Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Princess Cinderella


__ADS_3

Rumah Felisa nampak sunyi, para penghuninya sedang asyik tidur siang


Di luar nampak hujan lebat, sudah beberapa hari ini setiap siang hingga malam hari cuaca di kampung Felisa di guyur hujan


Dari pihak BMKG mengumumkan perubahan iklim pada daerah tersebut dan sekitarnya


Dena yang terbangun kemudian melihat anaknya kedinginan pun menutupinya dengan selimut


"Bang" Panggilnya


"Hum" Ucap Putra


"Kamu gak kedinginan" Ucap Dena


"Dingin sayang" Ucap Putra


Kemudian memeluk istrinya


Di kamar lain, Felisa terbangun, terdengar suara geledek dan petir yang menyambar, ia melihat jam dinding di kamarnya baru pukul 16.00 wib


"Udah ashar" Gumamnya


Ia bangun lalu menunaikan kewajibannya, setelah itu membungkus kembali dirinya dengan selimut


"Dingin banget" Ucapnya


Di kamar Melati, ia baru saja selesai teleponan dengan suaminya, Diora akan pulang terlambat karena hujan


Setidaknya Melati sudah di kabarkan kalau tidak ia mungkin akan khawatir dengan suaminya itu


Meldia sedang tertidur nyenyak, mungkin karena lelah bermain sehingga ia bahkan tidak terkejut ketika bunyi geledek


"Anak mama capek main kayaknya" Ucap Melati


Ia memeluk putrinya lalu kembali tidur


Jam menunjukan pukul 21.00 Wib


Mereka baru selesai menjalankan sholat magrib secara berjamaah, tentu saja di pimpin oleh Putra karena Diora masih belum pulang


Di luar hujan mulai sedikit reda


"Assalamu alaikum" Ucap Diora


"Walaikumsalam" Ucap Melati


Ia menemui suaminya, nampak Diora yang kedinginan, ia mungkin tidak basah kuyup karena ada jas hujan, namun tetap saja ia kedinginan karena angin yang kencang, apalagi Diora mengendarai motor, tentu bisa saja masuk angin


"Abang mandi air hangat yah, Mel udah siapin" Ucap Melati


"Iya sayang" Ucap Diora


kemudian masuk ke dalam .


"Halo bang" Ucap Putra


"Halo dek" Ucap Diora


Ia ingin memeluk adiknya itu namun ia tak mau Putra kedinginan


"Abang mandi dulu yah" Ucap Diora


"Om Dio" Panggil Reihan


"Halo sayang, om mandi dulu yah baru kita main" ucap Diora


"Papa" Panggil Meldia


"Sayang,papa mandi yah, main dulu sama bang Rei" Ucap Diora pada anaknya


"Iya" Ucap Meldia menurut


Biasanya jika papanya datang ia akan bergelayut manja di kaki Diora, laku Diora akan menggendongnya, namun karena ada Reihan maka ia tidak rewel


Diora masuk ke kamarnya, lalu membersihkan tubuhnya dengan air hangat di kamar mandi, Melati sedang berada di dalam kamar mempersiapkan pakaian untuk suaminya


"Abang, bajunya udah Mel taruh di atas kasur" Teriak Melati


"Iya sayang, makasih" Ucap Diora


"Iya bang" Ucap Melati

__ADS_1


kemudian keluar kamar menemui yang lainnya


"Fel, bantuin mbak, buatin makan malam" Ucap Melati


"Ayo mbak, Dena ikut" Ucap Dena


"Ayo sayang" Ucap Melati


Ketiga wanita itu masuk ke dapur, kemdian membuat makan malam sambil menunggu adzan isya


Mereka asyik memasak, sesuai dengan tugas mereka masing - masing


Felisa menanak nasi, Melati menggoreng ikan dan Den membuat sayur soap ayam


"Hujan - hujan gini enaknya makan yang berkuah" Ucap Dena


"Iya sayang" Ucap Melati


"Dek, habis itu tolong poringin daun bawang dan daun seledri buat mbak yah" Ucap Dena


"Iya mbak" Ucap Felisa


Ia mengambil kedua daun tersebut lalu mengirisnya


"Ini mbak" Ucap Felisa


"Makasih sayang" Ucap Dena


Tak lama kemudian adzan isya berkumandang, ketiganya menyudahi aktivitas mereka karena sudah selesai


"Kurang apa saja dek" Tanya Melati


"Sambal mbak, aku udah ulek tinggal di panasi" Ucap Dena


"Nanti aja selesai sholat, biar sekalian kita makan" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Dena


"Yuk berwudhu sekalian" Ajak Melati


Kemudian ketiga berwudhu lalu masuk ke dalam rumah untuk menjalankan ibadah isya bersama


