Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Pasar Malam


__ADS_3

Malam harinya sehabis taraweh Felisa sedang bersiap, ia akan pergi bersama Tania melihat pasar malam di daerah tetangga


Bip bip bip ...


Bunyi klakson motor Tania


"Mbak El, gak papa kan kalau di rumah sendiri" Tanya Felisa


"Gak papa ko sayang, mbak juga udah mau tidur" Ucap Ela


"Iya mbak, kalau gitu Feli pergi dulu yah, Tania udah jemput di depan" Ucap Felisa


"Okey, kamu bawa kuncinya kan" Tanya Ela


"Iya mbak ni bawa" Ucap Felisa sambil menunjukan kunci yang di pegang olehnya


"Yah sudah kalau gitu, jangan pulang terlalu malam yah, mbak mau tidur dulu" Ucap Sepupunya


"Siap mbak, Feli pergi dulu yah" Ucap Felisa


Kemudian ia keluar dari rumahnya dan tak lupa mengunci pintu


"Buruan bestie" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


Kemudian ia naik ke motor sahabatnya itu dan mereka pun berangkat


Di atas motor mereka berdua saling bercerita


"Tadi lama amat beb" Ucap Tania


"Iya, tadi pamit dulu sama mbak Ela" Ucap Felisa


"Mbak Ela yang di Papua" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


"Memangnya lagi datang yah" Ucap Tania


"Iya baru nyampe tadi pagi" Ucap Felisa


"Oh sama siapa datangnya" Ucap Tania


"Anaknya" Ucap Felisa


"Oh, suaminya gak ikut yah " Ucap Tania


"Suaminya gak dapat cuti jadi cuma berdua sama Abang Fais aja" Ucap Felisa


"Fais datang juga yah" Tanya Tania


"Iya beb" Jawab Felisa


"Wah besok aku main deh ke rumah, udah lama gak ketemu, kan waktu itu masih bayi yah" Ucap Tania


"Iya sekarang udah gede" Ucap Felisa


"Wah pasti ganteng tuh" Ucap Tania


"Iya kayak oppa - oppa Korea" Ucap Felisa


"Wah jadi penasaran" Ucap Tania


"Yah udah besok main terus lihat sendiri" Ucap Felisa


"Okey siap 86 bestie" Ucap Tania


"Akhirnya sampai juga, parkir disana aja beb" Ucap Felisa


"Okey" Ucap Tania


Kemudian ia memakaikan motornya di tempat yang agak luas, setelah itu mereka turun


"Ramai banget beb" Ucap Felisa


"Iya beb" Ucap Tania


"Jalan kesana yuk" Ucap Felisa


"Ayuk" Ucap Tania


Mereka berdua pun berkeliling, menikmati beberapa permainan yang di sediakan


"Wah seru juga yah" Ucap Tania setelah turun dari perahu kora - kora

__ADS_1


"Iya beb, beli minum yuk" Ucap Felisa


Saat hendak berjalan ke stan minuman, Tania tidak sengaja melihat beberapa orang yang ia kenal


"Beb" Panggil Tania


"Iya" Jawab Felisa


"Bukannya yang sana pak Fendi yah, tapi sama siapa" Ucap Tania


"Mana" Ucap Felisa


"Mbak Sari beb, Mira juga dan siapa tuh beb, ada cewe lain juga gak kenal aku" Ucap Tania


"Yang mana sih beb, gak kelihatan" Ucap Felisa


"Di sebelah sini beb, kelihatan banget" Ucap Tania


Felisa pun beranjak ke samping sahabatnya dan melihat yang Tania lihat


"Kok bang Fendi gak bilang aku yah" Ucap Felisa dalam pikirannya


"Beb, beb" Panggil Tania


"Hum" Ucap Felisa


"Jangan melamun beb" Ucap Tania


"Gak kok" Ucap Felisa berbohong


"Mereka sama - sama beb, ada bang Romi juga dan bang Nyoman juga" Ucap Tania


"Iya aku lihat kok" Ucap Felisa


"Eh tapi pak Fendi bisa juga yah di ajak ke tempat beginian, kirain orangnya gak mau" Ucap Tania


"Gak tau, yah udah yuk" Ucap Felisa mengajak sahabatnya


"Eh kita mau kemana" Tanya Tania karena tangannya di tarik paksa Felisa


"Cari minum, haus" Ucap Felisa


Sampai lah mereka pada sebuah stan minuman, di sebelahnya juga ada yang jual jagung bakar


"Bu pesan es jeruknya dua yah bu" Ucap Felisa


"Kamu gak lapar beb, makan jagung yuk" Ajak Felisa


"Boleh" Ucap Tania


Kemudian mereka berdua pun memesan jagung, dan setelah jagungnya masak mereka pun bersantai di stan tersebut sambil menikmati makanan mereka, mereka juga asyik tertawa melihat kelucuan orang - orang yang ada disana


"Dek Feli, Dek Nia" Panggil seseorang


Sontak kedua bestie itu pun menoleh ke arah sumber suara, dan mereka tak menyangka akan bertemu dengan sang prajurit berwajah manis, siapa lagi kalau bukan Deni dan ternyata ia tak sendiri rupanya ia juga membawa teman dekatnya yakni serka Randy


