
Sesuai janjinya, setelah makan siang Fendi pun kembali menemani Felisa, bahkan ia menjaganya bergantian dengan Tania, ia membagi tugasnya dengan menjaga gadis pujaannya, biar bagaimanapun sebagai Danyon ia punya tanggung jawab besar terhadap banyak prajurit yang di pimpinnya, terlebih lagi ia harus memenuhi tugasnya sebagai pelindung negara dengan baik, sesuai semboyan yang selalu mereka hargai, bahwa negara merupakan harga mati, jiwa raga akan mereka pertaruhkan dengan kesatuan
Sudah beberapa hari Felisa di rawat di rumah sakit, beberapa hari ini juga Diora telah kembali dan rutin menjaga adiknya, bergantian dengan Fendi, dan juga Tania, Diora kini lebih mengenal sepupu ipar adiknya Putra
Selama keberadaan Diora di rumah sakit pun, Diora juga melihat persaingan antara Danu dan Fendi, pak dokter rupanya tak kalah perhatian dengan Felisa adiknya begitupun dengan sang komandan
Ia tak segan – segan menunjukannnya di depan keluarga gadis tersebut, Melati pun sampai di buat bingung, pasalnya rumor yang beredar di rumah sakit menyatakan bahwa sang dokter sedang dekat dengan dokter Amanda, rekan satu profesinya
Namun melihat sikap Danu kepada adik iparnya ia malah berfikir bahwa sang dokter menaruh perasaan kepada Felisa
“Apakah itu cuma rumor semata” Gumamnya
“Ada apa sayang” Tanya Diora
Melati pun menceritakan apa yang ia ketahui di rumah sakit tempatnya bekerja kepada Diora suaminya, Diora yang mendengarnya pun menjadi ikut berfikir
“Mungkin itu cuma rumor sayang, tapi nanti kita lihat ke depannya bagaimana” Ucap Diora bijaksana
“Tapi aku lebih suka Feli sama Fendi bang, selama beberapa hari Feli dirawat Fendi sangat perhatian kepadanya, dan bahkan aku sudah bertanya kepada Dena, dan ia membenarkan bahwa sepupunya adalah pribadi yang baik” Ucap Melati
“Hum” Ucap Diora
“Apa yang kamu suka dari Fendi, pasti mau bilang dia ganteng kan” Ucap Diora
“Hahaha, bukan begitu abang sayang” Tawa Melati
“Abang cemburunya gak pernah tamat, dari Meldia belum lahir sampai sekarang, masih bersambung aja” Ucap Melati
Ia sangat senang menggoda suaminya itu
“Abang, Fendi memang ganteng, tapi yang paling ganteng hanya suamiku tercinta yang bernama Diora Atmajaya” Ucap Melati
"Tidak ada yang lainnya, Bahkan jika ia hanya satu - satunya pria di muka bumi ini maka aku Melati Sukma akan tetap menikahinya" Lanjut Melati
“Hum” Ucap Diora kini pipinya bersemu merah
Ia sangat tersentuh dengan ucapan istri tercintanya
Melati pun memeluk suaminya dengan erat dan di balas Diora
“Wah abang sama mbak kalau mau bermesraan jangan disini dong” Ucap Tania yang baru saja datang
“Ih ganggu deh Tania ini” Ucap Melati bercanda
“Mbak Mel harus malu tau sama suster yang lewat, kayaknya dia jomblo tuh, daritadi aku perhatikan ia melihat abang sama mbak, wajahnya kayak sedih gitu” Ucap Tania sambil memberikan isyarat pandangan kepada Melati
“Hahahaha” Tawa Diora
“Sayang jangan gitu” Ucap Melati
"Ia abang Dio jahat banget" Ucap Tania
Diora pun tidak tersinggung dengan ucapan Tania, sebab ia sudah menganggap Tania seperti Felisa adiknya
Mereka bertiga pun kembali masuk ke ruangan Felisa, nampaknya sang adik masih tertidur
Tak lama kemudian ia pun terbangun
__ADS_1
“Mau pulang sekarang atau gimana dek” Tanya Diora
“Sekarang aja bang” Ucap Diora
Felisa memang sudah diizinkan pulang karena kondisinya sudah jauh lebih baik, hanya perlu di perhatikan jam makannya dan istirahat yang cukup
Dokter Danu masuk ke ruangan Felisa
“Halo semua” Ucap Danu
“Halo dok” Ucap semuanya
“Mau pulang sekarang yah” Ucap Danu
Ia melihat Melati dan Tania yang sedang membereskan barang Felisa
Diora pun permisi keluar untuk membayar administrasi, namun tak disangka ia terkejut saat administrasi dan biaya perawatan adiknya telah lunas
“Boleh saya tau sus siapa yang melunasinya” Tanya Diora
“Menurut keterangan disini, atas nama pak Fendi Rahman Gunawan” Ucap petugas
Deg...
