira - kira sama dekorasinya" Tanya Dena bercanda namun dalam hatinya serius
Melati hanya tersenyum mendengar pertanyaan yang di berikan Dena pada adik ipar mereka itu
"Kalau Feli sih suka lah mbak, bagus begini dekorasinya" Ucap Felisa sumringah
"Benar dek kamu suka" Tanya Melati
Iya mbak, suka, cantik kan mbak" Tanya Felisa
"Iya sayang cantik" Ucap Melati
"Udah beres mandi yuk siap - siap bentar lagi adzan magrib" Ucap Dena
"Iya mbak"
"Iya dek"
Jawab Felisa dan Melati
Mereka pun kemudian mandi dan bersiap - siap menjalankan ibadah magrib
"Bang Dio, atau bang Putra yang jadi imam" Tanya Dena
"Putra aja yah, Abang lagi batuk" Ucap Diora
"Gimana bang" Tanya Dena
"Boleh sayang" Ucap Putra
"Okey kalau begitu" Ucap Dena
Lalu merapatkan barisan dengan yang lainnya
"Allahu Akbar Allahu Akbar" Ucap Putra
Makmum di belakang bersiap mengikutinya
Putra pun menenangkan dirinya lalu mengakar takbir sembari di ikuti dengan yang lainnya, sholat magrib yang mereka jalankan terlihat sangat khusuk, bacaan - bacaan ayat suci Quran Putra mendayu - dayu indah di telinga
__ADS_1
Hingga salam dan berdoa, tak henti - hentinya mereka di buat terenyuh dengan doa yang diucapkan Putra
Selesai sholat magrib dan tak lama kemudian menjalankan sholat isya masih dengan imam yang sama yakni Putra
Kini mereka tengah bersiap - siap
"Mbak, yang punya acara bentar lagi datang yah" Tanya Felisa
"Iya dek" Jawab Dena sedikit berbohong
"Maaf in kita yah dek" Ucap Melati dalam hati melihat Dena dan Felisa yang mengobrol berdua
"Assalamu Alaikum" Ucap Tania yang baru datang
"Walaikumsalam" Ucap yang lainnya kompak
"Halo tante, cantik banget" Ucap Dena
"Iya, makasih sayang" Ucap Riana
"Kamu belum dandan Tan" Tanya Dena
"Belum mbak, sekalian aja bareng Feli" Ucap Tania
"Oh yah sudah kalau begitu kalian dandan di dalam, mbak juga mau siap - siap" Ucap Dena
"Iya mbak, okey" Ucap Tania
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam kamar Felisa
Sedangkan ibunya Riana berkumpul dengan Melati dan Meldia yang sudah siap
"Assalamu Alaikum" Ucap Ibu Devanka dan suaminya
Orang tua Melati kini telah hadir
"Pa, ma" Ucap Diora salim pada kedua mertuanya
"Iya Dio" Ucap papa Hendra
"Cucu Kakek cantik sekali" Ucap papa Hendra pada Meldia
"Iya dong kek" Jawab Meldia
"Ayo main sama kakek" Ucap papa Hendra
"Mel, Feli mana" Tanya sang mama
"Oh iya sayang" Ucap Devanka
"Halo tante, om" Ucap Dena
"Halo Den" Ucap Devanka dan suaminya
"Putra mana Den" Tanya papa Hendra
"Lagi siap - siap om" Jawab Dena
"Reihan" Tanya papa Hendra
"Kakek" Panggil Reihan yang baru keluar dari kamar bersama papanya Putra
"Rei" Panggil Hendra
"Halo om, Tante" Ucap Putra salim
"Iya nak" Ucap Hendra
Mereka pun sudah siap semua tinggal kedua wanita yang punya acara
Di dalam kamar Felisa, kedua gadis itu tengah asyik berdandan
"Beb, aku penasaran deh sama sodara kamu yang mau lamaran ini" Ucap Tania
"Iya aku juga" Ucap Felisa
"Mereka udah datang belum" Tanya Tania
"Katanya lagi di jalan, bentar lagi sampai" Ucap Felisa
"Beb" Panggil Tania
"Hum" Ucap Felisa yang sedang mengoles lipstik pada bibirnya
"Kita kapan yah" Tanya Tania pasrah
"Sabar beb, nanti juga kalau sudah waktunya bakal di lamar kok, kamu kan sudah di kamar bang Romi kan" Tanya Felisa
"Iya beb, memang sudah, tapi aku mau yang resmi kayak gini loh" Ucap Tania
"Memangnya bang Romi belum bicara untuk lamaran serius ke Tante Riana" Tanya Felisa
__ADS_1
"Belum beb, kalau kamu" Ucap Tania
"Aku kenapa aku" Tanya Felisa