"Hum, Dan lihatnya biasa aja dong" Ucap Deni pada sahabat sekaligus komandannya itu


Randy terkesima saat melihat Felisa, ia merasa berdebat saat melihat gadis itu pertama kalinya


"Bang Deni" Ucap Tania kaget


"Halo dek" Ucap Deni


"Halo juga bang" Ucap kedua gadis tersebut


"Oh yah, kenalin ini sahabat sekaligus komandan aku, Randy" Ucap Deni


"Oh halo, Randy" Ucap si empunya nama


"Tania"


"Felisa"


Mereka saling mengulurkan tangan dan berjabat sebagai tanda perkenalan


"Oh yah sorry ni udah ganggu acara makan kalian" Ucap Deni


"Eh gak papa ko bang" Ucap Tania


"Kita bisa gabung gak" Ucap Randy


"Oh boleh bang" Ucap Tania


Mereka berempat pun saling mengobrol, Randy dan Felisa terlihat nyambung, mereka berempat pun saling tertawa mendengar cerita masing - masing

__ADS_1


Tanpa mereka sadari ada dua orang pria yang menatap sinis kepada mereka, mereka menahan rasa kesal melihat dua gadis tersebut berbicara dengan asyik dengan pria lainnya


"Beb, makan jagung yuk" Ucap Sari


"Eh bukannya itu Tania yah beb" Ucap Nyoman pada kekasihnya Mira


"Mana beb" tanya Mira


"Sana itu beb, ada Feli juga kayaknya, Deni sama komandan Randy juga" Ucap Nyoman


"Randy, Deni" Ucap Romi


"Iya Dan, sepertinya itu mereka" Ucap Nyoman


Memang Romi maupun Fendi tidak bisa melihat wajah kedua lelaki tersebut secara detail sebab mereka di halangi tiang, sehingga hanya terlihat dari sampingnya saja, beruntung Nyoman sangat mengenal kedua lelaki tersebut sebab Randy pernah menjadi komandannya dulu dan Deni adalah teman letingnya sehingga ia pun tau siluet badan mereka


"Yuk kesana" Ucap Mira


Mereka berenam pun ikut kesana, dan saat sampai di stan tersebut, ke empat orang itu sedang asyik tertawa dan bercerita sehingga tidak menyadari kehadiran teman - teman mereka


"Den" Panggil Nyoman


Yang di panggil pun refleks mencari sumber suara


"Broh" Ucap Deni


"Dan" Ucap Deni hormat ke pada Fendi dan juga kepada Romi


Sontak saja Felisa, Tania dan juga Randy ikut menengok ke arah mereka


"Dan" Ucap Randy memberi hormat kepada Fendi


"Kalian ko bisa disini" Tanya Fendi


"Iya Dan, nyari udara segar habis dinas Dan" Ucap Deni


Felisa dan Tania malah asyik makan makanan mereka tanpa ikut campur pada obrolan orang - orang tersebut


"Feli, Tan" Panggil Mira


"Hai" Ucap Kedua gadis tersebut


Romi dan Fendi yang melihat kedua gadis itu makan tanpa menghiraukan kehadiran mereka pun merasa kesal


"Bang Fendi mau pesan jagung apa" Tanya Dewi teman Sari


"Gak usah dek" Jawab Fendi datar


Kemudian ia duduk di kursi samping Felisa


Sedangkan gadis tersebut tetap asyik makan


"Beb mau pesan yang mana" Tanya Sari


"Hum gak usah, gak lapar" Ucap Romi


Dr ... dr... dr πŸ“ž


Sari mendapat telepon tiba - tiba yang mengharuskan mereka untuk pulang, Mira pun pamit kepada Felisa dan juga Tania sedangkan Romi dan Fendy tak bergerak dari tempat duduk mereka


"Broh, kamu gak balik, Sari udah balik tuh" Ucap Deni


"Gak" Ucap Romi


Deni pun merasa kesal karena Romi masih aja tetap disitu, namun karena ada Tania ia tak mau membuat gadis itu merasa risih akibat kekesalannya


Sedangkan Fendi oun berusaha mengobrol dengan Felisa namun nampaknya gadis tersebut lebih memilih mengobrol dengan Randy, Fendi pun terlihat menahan kekesalannya, Randy yang menyadari wajah komandannya berubah pun mengajak Deni untuk segera pamit karena ada urusan


"Tapi broh aku belum selesai ngobrol" Ucap Deni


"Nanti what's app an aja broh" Ucap Randy lagi


Kemudian Deni pun pergi dengan kekesalannya karena tak bisa berdua dengan gadis yang ia sukai, mereka pergi meninggalkan kedua gadis tersebut bersama komandan - komandan mereka.


Bersambung________


Wah ada yang ngambek ni 🀣


Duh Pak Fendi jangan gitu dong


Eh si Romi gak mikir perasaan Sari deh 🀧


Udah Thor, Romi pasti punya alasan bersikap seperti itu


Waduh kira - kira kenapa yah πŸ€”

__ADS_1


Dukung terus karya Author yah, dan tetap setia bacanya yah, biar tau cerita selanjutnya ☺️


Terima kasih semuanya πŸ™πŸ₯°β€οΈ


__ADS_2