
Matahari bersinar terang, burung berkicau riang, dua gadis cantik terbangun dengan senyuman yang tak lenyap dari wajah mereka
"Morning" Ucap Tania
"Morning juga beb" Jawab Felisa
"Hum hum hum" Ucap Dena yang baru masuk ke kamar adik iparnya itu
"Mbak" Ucap keduanya
"Mbak daritadi loh disini, kalian berdua terus senyum - senyum dari tadi" Ucap Dena
"Udah Den jangan goda mereka" Ucap Melati
"Mbak Mel" Ucap Felisa
"Iya sayang" Jawab Melati
"Mbak Mel dan mbak Den kapan masuk" Tanya Felisa
"Dari tadi pas kalian masih tidur, mbak naruh seserahan kalian berdua" Ucap Melati
"Oh iya mbak maaf gak kelihatan" Ucap Felisa
"Iya mbak maaf Tania juga ga nyadar" Ucap Tania
"Iyalah gak sadar dari tadi senyum sendirian, bisa kering tuh gigi, hahaha" Ucap Dena menggoda
"Hehehe bisa aja deh mbak" Ucap Felisa
"Maklumlah mbak namanya juga orang lagi bahagia" Ucap Tania
"Iya, jadi sekarang kalian bangun terus siap - siap karena bang Dio lagi mau bicara penting sama kalian berdua, di luar juga sudah ada om hendra, Tante Devanka plus Tante Riana" Ucap Dena
"Okey mbak" Ucap Felisa
"Mama juga disini mbak" Tanya Tania
"Iya sayang" Jawab Melati
"Yah udah kalian siap - siap, mbak sama mbak Mel mau keluar dulu mau nemu yang lain" Ucap Dena
"Iya mbak, siap" Kompak Keduanya menjawab
"Ayo mbak" Ajak Dena pada Melati
"Iya dek, yuk" Ucap Melati
keduanya keluar dan bergabung dengan yang lainnya sedangkan kedua gadis tersebut bergegas mandi dan bersiap - siap
Tak lama kemudian, mereka pun keluar dari kamar Felisa dan menemui yang lainnya
"Sarapan dulu dek, baru kita ngobrol" Ucap Diora
"Iya bang" Jawab Felisa
"Mama" Panggil Tania pada Riana
"Anak gadis bentar lagi mau nikah, bangunnya malah kesiangan" Ucap Riana menasehati anaknya
"Hehehe, maaf ma" Ucap Tania sambil memeluk mamanya
"Makan dulu Tan, sarapan bareng Feli" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap Tania
"Ma, aku ke belakang yah" Ucap Tania pada sang mama
"Iya sayang" Ucap Riana
__ADS_1
Tania pun berjalan mengikuti sahabatnya itu ke ruang makan dan mereka pun sarapan bersama
Tak lama kemudian setelah selsai sarapan, keduanya langsung bergabung dengan yang lainnya
Tania memilih duduk di samping ibunya sedangkan Felisa duduk di samping Dena
Kini om Hendra sebagai orang yang lebih tua dan di hormati mengambil peran sebagai ayah untuk adik dari menantunya itu
Beliau pun mengatakan beberapa pendapatnya di susul pendapat istrinya yakni Devanka, Ibu Riana juga mengambil peran mengingat yang akan menikah juga anak perempuan satu - satunya
Setelah itu mereka limpahkan juga kepada Diora sebagai kakak kandung dari Felisa
"Menurut kamu bagaimana nak" Tanya om Hendra
"Kalau Dio baiknya menurut papa Dio mengikuti saja" Ucap Diora
"Putra bagaimana" Tanya Tante Devanka
"Saya juga sama om baiknya aja menurut om saya mengikuti saja " Ucap Putra
"Baiklah kalau begitu, artinya kalian berdua setuju" Ucap om Hendra
"Melati sama Dena bagaimana" Tanya Riana
"Kami setuju aja Tante" Ucap Dena dan Melati kompak
"Okey, sekarang tinggal tunggu pendapat dari kedua gadis manis ini saja" Ucap om Hendra bercanda
"Bagaimana Fel" Tanya Melati
"Feli sih mengikuti aja mbak" Jawab Felisa
"Kalau Tania bagaimana" Tanya Dena
"Saya sih yes mbak" Jawab Tania
"Apa yang yes" Tanya Dena
