
Jam menunjukan pukul 04.00 wib, cahaya subuh indah di pelupuk mata, seorang lelaki tengah khusyuk menjalankan ibadahnya, ia bermunajat kepada Tuhannya dengan hati yang ikhlas, bahkan sehabis itu pun ia belum juga beranjak dari duduknya, ia membuka mushaf kecil yang sering ia bawa kemana – mana, ia membacanya dengan pengucapan yang sangat fasih dan juga suara yang merdu
Sayup – sayup suara indahnya terdengar sampai membuat sang gadis yang sedang tertidur pun terbangun, menatapinya dengan terkesima, Felisa nampak kagum, ia pernah melihat lelaki tersebut menjadi imam di rumahnya namun ia tak menyangka lelaki tersebut juga bisa membaca Alquran dengan sangat baik
Setelah dirasa cukup lelaki tersebut menyudahi bacaannya, ia meletakkan mushaf kecil itu di atas meja, lalu melipat tikar kecil yang dipakainya, semua aksi yang dilakukan Fendi tak lepas dari pandangan Felisa
Lelaki itupun seolah menyadari ada yang menatapnya, ia pun berbalik dan melihat sang gadis sedang pura – pura melihat ke arah yang lain
Felisa nampak grogi, ia tidak tau harus berbuat apa
“Udah bangun dek, maaf yah kalau abang berisik” Ucap Fendi
“Iya, gak papa bang” Ucap Felisa
“Gimana kondisi adek” Tanya Fendi
“Alhamdulillah sudah mendingan bang” Ucap Felisa
Mereka terus bercerita, hingga tak sadar waktu terus bergulir dan matahari sudah menyingsing, Felisa ingin beranjak dari tempat tidur ke kamar mandi
“Mau ngapain dek” Tanya Fendi
“Mau ke kamar mandi” Jawab Felisa
“Sini abang antar” Ucap Fendi
Ia pun membantu Felisa ke kamar mandi, setelah Felisa mengambil beberapa baju ganti, tubuh Felisa sudah gerah, Felisa ingin mandi sesampainya di depan pintu kamar mandi, mereka berdua pun berhenti
“Makasih bang” Ucap Felisa
“Iya, kalau sudah selesai panggil abang” Ucap Fendi
Felisa pun masuk ke dalam dan membersihkan tubuhnya, dua puluh menit kemudian ia keluar dengan penampilan yang sangat segar dan cantik, Fendi pun sangat kagum dengan gadis tersebut
Fendi segera beranjak dari duduknya saat melihat Felisa sudah di depan pintu, ia pun membantu memapah Felisa kembali ke atas ranjang, jantung Felisa terasa deg – degan karena jarak keduanya terlalu dekat, bahkan saat Fendi membetulkan posisi bantalnya saja, Felisa bahkan bisa merasakan nafas Fendi, mereka berdua pun saling menatap intens
Fendi tak kalah gugupnya dengan Felisa, ia adalah lelaki normal, gadis didepan matanya sangat menggoda, namun sekuat mungkin ia mengendalikan dirinya
“Sial” Gumamnya dalam hati
“Istirahat dek” Ucapnya
Fendi pun berlalu ke kamar mandi, beberapa menit kemudian ia kembali, dan melihat Felisa sedang kesusahan untuk makan, karena tangan kanannya sedang di infus, Fendi pun mendekat ke arahnya
“Kenapa gak tunggu abang” Ucap Fendi
“Feli Lapar, abang lama di kamar mandi” Ucap Felisa
“Yah sudah sini abang bantu” Ucap Fendi
Ia mengambil sendok dari tangan Felisa dan menyuapi gadis tersebut, Felisa makan dengan lahap, Fendi sangat perhatian kepadanya
“Jangan sampai jatuh cinta Feli, bang Fendi milik yang lainnya” Ucap Felisa dalam hatinya
Ia teringat sosok Valeri yang ditemuinya tempo hari
Tidak ada omongan yang keluar dari bibir keduanya hanya denting sendok yang berbunyi
“Minum bang” Ucap Feli
Fendi pun dengan sigap memberikan air minum untuknya
Fendi terus menyuapinya hingga suapan terakhir
Dr...dr ...dr 📞
Bunyi panggilan di handphone Fendi
Tertera nama Valeri
“Kenapa gak di angkat bang” Ucap Felisa
“Gak papa dek, biarin aja” Ucap Fendi
__ADS_1
“Angkat dulu bang, siapa tau penting” Ucap Felisa
“Ya sudah dek, kalau gitu abang keluar sebentar angkat telepon yah” Ucap Fendi
“Iya” Ucap Felisa
Fendi pun keluar dari ruangan nampak Felisa sedikit kecewa, entah apa yang dirasakannya sekarang, namun yang ia tau, Valeri pasti punya tempat spesial di hari sang prajurit
“Assalamualaikum” Ucap Tania
“Walaikumsalam” Ucap Felisa
“Bebeb” Ucap Tania berlari memeluk Felisa
“Hum” Ucap Felisa
