
Malam mulai larut, seorang pemuda baru tiba, setelah memarkirkan mobilnya, ia lantas turun dan berjalan ke arah rumah yang menjadi tujuannya
Di dalam rumah tersebut seorang wanita sedang harap - harap cemas, ia menanti kedatangan seorang lelaki, ia berharap urusan lelaki itu akan berjalan dengan lancar
Jarum jam menunjukan pukul 21.00 wib
"Duh kemana dia, lama sekali datangnya" Ucap wanita itu
Ia kemudian menelpon sang pria namun tidak di angkat lalu ia mencoba mengirim pesan pada orang tua pria tersebut, ia bermaksud menanyakan keberadaan anak mereka
*Pesan terkirim*
"Semoga Tante lihat dan balas" Ucapnya
Di lihat keluarganya yang masih asyik menonton TV, mereka nampak tertawa ketika ada adegan lucu, mereka belum mengetahui akan kedatangan lelaki ini
"Semoga tidak terjadi apa - apa Tuhan" Ucapnya lagi
"Mama, aku ngantuk tapi aku haus mau minum susu ma" Ucap seorang bocah laki - laki kepadanya
"Iya sayang mama bikin susunya, kamu minum terus bobo yah" Ucapnya
"Iya ma" Ucap bocah tersebut
Wanita itu lantas berjalan ke arah dapur, ia membuat susu untuk anaknya
"Ini sayang" Ucap Dena
"Makasih mama" Ucap Reihan
Dena hanya tersenyum menatap anaknya yang sedang minum, setelah itu sang anak beranjak ke kamarnya
"Dek, mau kemana" Tanya Dena saat melihat Felisa beranjak
"Mau ke kamar mbak" Jawab Felisa
"Jangan tidur dulu yah,mbak pengen ngobrol penting" Ucap Dena
"Ngobrol apa mbak" Tanya Felisa
"Ada yang pengen mbak nanya, sedikit lagi yah sayang mbak mau hubungi bang Putra dulu" Ucap Dena mengulur waktu
"Okey mbak" Ucap Felisa lalu masuk ke kamarnya
Ia pengen nonton drama China pavoritnya
*Kisah cinta petugas Damkar" Ucap Felisa sedikit tertawa
Sebenarnya judulnya lain namun kisahnya menceritakan tentang petugas damkar dingin yang jatuh cinta, sehingga ia plesetan aja dalam bahasa negri sendiri
Sedangkan di ruang tamu, Dena sedang melihat pesan dari tantenya
"Sudah berangkat dari tadi sayang, mungkin baru nyampe" Isi pesan tersebut
Tok ... tok... tok
"Assalamu Alaikum" Ucap seorang lelaki
"Walaikumsalam" Jawab Dena
Ia pun buru - buru membalas pesan tantenya
"Sudah sampe Tante" Balasnya
Lalu ia membuka pintu
__ADS_1
"Eh Fen ayo masuk" Ucap Dena
"Iya mbak" Ucap Fendi
Felisa tidak tau kedatangan Fendi, ia sebagai asyik menonton, suara Fendi bahkan tidak terdengar karena ia memakai earphone di telinga
"Duduk dulu yah Fen" Ucap Dena
Lalu ia ke ruang tv memanggil Diora dan Melati
"Bang, mbak" Panggilnya
"Iya Den, ada apa" Tanya Melati
"Ada Fendi di depan katanya mau ketemu mbak sama Abang" Ucap Dena
Diora bangkit dari duduknya di susul melati, mereka bahkan tidak mematikan tv, sehingga Dena mengambil remot lalu mematikannya dan menyusul ke ruang depan
Diora duduk di sampinya ada istrinya Melati, ia menatap Fendi dengan intens seperti harimau yang ingin menelan mangsanya
Dena bahkan khawatir melihat ekspresi Kakak iparnya ini
"Ada apa ketemu saya" Tanya Diora tegas
"Pertama saya minta maaf jika kedatangan saya mengganggu waktu istirahat Abang dan mbak, namun kedatangan saya kesini malam ini tidak lain dan tidak bukan, saya ingin meluruskan apa yang di bilang orang tentang saya, karena saya berfikir ini juga menyangkut nama baik saya, dan sekaligus saya ingin meminta izin dan restu untuk meminang adik Abang dan juga mbak" Ucap Fendi tak kalah tegas
Melati sangat suka dengan ketegasan Fendi dan ia pun tersenyum, berbeda halnya dengan Dena yang terus berdoa di dalam hati, ia takut sepupunya ini salah bicara
"Apa yang salah dengan obrolan orang tentang kamu" Tanya Diora
