
Seminggu sudah berlalu, Felisa makin akrab dan dekat dengan Fendi, keduanya saling belajar mengenal satu dan yang lainnya, sejauh ini mereka merasa cocok, beberapa hal baru tentang Fendi sudah di ketahui Felisa begitupun sebaliknya
Tania dan Romi pun semakin akrab, usia pacaran mereka sudah setahun lebih, mereka makin mesra dan serius, meski terkadang suka berantem karena hal - hal kecil namun mereka masih bersama dan tak berpisah, mereka menyadari itu hanyalah bumbu dalam sebuah hubungan
Orang tua masing - masing merestui anak - anaknya, mereka adalah orang tua yang berpikiran terbuka, mereka menginginkan kebahagiaan untuk putra putri mereka, sehingga mereka memberi kebebasan selama itu masih dalam tahap wajar, sebab biar bagaimanapun, Romi sendiri harus bersikap layaknya prajurit sejati, ia harus bisa menjaga sikap dimanapun ia berada, papanya sendiri juga merupakan pensiunan tentara, sehingga sudah sewajarnya ia menghargai hal tersebut dengan tidak bertingkah yang aneh - aneh
Dr ... dr.. dr 📞
"Halo Fel" Ucap Tika
"Halo mbak" Ucap Felisa
"Apa kabar" Tanya Tika
"Alhamdulillah baik, kalau mbak" Ucap Felisa
"Alhamdulillah baik juga, kangen ih" Ucap Tika
"Iya Feli juga" Ucap Felisa
"Kamu sibuk gak sebentar sore, ketemu yuk" Ucap Tika
"Gak tuh mbak, boleh, mau ketemu dimana" Tanya Felisa
"Di kafe biasa aja gimana Fel" Ucap Tika
"Oh iya boleh mbak" Ucap Felisa
"Oh yah, ada sesuatu juga yang mbak pengen cerita" Ucap Tika
"Tentang apa mbak" Tanya Felisa
"Adalah pokoknya, nanti ketemu aja baru mbak bilang" Ucap Tika
"Oh begitu, okey deh" Ucap Felisa
"Btw Laras gimana mbak, kita bertiga atau cuma berdua" Ucapnya
"Laras katanya ada urusan keluarga, jadi gak bisa ikut, gak papa kan kalau cuma kita berdua, soalnya mau ngajak yang lain takut pada sibuk" Ucap Tika
"Oh begitu, yah sudah mbak gak apa - apa kok" Ucap felisa
" Okey deh, sampai jumpa disana yah Fel" Ucap Tika
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Bey" Ucap Tika
"Bey" Ucap Felisa
Panggilan pun berakhir
" Tika yah dek" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Kalian mau kemana dek" Tanya Dena
Kakak iparnya ini belum balik sejak ulang tahun Meldia hanya abangnya Putra saja yang sudah balik duluan karena harus masuk kerja, sedangkan kakak iparnya Dena dan ponakannya Reihan yang masih menetap
"Mau ke kafe mbak'" Ucap Felisa
"Kapan dek" Ucap Dena
"Nanti sore mbak" Ucap Felisa
"Okey" Ucap Melati
Mereka bertiga sedang bersantai di ruang tamu setelah selesai memasak
"Sedikit lagi jam makan siang" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Dena
"Reihan sama Meldi belum balik, semalam kata mama Devanka Meldi rewel, mau antar pulang tapi sudah terlalu malam" Ucap Melati
"Mereka jadi pulang gak mbak" Tanya Felisa
"Jadi dek, mungkin sebentar lagi" Ucap Melati
__ADS_1
Ia baru selesai teleponan sama mamanya tadi, menanyakan kabar putri dan keponakannya, namun jawaban dari mamanya membuatnya khawatir, beruntung Devanka sudah berpengalaman dalam mengurus anak kecil, jadi Melati tak perlu khawatir, karena ada papanya juga yang ikut membantu
Tok ... tok... tok
" Assalamu Alaikum" Ucap Devanka
"Walaikumsalam" Ucap ketiganya
"Mami" Panggil Reihan
"Iya sayang" Ucap Dena memeluk anaknya
Reihan sendiri adalah pangeran buat Dena, putranya itu sangat ia sayangi, Reihan anak yang baik dan juga tampan, Wajahnya mirip dengan suaminya Putra
"Ma" Panggil Melati
"Iya sayang" Ucap Devanka
"Meldi gak papa kan ma" Tanya Melati
"Iya sayang gak papa, ni lihat, dia baik - baik aja" Ucap Devanka
"Memangnya kenapa rewel ma" Ucap Melati
"Ia gak mau minum susu bantu, stok yang kamu beri habis, terus pas mama ngasih susu formula dia malah tidak suka" Ucap Devanka
"Oh begitu" Ucap Melati
Meldia kini berada di gendongan Melati, ia nampak bahagia di sisi ibunya
"Kalau gitu mama balik dulu yah sayang" Ucap Devanka
"Kok cepat pulang tante" Ucap Felisa
"Tante masih ada urusan sayang" Ucap Devanka
