
Rumah Felisa nampak sunyi, para penghuninya sedang asyik tidur siang
Di luar nampak hujan lebat, sudah beberapa hari ini setiap siang hingga malam hari cuaca di kampung Felisa di guyur hujan
Dari pihak BMKG mengumumkan perubahan iklim pada daerah tersebut dan sekitarnya
Dena yang terbangun kemudian melihat anaknya kedinginan pun menutupinya dengan selimut
"Bang" Panggilnya
"Hum" Ucap Putra
"Kamu gak kedinginan" Ucap Dena
"Dingin sayang" Ucap Putra
Kemudian memeluk istrinya
Di kamar lain, Felisa terbangun, terdengar suara geledek dan petir yang menyambar, ia melihat jam dinding di kamarnya baru pukul 16.00 wib
"Udah ashar" Gumamnya
Ia bangun lalu menunaikan kewajibannya, setelah itu membungkus kembali dirinya dengan selimut
"Dingin banget" Ucapnya
Di kamar Melati, ia baru saja selesai teleponan dengan suaminya, Diora akan pulang terlambat karena hujan
Setidaknya Melati sudah di kabarkan kalau tidak ia mungkin akan khawatir dengan suaminya itu
Meldia sedang tertidur nyenyak, mungkin karena lelah bermain sehingga ia bahkan tidak terkejut ketika bunyi geledek
"Anak mama capek main kayaknya" Ucap Melati
Ia memeluk putrinya lalu kembali tidur
Jam menunjukan pukul 21.00 Wib
Mereka baru selesai menjalankan sholat magrib secara berjamaah, tentu saja di pimpin oleh Putra karena Diora masih belum pulang
Di luar hujan mulai sedikit reda
"Assalamu alaikum" Ucap Diora
"Walaikumsalam" Ucap Melati
Ia menemui suaminya, nampak Diora yang kedinginan, ia mungkin tidak basah kuyup karena ada jas hujan, namun tetap saja ia kedinginan karena angin yang kencang, apalagi Diora mengendarai motor, tentu bisa saja masuk angin
"Abang mandi air hangat yah, Mel udah siapin" Ucap Melati
"Iya sayang" Ucap Diora
kemudian masuk ke dalam .
"Halo bang" Ucap Putra
"Halo dek" Ucap Diora
Ia ingin memeluk adiknya itu namun ia tak mau Putra kedinginan
"Abang mandi dulu yah" Ucap Diora
"Om Dio" Panggil Reihan
"Halo sayang, om mandi dulu yah baru kita main" ucap Diora
"Papa" Panggil Meldia
"Sayang,papa mandi yah, main dulu sama bang Rei" Ucap Diora pada anaknya
"Iya" Ucap Meldia menurut
Biasanya jika papanya datang ia akan bergelayut manja di kaki Diora, laku Diora akan menggendongnya, namun karena ada Reihan maka ia tidak rewel
Diora masuk ke kamarnya, lalu membersihkan tubuhnya dengan air hangat di kamar mandi, Melati sedang berada di dalam kamar mempersiapkan pakaian untuk suaminya
"Abang, bajunya udah Mel taruh di atas kasur" Teriak Melati
"Iya sayang, makasih" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap Melati
__ADS_1
kemudian keluar kamar menemui yang lainnya
"Fel, bantuin mbak, buatin makan malam" Ucap Melati
"Ayo mbak, Dena ikut" Ucap Dena
"Ayo sayang" Ucap Melati
Ketiga wanita itu masuk ke dapur, kemdian membuat makan malam sambil menunggu adzan isya
Mereka asyik memasak, sesuai dengan tugas mereka masing - masing
Felisa menanak nasi, Melati menggoreng ikan dan Den membuat sayur soap ayam
"Hujan - hujan gini enaknya makan yang berkuah" Ucap Dena
"Iya sayang" Ucap Melati
"Dek, habis itu tolong poringin daun bawang dan daun seledri buat mbak yah" Ucap Dena
"Iya mbak" Ucap Felisa
Ia mengambil kedua daun tersebut lalu mengirisnya
"Ini mbak" Ucap Felisa
"Makasih sayang" Ucap Dena
Tak lama kemudian adzan isya berkumandang, ketiganya menyudahi aktivitas mereka karena sudah selesai
"Kurang apa saja dek" Tanya Melati
"Sambal mbak, aku udah ulek tinggal di panasi" Ucap Dena
"Nanti aja selesai sholat, biar sekalian kita makan" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Dena
"Yuk berwudhu sekalian" Ajak Melati