"Bang Fendi, udah lamar kamu belum" Tanya Tania
"Belum, cuma yang waktu itu datang ke rumah aja" Ucap Felisa
"Hum, kita sabar aja yah beb" Ucap Tania
"Iya beb, sabar yah" Ucap Felisa
"Iya beb" Jawab Tania
Tanpa sepengetahuan mereka berdua di luar rumah tengah kedatangan calon mereka berdua, Romi beserta Fendi dengan keluarganya masing - masing telah sampai di kediaman Felisa, mereka di sambut dengan hangat, banyak tetangga yang terkesima dengan kegantengan mereka berdua
"Assalamu Alaikum" Ucap Rahman
"Walaikumsalam" Jawab Hendra
"Masuk bang" Ucap papa Hendra
"Iya terima kasih" Ucap Rahman
Mereka pun membicarakan maksud kedatangan mereka dan alhamdulilah di terima dengan baik oleh keluarga kedua gadis tersebut
Kini tibalah kedua gadis itu di mintai pendapatnya mau menerima atau tidak
Tak lama kemudian keluarlah Tania dan Felisa dan mereka terkejut melihat kedatangan keluarga Romi dan Fendi di rumahnya
Hal yang sama juga di rasakan Fendi dan juga Romi namun mereka lebih terpana dengan kecantikan kedua gadis tersebut
"Bang Romi" Gumam Tania memandang ke arah Romi
"Bang Fendi" Gumam Felisa menatap Fendi
Kedua lelaki itu seolah mengerti nama mereka di sebut dan mereka hanya tersenyum
"Akhirnya yang di tunggu daritadi keluar juga, jadi Feli dan juga Tania, kedatangan Fendi dan Romi kesini untuk melamar kalian berdua, bagaimana di terima atau tidak" Ucap Devanka
"Apa" Ucap keduanya kaget
"Mau, mau banget" Ucap Tania dan Felisa spontan
"Hahahaha, alhamdulilah kalau begitu" Tawa semua orang yang berada di dalam ruangan dan tak lupa mengucapkan syukur
Kebahagiaan sangat terasa di dalam ruangan tersebut, mereka berfoto bersama, begitupun Fendi dan Felisa berfoto berdua saat cincin di sematkan di jarinya, tak ingin kalah Tania juga melakukan hal yang sama dengan Romi, tak hentinya mereka tersenyum
"Abang" Ucap Felisa
"Apa dek" Ucap Fendi menggoda Felisa
"Makasih yah" Ucap Felisa
"Iya sayang" Ucap Fendi tersenyum
Romi dan Tania juga asyik mengobrol, namun Romi di cubit oleh Tania karena tidak memberitahukannya
"Ini rahasia aku sama Tante Riana, calon mertua aku sayang" Ucap Romi
Tania pun memandang ke arah mamanya, dan di sambut dengan senyuman haru dan air mata bahagia Riana menatap anaknya itu
Tak terasa acara telah selesai, para tetangga ikut senang, dan untuk menutup dan mengakhiri acara lamaran tersebut, Diora pun melantunkan Alfatiha sebagai ucapan syukur atas kelancaran yang di berikan Tahun malam ini
"Alhamdulillah nanti kita atur acara pernikahannya kapan, secepatnya juga lebih bagus" Ucap Rahman dan papanya Romi
"Baiklah kalau begitu mau Abang, saya mewakili pihak perempuan sangat bahagia dan setuju dengan yang Abang rencanakan" Ucap papa Hendra
"Baiklah, terima kasih, kalau begitu kami permisi" Ucap Rahman
Betaria memeluk Felisa, begitupun mamanya Romi memeluk Tania haru
"Main - main ke rumah yah nak" Ucap Kedua ibu tersebut
"Iya Tante" Ucap kedua gadis tersebut
"Mama nak, panggil mama" Ucap Betaria dan mamanya Romi
Kedua gadis itupun mengangguk tanda menyetujui
Malam itu sangat indah bagi Felisa dan Tania, sejak kepulangan kedua keluarga tersebut Tania pun menginap di rumah Felisa sedangkan ibunya memilih untuk pulang ke rumah
"Beb, senang banget aku" Ucap Tania
"Iya" Ucap Felisa
Kini keduanya sedang berada di atas ranjang, mereka terus tersenyum memandang cincin di jari manis mereka masing - masing
Tak lama mereka pun terlelap karena kelelahan.
Bersambung________
__ADS_1