Diora nampak kaget, Fendi melunasi administrasi adiknya
“Oh iya sus, terima kasih” Ucap Diora
Ia pun kembali ke ruangan adiknya, dokter Danu sudah kembali ke ruangannya, disana tinggal Tania dan istrinya yang sedang menemani adiknya
“Sudah selesai bang” Tanya Melati
“Tapi Abang pengen bilang sesuatu, dan mungkin kalian akan kaget mendengarnya, bukan abang yang membayar dan melunasinya” Ucap Diora
“Lalu siapa bang” Tanya ketiga gadis yang ada dalam ruangan
“Assalamualaikum” Ucap Romi dan Fendi bersamaan
“Walaikumsalam” Ucap mereka berempat
“Sayang” Panggil Tania pada Romi
Romi pun mendekati kekasihnya tersebut
“Makasih yah Fen” Ucap Diora sambil mendekati Fendi
“Makasih untuk apa bang” Ucap Fendi
“Sudah melunasi biaya perawatan” Ucap Diora
"Apa" Ucap Melati, Tania dan juga Felisa
Mereka tak menyangka bahwa Fendi akan melakukan hal tersebut
“Oh iya, sama – sama bang” Ucap Fendi
Usia Fendi dua tahun lebih mudah dari Diora, sehingga wajar ia memanggilnya abang
__ADS_1
“Sudah mau pulang hari ini dek” Ucap Fendi
“Iya bang” Ucap Felisa
“Yah sudah kalau begitu abang antar” Ucap Fendi
Ia mencoba mengakrabkan diri dengan keluarga sang gadis yang menjadi gebetannya
“Duh apa tidak repot ni Fen” Ucap Melati
“Gak papa mbak” Ucap Fendi
Ia bersikap hangat kepada keluarga sang gadis pujaan, sikap dingin yang selama ini melekat pada dirinya sirna begitu saja
“Sini saya yang bawa tasnya mbak” Ucap Fendi menawarkan diri
“Oh ini, terima kasih yah” Ucap Melati
Ia pun membawakan tas yang berisi perlengkapan Felisa
Felisa pun turun dari ranjang, Fendi pun sigap membantu, Diora melihat begitu tulus perhatian Fendi kepada adiknya, ia luluh dengan perlakuan lelaki tersebut
“Bang” panggil Melati
“Iya sayang” Ucap Diora
“Gimana” Tanya istrinya
“Hum” Ucap Diora
Ia menyukai teman lelaki adiknya itu, namun ia belum bisa sepenuhnya melepaskan adiknya begitu saja
“Ayo semuanya” Ajak Romi
Mereka pun beranjak ke parkiran, sengaja Fendi membawa mobil yang lumayan besar hingga bisa menampung semuanya
“Wah bagus banget mobilnya” Ucap Tania
“Iya sayang milik Fendi” Ucap Romi
“Bagus” Ucap Tania
Fendi pun ingin menyetir namun Romi menawarkan diri
“Jangan biar aku aja” Ucap Fendi
Alhasil Fendi yang menyetir dengan Diora berada di sebelahnya, Romi dan yang lainnya di bagian jok belakang
Hampir setengah jam menempuh perjalanan, sampailah mereka di depan rumah Tania, mereka sengaja memarkirkan mobilnya disitu
Fendi pun beranjak turun, ia membuka pintu mobil agar gadisnya itu bisa turun, mereka semua bernajak ke rumah Felisa
Sesampainya disana, mereka bercerita dan tertawa bersama, tak lama kemudian felisa pamit untuk beristirahat, karena sudah malam, Fendi dan Romi pun pamit pulang.
Namun saat hendak pulang Romi singgah sementara di rumah Tania, ia pun pamit pada ibu Riana, setelahnya kedua lelaki tersebut kembali ke rumahnya masing - masing 🥰
__ADS_1
Bersambung_________