Kemudian ketiga berwudhu lalu masuk ke dalam rumah untuk menjalankan ibadah isya bersama
Sudah ada Diora yang menjadi imamnya
"Wah mantapnya" Ucap Putra
"Rei sama Mel mau makan apa" Tanya Melati
"Ini Tante" Ucap Reihan menunjuk soap ayam
"Mel juga mama, mau kayak Abang" Ucap Meldia
"Okey" Ucap Melati
kemudian mengambil makanan untuk keduanya
"Di makan yah sayang" Ucap Melati
"Makasih Tante" Ucap Reihan
"Iya ma" Ucap Meldia polos
"Ini sambalnya udah jadi" Ucap Dena
"Mari makan" Ucap Melati
"Dek jangan melamun, makan dek" Ucap Dena
Ia melihat Felisa yang diam dari tadi
"Iya mbak" Ucap Felisa
Diora menatap adiknya itu, banyak perubahan padanya, Diora tau apa yang terjadi, namun egonya masih besar
Melati yang melihat suaminya menatap adik iparnya pun tersenyum, Ia yakin suaminya itu sedang berfikir, dan ia tau apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya itu
"Abang gak makan" Ucap Melati
"Makan sayang" Ucap Diora
"Abang gak makan nanti makanannya di habisin sama suami aku loh" Ucap Dena
__ADS_1
"Hahahaha" Tawa semuanya
Bagaimana tidak putra sendiri sudah makan makanan dengan piring kedua, ia nambah saking enaknya
Begitupun dengan Reihan dan Meldia yang makan dengan lahap
"Wah mbak Den, Abang putra Diyan apa lapar mbak" Ucap Felisa tertawa
"Dua - duanya sayang" Ucap Dena
"Enak soalnya" Ucap Putra
Mereka pun makan sebelum makanan di habiskan oleh Putra
Diora pun menambahkan nasi dan sayuran kembali ke piringnya, begitupun dengan Melati
Felisa sendiri hanya menambah sambal buatan Dena karena enak
"Dek, jangan makan sambal terus nanti sakit perut" Ucap Dena
"Iya mbak" Ucap Felisa
Mereka melanjutkan makan malam mereka dengan hikmat, kelurahan yang terpisah karena jarak itu kembali kumpul bersama, selesai makan mereka juga saling bercerita, banyak hal yang mereka bahas, banyak cerita lucu membuat mereka tertawa terpingkal - pingkal, suasana rumah kembali ceria dan hidup
"Hoam, mama Rei ngantuk" Ucap Reihan
"Ayo sayang kita ke kamar" Ucap Dena
Ia membawa anaknya ke kamar mereka
Meldia yang asyik minum susu di pangkuan Melati juga sudah terlelap
"Bang tolong di angkat" Ucap Melati
"Iya sayang" Ucap Diora
Ia menggendong putrinya dan membawanya ke kamar
Melati, Felisa dan Putra kembali mengobrol
Setelah membujuk anaknya tidur, Dena kembali ikut bergabung, Diora juga keluar dari kamarnya
"Tema buat ultah Meldi apa mbak, kali ini" Tanya Dena
"Maunya sih princess katanya" Ucap Melati
"Princes apa mbak" Tanya Felisa
"Katanya Cinderella" Ucap Melati
"Wah bagus tuh mbak" Ucap Dena
"Iya, makanya mbak pusing ini nyari pernah perniknya" Ucap Melati
"Jastip aja mbak, online" Ucap Dena
"Dapat gak yah, kan tinggal beberapa hari aja" Ucap Melati
"Udah aku pesan mbak" Ucap Felisa
"Beneran dek" Tanya Melati
"Iya mbak" Jawab Felisa
"Kamu pesan apa sayang, kamu tau Meldia maunya Cinderella " Ucap Melati
"Paket pernak pernik ultah Cinderella" Jawab Felisa
"Minggu lalu waktu mbak dinas, Meldia minta sama aku buat ultahnya dengan tema Cinderella pas kita berdua lagi nonton, jadi aku langsung aja pesan, mungkin dia hari lagi sampai barangnya" Ucap Felisa
"Oh gitu, terus tadi kamu ko nanya princess apa" Ucap Melati
"Iya soalnya takut berubah lagi, princess nya, takut udah pesan Cinderella tapi Meldia berubah lagi ingin snow white" Ucap Felisa
"Oh gitu, baguslah kalau gitu, makasih yah dek" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Tidur yuk ngantuk" Ucap Dena
"Yuk" jawab Melati
__ADS_1
Kemudian mereka kembali ke kamar masing - masing untuk beristirahat.
Bersambung__________