"Tapi ma, makan siang aja dulu disini, Mel masak banyak soalnya" Ucap Melati
"Yah sudah kamu begitu" Ucap Devanka
Ia pun mengikuti ketiga gadis muda itu menuju ruang makan
Mereka berempat pun makan dengan lahap, sedangkan dua bocil tersebut satunya sedang asyik bermain dan yang satunya yakni Meldia sedang tertidur setelah di bujuk mamanya
Devanka yang tadinya ingin pulang pun lupa dengan urusannya
"Dena gak ada rencana buat nambah momongan" Tanya ibu Devanka
"Sedikasihnya aja Tante" Ucap Dena
"Oh iya" Ucap Devanka
"Kalau Feli" Tanya Devanka
"Feli" Ucap Felisa menunjuk dirinya sendiri
"Maksudnya Tante kamu sendiri kapan nih kenalin cowo ke kita, Tante penasaran sama cowo kamu, Tante kan udah kenal sama pacarnya Tania" Ucap Devanka
"Siapa yah namanya, Tante lupa" Ucapnya
"Romi Tante" Ucap Felisa
"Nah itu" Ucap Devanka
"Hilalnya udah kelihatan kok ma, tinggal tunggu terbitnya aja" Ucap Melati
"Lebih kayak matahari yah mbak, terbit, hihi" Ucap Dena
"Begitu yah Feli" Ucap Devanka
"Hehehe, mohon doanya aja Tante" Ucap Felisa
Ia merasa bingung harus menjawabnya bagaimana, Tante Devanka sudah kayak ibu - ibu tetangga yang suka sekali penasaran dengan kehidupan orang lain
"Aamiin, semoga yah nak" Ucap Devanka
"Iya Tante" Ucap Dena
Mereka terus mengobrol hingga waktu pun bergulir, kini Felisa sedang bersiap untuk bertemu dengan rekan kerjanya Tika
__ADS_1
Ibu Devanka pun sudah pulang ke rumah, setelah di jemput oleh suaminya
"Udah siap dek" Tanya Dena
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Berangkat dulu yah mbak" Ucapnya
"Iya sayang, hati - hati yah" Ucap Dena dan Melati bersamaan
"Iya mbak" Ucap Felisa
Sesampainya di tujuan, nampak Tika sedang asyik menunggunya, Felisa pun kemudian menyapa Tika
"Halo mbak" Ucap Felisa
"Hai Fel" Ucap Tika
"Kangen banget" Ucap Felisa
"Iya Fel" Ucap Tika
"Katanya ada notif di grup, liburnya di perpanjang yah" Ucapnya
"Iya mbak, aku juga taunya pas semalam kirain besok udah masuk, eh di grup katanya ada penambahan libur" Ucap Felisa
"Iya, katanya dua minggu lagi baru masuk" Ucap Tika
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Mungkin karena bertepatan sama mau Ramadhan kali yah Fel, jadi di tambahin" Ucap Tika
"Bisa jadi mbak, kan lima hari lagi udah ramadhan mbak" Ucap Felisa
"Iya Fel, gak nyangka yah, perasaan kayaknya baru kemarin deh" Ucap Tika
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Oh yah ada sesuatu yang mau aku beri tau" Ucap Tika
Felisa pun membuka jaketnya dan menaruh tasnya lalu mendengarkan apa yang mau di katakan oleh Tika
"Rencananya selesai lebaran nanti aku mau nikah" Ucap Tika
"Oh yah, Masha Allah selamat yah mbak" Ucap Felisa
"Makasih yah Fel, doain yah Fel biar lancar" Ucap Tika
"Iya mbak, Aamin" Ucap Felisa
"Sama orang mana mbak" Ucapnya
"Sama orang kampung aku Fel, dia teman aku dulu waktu kuliah, udah lama gak ketemu, eh pas ketemu, kontakan lagi eh taunya malah ngajak serius" Ucap Tika
"Oh Masha Allah, sekali lagi selamat yah mbak" Ucap Felisa
"Iya Fel, makasih" Ucap Tika
"Rencananya sebelum puasa mau lamaran, tiga hari lagi" Ucap Tika
"Oh iya mbak" Ucap Felisa
"Kalau sempat datang yah Fel" Ucap Tika
"Iya mbak, insya Allah" Ucap Felisa
Makanan mereka pun datang, walaupun Felisa belum memesan, ternyata Tika sudah memesan makanan yang ia suka
"Makan yuk Fel, maaf yah aku udah pesan sekalian buat kamu, tapi kalau kamu pengen makan yang lain, pesan lagi aja, kali ini aku yang traktir" Ucap Tika
"Gak papa kok mbak, ini aja, makasih yah mbak" Ucap Felisa
"Iya Fel, sama - sama" Ucap Tika
Mereka pun makan dan mengobrol panjang lebar mengenai kehidupan masing - masing, Felisa bersyukur Tika mendapatkan kebahagian setelah apa yang telah ia lalui, mungkin begitulah balasan bagi hati yang sabar.
Bersambung________
Dukung terus karya Author yah 🥰 Saranghae 🤗
__ADS_1
Oh yah ni Author punya tempat nongki Felisa dan juga Tika