"Jujur apa yang di bilang orang tersebut sejatinya adalah Fitnah, saya tidak pernah mencoba ataupun berencana membunuh orang lain, itu semua terjadi memang sesuai takdirnya, kematian itu tak terelak, hanya saja pihak keluarga dari almarhumah mungkin belum bisa menerima dan juga ikhlas" Ucap Fendi tegas
"Kalau begitu ceritakan yang sebenarnya untuk kami" Ucap Diora
"Wah romantisnya" Ucapnya
Di luar kamar, Fendi sedang menceritakan apa yang terjadi berapa belas tahun yang lalu, ia bahkan tidak kuasa menahan air matanya, namun ia berusaha kuat, masa - masa kelam tentang traumanya sudah lewat, ia sudah bisa berdamai dengan diri sendiri dan juga takdir
"Kamu punya saudara dan bukan anak satu - satunya" Tanya Diora
"Iya bang, kak Farel namun sudah meninggalkan di kejadian itu, mbak Dena juga tau" Jawab Fendi
"Dena, apa benar yang di bilang Fendi" Tanya Diora
"Iya bang, benar, waktu itu juga Dena ada di situ jadi Dena tau kejadian faktanya seperti apa" Jawab Dena
"Kenapa kamu tidak cerita sama Abang" Tanya Diora
"Maafin Dena bang, Dena kan sudah pernah bilang ke abang jangan percaya omongan orang, Dena tidak cerita soalnya kalau dengar dari mulut Dena rasanya kurang sopan, jadi Dena biarin aja biar Abang dengar langsung aja dari Fendi sendiri" Ucap Dena menjelaskan
"Kamu sendiri kenapa baru sekarang menemui saya" Ucap Diora pada Fendi
"Maafkan saya bang, saya harus menyelsaikan tanggung jawab saya dulu bang, jadi saya ketemu Abang juga dalam suasana yang enak" Ucap Fendi
"Okey saya faham maksud kamu" Ucap Diora
Melati bahagia melihat sikap suaminya pada Fendi
"Kamu serius sama adik saya" Tanya Melati
"Iya, seperti apa kata istri saya, apa kamu serius dengan adik saya" Tanya Diora
"Sangat serius bang" Ucap Fendi tegas
"Kamu mencintai adik saya tulus" Ucap Dena
__ADS_1
Sebenarnya ia cuma ingin mengerjai sepupunya itu, ia juga merasa punya andil dalam keluarga ini
Fendi hanya tersenyum dalam hati, ia faham maksud sepupunya ini
"Jangan diam saja jawab pertanyaan adik saya, walaupun dia sepupu kamu, tapi dia bagian dari keluarga kami, Felisa juga adiknya" Ucap Diora
"Iya betul sekali" Ucap Dena
"Saya sangat mencintainya mbak, sangat sangat tulus mencintainya" Ucap Fendi tegas tanpa bertele - tele
Ketiganya tersenyum bahagia mendengar jawaban dari lelaki itu
"Sebentar mbak panggil Feli" Ucap Dena
"Iya mbak" Jawab Fendi
Dena pun beranjak ke kamar adik iparnya itu, setelah masuk ia tersenyum menatap gadis itu
Ia pun menepuk pelan bahu Felisa
"Mbak" Ucap Felisa terkejut
lalu melepaskan earphone
"Bisa kita bicara di luar dek" Ucap Dena
"Boleh mbak, Feli matiin laptop dulu yah mbak" Ucap Felisa
Lalu mereka beranjak keluar, Felisa kaget melihat kedatangan Fendi, ia justru juga sangat kaget setelah melihat pria itu sangat akrab dan tertawa dengan kakaknya Diora dan istrinya Melati
"Ada apa ini mbak" Tanya Feli pada Dena
Dena hanya mengangkat bahunya
"Bang,mbak" Panggil Feli
"Dek sini duduk" Ucap Melati
Felisa pun menuruti saja
"Dek,kamu menyayangi Fendi" Tanya Diora
Felisa belum menjawab, ia hanya menatap sekeliling, ia terkejut dengan pertanyaan kakaknya ini
Saat ia menatap Fendi, sebuah isyarat pun di berikan lelaki tersebut
"Sayang bang" Jawab Felisa
"Alhamdulillah" Ucap Fendi dan semuanya
"Kami setuju hubungan kalian" Ucap Diora
"Makasih bang" Ucap Fendi
Felisa masih terkejut
"Niat baik harus di segerakan" Ucap Melati tersenyum ke arah Feli
"Nanti mbak cerita" Ucap Dena berbisik pada Felisa
Tak lama Fendi pun pamit pulang
Di tempat lain, sepasang kekasih juga tengah bahagia, terlebih lagi sang lelaki yakni Romi, ia bersyukur Tania menerima lamarannya, dan kini mereka sedang menikmati makan malam romantis mereka dengan hati yang bahagia.
Bersambung_____
__ADS_1