Sudah ada Diora yang menjadi imamnya


"Wah mantapnya" Ucap Putra


"Rei sama Mel mau makan apa" Tanya Melati


"Ini Tante" Ucap Reihan menunjuk soap ayam


"Mel juga mama, mau kayak Abang" Ucap Meldia


"Okey" Ucap Melati


kemudian mengambil makanan untuk keduanya


"Di makan yah sayang" Ucap Melati


"Makasih Tante" Ucap Reihan


"Iya ma" Ucap Meldia polos


"Ini sambalnya udah jadi" Ucap Dena


"Mari makan" Ucap Melati


"Dek jangan melamun, makan dek" Ucap Dena


Ia melihat Felisa yang diam dari tadi


"Iya mbak" Ucap Felisa


Diora menatap adiknya itu, banyak perubahan padanya, Diora tau apa yang terjadi, namun egonya masih besar


Melati yang melihat suaminya menatap adik iparnya pun tersenyum, Ia yakin suaminya itu sedang berfikir, dan ia tau apa yang sedang di pikirkan oleh suaminya itu


"Abang gak makan" Ucap Melati


"Makan sayang" Ucap Diora


"Abang gak makan nanti makanannya di habisin sama suami aku loh" Ucap Dena

__ADS_1


"Hahahaha" Tawa semuanya


Bagaimana tidak putra sendiri sudah makan makanan dengan piring kedua, ia nambah saking enaknya


Begitupun dengan Reihan dan Meldia yang makan dengan lahap


"Wah mbak Den, Abang putra Diyan apa lapar mbak" Ucap Felisa tertawa


"Dua - duanya sayang" Ucap Dena


"Enak soalnya" Ucap Putra


Mereka pun makan sebelum makanan di habiskan oleh Putra


Diora pun menambahkan nasi dan sayuran kembali ke piringnya, begitupun dengan Melati


Felisa sendiri hanya menambah sambal buatan Dena karena enak


"Dek, jangan makan sambal terus nanti sakit perut" Ucap Dena


"Iya mbak" Ucap Felisa


Mereka melanjutkan makan malam mereka dengan hikmat, kelurahan yang terpisah karena jarak itu kembali kumpul bersama, selesai makan mereka juga saling bercerita, banyak hal yang mereka bahas, banyak cerita lucu membuat mereka tertawa terpingkal - pingkal, suasana rumah kembali ceria dan hidup


"Hoam, mama Rei ngantuk" Ucap Reihan


"Ayo sayang kita ke kamar" Ucap Dena


Ia membawa anaknya ke kamar mereka


Meldia yang asyik minum susu di pangkuan Melati juga sudah terlelap


"Bang tolong di angkat" Ucap Melati


"Iya sayang" Ucap Diora


Ia menggendong putrinya dan membawanya ke kamar


Melati, Felisa dan Putra kembali mengobrol


Setelah membujuk anaknya tidur, Dena kembali ikut bergabung, Diora juga keluar dari kamarnya


"Tema buat ultah Meldi apa mbak, kali ini" Tanya Dena


"Maunya sih princess katanya" Ucap Melati


"Princes apa mbak" Tanya Felisa


"Katanya Cinderella" Ucap Melati


"Wah bagus tuh mbak" Ucap Dena


"Iya, makanya mbak pusing ini nyari pernah perniknya" Ucap Melati


"Jastip aja mbak, online" Ucap Dena


"Dapat gak yah, kan tinggal beberapa hari aja" Ucap Melati


"Udah aku pesan mbak" Ucap Felisa


"Beneran dek" Tanya Melati


"Iya mbak" Jawab Felisa


"Kamu pesan apa sayang, kamu tau Meldia maunya Cinderella " Ucap Melati


"Paket pernak pernik ultah Cinderella" Jawab Felisa


"Minggu lalu waktu mbak dinas, Meldia minta sama aku buat ultahnya dengan tema Cinderella pas kita berdua lagi nonton, jadi aku langsung aja pesan, mungkin dia hari lagi sampai barangnya" Ucap Felisa


"Oh gitu, terus tadi kamu ko nanya princess apa" Ucap Melati


"Iya soalnya takut berubah lagi, princess nya, takut udah pesan Cinderella tapi Meldia berubah lagi ingin snow white" Ucap Felisa


"Oh gitu, baguslah kalau gitu, makasih yah dek" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Tidur yuk ngantuk" Ucap Dena


"Yuk" jawab Melati

__ADS_1


Kemudian mereka kembali ke kamar masing - masing untuk beristirahat.


Bersambung__________


__ADS_2