"Okey kalau begitu" Ucap Om Hendra
"Karena kalian sudah sepakat artinya semuanya sudah kita tentukan, dan om akan bicarakan dengan orang tua calon kalian" Ucap om Hendra lagi
"Pa, lebih cepat lebih baik pa" Ucap Devanka pada suaminya
"Iya ma, tapi militer kan beda sama kita sipil, harus pengajuan dan yang lain - lain juga" Ucap om Hendra
"Begitu yah om" Tanya Tania
"Iya nak, kan harus di proses dulu" Ucap Om Hendra
"Oh siap om" Ucap Tania
"Feli bagaimana" Tanya Tante Devanka
"Bagaimana apa yah tante" Tanya Felisa yang belum memahami maksud mertua kakaknya Diora
"Maksud Tante nanti kalian bilang pasangan kalian pengajuan nikah dulu biar bagus gitu" Ucap Devanka
"Oh iya Tante" Ucap Felisa
"Iya sayang" Ucap Devanka
"Okey, karena keputusannya udah dapat maka kita semua boleh bubar" Ucap om Hendra
Acara rapat keluarga yang di adakan selama kurang lebih 3 jam itu berakhir baik, keputusan pun sudah di ambil tinggal om Hendra selaku perwakilan keluarga membicarakan hal tersebut dengan pihak keluarga Fendi dan juga Romi
Melati dan Dena pun ke dapur menyiapkan makan siang untuk semuanya mengingat waktu makan siang telah tiba
"Beb, kita ke dapur, bantuin mbak Mel dan mbak Dena" Ucap Felisa
__ADS_1
"Yuk" Jawab Tania
Keduanya pun pergi ke belakang membantu menyiapkan makanan bersama kedua Kakak ipar Felisa
"Dek, tolong ambil sendok di lemari" Ucap Dena
"Iya mbak" Jawab Felisa
"Tania ngapain mbak" Tanya Tania pada Dena
"Kamu tolong antar ini ke depan sayang" Ucap Melati
"Okey mbak, siap" Ucap Tania sambil membawa nampan ke arah ruang keluarga karena mereka akan makan bersama di sana
"Permisi" Ucap Tania
"Mari sayang, tante bantu" Ucap Devanka mengambil nampan dari tangan Tania
Riana pun ikut membantu anaknya itu
"Makasih Tante dan juga mama" Ucap Tania
"Sama - sama sayang" Ucap Devanka
Tania pun kembali ke belakang dan membatu mangangkat yang lainnya lagi
"Dek ini" Ucap Melati
"Ini apa mbak" Tanya Felisa
"Ini hadiah buat adek" Ucap Melati
"Tapi mbak, apa gak mahal mbak" Tanya Felisa melihat kalung pemberian Melati
"Gak ko, udah di pakai aja" Ucap Melati
"Iya dek, jangan nolak hadiah dari mbak Mel, kalau kamu gak mau sini buat mbak aja" Ucap Dena
"Ini kan buat Feli mbak" Ucap Felisa kemudian melihat kalungnya
"Sini in dek mbak bantu pasang" Ucap Dena
"iya mbak" Ucap Felisa lalu memberikan kalung tersebut kepada Dena dan Dena pun membantu memasangkan kalung pada leher Felisa
"Harusnya adegan kayak gini tuh di lakukan bang Fendi beb" Celetuk Tania yang ikut nimbrung
"Hahaha, iya juga yah, benar apa kata Tania dek" Ucap Dena
"Udah dipasang juga mbak, masa mau di copot lagi" Ucap Felisa
"Hahaha, gak usah sayang" Ucap Dena
"Semuanya udah yah mbak" Tanya Tania
"Iya sayang, udah, yuk kita kembali ke dalam, kasihan udah pada nungguin" Ucap Melati
"Iya mbak, yuk" Ucap Dena
"Ayo sayang gabung kita makan" Ucap Devanka
Mereka berempat pun duduk dan makan bersama dengan para orang tua dan para suaminya
"Beb, semuanya punya pasangan kita berdua aja yang belum" Ucap Tania
"Sabar, makan dulu nanti habis ini juga udah punya" Celetuk Tante Devanka
"Hehehe, iya Tante" Ucap Tania
Dan mereka pun makan dengan tenang dan hikmat dengan suasana kekeluargaan yang harmonis.
__ADS_1
Bersambung_____