“Jangan ngambek dong, kan ditemani abang ganteng” Ucap Tania
“Cih” Cibir Felisa
“Tega banget sih gak jagain aku” Ucap Felisa
“Maaf maaf beb” Ucap Tania
“Ya sudahlah, toh kamu sudah datang juga” Ucap Felisa
Saat keduanya sedang bercerita tak lama kemudian sang dokter pun masuk mengecek keadaan Felisa
“Selamat pagi” Ucap Danu
“Pagi dok’ Ucap kedua gadis tersebut
“Gimana kondisimu Fel” Tanya Danu
“Sudah lebih baik dok” Ucap Felisa
“Saya periksa dulu yah, biar lebih akurat” Ucap Danu
Ia beranjak memeriksa keadaan Felisa, saat Danu sedang memeriksa, Fendi kembali masuk ke dalam ruangan
“Pagi Fendi” Ucap Danu
“Pagi” Ucap Fendi datar
Ia beranjak mendekati Felisa
Kedua lelaki tersebut berdiri di sebelah gadis tersebut, Tania yang melihatnya pun merasa merinding, sang prajurit dengan aura yang dingin, dan sang dokter dengan aura melankolis, sedang bersaing memperebutkan hati gadis yang berada di antara keduanya, sepertinya akan terjadi perang dingin di antara kedua lelaki tersebut
“Sudah selesai, kamu istirahat yang banyak yah Fel, makan juga yang teratur” Ucap Danu lembut
“Iya dok, terima kasih” Ucap Felisa
Fendi hanya terus menatap datar sang dokter
Danu yang di tatap Fendi pun tidak gentar, ia terus berdiri di samping Felisa, mencoba memberikan perhatian kepada gadis tersebut
Felisa yang merasa ada yang tidak beres pun memberikan isyarat seolah meminta bantuan kepada Tania, yang di kode pun faham, Tania beranjak mendekat
“Pak dokter, Pak Fendi, kayaknya Felisa mau istirahat deh” Ucap Tania
Kedua lelaki itu pun tersadar
“Oh iya Feli, selamat beristirahat yah, nanti siang saya kesini lagi” Ucap Danu
“Ngapain” Tanya Fendi dingin
“Periksa pasien saya pak Fendi” Ucap Danu berkedok jabatannya
“Maunya, alasan kamu aja pasti” Ucap Fendi dalam hati
Danu pun meninggalkan ruangan Felisa, sedangkan Fendi tidak beranjak sama sekali
“Pak Fendi, tidak pergi bekerja” Tanya Tania
__ADS_1
“Tidak, hari ini saya sudah izin” Ucap Fendi
“Loh, kenapa bang” Tanya Felisa
“Sudah abang bilang kan abang akan jagain kamu” Ucap Fendi
Felisa pun merasa tidak enak, satu sisi ia merasa bahagia namun di sisi lain ia merasa bersalah kepada Valeri
“Apa yang harus Feli lakukan Tuhan” ucap Felisa dalam hatinya
Ia menatap Fendi dengan tatapan yang sedih, Tania yang menyadari sahabatnya bersedih langsung memeluknya, ingin sekali Tania jujur kepada sahabatnya namun ia tak tau harus bercerita darimana, dan ia takut melanggar kepercayaan yang sudah diberikan kekasihnya kepadanya
“Duh, apa yang harus aku lakukan” Gumamnya
Felisa pun kini tertidur, fisiknya masih belum stabil
Fendi pun pamit sebentar kepada Tania, ia akan membantu sepupunya Valeri
“Tan, titip Feli yah, saya akan keluar sebentar, nanti sebelum jam makan siang saya sudah kesini lagi” Ucap Fendi
“Baik pak” Ucap Tania
Fendi pun meninggalkan ruang inap Felisa untuk menemui sepupunya Valeri, Tania yang ditinggal sendiri di dalam ruangan pun memilih menonton drama di ponselnya, ia merindukan kekasihnya Romi, namun ia faham dan mengerti jika kekasihnya itu sedang bekerja
Ting ...
“Lagi apa sayang” Pesan Romi
Tania yang membacanya tersenyum, baru saja ia memikirkan lelaki itu, tiba – tiba ada kabar darinya
Tania pun membalas pesan kekasihnya
“Lagi di rumah sakit jagain Feli bang” Ucap Tania
"Fendi kemana" Tanya Romi
"Lagi keluar sebentar, katanya ada urusan" Jawab Tania
“Okey sayang, semangat nanti jangan lupa makan yah 😘” Ucap Romi
“Iya sayang, kamu juga ❤️” Ucap Tania
Kemudian ia kembali melanjutkan menonton drama pavoritnya dengan perasaan yang bahagia.
Bersambung_________
Duh pak komandan mulai aktif yah 🤭
Maju terus pak 💪
Fendi : Pastinya Thor 😎
Author : Good 👍 Cakeepp 🤩
Valeri : Sepupuku mulai bucin 🤭
Romi : Hahahahaah 🤣 Maklum lah mbak
Tania : Sayang 😡
Romi : Ampun 😀🥰
Tania : 🤗
Tania : Dukung terus karya ini yah, jangan lupa like, komen, share, tambahan juga dalam list novel favorit kalian 😊 Terima kasih 🙏🥰
__ADS_1